Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RUMAH SAKIT DR.R. HARDJANTO BALIKPAPAN Sundari, Ayu Viky; Sulistyorini, Chandra
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RUMAH SAKIT DR. R. HARDJANTO BALIKPAPAN Ayu Viky Sundari1, Chandra Sulistyorini2 *Penulis Korespondensi, Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada Samarinda, Jl. Kadrie Oening N0.77 Samarinda, Kalimantan Timur Telp/Fax: (0542) 727243 email: ayuvikysundari91@gmail.com Abstrak Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui yaitu dengan pijat Oketani. Pijat Oketani dapat menstimulus kekuatan otot-otot pectoralis yang dapat menyebabkan kelenjar mammae menjadi lebih mature dan dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat Oketani terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Menyusui di Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan yang terdata periode bulan September sampai Oktober 2021 dengan sampel 26 responden menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan SOP. Analisa data menggunakan uji Wilxocon. Hasil Penelitian: Diperoleh analisa univariat Produksi ASI sebelum intervensi mean sebesar 1,557 ml, median sebesar 1,500 ml, SD sebesar 0,886, minimum sebesar 0,500 ml dan maksimum sebesar 3,500 ml sedangkan produksi ASI setelah intervensi mean sebesar 35,961 ml, median sebesar 35,000 ml, SD sebesar 5,295, minimum sebesar 30,000 ml dan maksimum sebesar 45,000 ml. Analisa bivariat diperoleh hasil uji wilcoxon nilai-p=0,000 dimana nilai-p ≤ α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat ada pengaruh pijat oketani terhadap peningkatan produksi ASI di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan. Kesimpulan: Pemberian pijat Oketani dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Saran: Pijat Oketani dapat diterapkan pada ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Keyword: Pijat Oketani, Produksi ASI, Ibu Menyusui, 1Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda THE EFFECT OF OKETANI MASSAGE ON INCREASING BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS AT DR R. HARDJANTO HOSPITAL, BALIKPAPAN Ayu Viky Sundari1, Chandra Sulistyorini2 Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda. Kadrie Oening Street No. 77, Samarinda, East Kalimantan Telp/Fax: (0542) 727243 e-mail: ayuvikysundari91@gmail.com Abstract Background: Exclusive breastfeeding is influenced by several circumstances, one of which is that breast milk does not come out immediately after giving birth. Oketani massage is one method for increasing milk production in breastfeeding women. Oketani massage can strengthen the pectoralis muscles, which can help the mammary glands grow and produce more milk. Purposes: To determine the effect of Oketani massage on increasing breast milk production in breastfeeding mothers at dr. R. Hardjanto Balikpapan. Method: Quasi-experimental study design with pre and post-test design without control. This study included all breastfeeding women at Dr R. Hardjanto Balikpapan Hospital between September and October 2021, utilizing a non-probability sampling method with a total sampling strategy. Observation sheets and standard operating procedures were utilized as measurement instruments. The Wilcoxon test was used to analyse data. Result: Breast milk production before intervention averaged 1.557 ml, median 1.500 ml, SD 0.886, minimum 0.500 ml, and maximum 3.500 ml, whereas milk production after intervention averaged 35.961 ml, median 35,000 ml, SD 5,295 ml, minimum 30,000 ml, and maximum 45,000 ml. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.000 for the Wilcoxon test, whereas p-value (0.05) indicated that Ha was accepted and Ho was rejected. Oketani massage affected increasing milk production at Dr. Hospital. R. Hardjanto Balikpapan, Conclusion: Giving Oketani massage can increase milk production in breastfeeding mothers. Suggestion: Oketani massage can be applied to nursing mothers to increase breast milk production. Keywords: Oketani Massage, Breast Milk Production, Breastfeeding Mothers. 1Student of Midwifery Study Program of Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda 2Lecturer of Midwifery Study Program of Institute of Health Technology and Science Wiyata Husada Samarinda
HUBUNGAN PEMAKAIAN SUNTIK KB 3 BULAN DEPO MEDROXY PROGESTERONE ASETAT (DMPA) DENGAN EFEK SAMPING PADA AKSEPTOR KB DI UPT PUSKESMAS TELUK BAYUR Indrasari, Indrasari; Sulistyorini, Chandra; Norhapifah, Hestri; Prasetiyarini, Asih
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeetahui hubungan pemakaian suntik KB 3 bulan Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) dengan efek samping pada akseptor kb di Puskesmas Teluk Bayur. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan metode cross sectional. Populasi adalah wanita usia subur yang sudah terdaftar menggunakan KB Suntik DMPA di Puskesmas Teluk Bayur periode Januari-Juni 2022 sebanyak 893 akseptor, berdasarkan rumus Slovin diperoleh sampel berjumlah 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini Sebagian besar lama pemakaian KB Suntik 3 Bulan (DMPA) lebih dari 1 tahun (lama) (61,8%), berat badan naik (76,6%), ada gangguan haid (73.3%), ada penurunan libido (71,1%). Ada hubungan pemakaian suntik KB 3 bulan (DMPA) dengan efek samping pada akseptor kb (p=0.000, α < 0.05). Pada penelitian ini terdapat hubungan pemakaian suntik KB 3 bulan Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) dengan efek samping pada akseptor kb.
HUBUNGAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN PASCA BERSALIN DAN BBLR DI RSUD dr. ABDUL RIVAI Lenau, Martina; Hardiningsih, Eka Frenty; Hartati, Dwi; Sulistyorini, Chandra
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dalam darah <11 gr%. Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan utama dapat menyebabkan perdarahan pasca bersalin dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian perdarahan pasca bersalin dan bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Abdul Rivai Kabupaten Berau. Jenis Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitis yaitu penelitian dengan pengamatan pada objek yang diteliti. Pengamatan menggunakan metode cross sectional Analisis data menggunakan chisquare. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan pasca bersalin dan BBLR di RSUD dr Abdul Rivai Kabupaten Berau. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada ibu hamil untuk mendeteksi dini dan memberikan penyuluhan untuk menambah pengetahuan ibu agar menekan angka anemia pada ibu hamil.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Vulva Hygiene Pasca Pemberian Pendidikan Kesehatan Di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Samarinda Afni Lestari; Chandra Sulistyorini
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JKRI - Desember 2023
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data BKKBN tahun 2018 bahwa remaja sangat beresiko tinggi terhadap gangguan kesehatan reproduksi karena pengetahuan mengenai fungsi dan cara merawat organ reproduksi, terbukti dengan kasus yang dihimpun oleh BKKBN didapatkan 3,2 juta remaja di Indonesia memiliki gangguan reproduksi dengan presentase 26,3%. Prevalensi di Indonesia mengenai infeksi saluran reproduksi akibat kurangnya vulva Hygiene masih cukup tinggi, hal ini dapat disebabkan karena kurangnya informasi tentang vulva hygiene. Pada daerah pulau Kalimantan khususnya daerah terpencil atau pedalaman tercatat hanya 40% remaja putri yang mengetahui penyebab flour albus serta bagaimana cara pencegahannya, dan terkait masalah hygiene genetalia. Dari hasil penelitian pada 140 mahasiswa di Kalimantan timur di temukan sebanyak 20 orang (14,3%) yang mengalami keputihan. Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Vulva Hygiene Pasca Pemeberian Pendidikan Kesehatan Di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Samarinda. observasional dengan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 40 responden remaja putri dengan teknik total sampling, pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Diketahui karakteristik responden dapat dilihat responden dengan kategori usia 14 tahun sebanyak 23 (57,5%) responden dan usia 15 tahun sebanyak 17 (42,5%) responden dan kategori kelas 9A sebanyak 19 (47,5%) dan 9B sebanyak 21 (52,5%). Diketahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 33 (82,5%) responden dan kategori pengetahuan cukup sebanyak 7 (17,5%) responden.
Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Mahasiswi Kebidanan ITKES WHS: The Effect of Rose Aromatherapy on Menstrual Pain Intensity in Midwifery Students at ITKES WHS Zukhir, Musdalifah Rudmila; Sulistyorini, Chandra
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v9i2.938

