Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam Dan Trichoderma Sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) Muhamad Ramdhan; Hanny Hidayati Nafia’ah; Ardli Swardana
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 1 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i1.1619

Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam dan Trichoderma sp. yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Percobaan dilaksanakan di Lahan Percobaan Balai Pengembangan Benih Palawija Sub Unit Karangpawitan pada bulan Juni sampai Juli 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) faktorial 4 x 4 dengan dua ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu: p0:0 ton/ha pupuk kandang ayam (kontrol), p1:20 ton/ha pupuk kandang ayam, p2: 30 ton/ha pupuk kandang ayam, p3:40 ton/ha pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp. (D) terditri dari 4 tarap perlakuan yaitu: d0:0 mg /per rumpun (kontrol), d1:20 mg /per rumpun, d2:30 mg/per rumpun, d3:40 mg/per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang ayam 40 ton/Ha dan dosis Trichoderma sp. 40 mg/rumpun terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 21 HST, luas daun, dan bobot segar tanaman per plot. Secara mandiri, dosis pupuk kandang ayam 40 ton/Ha memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman umur 7 dan 14 HST, diameter batang, bobot segar per tanaman, bobot kering tanaman, dan panjang akar. Pengaruh mandiri dosis Trichoderma sp. terjadi pada paramater pengamatan tinggi tanaman umur 7 dan 14 HST, bobot segar per tanaman, bobot kering tanaman dan panjang akar.
Analisis Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi Gogo yang Diberi Berbagai Perlakuan Pupuk Fosfat dan Pupuk Hayati Hanny Hidayati Nafi’ah; Hilmi Hardimansyah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 4, No 2 (2020): JAGROS: JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY SCIENCE)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v4i2.921

Abstract

Pengembangan padi gogo sangat penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beras, namun budidayanya terkendala kesuburan tanah terutama jika ditanam di lahan kering dataran rendah. Pengelolaan kesuburan tanah tidak hanya terbatas pada peningkatan kesuburan kimiawi, tetapi juga kesuburan fisik dan biologi tanah. Kendala kurang tersedianya unsur hara yang salah satunya adalah fosfat pada lahan kering perlu disiasati dengan aplikasi pupuk hayati pelarut fosfat yang dapat digunakan juga untuk mensubtitusi aplikasi pupuk anorganik sehingga mengurangi dampak dari residu pupuk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan vegetatif tanaman padi gogo yang diberi perlakuan pupuk fosfat dan pupuk hayati. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukanagara Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut. Padi gogo yang digunakan adalah varietas lokal dengan beras berwarna merah dan umur panen 250 HST. Waktu penelitian mulai bulan Nopember 2016 – Februari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 4 yang terdiri dari faktor pupuk fosfat (P) dan pupuk hayati bakteri pelarut fosfat (B). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pupuk fosfat dan pupuk hayati pada Laju Asimilasi Bersih dan Laju Tumbuh Tanaman, namun secara mandiri dosis pupuk fosfat dan pupuk hayati memberikan pengaruh yang berbeda nyata jumlah anakan, bobot kering, dan luas daun
Analisis Vegetasi Gulma Pada Lahan Pertanaman Kacang Kedelai (Glycine max L.Merill) Annisa Tiara Ramadani; Hanny Hidayati Nafi’ah; Siti Syarah Maesyaroh
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 5, No 2 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v5i2.1366

Abstract

Pengendalian gulma yang tepat merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman pertanian. Efektifitas teknik pengendalian gulma sangat tergantung pada jenis gulmanya. Penelitian terhadap analisis vegetasi gulma pada lahan pertanman kacang kedelai telah dilakukan selama 3 bulan terhitung Agustus hingga november 2020. Metode kuadran digunakan dalam penelitian ini yaitu identifikasi gulma, menghitung nilai penting, Summed Domminance Ratio (SDR), Indeks keanekaragaman (H’). Hasil penelitian menunjukan terdapat 10 jenis gulma Cynodon dactylon L., Eleusine indica L., Ischaemum rugosum, Cyperus rotundus,dan Cyperus difformis L., Amaranthus spinosus L., Commelina diffusa Burm F., Marselina minuta., Portulaca oleracea L.,dan Alternanthera sp. Nilai indeks keanekaragaman (H’) masuk kedalam kategori rendah yaitu <1 ( 0,15) jenis gulma Cynodon dactylon L.
KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI GULMA PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.) KONVENSIONAL DAN ORGANIK DI KECAMATAN CISOMPET KABUPATEN GARUT Asep Rohimat; Jenal Mutakin; Hanny Hidayati Nafi&#039;ah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 2, No 1 (2017): JAGROS: Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Sciences)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v2i1.319

