Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (HIGH PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Muhammad Zainal Mahfud; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.724 KB)

Abstract

Pada pembangkit listrik untuk mengalirkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin, maka diperlukan perpipaan sebagai media penyalur uap. Melihat pentingnya peranan pipa dalam operasi pembangkit maka diperlukan suatu analisis tegangan dalam perancangan yang mengacu pada code ASME B31.1. Kondisi uap yang dialirkan bertemperatur sebesar 535 0C pada kondisi operasi maksimum dan tekanan maksimum sebesar 47 bar menuju turbin uap high pressure. Analisis yang dilakukan menggunakan software analisa tegangan pipa berbasis metode elemen hingga dengan elemen garis yaitu pada beban sustain, ekspansi termal dan occasional (akibat pengaruh aliran uap terhadap belokan dan percabangan pipa). Dari hasil analisis yang dilakukan terdapat nilai tegangan pada beban sustain sebesar 24,482 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 42,9%, pada beban ekspansi termal sebesar 95,301 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 48,4%, dan beban occasional sebesar 24,590 MPa dengan rasio terhadap tegangan ijin 37,4%. Tegangan tertinggi terdapat pada percabangan tee 450 akibat tekanan internal dan kombinasi gaya serta momen dari sistem perpipan, namun tegangannya masih dalam batas di bawah tegangan ijin code. Untuk menurunkan tegangan pada tee 450 bisa dilakuan dengan metode reinforcement. Didapat hasil tegangan setelah dilakukan reinforcement yaitu pada beban sustain sebesar 21,002 MPa dengan rasio 36,8% dan beban occasional sebesar 21,101 MPa dengan rasio 32,1%. Selain itu dilakuan pula pengecekan menggunakan software lain dengan elemen volume yang didapatkan hasil tegangan equivalent sebesar 55,572 MPa dari beban sustain dan 56,1 MPa dari beban occasional. Disimpulkan bahwa tegangan yang terjadi masih berada di bawah tegangan ijin code, sehingga sistem perpipaan dapat dikatakan aman. Kemudian dilakukan simulasi dinamis dengan Eigensolver untuk mengetahui modus getar dan frekuensi pribadi sistem perpipaan. Didapatkan frekuensi sebesar 48,0815 Hz pada mode ke 13 yang mendekati frekuensi turbin 50 Hz. Tampak perilaku dinamis pipa di dekat turbin yang bergerak arah vertikal sumbu Y
DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN PADA SISTEM OFFSHORE PIPELINE AKIBAT PENGARUH BEBAN ARUS DAN GELOMBANG LAUT DI PT. PERTAMINA (PERSERO) UNIT PENGOLAHAN VI BALONGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Felix Wahyu Utomo; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.801 KB)

Abstract

Perancangan sistem perpipaan bawah laut ini mengacu pada code ASME B31.4 Chapter IX. Sistem perpipaan ini dibagi menjadi 3 jalur, yaitu jalur pipa SPM (Single Point Mooring) ke tangki ballast water, jalur pipa tangki black oil menuju SPM, dan jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil. Jalur pipa tangki ballast water menuju SPM memiliki tekanan operasi 980.665 KPa, temperatur 40oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Jalur pipa tangki black oil menuju SPM memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 80oC, dan laju aliran 1000 m3/hr. Jalur pipa SPM menuju tangki flushing oil memiliki tekanan operasi 196.133 KPa, temperatur 60oC, dan laju aliran 500 m3/hr. Ketiga jalur perpipaan tersebut dimodelkan dengan gambar isometri menggunakan software PDMS dan dianalisa tegangannya menggunakan software Caesar II. Hasil analisa tegangan pada Caesar II didapatkan nilai tegangan tertinggi terdapat pada jalur black oil dengan besar 338995.2 KPa dan intensitas tegangan tertingginya 326198.5 KPa dengan tegangan ijinnya 358527.4 KPa. Ini terjadi pada pembebanan operation akibat berat, tekanan, temperatur pipa dan gelombang dan arus
DESAIN DAN PERMODELAN ULANG HAND DRYER JENIS DOUBLE SLIMMING NOZZLE M. Averoes Al-ghazales; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.078 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas cara dan prosedur proses desain dan permodelan ulang hand dryer double slimming nozzle berdasarkan hukum dasar desain, prinsip desain, dan panduan desain menurut Pahl & Beitz dan Narayana dkk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses desain dan permodelan dan menguji hasil desain dengan representasi detail engineering drawing yang mendiskripsikan karakteristik produk hand dryer. Produk ini dirancang ergonomis dan efisien berdasarkan susunan geometri. Proses pengkonsepan produk dan pembentukan produk dengan bantuan software CAD dilakukan untuk membentuk model hand dryer double slimming nozzle. Hal yang menarik dari hand dryer jenis ini yaitu easy use, ergonomis, less energy. Hasil desain berupa susunan 30 jenis komponen, 4 jenis subassembly, dan 1 full assembly hand dryer. Hasil desain juga diuji secara virtual dengan penyederhanaan beban gaya dan penyederhanaan aliran fluida pada komponen – komponen utama produk untuk mendiskripsikan karakteristik produk dan cara kerja produk ini
PEMODELAN DAN ANALISA UJI PENDULUM PADA STRUKTUR RANGKA BUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Benny Ardhi Subarkah; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.972 KB)

