Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan IoT Berbasis ESP32 untuk Mendukung P5 Siswa Kelas 8 SMPN 2 Taman Sidoarjo Heri Pratikno; Pauladie Susanto; Harianto Harianto; Weny Indah Kusumawati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rmxrma72

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas 8 SMPN 2 Taman Sidoarjo dalam bidang teknologi Internet of Things (IoT) melalui pelatihan pembuatan sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis ESP32 yang dilengkapi dengan fitur alarm otomatis. Permasalahan mitra berupa keterbatasan pengetahuan teknis siswa dalam mengimplementasikan perangkat sensor digital DHT22, pemrograman mikrokontroler, serta pengiriman data real-time ke smartphone melalui protokol MQTT. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap: diskusi kebutuhan mitra, pembuatan perangkat sistem monitoring, pelaksanaan pelatihan, serta serah terima perangkat kepada pihak sekolah. Pelatihan diintegrasikan ke dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema TEBAS (Teknologi Berbasis Aplikasi untuk Sekolah Adiwiyata). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mengoperasikan sistem monitoring suhu dan kelembaban secara mandiri melalui aplikasi IoT MQTT Panel di smartphone, serta sistem alarm buzzer aktif ketika suhu melampaui ambang batas yang ditentukan. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi, dengan mayoritas responden memberikan penilaian Sangat Setuju pada seluruh indikator evaluasi. Keberhasilan program ini diperkuat oleh tersedianya modul panduan pelatihan dan keberlanjutan kerja sama antara SMPN 2 Taman Sidoarjo dengan Universitas Dinamika.  
Implementasi teknologi drone dan internet of things sebagai sarana untuk memantau polusi udara SO2 dan NO2 di area industri Ilham Ainul Bashir; Weny; Harianto; Heri Pratikno
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 6 No 1 (2025): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v6i1.1634

Abstract

Kegiatan industri menghasilkan pencemaran udara yang menjadi masalah untuk kesehatan manusia dan keberlangsungan lingkungan. Gas berbahaya seperti Sulfur Dioksida (SO₂) dan Nitrogen Dioksida (NO₂) memicu masalah pernapasan, menyebabkan iritasi, dan menurunkan kualitas udara. Masalah utama yang dihadapi dalam pengawasan kualitas udara adalah keterbatasan dari sistem tradisional dan memiliki jangkauan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas udara yang dapat berubah sesuai kebutuhan dan memberikan informasi dengan menggabungkan teknologi drone dan Internet of Things (IoT). Data sensor dikirim langsung melalui jaringan MQTT dan terlihat di aplikasi ponsel. Metode yang diterapkan adalah rekayasa sistem yang berfokus pada eksperimen. Uji sensor memperlihatkan rata-rata kesalahan relatif sebesar 10,7% untuk MQ-135 dan 10,2% untuk MQ-136, dengan tingkat ketepatan yang cukup untuk pemantauan awal. Sistem IoT telah diuji sebanyak 30 kali dan menunjukkan persentase keberhasilan pengiriman data mencapai 100%. Dalam pengujian drone, alat ini dapat membawa beban seberat 400 gram sejauh 50 meter secara horizontal, tetapi tidak dapat terbang lebih jauh hingga 60 meter. Ketinggian tertinggi yang dapat dicapai drone tidak diuji secara vertikal terhadap mdpl, tetapi pengujian berlangsung di wilayah dataran rendah Kabupaten Sidoarjo yang memiliki ketinggian sekitar 3 hingga 5 mdpl, sehingga tinggi ini tidak menjadi kendala utama dalam penelitian ini. Waktu penerbangan drone hanya mencapai 5 menit, sehingga perlu ada perkembangan lebih lanjut untuk memperpanjang daya tahan energi dan memperluas jarak jangkauannya. Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan drone dengan IoT dapat menjadi pilihan lain untuk pemantauan udara di lokasi industri karena memiliki keunggulan dalam hal mobilitas, kecepatan, dan efisiensi biaya.