Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENGENALAN KEAKSARAAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA Yayang Maulida; Rasmitadila Rasmitadila; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 1 (2019): JANUARI
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa sekolah dasar yang belum bisa membaca, dikarenakan tidak mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum masuk ke sekolah dasar, atau kurangnya peran serta orang tua dalam melatih kecerdasan berbahasa anak, sehingga mempengaruhi kemampuan keaksaraan siswa yang berdampak pada kemampuan membacanya di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakahpengaruh pengenalan keaksaraan awal terhadap kemampuan membaca siswakelas I di SDN Kadaung 02. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Kadaung 02 Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor yang berjumlah 45 siswa. Dengan teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yang dimana seluruh populasi diambil dan dijadikan sampel.Teknik analisis yang digunakan adalahanalisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan regresi sederhana menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara pengenalan keaksaraan awal terhadap kemampuan membaca di kelas I SDN Kadaung 02 kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, pengujian tersebut dapat dibuktikan dengan besarnya koefisien korelasi sebesar (0,343) yang mana lebih besar dari rtabel (0,248). Dengan sumbangan variabel X terhadap variabel Y sebesar 34,4% sedangkan sisanya 65,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang berupa faktor fisiologi, faktor intelektual, lingkungan (latar belakang pengalaman siswa dirumah, dan ekonomi sosial keluarga siswa), dan psikologis.
Pengaruh Loyalitas Guru Terhadap Kinerja Guru Fenti Restatilah; Raden Siti Pupu Fauziah; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh loyalitas guru terhadap kinerja. Objek penelitian  ini yaitu guru SMPIT Roudlotul Jannah  Ciawi Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  jenis korelasi fungsional. Penelitian ini menggunkan sampel jenuh sebanyak 15guru. Teknik pengumpulan datanya yaitu menggunkan observasi, angket dengan skala Likert 1-4, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil dari penelitian ini diperoleh data pengisian angket dari 15 orang guru menunjukkan signifikansi persamaan regresi dengan uji t diperoleh nilai thitung = 2,416 dan ttabel = 2,160 pada taraf 5% maka dapat di simpulkan bahwa 2,416 > 2,160 dari data tersebut terdapat  signifikansi antara loyalitas guru dengan kinerja. diperoleh nilai thitung = 2,416 dan ttabel = 2,160 pada taraf 5% maka dapat di simpulkan bahwa 2,416 > 2,160 dari data tersebut terdapat  signifikansi antara loyalitas guru dengan kinerja. Bentuk persamaan regresi Y = 50,897 + 0,567X dari hasil tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang positif antara loyalitas guru dengan kinerja.  korelasi antara loyalitas guru dengan kinerja diperoleh nilai R sebesar 0.557 dan R Square sebesar 0.310 yang berarti loyalitas guru tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar yaitu sebesar 31% terhadap kinerja dan sisanya sebesar 69% dipengaruhi oleh faktor lain.
Manajemen Layanan Program Religius Smart Dalam Pembentukan Akhlak Siswa Rasmitadila; Nunu Mahnun; Abdul Kholik; Syukri Indra; Novi Maryani; Nur Siti Fatima
TADBIR MUWAHHID Vol. 10 No. 1 (2026): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v10i1.24568

