Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Medan semantik pada pemerolehan bahasa anak: literatur review Muhardila Fauziah; Atika Ayuni Febiana; Anggi Ariyanto; Vindika Rahayu Wilujeng; Siti Nur Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.900

Abstract

Pemerolehan bahasa ataupun disebut akuisisi bahasa merupakan prosedur yang terjadi secara alamiah pada seorang anak pada saat ia memperoleh bahasa pertama ataupun bahasa ibu. Proses pemerolehan bahasa mencakup beberapa aspek antara lain sintaksis, fonologi, pragmatik dan leksikon. Metode penelitian menerapkan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Analisis data yang diterapkan yaitu analisis data deskriptif. Medan semantik merupakan salah satu tahapan yang terjadi antara umur 2 setengah tahun hingga lima tahun dimana anak-anak dapat melakukan pengelompokkan perkataan yang berhubungan ke dalam medan semantik. Pada mulanya proses ini berlangsung jika makna kata-kata yang digeneralisasikan secara berlebihan semakin sedikit setelah kata-kata baru untuk benda-benda yang termasuk pada generalisasi ini dikuasai anak-anak. Dikatakan individu memiliki kemampuan semantik jika sudah mampu memaknai kata-kata yang memiliki keterhubungan makna.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia SD Devi Zakiah Nur Khasanah; Rima Eka Puspitasari; Adelia Febi Kumala Dewi; Kurnia Nur Aisyah; Muhardila Fauziah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.892

Abstract

The aim of this research is to help children develop the language and communication skills necessary to survive in today's digital era. In the context of children's language acquisition social media has the potential to promote language continuity and support effective learning. This type of research uses a descriptive analytical approach to provide an in-depth and analytical picture of developments, views and findings in the related field of knowledge. The technique used in data collection is library research. This technique was chosen to explore a deeper and more comprehensive understanding of the research topic, by utilizing scientific literature, journals and other library sources to synthesize and analyze existing information. Social media is an application that requires an internet network as a tool designed to facilitate social interaction and is interactive because it can be used to represent oneself, interact, collaborate, share, communicate with other users and form virtual social bonds. In this day and age, technology has become a part of every individual, in fact many of us depend heavily on technology and the internet, where there are many sites including social media. Therefore, it is very important for parents to supervise when their children start using social media, especially young children, because social media has not only positive impacts but also negative impacts. For this reason, we must have a solution so that all the negative things that happen can be overcome. The solution that we can do is to supervise children when playing on social media so that they can reduce children's habits of saying words that interfere with communication, carry out socialization with parents, set time limits for children playing with gadgets, provide educational games for children, and invite children to play together.
Perkembangan Bahasa Dalam Berkomunikasi Siswa Sekolah Aghits Silmaini Wafa; Assaniatin Kartika Putri; Tri Budi Utami; Muhardila Fauziah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.884

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat perkembangan siswa sekolah dasar di era moderen. Salah satu problematika pendidikan di era moderen saat ini adalah bahasa, dimana bahasa bisa dipengaruhi dari sosial media, serta pembiasan dari lingkungan sekitar, peserta didik yang umurnya masih anak-anak belum dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik dari bahasa yang mereka dapatkan. Pada artikel ini penulis mengambil contoh perkembangan bahasa peserta didik kelas tinggi (kelas 4,5,6) dengan peserta didik kelas rendah (kelas 1,2,3). Jenis penelitian ini menggunakan adalah kajian pustaka atau library research dengan cara mengutip pendapat dari sumber utama yakni buku, artikel, jurnal dan beberapa penelitian yang memiliki korelasi dengan judul penulis kemudian ditelaah dan dianalisis. Untuk pengumpulan data pada naskah ini digunakan metode pengumpulan data literer, yakni dengan terlebih dahulu menelusuri buku-buku atau jurnal-jurnal ilmiah yang ada relevansinya dengan topik yang dibahas. Kemudian ditelaah, dianalisis dan dibahas sesuai dengan temuan yang ada. Perkembangan bahasa pada anak semakin hari semakin berkembang dan mereka belum dapat menyaring bahasa yang ia peroleh dari lingkungannya, dari hal tersebut peran guru yang hadir untuk membenahi permasalahan dalam perkembangan bahasa. Hasil dari beberapa penelitian jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku yang telah ditelaah dan dianalisis penulisi yaitu sebagai sumbangan pemikiran penulis yang direkomendasikan baik dalam pengertian teori maupun praktis dan terbentuknya siswa yang bertagung jawab terkait apa yang mereka ucapkan, sehingga menjadikan pembelajaran bagi peserta didik dalam menyaring sesuatu sebelum di aplikasikan ke publik.
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Game Lexgo Untuk Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Moch Ridho Saputra; Muhardila Fauziah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.232

