Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Cintai Diri Sebagai Senjata Remaja: Self Love As Weapon of The Youth Danang Indrajaya; Risman Nugraha; Ghazian Fajar Keva3; Putri Rania Taqiyya Andjani; Syafira Nurulita Putri; Audy Putri Adinda
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 3 (2021): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v1i3.648

Abstract

Berbagai macam permasalahan terjadi pada pemuda di Indonesia, hal ini terjadi dari tingkat kasus narkoba serta penikahan dini yang semakin melonjak. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor yang ada, faktor tersebut antara lain faktor dari lingkungan dan kepedulian akan diri sendiri. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan mencitai diri sendiri untuk para remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang. Metode yang digunakan yaitu dengan metode sosialisasi, sharing, relasi, dan charity. Sampel dalam penelitian ini para pemuda di seluruh Indonesia yaitu dari desa ke kota. Rangkaian dalam kegiatan ini dengan pemberian materi secara live pada Instagram, webinar dan belajar bersama. Hasil dari kegiatan ini para audiens antusias menerima informasi mengenai Self Love yang disampaikan oleh pemateri. Sehingga diharapkan pemberian informasi mengenai pentingnya Self Love untuk para pemuda di Indonesia dapat dilakukan kembali.
Enhancing sales at twenty-one autos through consumer-centric design thinking Lulu Lesmana; Danang Indrajaya; Arien Arianti Gunawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244891

Abstract

This research aims to increase sales at Twenty-One Autos by using a Design Thinking approach, chosen for its ability to deeply understand consumer needs and expectations. This approach is relevant for creating solutions that are more responsive to the challenges faced by consumers, with a focus on improving their satisfaction and experience, which directly impacts sales growth and the company’s competitiveness. The study employs a qualitative approach with the Design Thinking method, involving data collection through in-depth interviews and direct observations of consumers at Twenty-One Autos. The Design Thinking process is carried out through the Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Testing phases. Through the Empathy stage, this research identifies various issues faced by consumers when purchasing used cars, including limited unit variations, complex credit processes, and suboptimal online shopping experiences. By analyzing the insights gained, the study formulates solutions to address these problems, such as adding unit variations, simplifying the credit process, and enhancing promotions and online sales to reach a wider audience. In the Ideate and Prototype stages, this research develops a digital platform that integrates various features to meet consumer needs, including unit variations, a simpler credit system, and more efficient online sales. Testing of this prototype shows that the implemented solutions are effective in improving sales conversions and customer satisfaction. The findings provide valuable insights into how consumer-based strategies can improve business operations, expand market share, and enhance the company’s competitiveness in the automotive industry.
Simulasi Model Gelombang Pasang Surut dengan Metode Beda Hingga Lukman Hanafi; Danang Indrajaya
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 2 No. 2 (2005): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 2 Nomor 2 Edisi Mei
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa pesisir laut di Indonesia memiliki kondisi pasang surut yang cukup tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi pembangunan sektoral dan regional yang dilakukan pemerintah maupun swasta yang berlangsung secara intensif di daerah pesisir. Untuk itu, diperlukan suatu perangkat untuk memperkirakan kondisi pasang surut perairan dalam mendukung perencanaan suatu bangunan laut. Salah satu metode numerik yang digunakan untuk menghitung ketinggian dan kecepatan suatu gelombang pasang surut adalah metode beda hingga. Dalam makalah ini dibahas mengenai pembentukan model matematika gelombang pasang surut dan implementasinya, yaitu perhitungan numerik dengan metode beda hingga dengan simulasi grafiknya.
The Political Economy of Fiscal Resilience: Evidence from Best Practices in Local Government Liquidity Management Danang Indrajaya; Anak Agung Ngurah Agung Chandra Nanda Kusuma Kusuma; Muhammad Fikri Al-Banna; Windari Driyastutik
Husnayain Business Review Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia (ADPEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/hbr.v6i1.1780