Abstract

Latar Belakang : Nyeri haid adalah rasa nyeri yang menyertai menstruasi/haid. Mahasiswi yang mengalami nyeri haid pada proses pembelajaran dapat menyebabkan aktivitas belajar terganggu, tidak bersemangat, sulit konsentrasi sehingga materi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik bahkan sampai tidak masuk pembelajaran. Salah satu terapi untuk mengatasi nyeri haid ialah dengan aromaterapi mawar karena memberikan efek analgesik yaitu beta-sitronelol sehingga mengatasi nyeri haid. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Mahasiswi Kebidanan ITKES WHS Tahun 2021 Metode : Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian one group pre-posttest design. Sampel berjumlah sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Pemberian terapi diberikan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 15 menit pada saat haid menggunakan kuesioner NRS. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan aromaterapi mawar didapatkan bahwa responden yang mengalami nyeri haid tingkat ringan 8 orang, sedang 17 orang dan berat 11 orang. Sesudah diberikan aromaterapi mawar didapatkan tingkatan nyeri haid menurun tidak ada 0 orang, ringan 25 orang, sedang 11 orang dan berat 0 orang. Berdasarkan hasil uji statistic nilai p value = 0.000 < α 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi mawar terhadap nyeri haid pada mahasiswi kebidanan ITKES WHS. Smpulan dan Saran : Ada pengaruh pemberian aromaterapi mawar terhadap nyeri haid pada Mahasiswi Kebidanan ITKES WHS pada tahun 2021. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan sebagai referensi demi kemutakhiran ilmu kebidanan dan diharapkan mahasiswi Kebidanan ITKES WHS dapat mengatasi insomnia.
PENGARUH PEMBERIAN ESSENSIAL OIL CITRONELLA TERHADAP NAFSU MAKAN ANAK DI PAUD AINUL MUHAJIR DAN AL JIHAD SAMARINDA: THE EFFECT OF GIVING CITRONELLA ESSENTIAL OIL ON CHILDREN'S APPETITE IN AINUL MUHAJIR AND AL JIHAD PAUD SAMARINDA amalina, aina; Sulistyorini, Chandra
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v9i2.939