Abstract

Bus merupakan salah satu kendaraan bermotor yang dapat membawa banyak penumpang. Oleh sebab itu, bus harus didesain agar dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan pengemudinya. Struktur rangka bus adalah salah satu bagian dari sebuah bus yang berfungsi sebagai rumah-rumah dari kendaraan tersebut. Dalam berbagai kasus kecelakaan, struktur rangka sangat mempengaruhi keselamatan dari pengguna bus. Salah satu diantaranya yaitu kecelakaan bus terguling (rollover), dimana kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cedera bahkan menewaskan penumpang di dalam bus. Di Eropa, terdapat standar bus yang mengatur keamanan bus ketika terjadi kecelakaan rollover, yaitu ECE R 66. Tugas akhir ini membahas tegangan dan displacement pada struktur rangka bus ketika terjadi kecelakaan terguling untuk mengukur keamanan bus sesuai dengan standar ECE R 66. Penerapan dari ECE R 66 dilakukan dengan memberikan beban pendulum pada sisi samping bus dengan kecepatan dan sudut pendulum yang ditentukan berdasarkan dimensi bus. Penulis melakukan analisa dengan mengunakan metode elemen hingga dan dengan software bantu ANSYS / LS - Dyna. Hasil analisa berupa konsentrasi tegangan dan displacement pada bagian sisi samping struktur rangka bus. Besarnya displacement pada bagian tersebut tidak melebihi ruang batas selamat (residual space). Oleh karena itu, struktur rangka bus ini aman jika terkena beban pendulum atau kecelakaan terguling (rollover).
PERANCANGAN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN AUXILIARY STEAM PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Muchammad Akbar Ghozali; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.481 KB)

Abstract

Pada combined cycle power plant terdapat berbagai jalur pipa yang memiliki fungsi berbeda-beda. Salah satunya adalah sistem perpipaan auxiliary steam yang berfungsi sebagai steam seal turbin dan proses desalinasi air laut dimana fluida berupa uap didapat dari main pipe (high and low pressure) dan auxiliary boiler. Perancangan sistem perpipaan yang dilakukan dengan melakukan perhitungan terhadap komponen sistem perpipaan berdasarkan standar ASME B31.1 Power Piping. Hasil perhitungan diinput kedalam Software Caesar II untuk mendapatkan tegangan code agar mengetahui rasio tegangan dimana tegangan tertinggi berada dibawah tegangan yang diizinkan. Analisis tegangan menggunakan Software Ansys berdasarkan intensitas tegangan maksimum terhadap tegangan luluhnya. Hasil analisis tegangan code tertinggi menggunakan Software Caesar, didapatkan nilai tegangan sustain sebesar 16.245,5 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 117.900 kPa dengan rasio 13,8 %. Tegangan occasional sebesar 26.970,6 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 135.585,4 kPa dengan rasio 19,9 %. Tegangan Displacement sebesar 54.053,5 kPa dibandingkan tegangan yang diizinkan sebesar 279.120,6 kPa dengan rasio 19,4 %. Hasil analisis tegangan code ini akan menghasilkan nilai intensitas tegangan maksimum berdasarkan teori kegagalan. Nilai intensitas tegangan maksimum pada Software Ansys akibat tekanan internal sebesar 69.092 kPa, akibat beban sustain sebesar 125.590 kPa, akibat beban occasional sebesar 108.500 kPa, dan akibat beban operasional 146.720 kPa. Nilai intensitas tegangan maksimum akan dibandingkan dengan tegangan luluhnya yaitu 241.316,50 kPa dan harus berada dibawah tegangan luluhnya.
Analisis Kerusakan Bantalan Gelinding Dengan Variasi Kecepatan Putar Berdasarkan Pola Getaran Menggunakan Metoda Envelope Analysis Radhi Maladzi; Toni Prahasto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.216 KB)

