Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KOMPONEN HASIL UMBI DAN KANDUNGAN FISIKOKIMIA 43 GENOTIP UBI JALAR BERDAGING UMBI JINGGA PADA PENANAMAN DI LAHAN KERING DAN LAHAN BASAH Hanny Hidayati Nafi'ah; Tati Nurmala; Agung Kurniawan; Budi Waluyo
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 2, No 1 (2017): JAGROS: Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Sciences)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v2i1.316

Abstract

Ubi jalar berdaging jingga potensial untuk bahan pangan karena mengandung karbohidrat, untuk pangan fungsional karena mengandung beta karoten dan untuk industri karena bisa dijadikan pati dan alkohol. Ada 43 genotip ubi jalar berdaging jingga yang telah terseleksi dari penelitian pendahuluan untuk diuji komponen hasil umbi dan kandungan fisikokimianya di lahan kering dan lahan basah yang bertujuan untuk melihat perbedaan karakter genotip pada kedua agroekosistem. Metode yang digunakan adalah Augmented design tahap I dengan 5 check. Blok percobaan dibagi menjadi 4 (empat) blok, plot berbentuk guludan dengan panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan respon karakter pada 43 genotip ubi jalar berdaging jingga di laha tegalan dan lahan bekas sawah. Karakter yang menjadi penciri spesifik adalah karakter pada sektor V adalah jumlah umbi per plot (G), pada sektor ini genotip yang beragam ada 17 genotip di lahan tegalan, yaitu 194 (276), 186 (322), 193 (275), 199 (294), 195 (281), 42 (10), 217 (493), 219 (473), 190 (350), 201 (295), 28 (106), 110 (237), 117 (240), 112 (232), 119 (247), 203 (290), dan 113 (222). Sedangkan di lahan bekas sawah tidak ada genotip yang beragam. Genotip dengan jumlah rata-rata karakter tertinggi paling banyak adalah 224 (399b), 42 (10), dan 199 (294) yaitu masing-masing 17, 16, dan 15. Kata kunci : Ubi jalar jingga, beta karoten, lahan basah, lahan kering.
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah dan Air Kelapa terhadap Pematahan Dormansi Biji dan Pertumbuhan Kecambah Bidara Ziziphus nummularia (Rhamnaceae) Novriza Sativa; Sri Gustini; Rama Adi Pratama; Hanny Hidayati Nafi'ah; Dadi Nurdiana; Risha Amilia Pratiwi
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 1 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i1.1617

Abstract

Bidara (Ziziphus nummularia (Brum.f.) Wight & Arn.) merupakan tumbuhan yang memiliki beragam manfaat, termasuk sebagai obat. Akan tetapi, informasi mengenai teknik budidaya bidara masih terbatas. Tumbuhan ini juga relatif sulit dibudidaya secara generatif karena memiliki lapisan endokarp yang keras sehingga dormansi bijinya sulit untuk dipatahkan. Beragam zat pengatur tumbuh (ZPT) dikembangkan untuk mematahkan dormansi biji. Ekstrak bawang merah dan air kelapa mengandung ZPT yang diketahui dapat mematahkan dormansi biji beberapa jenis tumbuhan. Akan tetapi penggunaan ekstrak bawang merah dan air kelapa terhadap pematahan dormanis biji bidara belum pernah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh ekstrak bawang merah dan air kelapa terhadap pematahan dormansi biji dan pertumbuhan kecambah bidara. Penelitian ini dilakukan di Garut pada bulan Juli sampai Agustus 2021. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari A1: air kelapa, perendaman selama 12 jam, A2: air kelapa, 24 jam, A3: air kelapa, 36 jam, A4: ekstrak bawang merah, 12 jam, A5: ekstrak bawang merah, 24 jam, A6: ekstrak bawang merah, 36 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan dengan air kelapa, durasi perendaman biji terbaik adalah 24 jam karena menghasilkan jumlah kecambah normal terbanyak dan pertumbuhan kecambah paling cepat yang diamati berdasarkan tinggi, panjang, dan bobot kecambah. Pada perlakuan dengan ekstrak umbi bawang merah, semakin lama perendaman biji, pertumbuhan kecambah semakin cepat yang diamati berdasarkan tinggi dan panjang kecambah serta panjang akar, akan tetapi jumlah kecambah normal menurun. Air kelapa lebih baik dibandingkan ekstrak bawang merah dalam menghasilkan jumlah kecambah normal. Ekstrak bawang merah lebih baik dibandingkan air kelapa dalam mempercepat pertumbuhan kecambah. Lebih lanjut, penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan teknik budidaya bidara secara generatif.
Pengaruh Dosis Limbah Cair dan Abu Boiler Pabrik Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq.) di Pre Nurser Ade dinas; dadi nurdiana; Hanny Hidayati Narfiah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 4, No 1 (2019): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v4i1.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis limbah cair dan abu boiler pabrik kelapa sawit manakah yang memberikan nilai tertinggi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan di Kampung Sukaraja Desa Jatisari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, dengan ketinggian tempat 715 mdpl dan dilaksanakan pada Bulan September - Desember 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 4 x 4 diulang dua kali. Faktor perlakuan pertama adalah Dosis Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (P) dengan empat taraf, yaitu : p0 = Kontrol, p1 = 2000 ml/ tanaman, p2 = 3000 ml/ tanaman, dan p3 = 4000 ml/ tanaman. Faktor perlakuan kedua adalah Dosis Abu Boiler Pabrik Kelapa sawit (K) dengan empat taraf yaitu : k0 = Kontrol, k1 = 10 g/ tanaman, k2= 20 g/ tanaman, dan k3 = 30 g/ tanaman. Hasil penelitian menunujukkan tidak terjadi interaksi antara berbagai dosis limbah cair dan abu boiler pabrik kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pengaruh mandiri dosis limbah cair pabrik kelapa sawit 4000 ml/tanaman dapat memberikan rata-rata tertinggi pada parameter pengamatan luas daun dan bobot kering tajuk. Perlakuan dosis abu boiler kelapa sawit 30 gram/tanaman memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tinggi tanaman umur 90 HST, luas daun, bobot kering tajuk.
Isolasi Pseudomonas sp. untuk Pengendalian Biologi terhadap Layu Bakteri Resti Fajarfika; Taufiq Hilamny; Hanny Hidayati Nafi'ah; Novriza Sativa
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.1970

