Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU TIM GUGUS TUGAS TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 KOTA MANADO Tikulembang, Waraney A.; Pinontoan, Odi R.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan salah satu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Gugus tugas Covid-19, harus intens menerapkan perilaku pencegahan. Tidak hanya pada saat menjalankan tugasnya, namun ketika pun selesai bertugas harus secara konsisten menerapkan tindakan pencegahan ini terutama dimasa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran perilaku yang meliputi pengetahuan dan tindakan tim satuan tugas Covid-19 tentang pencegahan Covid-19 di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam diambil dari 5 informan Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Manado. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan dan Tindakan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Manado. dari tingkat pengetahuan tim gugus tugas sendiri sudah mengetahui terkait cara-cara dalam menerapkan setiap protokol Kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19, juga dalam segi Tindakan dapat dilihat  bahwa Tim Gugus Tugas telah berupaya semaksimal mungkin untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara  dalam hal terkait pengetahuan dan tindakan pencegahan Covid-19 tim gugus tugas telah memiliki pengetahuan dan Tindakan yang baik sesuai dengan tugas dan peran-nya sebagai gugus tugas yang di dalamnya mengacu pada surat edaran pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan tentunya menjadi suatu tolak ukur masyarakat Kota Manado terkait pencegahan covid-19 . Saran bagi tim gugus kota Manado Agar kiranya selalu tetap melakukan sosialisasi serta edukasi pada masyarakat kota Manado terkait perilaku masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19 di kota Manado, Saran sebaiknya masyarakat lebih lagi menaati peraturan pemerintah yang telah dibuat terkait protokol kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat dan secepatnya negara kita kembali normal. Kata Kunci : Covid-19, Gugus Tugas Penanganan covid 19 Kota Manado, Pengetahuan, Tindakan ABSTRACTCoronavirus disease (Covid-19) is a group of viruses that can cause disease in animals and humans. The Covid-19 Task Force must intensively implement preventive behavior. Not only in carrying out their duties, but when it is finished, they must consistently carry out these preventive measures, especially during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to analyze the description of behavior which includes the knowledge and actions of the Covid-19 task force team regarding the prevention of Covid-19 in Manado City. This study used a qualitative method with in-depth interviews taken from 5 informants from the Manado City Covid-19 Task Force. The results of the study obtained a level of knowledge and action from the Covid-19 Handling Task Force Team in Manado City. From the level of knowledge that the task force team has, they already know ways to implement each health protocol to prevent the spread of Covid-19, also from an action perspective, it can be seen that the Task Force Team has made every effort to break the chain. from the spread of Covid-19. The conclusion of this study is that the Covid-19 Handling Task Force Team in Manado City, North Sulawesi Province in terms of knowledge and prevention measures for Covid-19, the task force team has good knowledge and action in accordance with their duties and roles as a task force in in it refers to a circular by the North Sulawesi Provincial government and of course becomes a benchmark for the people of Manado City regarding the prevention of Covid-19. Suggestions for the Manado city cluster team In order to always continue to socialize and educate the people of Manado city regarding people's behavior in preventing the spread of covid-19 in the city of Manado, Suggestions are that the community should comply more with government regulations that have been made regarding health protocols so that the degree of public health is getting better increase and as soon as possible our country returns to normal. Keywords: Covid-19, Task Force for Handling Covid 19 in Manado City, Knowledge, Action
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Samper, Trisnawati P.; Pinontoan, Odi R; Katuuk, Mario
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14695

Abstract