Abstract

Bantalan gelinding merupakan salah satu elemen mesin yang memiliki peran penting pada mesin di mana memiliki fungsi untuk mengurangi besarnya gaya gesek yang ditimbulkan oleh poros saat berputar. Sehingga  kegagalannya menjadi alasan yang paling umum untuk mesin mengalami kerusakan. Jenis kerusakan yang terjadi pada bantalan gelinding meliputi, kerusakan lintasan luar, kerusakan lintasan dalam, kerusakan elemen gelinding, dan kerusakan kombinasi. Pada makalah ini, deteksi kerusakan bantalan gelinding bagian lintasan luar, lintasan dalam, elemen gelinding, atau juga kerusakan kombinasi akan dikaji berdasarkan sinyal getaran. Namun sinyal getaran yang dihasilkan merupakan sinyal modulasi, oleh karena itu diperlukan metoda Analisis envelope untuk mengekstrak informasi dari sinyal modulasi. Analisis sinyal getaran  domain frekuensi setelah dilakukannya Analisis envelope menjadi dasar utama. Pola-pola sinyal hasil getaran dianalisis melalui plot fitur sinyal getaran, kemudian dibandingkan antara kondisi bantalan gelinding normal dan bantalan gelinding yang mengalami kerusakan sebagaimana disebutkan di atas. Dengan cara perbandingan fitur sinyal getaran tersebut, maka deteksi kerusakan bantalan gelinding dapat dilakukan.
PERANCANGAN MEKANISME ROLLING MESIN UNTUK ADONAN PIZZA Teguh Indra Firmansyah; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.585 KB)

Abstract

Perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian kegiatan dalam proses pembuatan produk. Dalam tahap perancangan dibuat keputusan-keputusan penting, tujuan dari perancangan ini adalah (1) Melakukan analisa kinematik dan kinetik pada mekanisme gerak hook dan adonan. (2) Mengemukakan hasil rancangan mesin gulung untuk adonan pizza. Sebelum melakukan manufaktur dilakukanlah pemodelan alat dalam bentuk gambar CAD (Computer Aided Design). Hal ini dimaksudkan agar dalam proses manufaktur dan pihak bengkel dapat dengan mudah melakukan proses manufaktur. Hasil perancangan mekanisme pengerollan adonan pizza adalah menghitung kinetik pengait dan pizza merancang diameter gulungan merancang bevel gears, sabuk, poros, pengunci, bantalan, dan transmisi daya. Hasil perancangan menunjukkan bahwa mesin ini memliki fungsi yang tepat untuk proses pembuatan pizza dengan perancangan pada setiap komponen dan faktor – faktor yang dijadikan batasan dan panduan dalam memodelkan ulang produk ini adalah: Hukum dasar kejelasan desain, kesederhanaan, dan keamanan prinsip dasar desain, prinsip klarifikasi bagian dan prinsip pendistribusian gaya, dan panduan desain, desain produksi, desain perakitan, dan desain yang argonomis.
Optimasi Gripper Dua Lengan dengan Menggunakan Metode Genetic Algorithm pada Simulator Arm Robot 5 DOF (Degree of Freedom) Andy Rahmawan; Munadi Munadi; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.411 KB)