Abstract

This study aims to develop interactive teaching materials based on the LexGo game oriented toward the PASS early reading learning model for elementary school students. This research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which consists of define, design, develop, and disseminate stages. The research subjects included expert validators as well as lower-grade students and teachers from two elementary schools. The instruments used were validation sheets and response questionnaires from students and teachers, and the data were analyzed using descriptive percentage analysis to determine the feasibility and practicality of the product. The results showed that the developed teaching materials achieved a very high level of feasibility, with validation scores of 94.23% from teaching material experts, 90% from material experts, and 87.5% from educational practitioners. Furthermore, the practicality test indicated very practical results based on student responses of 85.21% and 85.76%, as well as teacher responses of 88.50% and 89.25% in each school. Therefore, the LexGo game-based interactive teaching materials are considered feasible and practical for early reading instruction and can effectively support the learning process in elementary schools. Keywords: interactive teaching materials, game-based learning, early reading, elementary school students
Implementasi Penggunaan Media Kartu Bergambar Dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I SD Negeri 2 Kadipiro Yogyakarta Dedeh Descindang Irnissa; Muhardila Fauziah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 2 Kadipiro Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen keterampilan membaca permulaan secara mendalam. Subjek penelitian ini guru kelas I, kepala sekolah, dan siswa kelas I. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes membaca permulaan. Peneliti menganalisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Selanjutnya, uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan perencanaan pembelajaran secara sistematis melalui asesmen awal, penyusunan modul ajar, pemilihan metode, bahan ajar, serta media kartu bergambar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru melaksanakan pembelajaran dimulai dengan melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan melaksanakan ice breaking untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil serta membagikan kartu bergambar dan kartu suku kata berawalan huruf ā€˜g’ kepada setiap kelompok. Guru menjelaskan cara penggunaan media dan mendampingi siswa selama kegiatan menggabungkan suku kata. Siswa menyusun suku kata menjadi kata yang bermakna, kemudian siswa membuat gambar yang sesuai dengan kata yang telah dibentuk. Pada kegiatan penutup, guru meminta siswa mempresentasikan hasil gambar dan gabungan suku kata yang telah dibuat sebagai penialaian asesmen formatif dan guru memberikan penguatan serta menyimpulkan materi membaca permulaan yang telah dipelajari siswa. Hasil tes menunjukkan bahwa 75% siswa telah mampu membaca permulaan dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media kartu bergambar mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I secara efektif.
Penerapan Storytelling Terhadap Kemampuan Mempresentasikan Teks Narasi Kelas II SD Negeri Bangunjiwo Nita Dini Febriyanti; Muhardila Fauziah
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan storytelling terhadap kemampuan siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri Bangunjiwo dalam mempresenatsikan teks narasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain quasi-eksperimental. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas II di SD Negeri Bangunjiwo, yang terdiri dari dua kelas, sedangkan sampel penelitian adalah kelas II B, yang terdiri dari 31 siswa dan digunakan sebagai kelas eksperimen dengan penerapan media storytelling. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan menggunakan tes prasyarat, termasuk tes normalitas dan homogenitas, diikuti dengan pengujian hipotesis menggunakan Uji T Sampel Independent. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan mempresentasikan teks narasi di kelas eksperimen meningkat dari 66,64 (pretest) menjadi 86,90 (posttest). Sementara itu, di kelas kontrol, terdapat peningkatan dari 60,32 (pretest) menjadi 72,17 (posttest). Berdasarkan hasil uji statistik dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa penggunaan storytelling terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyajikan teks narasi.
Megoak-goakan game with vak model improves elementary students' mathematical concept understanding Muhardila Fauziah; Malysa Harteva Putri; Niken Wahyu Utami; Azamul Fadhly Noor Muhammad; Ravinesh Rohit Prasad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 13, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.13.2.259-270