Abstract

 Penyakit layu yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan patogen tular tanah yang banyak menyerang tanaman penting dan menyebabkan kehilangan hasil. Pengendalian secara biologi yang ramah lingkungan masih terus dikembangkan baik secara in vitro, in vivo, maupun di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Pseudomonas sp. dari beberapa rizosfer tanaman dan potensinya dalam mengendalikan bakteri patogen. Kandidat bakteri antagonis diperoleh dari tanaman putri malu, ubi jalar, tomat, tembakau, dan sawi yang ditumbuhkan pada media selektif Pseudomonas Agar Base. Bakteri patogen diperoleh dari tanaman tomat yang terinfeksi layu bakteri. Bakteri Pseudomonas sp. yang diperoleh, selanjutnya di uji reaksi gram, hipersensitif, dan daya hambat secara in vitro. Hasil penelitian diperoleh delapan isolat Pseudomonas sp. yang termasuk reaksi gram negatif, satu isolat menunjukkan reaksi hipersensitif, dan tidak terbentuk zona hambat pada medium Nutient Agar.
Keberadaan dan Peran Mesofauna Tanah di Perkebunan Jeruk Siam (Citrus nobilis) di Kecamatan Bayongbong, Garut Arifin Mansyur; Ardli Swardana; Hanny Hidayati Nafi'ah
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.1796

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis) merupakan salah satu jenis komoditas buah-buahan yang digemari masyarakat Indonesia. Kegiatan budidaya jeruk siam tidak terlepas dari adanya organisme tanah yang berada di lahan tersebut. Salah satu organisme tanah yang mempengaruhi kondisi ekosistem budidaya jeruk siam adalah mesofauna tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan peran mesofauna tanah yang terdapat di lahan perkebunan jeruk siam. Penelitian dilakukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut pada Bulan Agustus – November 2021. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara eksploratif (survey) dengan metode hand sorting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesofauna tanah yang terdapat di perkebunan jeruk siam adalah rayap tanah. Keberadaan rayap tanah di lokasi penelitian terdapat pada pengamatan 1 – 6 dengan jumlah tertinggi pada pengamatan ke-4, yaitu sebanyak 40 ekor, sedangkan jumlah terendah terdapat pada pengamatan 1 dan 2 sebanyak 20 ekor. Peran rayap tanah di lahan penelitian adalah sebagai hama.
Perbedaan Hasil dan Kualitas Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Akibat Perendaman Stek Menggunakan Ekstrak Bawang Merah Lia Aulia; Hanny Hidayati Nafi'ah; Hendrawan Hendrawan
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.077 KB)

Abstract

One of the obstacles to the cultivation of sweet potatoes planted in the dry season is the lack of seedlings. One solution is to use cuttings that are cut smaller than the size of the cuttings should be. To increase the growth and yield of sweet potatoes, shallot extract is used as an exogenous hormone as a pre-planting treatment. The purpose of this study was to determine the effect of onion extract and soaking duration on the yield and quality of sweet potato. This experiment was carried out from March to June 2021 in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Garut, Tarogong Kaler District, Garut Regency with an altitude of 761 meters above sea level. This experiment used a non-factorial randomized block design with nine treatments repeated three times. The concentration of shallot extract and the duration of soaking affect the weight of tuber per plant, the weight of tuber per plot, the weight of economical tuber per plot, the weight of non-economical tuber per plot and the brix test of fresh tuber. The best results were found in the treatment of shallot extract concentration of 90% and soaking duration of 90 minutes.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi PEG (Polyethylene Glycol) 6000 dan Lama Perendaman terhadap Vigor Benih Jintan Hitam (Nigella sativa) Novriza Sativa; Rivaldi Muharom Baharzyah; Hanny Hidayati Nafi'ah; Resti Fajarfika; Ai Yanti Rismayanti
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.2040