Abstract

ABSTRAK Pengaruh Pemberian Essensial Oil Citronella Terhadap Nafsu Makan Anak Di Paud Ainul Muhajir dan PAUD Al Jihad Samarinda Tahun 2021 Aina Amalina1,Chandra Sulistyorini2 Latar Belakang : Salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang anak adalah pemenuhan asupan gizi. Apabila asupan gizi yang diberikan tidak adekuat seringkali disebabkan karena pada anak terjadi kesulitan makan berupa berkurangnya nafsu makan. Salah satu cara mengatasi penurunan nafsu makan pada anak adalah dengan pemberian citronella oil karena kandungan geraniol dan sitronetal yang paling tinggi menyebabkan peningkatan nafsu makan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh essensial oil citronella terhadap nafsu makan anak di PAUD Ainul Muhajir dan PAUD Al Jihad. Metode : Jenis penelitian ini adalah Quasy- experiment dengan tipe pre –posttest without control group design. Dalam penelitian ini metode sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu 44 anak. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pada nafsu makan anak sebelum diberikan essensial oil citronella menunjukkan 33 orang (75%) memiliki nafsu makan baik dan 11 orang (25%) memiliki nafsu makan kurang. Sesudah diberikan essensial oil citronella menunjukkan 42 orang (95%) nafsu makan baik , 2 orang (5%) memiliki nafsu makan kurang. Berdasarkan hasil uji statistik nilai p value 0,003< α 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian essensial oil citronella terhadap nafsu makan anak di PAUD Ainul Muhajir dan PAUD Al Jihad. Kesimpulan dan Saran : Ada pengaruh pemberian essensial oil citronella terhadap nafsu makan anak. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan sebagai referensi ilmu kebidanan dan diharapkan orang tua dapat menggunakan alternatif essensial oil citronella ini untuk nafsu makan anak. Kata kunci : Nafsu Makan Anak, Essensial Oil Citronella 1Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi S1 Kebidanan ITKES Wiyata Husada Samarinda
THE EFFECT OF EDUCATIONAL VIDEO ON KNOWLEDGE AND INTEREST IN IVA TEST EXAMINATION IN WOMEN OF FERTILE AGE Artha, Chyntia Devi; Sulistyorini, Chandra
Mandala Of Health Vol 18 No 1 (2025): Mandala of Health: A scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2025.18.1.15709

Abstract

Background: Cervical cancer is one of the leading causes of death in women, which can be prevented through early detection. However, the low level of knowledge and interest of Women of Reproductive Age (WUS) towards the IVA Test examination is a challenge in prevention efforts. This study highlights the novelty of using animated video-based educational media in increasing interest in the IVA Test examination in remote areas, which has rarely been studied. Research Objective: To analyze the effect of educational videos on increasing knowledge and interest of WUS in conducting the IVA Test examination in Muara Benangaq Village, West Kutai Regency. Method: Quantitative research with a pre-experimental one group pre-test-post-test design. The sample consisted of 48 WUS selected through a purposive sampling method. Data analysis used the Wilcoxon Rank test. Results: Before the intervention, a low level of knowledge was found in 38 respondents (79%), while after the intervention it increased to 32 respondents (67%) in the good category. Initial interest in the IVA Test was low in 33 respondents (69%), and increased to 38 respondents (79%) after the intervention. Statistical analysis showed a significant increase (p-value 0.000 for knowledge, p-value 0.021 for interest). Conclusion: Animated educational videos have been proven to be effective in increasing WUS knowledge and interest in the IVA Test, especially in areas with limited access to information. The results of this study can be a recommendation for multimedia-based health education strategies to support cervical cancer prevention programs.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe di SMP Negeri 36 Samarinda Monika, Arinda; Sulistyorini, Chandra; Wahyuni, Ridha; Meihartati, Tuti
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 1 No. 5 (2023): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v1i5.28

