Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Profil Pelajar Pancasila Dengan Mengintegrasikan Steam dan Pemetaan Gaya Belajar di SMP 1 Mempura Elni Yakub; Corrienna Abdul Talib; Mahmud Alpusari; Neni Hermita; Tri Umari; M. Arli Rusandi; Khairiyah Khadijah
PUCUK REBUNG: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service activity at SMP 1 Mempura, Siak District, Riau Province, is an initiative to integrate Pancasila values with the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach in education. The collaboration between Universitas Riau and Universiti Teknologi Malaysia fostered educational innovation, focusing on identifying students' learning styles by guidance counselors. This activity targets the relevance of Pancasila in the digital era, the integration of STEAM with Pancasila, and understanding the variation in students' learning styles. The goals include enhancing teachers' understanding of learning style variations, optimizing guidance counselors' roles, and strengthening STEAM integration with Pancasila. Benefits include improved teacher insights in integrating STEAM and Pancasila and providing specific teaching strategies based on students' learning styles. The primary targets are guidance counselors, subject teachers, and students at SMP 1 Mempura. Methods used include brainstorming, training, and Q&A sessions. Results show SMP 1 Mempura's significant potential in STEAM education, with most students oriented towards a visual learning style. Future recommendations include expanding similar activities, enhancing teacher capacity in STEAM, and understanding learning styles.
Need Analysis for Development of a Role Playing Learning Model to Increase Student's Learning Motivation in Social Pathology Course Ria Rizkia Alvi; Muhammad Jaiz; Said Suhil Achmad; Khairiyah Khadijah; Willasari Arien; Wilson Wilson
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3630

Abstract

This study aims to (1) determine the needs of students regarding learning media that can help students improve learning outcomes and motivation; (2) the implementation of Social Pathology learning. It is research and development that is being done here. The Borg Gall development model—which includes preliminary and development studies, expert validation, model updates, hypothetical models derived from validation results, and model testing—is the one that is employed. According to Borg and Gall, the two primary goals of research and development procedures are product development and feasibility testing. Nevertheless, the scope of this research is restricted to the analytical phase, specifically examining the necessity of developing a role-playing learning model in social pathology courses to enhance the desire of students to learn. The participants in this research were third-semester social pathology students. 37 individuals made up the samples using the non-probability sampling method (saturated sample). A modified Likert scale was utilized to create the needs questionnaire, which had four response options: strongly agree, agree, disagree, and disagree strongly. Students and lecturers need a role-playing model. Students and lecturers in the Community Education Study Program need a role-playing model. This is demonstrated by the percentage that was found while examining the financial requirements of the student responses—90% of which were classified as strongly agreeing. Applying the role-playing learning paradigm can boost students' motivation and enhance their academic performance. This needs analysis can be used as the basis of learning innovations that will be applied to have an impact positive learning, which can improve learning motivation students significantly.
Perbedaan Tingkat Burnout Siswa Kelas XII MAN 2 Pekanbaru yang Boarding School dengan Tinggal Bersama Orang Tua Dera Afri; Non Syafriafdi; Khairiyah Khadijah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13801

Abstract

Burnout merupakan sebagai suatu kondisi kelelahan emosional, lelah mental dan fisik yang disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama dengan tuntutan yang meningkat sehingga mengakibatkan munculnya rasa letih, cemas, jenuh, dan hilangnya motivasi untuk melakukan sesuatu. Burnout tidak memandang dimana seseorang tersebut bertempat tinggal, seperti realitanya dilapangan bahwa burnout terjadi pada siswa kelas XII yang boarding school dan siswa yang tinggal bersama orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat burnout siswa kelas XII yang boarding school dan siswa yang tinggal bersama orang tua dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat burnout siswa ditinjau dari tempat tinggal yaitu di asrama dengan di rumah bersama orang tua. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian studi komparatif. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XII dengan sampel 81 siswa yang terdiri dari 36 siswa boarding school dan 45 siswa yang tinggal bersama orang tua. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala burnout yang setelahnya dianalisis dengan menggunakan uji beda Independent T-Test dengan bantuan komputer program SPSS versi 24. Hasil uji hipotesis yang telah dilakukan diperoleh mean 80,78 pada siswa yang boarding school dan 74,00 pada siswa yang tinggal bersama orang tua. Dengan nilai sig. 2 tailed sebesar 0,007 sehingga nilai < 0,05 maka Ha di terima dan Ho di tolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan tingkat burnout siswa kelas XII yang boarding school dengan siswa yang tinggal bersama orang tua.
Pencapaian Identitas Diri Bidang Karir Siswa SMK PGRI Pekanbaru Adevia Aprilia Riswana; Tri Umari; Khairiyah Khadijah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13802