Abstract

Layanan Religius Smart merupakan program sekolah yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan melalui pembelajaran dan kegiatan religius terintegrasi. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter dan akhlak siswa secara komprehensif. Namun, implementasi program tersebut perlu dirumuskan secara tepat dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi agar tujuan pendidikan karakter religius dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan program Religius Smart di sekolah, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, serta memahami dampaknya terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan uji kredibilitas triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) program Religius Smart berkontribusi signifikan terhadap pembentukan dan perbaikan akhlak siswa; (2) perencanaan dilakukan secara kolaboratif oleh kepala sekolah, tim kurikulum, kesiswaan, dan pengurus masjid sekolah; (3) pengorganisasian melibatkan berbagai unsur sekolah secara terstruktur; (4) pelaksanaan dilakukan setiap pagi di masjid dan disesuaikan dengan jadwal kurikulum; dan (5) evaluasi dilaksanakan setiap hari serta saat pembagian rapor sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu sekolah dengan ruang lingkup terbatas sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi. Selain itu, analisis efektivitas jangka panjang terhadap perubahan perilaku siswa belum dilakukan secara kuantitatif. Penelitian ini menawarkan model implementasi Religius Smart sebagai layanan pendidikan karakter berbasis spiritual yang terintegrasi dalam sistem sekolah melalui manajemen pendidikan berbasis masjid. Pendekatan ini menjadi inovasi dalam penguatan akhlak siswa yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan modern
STRATEGI MANAJEMEN PESANTREN DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PESANTREN TRADISIONAL (STUDI DI PONDOK PESANTREN AL-MAAHADUL ISLAMI PATTANI, THAILAND) Anindya Luthfi Nuriza; Irman Suherman; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 2 (2026): Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i2.24000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pesantren tradisional dalam mempertahankan eksistensinya di tengah tantangan modernisasi pendidikan Islam. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al-Maahadul Islami Pattani, Thailand, sebagai representasi pesantren tradisional di wilayah minoritas Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Metodologi penelitian ini menggunakan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pesantren dipertahankan melalui penguatan kepemimpinan kiai, pelestarian tradisi keilmuan kitab kuning, pengelolaan kelembagaan berbasis nilai, serta dukungan masyarakat dan alumni. Faktor penghambat berupa keterbatasan sarana prasarana dan tantangan lingkungan dapat diatasi melalui manajemen adaptif dan pengelolaan sumber daya secara kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren tradisional tetap relevan dan berkelanjutan apabila mampu menjaga nilai-nilai dasar sambil melakukan adaptasi kontekstual.
STRATEGI SURVIVAL DAN GROWTH THAMAVITHYA MULNITI SCHOOL THAILAND Nova Winda Fitriana; Irman Suherman; Novi Maryani; Anne Affane
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 3 (2026): Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i3.23910

Abstract

Thamavithya Mulniti School Thailand telah mengalami fase krisis dimana terjadi penurunan jumlah santri atau disebut juga fase survival kemudian dapat bangkit kembali disebut fase growth. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi survival dan growth yang dijalankan oleh sekolah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase survival, sekolah menerapkan strategi manajemen adaptif melalui penguatan kepemimpinan, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta penyesuaian program pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat. Pada fase growth, strategi manajemen difokuskan pada pengembangan kualitas layanan pendidikan, penguatan citra lembaga, inovasi program unggulan, serta perluasan jejaring kemitraan.  
MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI SISWA STUDI KASUS DI SDIT BENING Musyaffa Itmar Tanzih; Novi Maryani; Abdul Kholik; Rosnawati
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 3 (2026): Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i3.24468

Abstract

Tujuan penyelidikan ini adalah agar dapat melihat cara manajemen kesiswaan menumbuhkan karakter Islami siswa di SDIT Bening. Fokus penelitian adalah tentang bagaimana manajemen kesiswaan membangun karakter Islami murid. Studi Kasus seperti ini mengadopsi pendekatan kualitatif menggunakan desain studi kasus. untuk menyelami fenomena yang sedang diteliti secara lebih mendalam. Data dikumpulkan melalui metode pengamatan, percakapan, dan penelaahan dokumen. Informasi yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis dengan memakai model analisis interaktif yang dirumuskan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di sekolah telah dilaksanakan dengan cara yang terstruktur dan sistematis di SDIT Bening untuk membangun karakter Islami siswa. Sekolah merancang berbagai program pembinaan karakter pada tahap perencanaan, yang dimasukkan ke dalam kurikulum dan kebijakan sekolah. Pada tahap pelaksanaan, pembinaan karakter dicapai melalui kegiatan religius seperti shalat dhuha berjamaah, tahsin dan tilawati Al-Qur'an, program tahfidz, dan penerapan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, manajemen kesiswaan berperan penting dalam mengembangkan karakter Islami para pelajar melalui program yang direncanakan, pelaksanaan yang konsisten, dan evaluasi yang berkelanjutan. Ini dilakukan melalui penilaian sikap siswa, koordinasi antara guru dan siswa, dan pengamatan perilaku siswa.
BUDAYA ORGANISASI BERBASIS AJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU Reffi Ananda Darmawan; R. Siti Pupu Fauziyah; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.19110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya organisasi berbasis ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru. Fokus kajian mencakup: pemahaman terhadap ajaran sistem among Ki Hajar Dewantara, penerapan sistem among dalam budaya organisasi serta dampak budaya among terhadap kompetensi kepribadian guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan kredibilitas data. Proses analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan. Sistem among yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara merupakan pendekatan pendidikan berbasis kepemimpinan humanis yang menekankan kasih sayang, kebebasan yang bertanggung jawab, dan pendampingan. Nilai-nilainya tercermin dalam tiga semboyan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani, serta prinsip Asih, Asah, Asuh. Penerapan sistem among dalam budaya organisasi sekolah dapat dilakukan melalui integrasi dalam visi-misi, SOP pendidikan, pengembangan organisasi, dan evaluasi. Sistem ini berpengaruh terhadap penguatan kompetensi kepribadian guru, di antaranya: kejujuran dan keterbukaan, kebijaksanaan dalam menghadapi masalah, kepedulian dan tanggung jawab, serta menjadi teladan yang berintegritas.
PERAN GURU DALAM UPAYA PENCEGAHAN KASUS BULLYING DI SD NEGERI SUKARAJA 01 Jeni Pianti; Irman Suherman; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21421