Abstract

This study investigated the effectiveness of a traditional megoak-goakan game, integrated with the Visual, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning model and supplemented with student worksheets (LKS), in enhancing Phase A elementary school students' understanding of mathematical concepts. Using a quasi-experimental approach with a time-series design, the research was conducted with first-grade students at SDN Kranji VI and SDN Kayuringin Jaya VI in Bekasi City. The findings showed a significant improvement in students' understanding of mathematical concepts. Post-test scores and N-Gain scores increased by 35% at SDN Kranji VI and 51% at SDN Kayuringin Jaya VI. These results suggest that integrating traditional games with the VAK model and LKS provides an interactive and enjoyable learning experience, effectively improving mathematical concept understanding as well as students' social and emotional skills.
KEMAMPUAN LITERASI DASAR PESERTA DIDIK KELAS II DI SD NEGERI SENDANGGUWO 01 KOTA SEMARANG Daffa Harits Ariyadi; Muhardila Fauziah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17292

Abstract

This research is motivated by the importance of basic reading literacy skills for elementary school students as a foundation for understanding various information and supporting the learning process. Reading literacy skills relate not only to the ability to read texts but also to the ability to comprehend reading, find information, evaluate reading, and develop reading habits. However, in practice, some students still experience difficulties in comprehending reading content and processing information from the texts they read. Therefore, this study aims to analyze the basic reading literacy skills of second-grade students at Sendangguwo 01 Public Elementary School, Semarang City. This study used a qualitative approach with field research. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data sources included the principal, second-grade teachers, and second-grade students at Sendangguwo 01 Public Elementary School, Semarang City. Data validity was verified through source triangulation and technical triangulation. The results indicate that the basic reading literacy skills of second-grade students at Sendangguwo 01 Public Elementary School, Semarang City have developed quite well. Most students are able to read simple texts, understand the content, find information, answer questions based on the reading, and retell the content in their own words. Factors inhibiting basic reading literacy skills include differences in student reading ability, lack of independent reading habits, difficulty understanding information in reading, and limited literacy facilities. Supporting factors for basic reading literacy skills include the role of teachers in providing guidance, developing reading habits, student interest in literacy activities, school environmental support, and family involvement.
Improving Speaking Confidence in Elementary School Teacher Education Students through Video-Based Assignments Dinda Tri Anggraini; Wiwin Rita Sari; Muhardila Fauziah; Sophie Nabila
Alifbata : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Alifbata
Publisher : STAI Darul Kamal Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/alifbata.v6i2.1795

Abstract

This study aims to determine the level of confidence of students of Universitas PGRI Yogyakarta in speaking by implementing a video-based assignment program. The research method is classroom action research with the Kurt Lewin model. The data source of this study is videos from 40 students of the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) UPY uploaded to YouTube. The results of the study showed that before the action was carried out, students' speaking skills in linguistic and non-linguistic aspects were still inadequate, the data showed that 31% of 40 students achieved a passing grade. After cycle 1, the results were 60.6% and cycle 2 the results were 89.7%, there was a significant increase in students' confidence in speaking. So it can be concluded that the video-based assignment program carried out was declared valid, practical, and effective for use in the learning process and increasing students' confidence in speaking skills.
Studi Literatur: Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Siswa Sekolah Dasar Opi Amelia; Muhardila Fauziah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5355

Abstract

Keterampilan membaca pemahaman merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sekolah dasar untuk mendukung keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan tersebut adalah Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data penelitian berupa sumber sekunder yang diperoleh dari artikel-artikel ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, dan sintesis artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik, yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan memahami isi bacaan, menemukan ide pokok, menarik kesimpulan, serta meningkatkan keaktifan, motivasi, dan minat belajar. Model pembelajaran CIRC juga mendorong peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan bekerja sama, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar.