Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Kompetensi Air Conditioning (AC) Bagi Guru SMK Bidang Keteknikan Kota Balikpapan Akbar, Syaeful; Anhar, Wahyu; Dahlan, Basri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v3i1.585

Abstract

Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan merupakan sektor energi sehingga banyak terdapat industri perminyakan, gas, dan pertambangan, termasuk industri pendukung seperti alat berat, dan otomotif (light vehicle). Sinkronisasi elemen kompetensi SMK terhadap stakeholders/industri adalah mutlak harus dikuasai siswa/siswi SMK. Salah satu kompetensi dalam bidang alat berat, dan otomotif adalah kompetensi air conditioning (AC). Penguasaan kompetensi AC menjadi penting demi menunjang perangkat kerja alat berat, dan otomotif. Minimnya kompetensi guru dan alat praktek AC di sekolah menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan pelatihan kompetensi AC bagi para guru SMK bidang keteknikan. Tujuan kegiatan pelatihan adalah peningkatan kompetensi AC bagi pada guru, dan mampu membuat alat praktek AC secara mandiri. Materi teori meliputi konsep AC, sistem kerja, perhitungan dan desain AC, dan refrigerant. Kegiatan praktek menitikberatkan pada perancangan, perakitan, dan pembuatan alat praktek AC. Penilaian keberhasilan pelatihan dilakukan menggunakan perangkat kuesioner yang dibagikan kepada peserta pelatihan. Variabel penilaian meliputi efisiensi waktu, kualitas materi, kualitas narasumber, sarana prasarana teori/praktek, dan pelayanan panitia. Berdasarkan hasil penilaian bahwa pelatihan telah diselenggarakan dengan baik. Diakhir kegiatan pelatihan, dilakukan penyerahan alat praktek AC yang digunakan dalam kegiatan pelatihan kepada salah satu SMK peserta pelatihan.
Integrasi HAIS-Q dan ISA Model dalam Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi untuk Mitigasi Risiko Siber Sari, Danar Retno; Kusno, Hendra Sanjaya; Jamal, Nurwahidah; Pongtuluran, Ezra Hartato; Anhar, Wahyu
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v10i1.23665

Abstract

Pesatnya transformasi digital di berbagai sektor telah membuka peluang besar sekaligus tantangan baru dalam menjaga keamanan informasi. Di tengah upaya pemerintah dan organisasi membangun infrastruktur digital yang kuat, faktor manusia masih menjadi titik lemah yang paling rentan terhadap serangan siber dan kebocoran data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran keamanan informasi masyarakat dengan mengintegrasikan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dan Information Security Awareness (ISA) Model sebagai pendekatan mitigasi risiko siber. Model ini menyoroti tiga aspek utama perilaku keamanan digital, yaitu manajemen kata sandi (password management), penggunaan media sosial (social media usage), dan keamanan perangkat seluler (mobile device security), yang menggambarkan dimensi pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior) pengguna. Penelitian ini melibatkan 112 responden aktif pengguna teknologi digital dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Integrasi HAIS-Q dan ISA Model dalam penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis untuk meningkatkan literasi keamanan informasi, sekaligus menempatkan pengguna sebagai aktor utama dalam upaya mitigasi risiko siber di era digital.
Rancang Bangun Spesial Tool Oil Seal Swing Motor Installer Komatsu PC2000-8 Syahruddin Syahruddin; Ilham Danu Saputra; Syaeful Akbar; Wahyu Anhar; Sadat N. S. Sidabutar
JURNAL ALAT BERAT Vol 3 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jab.v3i2.50

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan Special Tool Oil Seal Swing Motor Installer unit Komatsu PC2000-8 di PT. Petrosea. Permasalahan utama yang terjadi di lapangan adalah kesulitan dalam proses pemasangan oil seal pada swing motor karena ukuran komponen yang besar, posisi yang sulit dijangkau serta adanya tonjolan drive shaft assembly yang dapat mengganggu proses pemasangan. Kondisi ini menyebabkan pekerjaan dilakukan secara manual menggunakan batang besi bekas yang dipukul bergantian di sisi oil seal sehingga berpotensi menimbulkan pemasangan yang tidak presisi, kebocoran dini, bahkan kerusakan komponen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi mencakup proses pengerjaan dan pemasangan oil seal pada swing motor. Dokumentasi yang meliputi foto-foto tentang pengukuran dimensi oil seal dan catatan teknis quality assurance dari pekerjaan yang dilakukan. Wawancara dengan supervisor dan mekanik senior. Hasil pengujian menggunakan special tool oil seal swing motor installer memberikan beberapa keuntungan dibandingkan metode manual sebelumnya, yaitu: kualitas pemasangan oil seal lebih presisi dan efisien. Produktivitas meningkat karena proses pemasangan lebih cepat. Risiko kerusakan dan ketidakpresisian pada oil seal berkurang. Secara keseluruhan, special tool yang dirancang ini memenuhi tujuan penelitian, yaitu membantu proses pemasangan oil seal agar lebih cepat, presisi, dan aman untuk digunakan pada perawatan swing motor unit Komatsu PC2000-8.
PENGARUH POSISI TRACK ROLLER DAN UNIT MACHINE TERHADAP LAJU TINGKAT KEAUSAN TRACK ROLLER PADA BULLDOZER KOMATSU D375A-5 Syaeful Akbar; Randis Baharuddin; Wahyu Anhar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10 No 1 (2022): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v10i1.1274

Abstract

Performa atau unjuk kerja bulldozer sangat dipengaruhi oleh kondisi komponen undercarriage. Pada saat bulldozer beroperasi, track roller menekan dan menggelinding di atas track link sehingga terjadi gesekan antara track link dan track roller akibatnya kedua permukaan komponen tersebut mengalami keusan. Gesekan dan keausan merupakan kerugian dalam bentuk kehilangan energi dan material yang membutuhkan biaya [4]. Oleh karenanya penelitian terhadap laju tingkat keausan komponen undercarriage menjadi penting karena lebih dari 60% total biaya perawatan unit bulldozer adalah Investasi biaya perawatan undercarriage [5]. Laju tingkat keausan track roller dipengaruhi oleh beban yang bekerja pada masing-masing track roller dan material ke tiga berupa tanah atau batuan yang masuk diantara kedua komponen tersebut. Bulldozer Komatsu D375A-5 memiliki 8 buah track roller yang konstruksi dan posisinya berbeda. Ada yang relative terbuka sehingga material tanah dapat mudah masuk, dan juga mudah keluar. Ada yang relative terlindung, sehingga tanah lebih sulit masuk, namun jika sudah masuk akan lebih sulit keluar. Penelitian ini dimaksudkan untuk menginvestigasi apakah posisi track roller dan unit machine mempengaruhi laju tingkat keusan track roller.Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Track Roller dari 3 unit Bulldozer Komatsu D375A-5 yang dioperasikan di area yang sama yaitu soil disposal pada area tambang Batubara site Batu Kajang. Dengan demikian kondisi tanah di area operasional machine diasumsikan sama. Sampel data yang digunakan berupa data sekunder dari hasil pengukuran undercarriage yang masing-masing machine dilakukan pengukuran sebanyak 8 (delapan) kali pada setiap 400 jam operasi selanjutnya dihitung laju tingkat keausan track roller dalam mm3/jam. Dari hasil uji ANOVA dua arah menunjukan bahwa nilai F pada variable baris (posisi track roller) lebih kecil dari F kritis artinya tidak ada pengaruh posisi track roller terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan berdasarkan variable kolom (unit machine) menunjukan bahwa nilai F lebih besar dari F kritis artinya Unit machine berngaruh terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan nilai F interaksi menunjukan lebih kecil dari nilai F kritis artinya tidak ada interaksi antara posisi/letak track roller dengan unit machine.Karena posisi/letak track roller tidak mempengaruhi laju tingkat keausan track roller, maka strategi penggantian track roller tidak dianjurkan secara parsial, tetapi harus diganti secara bersamaan. Sedangkan karena unit machine berpengaruh terhadap laju tingkat keausan track roller, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh kondisi/performa machine, perilaku operator, dan kondisi tanah terhadap laju tingkat keausan track roller.