Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Medan semantik pada pemerolehan bahasa anak: literatur review Muhardila Fauziah; Atika Ayuni Febiana; Anggi Ariyanto; Vindika Rahayu Wilujeng; Siti Nur Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.900

Abstract

Pemerolehan bahasa ataupun disebut akuisisi bahasa merupakan prosedur yang terjadi secara alamiah pada seorang anak pada saat ia memperoleh bahasa pertama ataupun bahasa ibu. Proses pemerolehan bahasa mencakup beberapa aspek antara lain sintaksis, fonologi, pragmatik dan leksikon. Metode penelitian menerapkan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Analisis data yang diterapkan yaitu analisis data deskriptif. Medan semantik merupakan salah satu tahapan yang terjadi antara umur 2 setengah tahun hingga lima tahun dimana anak-anak dapat melakukan pengelompokkan perkataan yang berhubungan ke dalam medan semantik. Pada mulanya proses ini berlangsung jika makna kata-kata yang digeneralisasikan secara berlebihan semakin sedikit setelah kata-kata baru untuk benda-benda yang termasuk pada generalisasi ini dikuasai anak-anak. Dikatakan individu memiliki kemampuan semantik jika sudah mampu memaknai kata-kata yang memiliki keterhubungan makna.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia SD Devi Zakiah Nur Khasanah; Rima Eka Puspitasari; Adelia Febi Kumala Dewi; Kurnia Nur Aisyah; Muhardila Fauziah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.892

Abstract

The aim of this research is to help children develop the language and communication skills necessary to survive in today's digital era. In the context of children's language acquisition social media has the potential to promote language continuity and support effective learning. This type of research uses a descriptive analytical approach to provide an in-depth and analytical picture of developments, views and findings in the related field of knowledge. The technique used in data collection is library research. This technique was chosen to explore a deeper and more comprehensive understanding of the research topic, by utilizing scientific literature, journals and other library sources to synthesize and analyze existing information. Social media is an application that requires an internet network as a tool designed to facilitate social interaction and is interactive because it can be used to represent oneself, interact, collaborate, share, communicate with other users and form virtual social bonds. In this day and age, technology has become a part of every individual, in fact many of us depend heavily on technology and the internet, where there are many sites including social media. Therefore, it is very important for parents to supervise when their children start using social media, especially young children, because social media has not only positive impacts but also negative impacts. For this reason, we must have a solution so that all the negative things that happen can be overcome. The solution that we can do is to supervise children when playing on social media so that they can reduce children's habits of saying words that interfere with communication, carry out socialization with parents, set time limits for children playing with gadgets, provide educational games for children, and invite children to play together.
Perkembangan Bahasa Dalam Berkomunikasi Siswa Sekolah Aghits Silmaini Wafa; Assaniatin Kartika Putri; Tri Budi Utami; Muhardila Fauziah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.884

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat perkembangan siswa sekolah dasar di era moderen. Salah satu problematika pendidikan di era moderen saat ini adalah bahasa, dimana bahasa bisa dipengaruhi dari sosial media, serta pembiasan dari lingkungan sekitar, peserta didik yang umurnya masih anak-anak belum dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik dari bahasa yang mereka dapatkan. Pada artikel ini penulis mengambil contoh perkembangan bahasa peserta didik kelas tinggi (kelas 4,5,6) dengan peserta didik kelas rendah (kelas 1,2,3). Jenis penelitian ini menggunakan adalah kajian pustaka atau library research dengan cara mengutip pendapat dari sumber utama yakni buku, artikel, jurnal dan beberapa penelitian yang memiliki korelasi dengan judul penulis kemudian ditelaah dan dianalisis. Untuk pengumpulan data pada naskah ini digunakan metode pengumpulan data literer, yakni dengan terlebih dahulu menelusuri buku-buku atau jurnal-jurnal ilmiah yang ada relevansinya dengan topik yang dibahas. Kemudian ditelaah, dianalisis dan dibahas sesuai dengan temuan yang ada. Perkembangan bahasa pada anak semakin hari semakin berkembang dan mereka belum dapat menyaring bahasa yang ia peroleh dari lingkungannya, dari hal tersebut peran guru yang hadir untuk membenahi permasalahan dalam perkembangan bahasa. Hasil dari beberapa penelitian jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku yang telah ditelaah dan dianalisis penulisi yaitu sebagai sumbangan pemikiran penulis yang direkomendasikan baik dalam pengertian teori maupun praktis dan terbentuknya siswa yang bertagung jawab terkait apa yang mereka ucapkan, sehingga menjadikan pembelajaran bagi peserta didik dalam menyaring sesuatu sebelum di aplikasikan ke publik.