Abstract

Padi merupakan jenis tanaman pangan yang sangat penting, karena merupakan sumber makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominasi gulma pada pertanaman padi konvensional dan organik di Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni sampai Agustus 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimental melalui metode survey. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 areal yang berbeda dengan luas plot masing-masing 50 x 50 cm. Setiap areal terdapat 5 plot. Hasil penelitian menunjukan terdapat keanekaragaman gulma. Tercatat 7 jenis gulma ditemukan di pertanaman padi konvensional dan 6 jenis gulma ditemukan di pertanaman padi organik. Jenis gulma yang dominan pada pertanaman padi konvensional adalah Echinochloa Crus-galli, Monochoria vaginalis, Limonocharis flave, dan Plantago major. Tercatat jenis gulma yang dominan pada pertanaman padi organik adalah Azolla pinnata, Pistia stratiodes, Salvinia molesta, Echinochloa Crus-galli, dan Fimbristylis miliaceae. Kata Kunci : Keanekaragaman, Gulma, Padi Organik, Padi Konvensional
Pengaruh Jarak Tanam dan Jumlah Cabang pada Pertumbuhan dan Hasil Terung Hijau (Solanum melongena L.) Nia Sabania; Jaenal Mutakin; Hanny Hidayati Narfiah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 3, No 2 (2019): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v3i2.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam dan jumlah cabang yang efektif, serta mengetahui perlakuan kombinasi yang memberikan pengaruh paling tinggi terhadap pertumbuhan tanaman terung hijau. Percobaan dilaksanakan di Kampung Andir Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Percobaan dilaksanakan pada Bulan Mei sampai Juli 2019. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola faktorial 3x3 yang terdiri atas 2 faktor dan 3 kali ulangan, Faktor pertama Jarak Tanam (J) terdiri atas 3 taraf, yaitu : j1 = 70 cm x 50 cm, j2 = 75 cm x 50 cm, j3 = 80 cm x 50 cm. Jumlah Cabang (D) terdiri atas tiga taraf yaitu : d1 = Tanpa Pengaturan d2 = Pengaturan 2 Cabang dan d3 = Pengaturan 4 Cabang. Hasil Penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara berbagai jarak tanam dan jumlah cabang. Jarak tanam 75 cm x 50 cm (j2) berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot dan bobot buah per tanaman sedangkan perlakuan tanpa pengaturan cabang (d0) menunjukkan pengaruh terbaik terhadap bobot buah per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM MOL TERHADAP PERTUMBUHAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) UNTUK BAHAN TANAM Dendi Muharam; Hanny Hidayati Nafi’ah; Novriza Sativa
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 5, No 1 (2020): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v5i1.1103

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu sumber karbohidrat setalah padi, jagung, dan ubi kayu bagi sekelompok penduduk Indonesia. Tanaman ubi jalar ikut memegang peranan penting di dalam posisi lumbung pangan nasional dan sebagai penunjang program diversifikasi pangan. Pemupukan merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempelajari sejauh mana pengaruh pemberian pupuk cair Mol terhadap pertumbuhan ubi jalar. Penelitian dilakukan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pukaweing, Kabupaten Garut pada Bulan februari sampai April 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana (RAK) dengan 10 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang ditempatkan yaitu A. Kontrol Pupuk Gandasil D konsentrasi 0.003% (30 gram) B. Mol Bonggol Pisang konsentrasi 0.05 % (500 ml ) C. Mol  Bonggol pisang konsentrasi 0.075 % (750 ml) D. Mol Bonggol Pisang konsentrasi 0.1 % (1000 ml) E. Mol Pucuk Labu siam konsentrasi 0.05 % (500 ml ) F. Mol Pucuk Labu siam konsentrasi 0.075 % (750 ml) G. Mol Pucuk Labu siam konsentrasi 0.1 % (1000 ml) H. Gandasil  D konsentrasi 0.001% (10 gram) I. Gandasil  D konsentrasi 0.002% (20 gram) J. Gandasil  D konsentrasi 0.0025% (25 gram) . Hasil penelitian menunjukkan signifikan terjadi pengaruh kalium terhadap morfofisiologi ubi jalar pada parameter jumlah setek ubi jalar sedangkan pada parameter panjang sulur utama, jumlah cabang, luas daun, dan bobot kering tanaman tidak signifikan.Kata Kunci : Ubi Jalar, Ipomoea batatas L, MOL, konsentrasi.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Azolla pinnata dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Andi Purnama MS; Jenal Mutakin; Hanny Hidayati Nafia&#039;ah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 1 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i1.1621

