Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Inovasi PROTEK3 Integrasi AI dan IoT dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Dunia Industri Indonesia Suhartina; Muhammad Sabiq Dzakwan; Herni Johan; Siti Noorbaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.484

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi inovasi PROTEK3 dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui integrasi AI dan IoT. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana menggabungkan AI dan IoT dapat meningkatkan keselamatan di seluruh industri. Menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan normatif empiris, data dikumpulkan dari jurnal, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan IoT dapat mengidentifikasi bahaya secara dini, memantau kondisi secara realtime, dan memberikan peringatan dini. Aplikasi PROTEK3 yang digunakan meliputi sensor IoT untuk mendeteksi gas berbahaya dan AI untuk memprediksi kecelakaan berdasarkan data historis. Sistem ini meningkatkan respons terhadap insiden dan mengurangi waktu tindakan korektif, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Studi ini merekomendasikan adopsi AI dan IoT yang lebih luas dalam strategi K3 untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan di berbagai sektor.
Penurunan skala nyeri dismenore dengan pijat endorfhin pada mahasiswa Damayanti, Ade Irma; Noorbaya, Siti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2732

Abstract

Background: Menstruation is a sign of maturation of the female reproductive system that occurs during puberty. One menstrual disorder frequently experienced by adolescents is dysmenorrhea, or catamenial pelvic pain, which can disrupt academic and daily activities. Non-pharmacological treatments, such as endorphin massage, can be an alternative to reduce pain without the side effects of medication. Purpose: To determine the effectiveness of endorphin massage in reducing dysmenorrhea pain in college students. Method: This was a quasi-experimental study using a non-equivalent control group approach. The sampling technique used was purposive sampling, with 24 participants divided into two groups: an intervention group (n=12) that received endorphin massage and a control group (n=12) that did not receive the intervention. Data analysis used a paired t-test to determine differences in pain levels. Results: There was a significant difference in dysmenorrhea pain levels after endorphin massage with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The intervention group experienced a greater reduction in pain intensity than the control group. Conclusion: Endorphin massage is effective in reducing dysmenorrhea pain in female students. This intervention can be recommended as a safe and easy-to-implement non-pharmacological therapy to help reduce menstrual pain and reduce the use of analgesic medications.   Keywords: Dysmenorrhea Pain; Endorphin Massage; Students.   Pendahuluan: Menstruasi merupakan tanda kematangan sistem reproduksi perempuan yang terjadi pada masa pubertas. Salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja adalah dismenore atau nyeri haid (catamenial pelvic pain) yang dapat mengganggu aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pijat endorfin dapat menjadi alternatif untuk mengurangi nyeri tanpa menimbulkan efek samping obat. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penurunan skala nyeri dismenore dengan pijat endorphin pada mahasiswa. Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah partisipan 24 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=12) yang diberikan pijat endorfin dan kelompok kontrol (n=12) tanpa intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat nyeri dismenore setelah pemberian pijat endorfin dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Kelompok intervensi mengalami penurunan intensitas nyeri yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan: Pijat endorfin efektif dalam menurunkan nyeri dismenore pada mahasiswa. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu mengurangi nyeri haid serta menekan penggunaan obat analgesik.   Kata Kunci: Mahasiswa; Nyeri Dismenore; Pijat Endorfhin.