Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Wilayah Rawan Banjir DAS Cimanuk Hulu Menggunakan Model Complete Mapping Analysis dan SIG Ilham Badaruddin Mataburu; Rayuna Handawati; Sony Nugratama Hijrawadi
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i2.2793

Abstract

The occurrence of flooding in the Upper Cimanuk Watershed has increased in recent years as a result of the decline in watershed quality due to changes in land use. A flood is the work accumulation of various environmental factors in a watershed. This study aims to identify the level of flood-prone and its determinants in the Cimanuk Hulu watershed. The method used in this study is the overlay method using GIS accompanied by weighting and scores determined by the Composite Mapping Analysis (CMA) model of 6 parameters, consist of Topographic Wetness Index (TWI), Land Use, Rainfall, Slope, Elevation, and Soil type. Flood event points as comparison parameters in determining scores and weights. The results showed that the variable land use was the variable with the highest weight of 27.01, respectively, affecting the level of flood-prone in the study area. The very high prone area includes an area of 1.57%, high prone area of 3.15%, moderate prone area of 5.85%, low prone area of 7.75%, and 81.68% are very low prone areas.
Increased Knowledge of Elementary School Students in Bidara Cina in Facing Flood and Fire Disasters Aris Munandar; Rayuna Handawati; Ode Sofyan Hardi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.902 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69067

Abstract

Jakarta  memiliki potensi bencana  lingkungan diantaranya banjir, kebakaran, rob, kerusuhan social . Bidara cina Rawan dengan bencana banjir dan kebakaran Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan  siswa SD bidara Cina 05 dalam menghadapi bahaya banjir dan kebakaran Peningkatan pengetahuan dengan melakukakn sosialisasi dengan ceramah, penayangan video, tanya jawab  kepada siswa SD bidara Cina 05 berjumlah 30 orang.  Dilakukan pretest di awal kegiatan dan posttest dilakukan setelah acara sosialisasi selesai. Hasil yang diperoleh siswa mengalami kenaikan pengetahuan terutama untuk bencana kebakaran. Hasil perbandingan pretest dan post test terlihat indikator alat /bahan yang digunakan untuk memadamkan api kebakaran meningkat, sedangkan yang paling rendah peningkatan tindakan yang perlu dilakukan ketika banjir.Naiknya pengetahuan akan meningkatkan kewaspadaan.
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Bagi Masyarakat Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan Ilham Badaruddin Mataburu; Rayuna Handawati; Sony Nugratama
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 2 (2023): April 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i2.1965

Abstract

Abstract: Earthquakes are a disaster that is difficult to predict. This is why every time an earthquake occurs it always causes huge losses, not only loss of property but up to the loss of life. Strengthening preparedness in dealing with earthquake disasters is absolutely necessary in order to build community resilience in responding to earthquakes to minimize the potential for a larger impact. Improving earthquake disaster preparedness for the people of Bukit Duri Village aims to increase the community's ability to deal with earthquake disasters. The method used is through direct socialization related to preparedness actions before the disaster, during the disaster, and after the earthquake. The results of the implementation show that participants can understand well the characteristics of earthquake disasters, risk factors in the living environment, and actions needed before, during, and after an earthquake. This is evidenced by the evaluation results in the form of pre-test and post-test which showed an increase in participants' knowledge related to earthquake disaster preparedness which increased by 36.4%. During the pre-test, the total score was 58.8% and during the post-test, the total score was 93.2%  Keywords: disaster; earthquake; preparedness Abstrak: Gempa bumi merupakan bencana yang sulit untuk diprediksi kejadiannya, hal ini yang menyebabkan setiap kali kejadian gempa bumi senantiasa menimbulkan kerugian yang besar bukan hanya kerugian harta benda namun sampai dengan korban jiwa. Penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi mutlak diperlukan dalam rangka mengbangunan ketahanan masyarakat dalam merespon gempa bumi untuk meminimumkan potensi dampak yang lebih besar. Peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi masyarakat Kelurahan Bukit Duri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi secara langsung terkait tindakan kesiapsiagaan saat sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana gempa bumi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dengan baik karakteristik bencana gempa bumi, factor-faktor yang berisiko pada lingkungan tempat tinggal, tindakan yang diperlukan sebelum, saat terjadi dan setelah gempa bumi. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluai berupa pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang mengalami peningkatan sebesar 36,4 %. Saat pre test total nilai keseluruhan sebesar 58,8 % dan saat post test total nilai menjadi 93,2 %Kata kunci: bencana; gempa bumi; kesiapsiagaan
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE UNTUK SISWA PEDALAMAN BERORIENTASI LAUT Rayuna Handawati; Lyzia Nabilla; Lisbet Gaite; Rantian Virta Eka Pratiwi; Rifni Aulia Safitri; Salwaa Aulia Firdaus; Yohanna Yohanna
Jurnal Samudra Geografi Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsg.v6i1.5540

Abstract

This study aims to develop a product prototype that connects inland students who are always oriented or connected to the sea. Indonesia has aspirations to become a maritime country but currently people who are in the upstream area or far from the sea have not made rivers and seas as their main areas This research is expected to be useful for building the maritime paradigm of the Indonesian people, especially students who are far from the sea area through a prototype product. The products developed contain maritime materials and content such as history, culture, maritime resources, and maritime socioeconomics. The research method used in this study is descriptive qualitative using instruments from questionnaires by examining data. The results of this study show that most inland students have not mastered maritime material or content so a product is needed to always be able to connect with the sea. On the basis of this problem, a maritime website was developed that can be accessed by the public to build a maritime paradigm.
Penguatan Peran Masyarakat Bidara Cina dalam Adaptasi dan Mitigasi Bencana Banjir Sari Narulita; Rihlah Nur Aulia; Rayuna Handawati; Lia Kusumawati; Qibtiyah Khoiru Salsabilla
Sivitas : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal SIVITAS | Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/svs.03.2.01

Abstract

The background for this activity is the low level of climate literacy and climate literacy in the community. Many people still think that flooding is a destiny that makes them surrender to the conditions that occur, so they are not ready to anticipate and minimize their impact. The activity with the theme of Strengthening Community Roles in Mitigation and Adaptation to Flood Disasters was attended by representatives of RT/RW in the Bidara Cina sub-district. The activity is carried out with a concept that involves the active participation of participants until the expected reinforcement occurs. The material includes Climate Literacy, Government Policy for climate change mitigation, flood mitigation and the validation of evacuation routes. The community's response is entirely reasonable to the activities carried out, and hopes that similar activities can continue to be carried out to increase public understanding of climate literacy and disaster literacy.
The Analysis of Social Vulnerability to Rob Floods in North Semarang District Hermitha Nuraini Suherman; Asma Irma Setianingsih; Rayuna Handawati
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i2.59398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan sosial banjir rob yang diperkirakan terjadi di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk metodologinya. Kelurahan Bandarharjo, Panggung Lor, Kuningan, dan Tanjungmas dipilih sebagai unit analitik penelitian. Kecamatan ini berada di dalam wilayah Kabupaten Semarang Utara. Metode yang digunakan untuk memperoleh data untuk tujuan penyelidikan ini diklasifikasikan sebagai sumber sekunder. Kepadatan penduduk, jenis kelamin, distribusi usia, frekuensi disabilitas, dan kesulitan ekonomi merupakan indikator kerentanan sosial. Sebelum data sekunder yang terkumpul diolah di ArcGIS 10.6 untuk menghasilkan peta kerentanan, terlebih dahulu akan dievaluasi dan diberi bobot menggunakan indeks kerentanan sosial dari PERKA BNPB No.02 Tahun 2012 untuk menetapkan skor kerentanan. Hal ini dilakukan agar skor kerentanan dapat dihitung. Kelurahan Bandarharjo, Kelurahan Kuningan, dan Kelurahan Tanjungmas merupakan tiga dari empat kelurahan di Kecamatan Semarang Utara yang memiliki skor indeks kerentanan sosial 3 yang menunjukkan tingkat kerentanan sosial yang tinggi. Kelurahan Panggung Lor memiliki tingkat kerentanan sedang karena memiliki skor 2 pada indeks kerentanan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kerentanan sosial banjir rob di Kelurahan Semarang Utara berkisar antara sedang dan tinggi.
the Analisis Kemampuan Berpikir Spasial Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Nurindah Ardiyana Putri; Rayuna Handawati; Ode Sofyan Hardi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i2.59682

Abstract

Kemampuan berpikir spasial yaitu kemampuan dalam memahami dan mengidentifikasi unsur-unsur permukaan bumi dengan menggunakan representasi berbagai informasi melalui media atau alat serta menganalisis secara keruangan. Kemampuan ini diperlukan dalam mempelajari ilmu geografi yang memiliki cara berpikir yang sama yaitu dengan berpikir secara ruang atau spasial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir spasial peserta didik SMA Negeri 78 Jakarta khususnya pada kelas XI IPS yang berjumlah 71 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan rumus Slovin yang menghasilkan sebanyak 60 orang. Metode penelitian yaitu deskriptif serta teknik pengumpulan data menggunakan tes melalui Google Form. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan tingkat kemampuan berpikir spasial peserta didik kelas XI IPS pada SMA Negeri 78 Jakarta berada pada tingkat sedang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PERSEBARAN WILAYAH RAWAN BENCANA ALAM DI INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL PESERTA DIDIK Faizah Syafitri; Aris Munandar; Rayuna Handawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15748