Abstract

Produksi sawi hijau di Indonesia masih rendah karena beberapa alasan, salah satu jalan keluarnya adalah pemberian pupuk organik. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair Azolla dan jarak tanam yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Percobaan dilaksanakan di Lahan Percobaan BPBP (Balai Pengembangan Benih Palawija) Sub Unit Karangpawitan Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut yang dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 4 yang diulang sebanyak dua kali. Faktor pengamatan pertama yang dilakukan yaitu berbagai konsentrasi POC Azolla pinnata yang terdiri empat taraf, yaitu : Faktor I : Konsentrasi POC Azolla pinnata (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu: p1 = 0 ml/l (kontrol), p2 = 5 ml/l, p3 = 10 ml/l, dan p4 = 15 ml/l. Faktor kedua adalah jarak tanam yang digunakan (J), terdiri atas 4 taraf, yaitu : j1 = 10 cm x 10 cm, j2 = 10 cm x 15 cm, j3 = 10 cm x 20 cm, dan j4 = 10 cm x 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara berbagai konsentrasi POC Azolla dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Secara mandiri konsentrasi POC Azolla 15 ml/l dan jarak tanam 10 cm x 25 cm dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 28 HST dan bobot segar tanaman per plot.
Invigorasi Benih Buncis (Phaseolusvulgaris L.) yang Telah Mengalami Penyimpanan Selama Delapan Bulan dengan Berbagai Bahan Matriconditioning Hanny Hidayati Narfiah; A trifawa; dadi Nurdiana
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 4, No 1 (2019): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v4i1.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai bahan matriconditioning untuk memperbaiki benih buncis yang telah mengalami deteriorasi. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Garut, dari Bulan Juni sampai Juli 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal terdiri atas 5 perlakuan matriconditioning yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan matriconditioning yang digunakan meliputi M0 = tanpa perlakuan matriconditioning, M1 = serbuk gergaji, M2 = arang sekam, M3 = abu jerami dan M4 = cocopeat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan matriconditioning berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, namun tidak terhadap panjang kecambah, panjang akar kecambah, bobot kering dan indeks vigor. Matriconditioning dengan menggunakan bahan arang sekam memberikan pengaruh yang paling baik terhadap daya kecambah benih buncis.
Pengaruh Berbagai Jenis Pupuk Kandang Dan Frekuensi Penyiangan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativaL.) Oryza Affandina Sani; Hanny Hidayati Nafi’ah; Novriza Satia
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 5, No 2 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v5i2.1363

Abstract

Manure is a fertilizer that is widely used in organic agriculture. The purpose of this study was to determine whether there was a best combination of manure used and weeding frequency on plant growth  and  yields.  The  research  was  done  in Cimaragas, CilawuDistrict, GarutRegency  from August to September 2020. The research used an experimental method with factorial randomized block  design  (FRBD)  consisted  of 2treatment  factors  with 3replications,  namely:  First treatment  (Types  of  Manure)  consisted  of  goat  manure (k1),cow  manure (k2),chicken  manure (k3),and  NPK  fertilizer (k0)as  control.  Second  treatment  (Weeding  frequency)  consisted  of without  weeding (p0),2times  of  weeding (p1),and4times  of  weeding (p2).The  results  showed that  there  was  an  interaction  on  the  observation  parameters  of  dry  weight  and  leaf  area  of  the plant. The combination that gives the best influence was cow manure with 2times of weeding.Keyword: lettuce, manure, weeding
LAJU PERTUMBUHAN LIMA GENOTIP UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) YANG DIBERI KOMBINASI BOKASHI JERAMI DAN PUPUK KALIUM DI LAHAN KERING Hanny Hidayati Nafi&#039;ah; Agung Kurniawan
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 1, No 1 (2016): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v1i1.305

Abstract

Ubi jalar merupakan tanaman yang sangat membutuhkan kalium untuk pembentukkan ubi. Jerami merupakan limbah tanaman yang mengandung banyak unsur kalium,jika jerami digunakan sebagai pupuk organik, maka dapat mensubtitusi penggunaan pupuk KCl. Rancangan percobaan yang digunakan pada masing-masing lahan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 7 yang diulang dua kali. Faktor genotip yang terdiri dari 5 taraf faktor, yaitu : A; 95 [265 (653)], B; 103 [199 (294)], C; 51 [120 (371)], D; 52 [142 (275)], dan E; [Check (Rancing)]. Faktor kombinasi bokashi jerami dan pupuk kalium terdiri dari 7 taraf faktor, yaitu .1 (0 t/ha KCl + 0 t/ha Bokashi), 2 (50 t/ha KCl + 10 t/ha Bokashi), 3 (100 t/ha KCl + 10 t/ha Bokashi), 4 (50 t/ha KCl + 15 t/ha Bokashi), 5 (100 t/ha KCl + 15 t/ha Bokashi), 6 (50 t/ha KCl + 20 t/ha Bokashi), dan 7 (100 t/ha KCl + 20 t/ha Bokashi). Lima genotip ubi jalar memiliki kurva laju pertumbuhan yang berbeda untuk setiap perlakuan kombinasi pupuk KCl dan bokashi jerami. Respons lima genotip ubi jalar berbeda untuk setiap dosis kombinasi pupuk yang diberikan. Genotip B; 103 [199 (294)] respons terhadap subtitusi KCl dengan bokashi jerami. Kata Kunci : Laju Pertumbuhan, Kombinasi Pupuk, Subtitusi Pupuk, Bokashi Jerami, Kalium.