Abstract: Globally, the population of the elderly continue to rise. The increase of the number of elderly people is accompanied with a rise in health problems that are associated with the elderly. The degenerative process on the elderly causes the degeneration of the physical, psychological, and social conditions. One of the impacts of social change that is experienced by the elderly is the self-withdrawal of the elderly from their living environment. The purpose of the research is to analyze the association between social interaction and the quality of life of the elderly at BPLU Senja Cerah in North Sulawesi Province. The method of research is analytical descriptive with a cross-sectional design. The sample-taking technique in the research is purposive sampling with 32 samples. The collecting of data is done using a questionnaire. The processing of data uses the software computer with chi-square with the level of confidence interval of 95% (α=0,05). The results of the research shows the number of respondents with a good level of social interaction is 21 respondents, with 4 (12,5%) respondents having a sufficient quality of life, and 16 (50,0%) respondents with a high quality of life, while there are 12 respondents with a sufficient level of social interaction, where 9 (28,1%) respondents show a sufficient quality of life and 3 (9,4%) of respondents with a high quality of life and there is a p value of 0,004 < 0,05. This conclusion shows that there is a relationship between social interaction and the quality of life in the elderly. Keywords : Social Interaction, Quality of Life, Elderly Abstrak: Secara global populasi lansia terus mengalami peningkatan. Meningkatnya jumlah lansia tersebut diiringi dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan terjadinya penurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial. Salah satu dampak dari perubahan sosial yang sering dialami lansia adalah penarikan diri lansia disekitar lingkungan lansia tinggal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan interaksi sosial dan kualitas hidup lansia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian yaitu purposive sampling dengan jumlah 32 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program software komputer dengan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden dengan interaksi sosial baik terdapat 21 responden dimana 4 (12,5%) responden kualitas hidup cukup, 16 (50,0%) responden kualitas hidup tinggi sedangkan responden dengan interaksi sosial cukup sebanyak 12 responden dimana 9 (28,1%) responden kualitas hidup cukup dan 3 (9,4%) responden kualitas hidup tinggi dan didapat nilai p value 0,004 < 0,05. Kesimpulan ini menunjukkan ada hubungan interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Kualitas Hidup, Lansia
Inspeksi Kesehatan Lingkungan Sekolah Dasar Di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Tahun 2021 rolos, Thesa; Pinontoan, Odi R.; Sumampow, Oksfriani J.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari suatu hubungan secara interaktif antara sekumpulan manusia atau masyarakat dengan beragam perubahan lingkungan hidup manusia yang diduga bisa menimbulkan gangguan terhadap kesehatan terutama pada masyarakat serta upaya untuk penanggulangan dan pencegahannyaTujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kondisi Kesehatan lingkungan di semua SD dalam Kecamatan Pasan kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan servei deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Semua SD di Kecamatan pasan adalah tempat di lakukannya penelitian dan di laksanakan pada bulan desember 2020 sampai pada bulan maret 2021. Ada 5 variabel yang di pakai dalam penelitian ini yaiu media air, media udara, media pangan, media sarana dan bangunan , media vektor dan binatang pembawa penyakit.  Dari hasil penelitian di semua SD tersebut menyatakan bahwa kondisi media air pada SDN Inpres Liwutung 1, SDN 1 Liwutung, SDN 3 Liwutung dan SDN Inpres Liwutung 2 sudah memenuhi syarat. Sedangkan yang belum memenuhi syarat dari penelitian adalah SDN Maulit dan SDN Poniki. SDN Inpres Liwutung 1 dan SDN Poniki sudah memenuhi syarat dalam kondisi media udara. Ada beberapa SD yang kondisi media pangannya yang belum memenuhi syarat seperti tidak tersedia tempat untuk penyimpanan makanan. Media sarana dan bangunan juga ada beberapa SD yang belum memenuhi syarat dalam penelitian karena tidak tersedianya tempat cuci tangan disetiap ruang kelas. Sedangkan semua SD di kecamatan Pasan sudah memenuhi syarat dalam kondisi media vektor dan binatang pembawa penyakit.  