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir spasial peserta didik SMA pada materi persebaran wilayah rawan bencana alam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes kemampuan berpikir spasial berdasarkan indikator AAG, 2008. Teknik yang digunakan untuk menganalisis yaitu uji instrumen, uji persyaratan analisis data, dan uji analisis data menggunakan uji persamaan dua rata-rata menggunakan independent sample T-test. Berdasarkan hasil pengujian terdapat pengaruh yang signifikan pada nilai kemampuan berpikir spasial peserta didik kelas eksperimen. Kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai kemampuan berpikir spasial sebesar 12,65 menjadi 80,59, kelas kontrol mengalami peningkatan nilai sebesar 6,03 menjadi 74,12. Kesimpulan ini juga diambil dari nilai Sig. pada independent sample T-test sebesar 0,00<0,05 (0,05=nilai rujukan), yang artinya terdapat pengaruh signifikan dalam penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir spasial peserta didik. Peningkatan terjadi terutama pada indikator berpikir spasial aura yang mengalami peningkatan 51% yaitu peserta didik dapat menjelaskan dampak dari keberadaan suatu wilayah bersamaan dengan faktor terjadinya bencana di lokasi yang berdekatan dan paling rendah terjadi pada indikator region sebesar 5% yaitu peserta didik dapat mendelineasi wilayah yang memiliki kesamaan jenis atau karakteristik kerawanan bencana alam di Indonesia.Abstract:  This study aims to determine the effect of using the discovery learning model on the spatial thinking ability of high school students on the material of the distribution of natural disaster-prone areas in Indonesia. This research uses quantitative methods with a quasi-experimental approach. Data collection in this study used observation and spatial thinking ability tests based on AAG indicators, 2008. The techniques used to analyze are instrument test, data analysis requirement test, and data analysis test using the two average equality test using the independent sample T-test. Based on the test results, there is a significant effect on the value of the spatial thinking ability of experimental class students. The experimental class experienced an increase in the value of spatial thinking ability by 12.65 to 80.59, the control class experienced an increase in value by 6.03 to 74.12. This conclusion is also taken from the Sig. value on the independent sample T-test of 0.00 <0.05 (0.05 = reference value), which means that there is a significant influence in the use of the discovery learning model on the spatial thinking ability of students. The increase occurred mainly in the aura spatial thinking indicator which experienced an increase of 51%, namely students can explain the impact of the existence of an area together with the factors of disaster occurrence in adjacent locations and the lowest occurred in the region indicator by 5%, namely students can delineate areas that have similar types or characteristics of natural disaster vulnerability in Indonesia.
Factor Analysis in Understanding The Spread of Sexually Transmitted Diseases in West Java Province Citra, Leysha Adinda; Adelard, Muhammad Daffa; Rahmawati, Rizqa; Illahi, Mohammad Raihan Anugrah; Handawati, Rayuna
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.30880

Abstract

This study aims to analyze the factors that contribute to the spread of sexually transmitted diseases (STDs) in West Java Province, using a Final Project Based Learning approach. The study uses a mixed-methods research design, combining quantitative and qualitative data collection and analysis methods. The results show that the prevalence of STDs in West Java Province is high, particularly among young people and those with low socioeconomic status. The study also identifies several factors that contribute to the spread of STDs, including lack of knowledge about STDs, lack of access to healthcare services, and risky sexual behavior. The study suggests that education and awareness programs, as well as access to healthcare services, are crucial in reducing the spread of STDs in the province. The study also recommends that policymakers and healthcare providers take into account the social and economic factors that contribute to the spread of STDs when developing policies and interventions to address this issue.Keywords: Sexually transmitted diseases; West Java province; Health services. 
Tingkat Kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Bidara Cina Putri, Mega Dwi Ananda; Handawati, Rayuna; Nugratama H, Sony
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.29065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur yang difokuskan pada wilayah rawan banjir sepanjang sungai Ciliwung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan observasi, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dari penelitian ini berjumlah 284 anggota Dasa Wisma dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 74 anggota Dasa Wisma. Kemudian hasil pengambilan angket diolah dan dianalisis menggunakan teknik skoring yang mengacu pada LIPI-UNESCO dengan  parameter pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma paling tinggi berada di wilayah kerawanan banjir sedang diperoleh nilai indeks 79 kategori siap, dengan parameter tertinggi berada pada rencana tanggap darurat 86 kategori sangat siap Sedangkan, dilihat dari keseluruhan tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina masuk dalam kategori siap dengan nilai indeks 75. Parameter tertinggi yang didapatkan oleh Dasa Wisma seluruh Kelurahan Bidara Cina berada pada sistem peringatan dini dengan nilai indeks 82 kategori sangat siap. Kata kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Dasa WismaDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.29065