Abstract

Purpose – This study interrogates a critical yet underexplored phenomenon in subnational finance: the accumulation of local government funds in commercial banks. Moving beyond conventional interpretations of such balances as mere fiscal imbalances, we rigorously examine whether these reserves reflect deliberate liquidity management strategies or systemic governance failures. Methodology/approach – Through a systematic literature review synthesizing global references, we analyze the tension between transparency imperatives in public financial management and the realities of local political pressures. Employing a comparative analytical framework, we integrate insights from fiscal resilience theory, cost stickiness behavior, and digital transformation in the public sector. Findings – Our findings reveal that fund accumulation often constitutes a rational response to rigid expenditure structures and serves as a strategic fiscal buffer against macroeconomic uncertainty. However, the efficacy of this buffer is critically undermined by information asymmetries arising from political connectedness and creative accounting practices, distortions that compromise managerial decision-making and fiscal accountability. Notably, jurisdictions embracing Environmental, Social, and Governance (ESG) principles alongside Technology-Organization-Environment (TOE) frameworks demonstrate significantly higher budget absorption efficiency and public value creation. Novelty/value – This research contributes a nuanced political economy perspective to fiscal resilience literature, offering policymakers evidence-based pathways to transform idle balances into instruments of sustainable local development, without succumbing to political capture or fiscal opacity.
Pelatihan Peningkatan Kesadaran Wisata Menuju Desa Wisata Berkembang: Studi Kasus Desa Cibodas, Kabupaten Bandung Sunu Puguh Hayu Triono; Elly Suryani; Danang Indrajaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPMI - February 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3325

Abstract

Tren wisata menuju kepada wisata alternatif dan salah satunya adalah wisata pedesaan. Desa wisata merupakan perwujudan community-based tourism (CBT) yang belakangan semakin meningkat karena lebih mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Terdapat 761 desa wisata di Jawa Barat, salah satunya adalah Desa Cibodas yang terletak di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Desa Cibodas termasuk desa wisata rintisan karena baru memiliki potensi alam, sarana prasarana yang terbatas, dan jumlah kunjungan yang sedikit. Berdasarkan diskusi dengan perangkat desa, diketahui bahwa tingkat kesadaran wisata masyarakat Desa Cibodas masih rendah. Dalam rangka pengembangan desa Cibodas menuju desa wisata berkembang maka perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran wisata sebagai landasan utama. Pelatihan kesadaran wisata diberikan kepada pemangku kepentingan sesuai kerangka pentahelix yang mencakup masyarakat (kelompok sadar wisata, karang taruna, PKK), pemerintah (pemerintah desa dan pengelola desa wisata), dan  industri (BUMDes), akademisi, dan media. Pelatihan kesadaran wisata yang dilakukan mencakup aspek konseptual; urgensi, tahapan, peran teknologi dan perspektif keberlanjutan; dan strategi pengembangan desa wisata. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa tingkat kesadaran wisata peserta termasuk kategori tinggi. Sedangkan terkait umpan balik diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan sudah tepat dan efektif. Masyarakat juga berharap program ini dapat berjalan secara berlanjut dan bertahap, terutama terkait aspek strategi untuk bisa menjadi desa wisata maju. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang dapat menjadi saran bagi pelaksanaan kegiatan berikutnya, antara lain yaitu terkait pre-test, jadwal pelaksanaan dan teknis pelaksanaan.
Efektivitas Pengembangan Desa Wisata Melalui Penerapan Sapta Pesona Di Desa Wisata Tenjolaya Kabupaten Bandung Muhammad Azhari; Danang Indrajaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i3.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip Sapta Pesona pada Desa Wisata Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, serta mengidentifikasi indikator Sapta Pesona yang memerlukan perbaikan sebagai dasar peningkatan status desa wisata dari kategori rintisan menuju desa wisata berkembang. Responden penelitian ini adalah 40 orang penduduk Desa Wisata Tenjolaya yang melakukan kunjungan pada bulan Juli 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Importance–Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja setiap indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa atribut masih memiliki tingkat kesesuaian yang relatif rendah, khususnya pada daya tarik wisata buatan, keamanan terkait ketersediaan dan pengelolaan lahan parkir, sebagian besar indikator kebersihan, kemampuan sumber daya manusia dalam penyampaian informasi dan penanganan keluhan, serta adopsi teknologi pada aspek informasi digital dan efek jaringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola Desa Wisata Tenjolaya perlu memprioritaskan pengembangan atraksi buatan yang lebih unik, peningkatan fasilitas parkir yang aman dan memadai, perbaikan kebersihan lingkungan dan fasilitas pendukung, penguatan kapasitas komunikasi sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung promosi dan pengalaman pengunjung.