Abstract

Pravelensi anemia di dunia menurut dari (WHO, 2019) berkisar antara 27 – 32,8%, sedangkan di Indonesia sendiri menunjukkan remaja putri usia 10 – 19 tahun mengalami anemia terdapat 49,1%. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian pengobatan anemia masih belum maksimal dan masih memerlukan penanganan lebih lanjut. Banyaknya remaja putri yang tidak patuh terhadap konsumsi tablet Fe disebebkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan remaja putri tentang anemia dan tablet Fe sendiri. Tujuan :Menganalisis hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di SMP Negeri 36 Samarinda. Metode: Desain penelitian adalah Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMP Negeri 36 Samarinda sebanyak 139 orang yang dipilih menggunakan tekhnik Proportional Stratified Random Sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner dan analisa data dilakukan dengan uji Statistik Spearman Rank. Hasil : Hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan tentang anemia adalah kurang yaitu 55 orang dan hampir seluruh responden memiliki kepatuhan rendah dalam konsumsi tablet Fe terdapat 108 orang. Hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe ada taraf signifikan yaitu P value = 0,004 dengan nilai koefesiensi korelasi 0,340 yang menyatakan kekuatan hubungan antara variabel adalah kekuatan hubungan lemah. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan penanganan anemia lebih lanjut.
EFEKTIVITAS PIJAT TUI NA TERHADAP NAFSU MAKAN BALITA STUNTING Agni, Masila; Risnawati, Risnawati; Hayati, Ida; Sulistyorini, Chandra
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,5%. Pijat tui na adalah metode pijat yang khusus dirancang untuk membantu balita yang mengalami masalah makan. Pijat tui na dapat merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital, sehingga membantu memperbaiki nafsu makan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas pijat tui na terhadap nafsu makan balita stunting usia 2-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo. Metode Penelitian: adalah quasy experimental dengan rancangan penelitian two group pre-postest design. Sampel berjumlah sebanyak 32 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Dengan 2 kelompok intervensi yaitu intervensi I (sebanyak 6x perminggu) dan intervensi II (sebanyak 3x perminggu). Pengamatan nafsu makan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Wilcoxon uji Mann Withney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada kelompok intervensi I dan intervensi II terhadap nafsu makan balita stunting dengan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05).  Sedangkan perbedaan efektivitas pada kelompok Intervensi I setelah diberikan pijat tui na adalah 21,19, sementara pada kelompok Intervensi II setelah intervensi hanya sebesar 11,81. Hasil ini menunjukkan bahwa pijat tui na pada kelompok intervensi I lebih efektif dalam meningkatkan nafsu makan balita stunting. Diskusi: Pijat tui na terbukti efektif dalam meningkatkan nafsu makan balita stunting, yang diharapkan dapat membantu mencegah kejadian stunting lebih lanjut. Penelitian ini menyarankan penerapan pijat tui na sebagai intervensi tambahan dalam program peningkatan gizi balita.
Gambaran Status Gizi & Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di YPM Diponegoro Kaltim, Brinda; Astutik, Widya; Sulistyorini, Chandra
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i9.407

Abstract

Adolescents are an age group that is prone to experiencing malnutrition problems or more. Nutritional status is a measure of a person's body condition which can be seen from the food consumed and the use of nutrients in the body lack of nutrients causes Hb levels to continue to decrease and cause anemia, Anemia is a condition where Hb is lower than normal, normal Hb levels for adolescent girls are ≥12 g/dL. According to Riskesdas data in 2018, the prevalence of anemia was around 32% in adolescents with an age range of 15-24 years in 2018. Objective: This study is to find out the description of nutritional status and hemoglobin levels in adolescent girls at YPM Diponegora High School. Method: This study uses a descriptive research design. The population is all young women in classes X and XI at YPM Diponegora High School as many as 76 respondents. Data collection technique using random sampling techniques. The data analysis used in this study is Univariate analysis. Results: adolescents aged 16 - 17 years 24 female students (55.8%). 8 students (18.6%) had a poor nutritional status, 7 students had an obese nutritional status (16.3%), and 26 students had a normal nutritional status (60.5%). Hemogelobin levels were 9 students with mild anemia (20.9%), 32 female students (74.4%) Normal. Conclusion: Based on the tabulation, age characteristics, nutritional status, and hemoglobin levels in adolescent girls of YPM Diponegoro High School, most of the respondents were included in the category of normal nutritional status, and were not anemic.