Kata Kunci: Kesehatan Lingkungan, Inspeksi Kesehatan Lingkungann, Sekolah Dasar ABSTRACTEnvironmental health is a science that studies an interactive relationship between a group of humans or society with various changes in the human environment that are suspected of causing health problems, especially in the community and efforts to overcome and prevent them. Pasan District, Southeast Minahasa Regency. This study uses a descriptive service using a questionnaire. All elementary schools in Pasan District are places where research is carried out and carried out in December 2020 to March 2021. There are 5 variables used in this study, namely water media, air media, food media, facilities and building media, vector media and disease-carrying animals. From the results of the research in all these elementary schools, it was stated that the condition of the water media at SDN Inpres Liwutung 1, SDN 1 Liwutung, SDN 3 Liwutung and SDN Inpres Liwutung 2 had met the requirements. Meanwhile, those who did not meet the requirements of the research were SDN Maulit and SDN Poniki. SDN Inpres Liwutung 1 and SDN Poniki have met the requirements in air media conditions. There are several elementary schools whose food media conditions do not meet the requirements, such as not having a place for food storage. Media facilities and buildings there are also some elementary schools that do not meet the requirements in the study because of the unavailability of hand washing facilities in every classroom. Meanwhile, all elementary schools in Pasan sub-district have met the requirements in terms of vector media and disease-carrying animals. Keywords    : Environmental Health, Environmental Health Inspection, Elementary School
Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Tenaga Kesehatan tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri dalam Penanganan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Kawangkoan Lolowang, Erika Venda; Pinontoan, Odi R.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri ialah alat yang dapat mengamankan individu yang mampu melepaskan sebagian atau seluruh tubuhnya dari risiko yang diperkirakan di lingkungan kerja. Motivasi di balik ulasan ini adalah untuk menggambarkan tingkat informasi tentang pandangan dan aktivitas pekerja kesehatan terkait penggunaan alat pertahanan individu dalam menangani kasus Coronavirus di Pusat Kesehatan Kawangkoan, menggunakan pemeriksaan kuantitatif dengan metode ekspresif. Contoh 48 tenaga kesejahteraan yang mendapat polling tentang APD. Konsekuensi dari tinjauan ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 24 – 59 tahun, pendidikan terakhir D3 – S2, dan masa kerja 1-25 tahun. Konsekuensi dari tinjauan ini menunjukkan bahwa pekerja kesejahteraan di Pusat Kesejahteraan Kawangkoan memiliki informasi paling bagus, perspektif hebat, dan aktivitas hebat. Akhir dari review ini adalah informasi, perspektif dan aktivitas pekerja kesejahteraan dalam penggunaan peralatan pertahanan individu dalam menghadapi virus Corona di Pusat Kesehatan Kawangkoan sangat bagus. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Alat Pelindung Diri Covid-19 ABSTRACTIndividual Defensive Hardware, hereinafter shortened as PPE, is an instrument that can secure an individual whose capacity is to detach part or all of the body from expected risks in the working environment. Individual defensive gear (PPE) is a gadget planned as a boundary against the entrance of substances, strong, fluid, or air particles to shield contamination or sickness. The motivation behind this review was to depict the degree of information on the perspectives and activities of wellbeing laborers in regards to the utilization of individual defensive gear in taking care of Coronavirus occasions at the Kawangkoan Wellbeing Center, utilizing quantitative examination with an expressive methodology. An example of 48 wellbeing laborers who got a poll about PPE. The consequences of this review demonstrate that the greater part of the respondents are matured 24 – 59 years, the last training is D3 – S2, and the length of work is 1-25 years. The consequences of this review demonstrate that the wellbeing laborers at the Kawangkoan Wellbeing Center have the most great information, great perspectives and great activities. The finish of this review is that the information, perspectives and activities of wellbeing laborers in the utilization of individual defensive gear in dealing with Coronavirus at the Kawangkoan Wellbeing Center are great. Keywords : Knowledge, Attitude, Action, Personal Protective Equipment Covid-19 