Abstract

SD Negeri Sukaraja 01 berdiri sejak 1973 di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, berfokus pada pendidikan karakter dan kemampuan siswa. Bullying di sekolah menjadi masalah serius yang memengaruhi proses belajar. Guru berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan, menanamkan nilai anti-bullying, membangun empati, serta menciptakan lingkungan belajar aman dan kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam peran guru dalam pencegahan bullying. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder berasal dari sumber tertulis. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator dan teladan. Guru di SD Negeri Sukaraja 01 berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam mencegah bullying. Melalui integrasi nilai anti-bullying, bimbingan islami, motivasi positif, suasana kelas aman, serta keteladanan sikap, guru berhasil menurunkan kasus bullying, meningkatkan disiplin, dan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Guru mengintegrasikan nilai anti-bullying dalam pembelajaran, memberi nasihat, menegur, dan menangani pelanggaran langsung. Kegiatan empati dan saling menghargai ditumbuhkan, namun kendala seperti pengawasan terbatas, candaan berlebihan, koordinasi kurang, pengaruh lingkungan, media, dan lemahnya penegakan aturan memicu bullying. Kerja sama semua pihak penting demi lingkungan sekolah aman dan nyaman.
MODEL INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA BERBASIS QR CODE DI PESANTREN BINA MADANI PUTRA BOGOR Muhammad Renggana; Novi Maryani; Syukri indra
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.21579

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem inventarisasi berbasis QR Code untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana di Pesantren Bina Madani Putra Bogor Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam dengan pihak pengelola pesantren, serta penelaahan terhadap dokumen yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem QR Code secara signifikan meningkatkan akurasi data inventaris dan efisiensi pelacakan aset. Sistem ini berhasil mengatasi keterbatasan metode manual melalui tiga aspek utama: (1) partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan pesantren, (2) proses kerja yang terstandarisasi, dan (3) aplikasi berbasis mobile yang mudah digunakan. Keunggulan sistem terletak pada kemampuannya menyajikan data terkini secara real-time dan memfasilitasi verifikasi cepat di lapangan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa solusi teknologi sederhana dapat mentransformasi manajemen aset di lembaga pendidikan tradisional. Temuan ini relevan bagi pesantren dan lembaga pendidikan serupa yang ingin meningkatkan efektivitas pengelolaan sarana prasarana melalui pendekatan digital.
ANALISIS BUDAYA LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMPN 3 GUNUNG PUTRI Ronald Febrian; Zahra Khusnul Lathifah; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21768

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berdasarkan PISA 2022 menunjukkan tantangan serius bagi sistem pendidikan. Literasi sekolah menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi budaya literasi di SMPN 3 Gunung Putri dan menganalisis peran literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, pembina literasi, serta lima siswa. Hasil menunjukkan budaya literasi didukung kebijakan nasional dan internal sekolah, diperkuat peran kepala sekolah, guru, dan pembina literasi. Program literasi meningkatkan minat baca, melatih keterampilan menulis, dan menumbuhkan keberanian siswa berpendapat. Literasi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, meskipun terkendala keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan fasilitas baca yang minim. Kesimpulannya, budaya literasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi strategi kunci menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, dengan kepala sekolah berperan penting sebagai pengawas dan fasilitator program.