Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JACTS

PUSAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU BERBASIS 3R DI KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI Setyaji, Danang; Prabowo, Wahyu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4051

Abstract

Kabupaten Boyolali menempati 4,5 persen dari total wilayah Jawa Tengah. Kota susu ini tidak menyediakan lahan yang cukup untuk pembuangan sampah. Bahkan, luas tempat pembuangan sampah di Boyolali tergolong paling kecil dibandingkan dengan beberapa wilayah di Soloraya, yaitu 5 hektare di TPA Winong, Boyolali. Luas lahan TPA di Winong hanya mampu untuk menampung sampah warga Boyolali Kota, namun kenyataanya TPA Winong menampung sampah dari beberapa daerah di luar Boyolali Kota. Karena hal ini pemerintahan Boyolali secara ideal telah memiliki acuan dengan membuat pembungan sampah terpadu (TPST) sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Boyolali 2011. Implementasi rencana akan disesuaikan dengan sistem zona. Zona pertama mengelompokan TPST untuk Banyudono, Ngemplak, Sambi dan Sawit yang akan dibangun di Sambi. Konsep TPST meliputi proses 3R, reduce, reuse dan recycle atau daur ulang. TPST dengan pendekatan arsitektur ekologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan lahan pembuangan sampah yang ada di Kabupaten Boyolali dan menjadi tempat edukasi bagi masyarakat untuk mengolah sampah menjadi berguna, serta merubah presfektif buruk masyarakat tentang Tempat Pengolahan Sampah.
ECO RESORT DENGAN KONSEP WELLNESS LIVING DI KABUPATEN KARANGANYAR Wijaya, Narendra; Prabowo, Wahyu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i2.5491

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu global yang semakin mendapat perhatian, termasuk di Indonesia, yang mencatat salah satu angka penderita gangguan mental tertinggi di dunia. Rendahnya tingkat penanganan dan minimnya investasi di sektor ini menjadi tantangan utama. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, pendekatan non-medis seperti pariwisata berbasis kesehatan menjadi solusi alternatif yang menjanjikan. Studi menunjukkan bahwa pengalaman wisata yang melibatkan interaksi sosial, paparan alam, dan aktivitas fisik memiliki efek terapeutik yang signifikan terhadap kesehatan mental. Konsep wellness living hadir sebagai respons terhadap kebutuhan akan keseimbangan fisik, mental, dan spiritual, dengan menekankan gaya hidup sehat dalam lingkungan yang mendukung. Eco resort menjadi salah satu bentuk arsitektur yang ideal dalam mewujudkan konsep ini, karena mampu mengintegrasikan akomodasi yang ramah lingkungan dengan fasilitas relaksasi dan pemulihan mental. Kabupaten Karanganyar dipilih sebagai lokasi pengembangan karena potensi alamnya yang kuat serta pertumbuhan sektor pariwisata yang positif. Karya tulis ini bertujuan untuk merancang dan mengeksplorasi potensi eco resort berbasis wellness living sebagai upaya preventif dan rehabilitatif bagi kesehatan mental, sekaligus sebagai kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
PENGEMBANGAN FASILITAS DESA WISATA KEPUHSARI DI WONOGIRI BERPENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Pamungkas, Dwi Yoga Awang; Prabowo, Wahyu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4059

Abstract

Pembangunan fasilitas Desa Wisata Kepuhsari adalah upaya Kabupaten Wonogiri untuk memaksimalkan potensi pariwisata desa. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Wonogiri, Haryanto, menyatakan bahwa pariwisata harus mencakup tidak hanya keindahan alam dan olahraga petualangan, tetapi juga budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif. Desa Wisata Paranggupito, misalnya, sukses dengan tawaran wisata seni budaya, pantai, dan edukasi pelestarian alam, meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Kedua di Jawa Tengah pada 2023. Desa Wisata Sendang dikenal dengan Waduk Gajah Mungkur, paralayang, dan Bukit Gantole, sementara Desa Wisata Conto terkenal dengan perkebunan dan kopi. Pembangunan Desa Wisata Kepuhsari mendukung tujuan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian RI, yakni meningkatkan ekonomi, kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan lingkungan, dan memajukan budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan Neo-Vernakular dalam perancangan fasilitas desa wisata, menggunakan metode kualitatif seperti observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu merancang fasilitas yang memenuhi kebutuhan wisatawan serta mendukung pelestarian budaya dan lingkungan lokal.