Gambaran Faktor Lingkungan Sosial Dan Dukungan Sosial Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan Masyarakat Di Desa Raanan Lama Kecamatan Motolong Kabupaten Minahasa Selatan Sengkey, Omega Prisilia; Pinontoan, Odi R.; Warouw, Finny
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya masyarakat yang berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di sungai dan sebagian masyarakat yang mempunyai jamban tetapi mengalirkannya ke kolam serta meminjam di jamban milik orang lain menjadi budaya sebagai turun temurun yang diajari atau dibiasakan oleh keluarganya. Tujuan penelitian yaitu mendapatkan gambaran tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan ekonomi, dengan kebiasaan buang air besar sembarangan di Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Dan mendapatkan  gambaran  tentang  dukungan  sosial  dengan  kebiasaan  buang  air  besar  sembarangan  di  Desa  Raanan  Lama  Kecamatan  Motoling  Kabupaten  Minahasa  Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam secara langsung dengan melaksanakan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 yang diambil dari 6 informan masyarakat Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Hasil penelitian diperoleh masih di temukan masyarakat yang belum memenuhi syarat jamban dan belum memiliki jamban keluarga, ditemukan masyarakat yang masih buang air besar sembarangan dan ditemukan masyarakat yang hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk pembuatan jamban yang membuat masyarakat belum membuat jamban keluarga. Kata Kunci: faktor lingkungan sosial, dan dukungan sosial, dengan kebiasaan buang air besar sembarangan, Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan ABSTRACTThere are still many people who practice open defecation (BABS) in rivers and some people who have latrines but drain them into ponds and borrow in other people’s latrines have become a culture as hereditary which is taught or accustomed to by their families. The purpose of the study was to get an overview of the level of education, knowledge, attitudes, economic income, with the habit of open defecation in Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. And get an idea about social support with open defecation habits in Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. This research was conducted using qualitative methods through in-depth direct interviews by implementing health protocols during the Covid-19 pandemic taken from 6 community informants from Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. The results obtained are still found in people who do not meet the requirements for latrines and do not have family latrines, people are found who still defecate openly and there are people who only expect assistance from the government for making latrines which makes people not yet build family latrines. Keywords: social environmental factors, and social support, with the habit of open defecation, Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency 
GAMBARAN KONDISI JAMBAN KELUARGA DI DESA LIWUTUNG DUA KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Bastian, Amanda M.H; Sondakh, Ricky C.; Pinontoan, Odi R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40958

Abstract

Jamban keluarga yang sehat merupakan fasilitas pembuangan kotoran yang dirancang untuk menjaga kesehatan dengan ciri-cirinya seperti tidak berbau dan mudah dibersihkan, memiliki atap dan dinding pelindung serta memiliki septictank dan menggunakan sarana pembersih seperti sabun untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Liwutung Dua Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Variabel yang diteliti yaitu kondisi jamban keluarga di Desa Liwutung berdasarkan waktu dan tempat pada Agustus-September 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Puskesmas Towuntu Barat. Data yang diperoleh selanjutnya data primer yang diperoleh langsung dari observasi langsung di rumah masyarakat dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 131 rumah, terdapat 18 (13,7%) jamban tanpa sarana pembersih, 14 (10,7%) dengan jarak penampungan