Abstract

Jintan hitam merupakan tanaman introduksi di Indonesia, sehingga proses perkecambahannya harus diberi perlakuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian konsentrasi dan lama perendaman benih dengan larutan PEG 6000 terhadap vigor benih jintan hitam. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan ketinggian tempat 731 meter di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama adalah konsentrasi larutan PEG 6000 (K) yang terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu: k1 = 1%, k2 = 3%, dan k3 = 5%. Faktor kedua adalah lamanya waktu perendaman dengan PEG 6000 (W) yang terdiri dari dua taraf perlakuan, yaitu: w1 = 1 jam dan w2 = 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman benih dengan larutan PEG 6000 terhadap vigor benih jintan hitam. Secara mandiri taraf faktor konsentrasi PEG 3% dan lama perendaman benih dengan larutan PEG 6000 selama 2 jam memberikan pengaruh terbaik terhadap persentase indeks vigor, persentase kecambah normal, panjang kecambah, panjang akar, dan tinggi tanaman benih jintan hitam.
Modifikasi Media Pada Induksi Kalus Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Berbuah Kuning Ai Yanti Rismayanti; Hanny Hidayati Nafi'ah
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v4i2.60

Abstract

Rendahnya ketersediaan bahan tanam kopi bermutu dapat diatasi melalui kultur jaringan. Tujuan penelitian untuk mengkaji peran modifikasi media dalam menginduksi kalus kopi arabika Garut berbuah kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yang diulang empat kali. Perlakuan terdiri dari A= Kontrol (Tanpa Perlakuan) B = Air Kelapa 20% + 2,4-D 2,5 mg/l, C= Air Kelapa 20%+ 2,4-D 2 mg/l, D= Air Kelapa 20% + 2,4-D 1,5 mg/l, E= Air Kelapa 20% + 2,4-D 1 mg/l, dan F = Air Kelapa 20% + 2,4-D 0,5 mg/l. Bahan tanaman yang digunakan adalah daun kopi arabika lokal garut berbuah kuning. Pengamatan yang dilakukan meliputi waktu inisiasi kalus, persentase pembentukan kalus, dan morfologi kalus. Hasil penelitian menunjukkan pemberian media ditambah air kelapa 20% + 2,4-D 0,5 mg/l menghasilkan waktu inisiasi kalus paling terbaik yaitu 38,5 hari.
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DI PERKEBUNAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI KECAMATAN BAYONGBONG, GARUT Ardli Swardana; Arifin Mansyur; Hanny Hidayati Nafi’ah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6373

Abstract

Keanekaragaman organisme tanah, seperti makrofauna tanah di suatu tempat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungan sekitarnya. Kegiatan budidaya yang tidak ramah lingkungan dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem, khususnya dapat menurunkan keberadaan dari makrofauna tanah di tempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menghitung indeks keanekaragaman makrofauna tanah di perkebunan jeruk siam. Penelitian dilakukan Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode hand sorting. Analisis yang digunakan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis makrofauna tanah yang terbagi ke dalam 6 ordo, yaitu Ordo Hymenoptera, Haplotaxida, Orthoptera, Araneae, Coleoptera, dan Sytromotophora. Hasil analisis indeks keanekaragaman, diperoleh bahwa nilai indeks keanekaragaman makrofauna tanah di lokasi penelitian adalah 1,196. Angka tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman di lokasi penelitian termasuk kategori sedang dan dapat dikatakan kondisi ekosistem cukup stabil.
Pengaruh Berbagai Komposisi Media Tanam dan Asam Humatpada Aklimatisasi Kentang Dendi Pratama Putra; Novriza Sativa; Hanny Hidayati Nafi’ah
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan aklimatisasi dilihat dari komposisi media tanam dan kandungan nutrisi yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan planlet. Media tanam untuk aklimatisasi yang sering digunakan oleh petani biasanya berupa bahan organik seperti arang sekam dan cocopeat. Bahan organik tersebut sudah mengandung unsur hara, namun untuk mengoptimalkan penyerapannya membutuhkan bantuan lain seperti asam humat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai media tanam dan Asam Humatpada aklimatisasi kentang. Percobaan di laksanakan di Green House yang terletak di Desa Tambak Baya Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut pada Bulan Juni – Juli 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5x4 yang diulang 2 kali. Faktor yang pertama adalah kompisisi media tanam, yang terdiri dari lima taraf. Faktor yang kedua adalah Asam Humatyang terdiri dari empat taraf. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh berbagai media tanam dan Asam Humatpada aklimatisasi kentang. Asam humat dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan planlet kentang pada masa aklimatisasi khususnya jumlah daun.