Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM LASKAR PELANGI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN MASYARAKAT Ibnu Hajar; Dwi Fide Christanti Purba; Frayogi Benedict Tamba; Monica Choirala Purba; Muhammad Aldi; Nimas Ayu Larasati
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 1 (2025): Juni 2025 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v1i2.59

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.  
Digitalisasi Literasi Sekolah: Dampak Implementasi QR Code E-Book terhadap Minat Baca Siswa SMA Ayu Dewanti; Slamat Baniruddin; Rifa Azmi Fadhillah; Muhammad Aldi; Januar Abdilah Santoso; Yeni Rahmawati; Chienda Alfino Rinaldy
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i4.2631

Abstract

The goal of this community service program (PkM) at SMA Negeri 11 Samarinda is to increase students' enthusiasm for reading by providing them with e-books that are based on QR codes. Students' lack of enthusiasm for reading and resources for reading led to the program's inception. E-books with QR codes embedded were presented as a workable approach to digital literacy that caters to the needs of students who were born into the digital age. Several steps were involved in the process, such as determining requirements, creating an e-book, creating QR codes, installing them at key school locations, and finally, monitoring and evaluating the results. Observations and questionnaires were given to 200 students as part of the assessment. Students' interest in and ability to access literature were both enhanced by the usage of QR Codes, according to the findings. In a survey, 82% of people said QR Codes were simple to use, and 85% said they were more motivated to read after using them. In terms of reading frequency, 76% of students saw an improvement, and 72% said they could understand what they read better.With an overall mean score of 4.35 (categorized as excellent), the digital literacy program proved to be effective and positively received. Overall, the implementation of QR Code–based e-books successfully strengthened digital literacy practices and created a more engaging, flexible, and sustainable reading experience, offering a model for digital literacy initiatives in other schools.
Pengaruh Status Pekerjaan Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Afridha Risa Aliya; Firda Kamelia; Muhammad Aldi; Muhammad Ma'arif; Zahrathun Nisa; Ahmad Suriansyah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7257

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh status pekerjaan orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik sekolah dasar di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi kasus yang melibatkan tujuh peserta didik sebagai informan utama serta satu wali kelas dan satu kepala sekolah sebagai informan pendukung. Subjek dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keberagaman latar belakang pekerjaan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner untuk mencapai triangulasi data. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara kategori pekerjaan orang tua dengan motivasi belajar peserta didik. Peserta didik dengan orang tua bekerja di sektor formal menunjukkan motivasi tinggi yang ditandai dengan partisipasi aktif dan dukungan pembelajaran memadai. Sektor informal menghasilkan motivasi sedang dengan pendampingan terbatas meskipun waktu tersedia. Kategori pekerjaan immoral dan serabutan menimbulkan motivasi sangat rendah akibat tekanan psikologis, stigma sosial, eksploitasi ekonomi anak, serta ketiadaan dukungan pendidikan. Kondisi psikologis dan interaksi sosial peserta didik juga dipengaruhi secara signifikan oleh status pekerjaan orang tua, menciptakan kesenjangan dalam akses pendidikan berkualitasPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh status pekerjaan orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik sekolah dasar di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi kasus yang melibatkan tujuh peserta didik sebagai informan utama serta satu wali kelas dan satu kepala sekolah sebagai informan pendukung. Subjek dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keberagaman latar belakang pekerjaan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner untuk mencapai triangulasi data. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara kategori pekerjaan orang tua dengan motivasi belajar peserta didik. Peserta didik dengan orang tua bekerja di sektor formal menunjukkan motivasi tinggi yang ditandai dengan partisipasi aktif dan dukungan pembelajaran memadai. Sektor informal menghasilkan motivasi sedang dengan pendampingan terbatas meskipun waktu tersedia. Kategori pekerjaan immoral dan serabutan menimbulkan motivasi sangat rendah akibat tekanan psikologis, stigma sosial, eksploitasi ekonomi anak, serta ketiadaan dukungan pendidikan. Kondisi psikologis dan interaksi sosial peserta didik juga dipengaruhi secara signifikan oleh status pekerjaan orang tua, menciptakan kesenjangan dalam akses pendidikan berkualitas.
Efektivitas Peran Fasilitator dalam Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Warga Belajar di SPNF SKB Medan Surta Tiodora Silaban; Lucia Natalia Sitanggang; Wulan Faiha Muthi; Putri Novita Sari Hutagalung; Dwi Fide Christanti Purba; Grace Nainggolan; Muhammad Aldi; Nurlila Pulungan; Devista Dahyuzia
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.643

Abstract

SPNF SKB Kota Medan sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kesetaraan dan keterampilan. Namun, penelitian ini menemukan permasalahan mendasar terkait tutor yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor belum optimal dalam melaksanakan peran fasilitator, ditandai dengan metode pembelajaran yang monoton, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan warga belajar, serta keterbatasan sarana prasarana. Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan SDM berkualifikasi, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan lemahnya sistem manajemen lembaga. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya strategi rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, penguatan manajemen, serta peningkatan literasi digital agar kualitas pembelajaran di SKB Kota Medan dapat lebih efektif dan relevan.
ANALISIS SUMBER BELAJAR MASYARKAT PADA LKP KARYA PRIMA KURSUS DALAM PELATIHAN KETERAMPILAN KOMPUTER Lucia Natalia Sitanggang; Surta Tiodora Silaban; Esabella sinaga; Monika Choirala Purba; Grecia Angelika Nainggolan; Nurlila Pulungan; Alvin Telaumbanua; Muhammad Aldi; Wulan Faiha Muthi; Dwi Fide Christanti Purba; Tamasya mercy raja guk guk; Silvia Mariah Handayani; Sardi Pranata
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran LKP Karya Prima sebagai sumber belajar masyarakat dalam pelatihan keterampilan komputer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di LKP Karya Prima. Adapun Subjek penelitian ini terdiri atas pengelola lembaga dan peserta kursus komputer di LKP Karya Prima. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKP Karya Prima berperan dalam meningkatkan keterampilan komputer masyarakat, khususnya mahasiswa dan masyarakat umum. Program pelatihan meliputi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, mengetik sepuluh jari, penggunaan internet, dan pencetakan dokumen. Proses pembelajaran dilakukan dengan metode learning by doing dan sistem pembelajaran individual sehingga peserta lebih mudah memahami materi. Selain itu, fasilitas pembelajaran dan bimbingan instruktur turut mendukung efektivitas proses pelatihan. Dengan demikian, LKP Karya Prima menjadi salah satu sumber belajar masyarakat yang mendukung peningkatan keterampilan digital melalui pendidikan nonformal