tinja dekat sumber air, 12 (9,2%) tanpa septic tank, dan 14 (10,7%) yang berbau dan sulit dibersihkan. Selain itu, 8 (6,1%) jamban tidak kedap air, 5 (3,8%) mencemari lingkungan, dan 5 (3,8%) tidak memiliki air pengelontor. Kesimpulan penelitian ini bahwa di Desa Liwutung Dua sebagian besar jamban keluarga memenuhi syarat kesehatan, tetapi 10 rumah masih memiliki masalah seperti ketiadaan sarana pembersih dan jarak penampungan tinja yang dekat dengan sumber air, yang memerlukan perbaikan. Saran untuk masyarakat dihimbau untuk membangun jamban sehat secara gotong royong, pemerintah setempat mendata jamban yang belum memenuhi syarat kesehatan dan bekerja sama dengan Puskesmas untuk mensosialisasikan pentingnya jamban sehat.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SISWA SD INPRES LIWUTUNG SATU DI KECAMATAN PASAN Pandeirot, Anggreyani; Pinontoan, Odi R.; Sondakh, Ricky C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40960

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung kualitas kesehatan jasmani generasi muda. Pendidikan kesehatan berperan vital dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Berdasarkan survei awal yang telah di SD inpres Liwutung Satu ditemukan beberapa hal seperti jarangnya mencuci tangan sebelum makan, membuang sampah sembarangan, berdasarkan pengamatan terlihat bahwa toilet siswa/siswi kurang bersih dan tidak adanya air hal ini tentu akan mempengaruhi kenyamanan siswa kebersihan diri siswa/siswi juga terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa SD Inpres Liwutung Satu di Kecamatan Pasan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa SD Inpres Liwutung Satu terhadap PHBS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang akan dilaksanakan di SD Inpres Liwutung Satu, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Juli-Agustus 2024. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III-VI, dengan total populasi sebanyak 97 siswa. Penelitian menggunakan metode total sampling. Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang PHBS (93 responden, 95,9%), sementara 4 siswa (4,1%) memiliki pengetahuan cukup. Sikap siswa terhadap PHBS umumnya baik (89 responden, 91,8%), dengan 8 siswa (8,2%) berpengetahuan cukup. Dari segi tindakan, 72 siswa (74,2%) menunjukkan perilaku PHBS yang baik, sementara 25 siswa (25,8%) berperilaku cukup baik. Secara umum, pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap PHBS sudah baik, dipengaruhi oleh lingkungan dan sistem pembelajaran yang mendukung dari para guru. Kesadaran siswa yang tinggi akan pentingnya kesehatan diri juga berdampak positif pada perilaku mereka dalam menjalankan PHBS.  
KANDUNGAN COLIFORM DAN ESCHERICHIA PADA MATA AIR DI DESA KUMELEMBUAI DUA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2024 Kesek, Mutiara; Sumampouw, Oksfriani J.; Pinontoan, Odi R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44773

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberadaan bakteri Coliform dan E. coli pada mata air yang berada di Desa Kumelembuai Dua, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan berbasis pada uji laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi, yakni Desa Kumelembuai Dua, sedangkan pengujian laboratorium dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama bulan Juli hingga Oktober 2024. Sampel penelitian terdiri dari tiga titik mata air yang berbeda, yaitu mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen. Variabel utama dalam penelitian ini meliputi kadar Total Coliform dan Total E. coli pada ketiga sumber mata air tersebut, dengan data primer berupa hasil pengukuran kandungan kedua jenis bakteri tersebut. Data dianalisis secara univariat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Total Coliform (TC) pada ketiga mata air berkisar antara 60 hingga 231 CFU per 100 ml. Konsentrasi terendah ditemukan pada air dari mata air Sondaken (60 CFU/100 ml), sedangkan kadar tertinggi tercatat pada air bak penampungan dari mata air yang sama, yaitu 231 CFU/100 ml. Untuk parameter Total Escherichia coli (TEC), hasil pengukuran menunjukkan rentang 11 hingga 211 CFU per 100 ml. Kadar TEC paling rendah ditemukan pada air bak dari mata air Kumelembuai (11 CFU/100 ml), sementara angka tertinggi diperoleh dari bak air Sondaken (211 CFU/100 ml). Dengan demikian, air dari mata air Kumelembuai, Sondaken, dan Erasen tidak memenuhi syarat sebagai air bersih yang layak konsumsi.