Abstract

Identitas diri bidang karir merupakan salah satu tahapan dimana seorang individu berada pada fase remaja yaitu dimana ia mampu memahami dan mengenali segala hal yang berkenaan dengan dirinya sendiri. Seperti memahami kelebihan dan kekurangan yang dimiliki,memahami bahwasanya setiap individu itu berbeda, dan adanya kemampuan untuk mengambil keputusan terkait dengan pilihan hidupnya, serta memahami apa yang diri sendiri butuhkan terkhusus pada bidang karir. Penelitian ini  bertujuan untuk mencari tahu bagaimana gambaran pencapaian identitas diri bidang  karir aspek eksplorasi dan aspek komitmen  siswa disekolah tersebut.  Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X, XI, dan XII yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda. Dan didapatkan sampel 30% dari populasi yang ada, sehingga didapatkan sampel sebanyak 144 siswa.Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket skala identitas karir aspek eksplorasi dan komitmen kemudian diolah dan dilakukan analisis deskriptif. Pencapaian identitas diri bidang karir aspek eksplorasi dan komitmen siswa SMK PGRI Pekanbaru, berada pada status identitas forclosure yaitu siswa tidak melakukan eksplorasi akan tetapi telah berkomitmen dengan suatu pilihan karir.
Pengembangan Media Sosial Instagram Labor Prodi BK Dalam Mengoptimalkan Layanan Cyber Counseling Ilham Al Hajri; Mahdum Mahdum; Khairiyah Khadijah
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3509

Abstract

Kurangnya layanan cyber counseling dari Laboratorium bimbingan dan konseling yang merupakan sebuah fasilitas bagi mahasiswa bimbingan dan konseling dalam menambah pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan layanan cyber counseling. Salah satu contoh pengembangan layanan cyber counseling melalui sosial media. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka dirumuskan yaitu mendeskripsikan Pengembangan media sosial instagram laboratorium bimbingan dan konseling dalam mengoptimalkan layanan cyber counseling. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Research and Development (RD) dan model Borg and Gall.  Hasil dari media sosial instagram yang dikembangkan memiliki persentase skor ahli materi sebesar 75%, skor ahli bahasa 85%, sedangkan persentase skor ahli media sebesar 92%. Berdasarkan persentase tersebut, media sosial instagram Labor BK termasuk kategori layak untuk dalam mengoptimalkan layanan cyber counseling.
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengurangi Perilaku Impulsive Buying Siswa Di Sekolah Nila Salsabila; Khairiyah Khadijah; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1512

Abstract

Perilaku impulsive buying merupakan tindakan pembelian yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan rasional, umumnya dipicu oleh dorongan emosional atau pengaruh eksternal. Fenomena ini semakin marak di kalangan remaja, terutama di era digital yang penuh dengan promosi daring, media sosial, dan tren barang instan. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti kesulitan mengelola keuangan, pemborosan, penyesalan setelah pembelian, serta gangguan fokus belajar dan kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring dalam menurunkan perilaku impulsive buying pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah sembilan siswa dengan skor impulsive buying tertinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen yang digunakan berupa skala impulsive buying yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian layanan, dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,009 (< 0,05). Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,56 termasuk kategori sedang, yang menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring cukup efektif dalam menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa layanan ini dapat menjadi strategi intervensi yang tepat dalam membantu remaja membentuk pola pikir rasional dan mengembangkan kontrol diri dalam pengambilan keputusan pembelian.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Siswa Amelsa Hartati Nasution; Elni Yakub; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1522