HUBUNGAN ANTARA DURASI PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEKERJA BAGIAN PLANNING AND CONTROL PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS TPK BITUNG Kansil, Eugenia; Pinontoan, Odi R.; Langi, Fima L. F. G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48282

Abstract

Peran komputer dalam penyelesaian pekerjaan membuat pekerja menatap layar Komputer atau disebut Visual Display Terminal (VDT) selama berjam-jam setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi pekerja yaitu dampak kesehatan berupa gangguan penglihatan atau yang dikenal dengan Penyakit Akibat Kerja. Pengguna komputer yang bekerja lebih dari 2 jam perhari dapat berisiko mengalami kejadian CVS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian Computer Vision Syndrome pada pekerja bagian Planning and Control PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret – Mei 2025. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah pekerja komputer bagian Planning and Control PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung dengan jumlah 32 pekerja. Teknik pengambilan sampel pada penelirian ini menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner durasi penggunaan komputer dan kuesioner baku Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel durasi penggunaan komputer tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS), dengan nilai p = 0,230 (p > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,0477 menunjukkan bahwa durasi penggunaan komputer hanya mampu menjelaskan sekitar 4,77% variasi skor CVS, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN KEJADIAN DBD DI KECAMATAN WANEA Panungkelan, Melisa S.; Pinontoan, Odi R; Sinolungan, Jehosua S. V.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27676

Abstract

Tingginya kasus DBD di Kecamatan Wanea dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang tidak sehat dengan memberi ruang leluasa pada Aedes Aegypti untuk hidup dan berkembang biak. Pencegahan dan pengendalian DBD di Indonesia dilakukan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana hubungan perilaku  keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Wanea Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode non-eksperimen dengan rancangan cross sectional (studi potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wanea Kota Manado. Pada bulan Oktober 2023-Maret 2024. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden paling banyak terdistribusi pada umur dewasa awal (44%), pendidikan SMA (43%), bekerja (79%), pengetahuan baik (75%), sikap baik (81%), tindakan baik (66%). Hasil anailis bivariate perilaku keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,045), tindakan (p=0,002). Hasil analisis multivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian DBD dengan pengetahuan, sikap dan tindakan yang dibuktikan dengan nilai P-Value dari semua variabel <0,025. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, tindakan dengan kejadian deman berdarah dengue di Kecamatan Wanea Kota Manado.
Co-Authors Adisti A. Rumayar, Adisti A. Antje A Wuwungan Bastian, Amanda M.H Betsy A.N. Pinaria Boky, Harvani B. Budi T. Ratag Caroulus S. Rante Christina Salaki Dantje T Sembel Dantje Tarore Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewanti Dumbela, Feiby M. Edi . Handoko Emmy Senewe Esther Boas, Esther Fien Lumolo, Fien Frangky J. Paat Hans Huijbregts Henny V.G. Makal James B. Kaligis Jehosua S. V. Sinolungan Jimmy Posangi Joice R.T.S.L Rimper Jootje M. L. Umboh Joy M. Rattu, Joy M. Juliet M.E. Mamahit Jusuf Manueke Kaligis, Glory I Kansil, Eugenia Katuuk, Mario Esau Kawatu, Paul A.T Kesek, Mutiara Lesar, Elisa Lolowang, Erika Venda Lontaan, Evangeline A. Lukito, Royke Maddusa, Sri Seprianto Mareyke Moningka Margareta M. Kawulusan Max Tulung Maxi Lengkong Mokodompit, Muh. Sahri P. Mokodompit, Muh. Sahri P. Mudul, Seila Firganita Noritha Ahuluheluw Olii, Galis Panambunan, Meiyati Pandeirot, Anggreyani Panungkelan, Melisa S. Panungkelan, Melisa S. Pontororing, Maria E.I Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rantung, Adriana R.H. Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Riedel Lolong rolos, Thesa Rompis, Riane Rumondor, Frity D. Saartje J Lumanauw Samper, Trisnawati P. Sangande, John B. Sengkey, Omega Prisilia Sumampow, Oksfriani J. Sunny Wangko Suoth, Lery Suoth, Lery F. Supit, Apriliyanti Suwuh, Rendy Tamunu, Tesalonika J Taroreh, Yeheskiel V. Tikulembang, Waraney A. Tueyeh, Virginia Warouw, Finny Waywind Soewarno Woodford B. S. Joseph Woodford B.S Joseph, Woodford B.S Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wulan P. J. Kaunang Wulandari, Priscilla Eka