Abstract

Perilaku phubbing adalah tindakan menyakiti orang lain dalam interaksi sosial karena lebih asik dan fokus pada smartphone sehingga mengabaikan keberadaan dan komunikasi dengan orang yang ada disekitarnya. Perilaku phubbing yang terjadi pada siswa perlu diatasi agar komunikasi interpersonal serta interaksi sosial antar siswa dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk mengurangi perilaku phubbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 orang siswa dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki perilaku phubbing tinggi. Data dikumpulkan melalui skala perilaku phubbing dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat perilaku phubbing siswa setelah diberikan layanan. Pada aspek obsesi terhadap ponsel (phone obsession) menunjukkan penurunan sebesar 31,88% dan aspek gangguan komunikasi (communication disturbance) menunjukkan penurunan sebesar 27,24%. Adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,12 (<0,05). Perolehan N-Gain Score sebesar 0,59 yang artinya pengaruh konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap perilaku phubbing siswa termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract berpengaruh untuk mengurangi perilaku phubbing siswa.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Mengurangi Perilaku Agresif Verbal Siswa Reziq Wariqwana; Mahdum Mahdum; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1523

Abstract

Perilaku agresiv verbal penting untuk ditangani karena dapat merusak hubungan sosial, mengganggu perkembangan emosi, meningkatkan risiko bullying, menurunkan prestasi belajar, dan berdampak buruk pada kesehatan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa kelas Vll yang diidentifikasi yang memiliki perilaku agresif verbal berdasarkan hasil skala perilaku agresif verbal. Data dikumpulkan melalui kuisioner perilaku agresif verbal dan dianallisis menggunakan uji Wilxoson dan N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada perilaku agresif verbal siswa setelah diberikan perlakuan. Penurunan tertinggi terjadi pada indikator menyebarkan gossip jahat dan tidak benar sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam memberikan tempat yang aman bagi siswa untuk meningkatkan empati, kesadaran diri, dan keterampilan komunikasi positif melalui pengalaman langsung dan merefleksikan. Layanan ini dapat menjadi pendekatan alternatif dalam intervensi bimbingan kelompok untuk siswa yang cenderung menunjukkan perilaku agresif verbal dan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi serta berkomunikasi secara positif dalam interaksi sosial.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Assertive Training terhadap Sikap Asertif Siswa Introvert di Sekolah Hisam Fauzi; Khairiyah Khadijah; Dian Oktary
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1721

Abstract

Memiliki sikap asertif sangat penting bagi setiap orang, tidak terkhusus hanya kepada seseorang yang memiliki kepribadian introvert. Dengan memiliki sikap asertif, seseorang akan mampu untuk mengungkapkan pendapat dan perasaaan nya dalam situasi yang tepat, dapat menghargai dirinya sendiri dan orang lain serta mampu mempertahankan haknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training terhadap sikap asertif siswa introvert di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek pada penelitian berjumlah 8 orang siswa kelas XI yang memiliki kepribadian introvert berdasarkan hasil tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan memiliki sikap asertif yang rendah. Data dikumpulkan melalui angket sikap asertif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat sikap asertif siswa introvert setelah diberikan layanan. Indikator open (terbuka) menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 34,4%, diikuti oleh menghargai diri sendiri dan orang lain, bersikap jujur dan langsung, terdorong untuk melakukan pekerjaan dengan baik, serta percaya diri Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan sikap asertif siswa yang memiliki kepribadian introvert di sekolah.
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Teknik Reframing untuk Mengurangi Inferiority Feeling Siswa Korban Bullying Shavira Safa Oktaviona; Non Syafriafdi; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1815

Abstract

Inferiority feeling yang merupakan kondisi seseorang merasa bahwa dirinya tidak berharga, tidak mampu, dan rendah dibandingkan orang lain. Hal ini dapat muncul akibat pengalaman negatif yang dialaminya seperti tindakan bullying. Inferiority feeling yang dialami siswa korban bullying dapat berdampak buruk untuk perkembangan sosial, emosional, dan akademis. Untuk itu diperlukannya upaya membantu siswa dalam mengurangi inferiority feeling yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Inferiority Feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, mengetahui perbedaan inferiority feeling siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling kelompok teknik reframing, dan pengaruh layanan konseling kelompok teknik reframing untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki inferiority feeling dan merupakan korban bullying. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: (1) Kondisi inferiority feeling siswa korban bullying sebelum diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori tinggi dan setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing sebagian besar berada pada kategori rendah. (2) Terdapat penurunan inferiority feeling siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik reframing. (3) Layanan konseling kelompok teknik reframing berpengaruh untuk mengurangi inferiority feeling siswa korban bullying.