Abstract

An arm robot simulator 5dof (degree of freedom) which is equipped with a two-finger gripper is designed to determine the movement of the robot manipulator. To make an arm robot simulator, we used acrylic as a base material, servomotor as a driver and an Arduino Uno SMD as microcontroller. Acrylic was chosen because it is light, strong and durable. Arduino Uno SMD was chosen because it can interact with LabVIEW that will be able to control the movement angle of servomotor manually. The purpose of this final project is to make an arm robot simulator 5 dof which equipped a gripper and optimization of two finger gripper configuration use one of optimization techniques, the genetic algorithm optimization. For making the link of simulator, we use the acrylic laser cutting machine to be more precision cutting. Servomotor’s movement is controlled by using a program that was created using LabVIEW. Servomotor’s angle position error was corrected by using program functions of numerical multiply and numerical divided on LabVIEW. Optimization of gripper configuration using MATLAB software as a tool for the calculation. A genetic algorithm optimization used the default parameters, then the calculation result are always different. All the results of these calculations are correct and it affects the shape of the gripper configuration at zmax. Then the torque of gripper before optimized and after optimized can be obtained.
Perancangan Suctioning dan Koefisien Gesek Roda Prototype Robot Pembersih Kaca Ermanu Hanindityo; Toni Prahasto; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.358 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pusat massa dari mobil pembersih kaca pada posisi horizontal dan vertical  pada saat menempel pada dinding Mengetahui gaya hisap (Fs) yang dibutuhkan untuk menahan beban maksimum dari mobil pembersih kaca. Mengetahui koefisien gesek (µ) pada roda saat diam, maju – mundur dan naik – turun. Hasil perhitungan pusat massa pada saat posisi horizontal (x = 121,8 dan y = 47,5), dan pada posisi vertical (x = 47,5 dan y = 121,8 ). Untuk kebutuhan gaya hisap pada saat posisi horizontal dengan beban 1.090 kg membutuhkan gaya hisap sebesar 10.693 N, saat posisi vertical dengan beban 1.660 kg membutuhkan gaya hisap sebesar 16.284 N. Sedangkan nilai koefisien gesek dari tiap roda pada saat menempel pada kaca dalam keadaan horizontal diam dan vertical diam adalah µs = 0.44 dan  µs = 0.29, Adapun untuk keadaan horizontal bergerak maju dan mundur adalah µk = 0.015 dan  µk = 0.017, dan dalam keadaan vertical bergerak naik dan turun adalah µk = 0.24 dan  µk = 0.29.
DESAIN DAN ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MAIN STEAM (LOW PRESSURE) PADA COMBINED CYCLE POWER PLANT Riza Armansyah; Djoeli Satrijo; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.207 KB)

Abstract

Dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sangat diperlukan sistem perpipaan untuk menyalurkan fluida dari peralatan satu ke peralatan lainnya. Untuk perancangan power plant mengacu pada code ASME B31.1 power piping. Desain dari sistem main steam (low pressure) berfungsi menyalurkan uap dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menuju turbin uap dan bypass ke kondensor. Uap ini mempunyai tekanan operasi sebesar 600 KPa, temperatur 220oC, dan laju aliran massa 49.000 kg/jam. Sistem perpipaan ini didesain pada tekanan 900 KPa dan temperatur 330oC. Untuk desain dari jalur sistem perpipaan main steam (low pressure) menggunakan sofware PDMS. Dari PDMS dihasilkan gambar isometri dengan spesifikasi komponen sistem perpipaan. Selanjutnya desain sistem perpipaan dilakukan analisis menggunakan software CAESAR II. Didapatkan hasil untuk pembebanan sustain tegangan maksimumnya 48.575 KPa dengan tegangan izin 117.900 KPa. Untuk pembebanan expansion tegangan maksimumnya 82.805 KPa dengan tegangan izin 273.015 KPa. Untuk pembebanan occasional tegangan maksimumnya 53.932 KPa dengan tegangan izin 135.585 KPa. Dari hasil analisis tegangan didapat komponen perpipaan yang mengalami tegangan maksimum yaitu pada percabangan pipa (tee). Komponen tee dengan tegangan kritis pada pembebanan sustain dan occasional selanjutnya dianalisis menggunakan software ANSYS. Didapat tegangan intensity maksimum pada pembebanan sustain sebesar 167.000 KPa dan pada pembebanan occasional sebesar 175.990 KPa. Untuk analisis getaran diperoleh rasio frekuensi dari 5 modus terendah nilainya lebih besar dari  , maka getaran dapat teredam dan modus getar masih aman. Dari analisis tegangan expansion dapat memprediksi siklus kegagalan fatigue akibat naik turunnya temperatur. Dari nilai tegangan maksimum expansion dapat mencapai 671.176 siklus sebelum akhirnya lelah.
Co-Authors - Suhartono Achmad Widodo Ade Muhamad Bukhori Adian Fatchur Rochim Agatha Beny Himawan, Agatha Beny Akhmad Qashlim, Akhmad Albert Ishac Einstein Simanjuntak Alfin Angga Andy Rahmawan Ardynugraha, Ivan Dwi Hascaryo Arif Harjanto Aris Sugiharto Bagus Sajiwo, Bagus Benny Ardhi Subarkah Bryan Setyawan Cleves Ibrahim Akbar Darmawan, Mikhael Dixon David Titian Wiranata Dedy Kurniadi Dema Wikatama Diah Wulandari Didit Suprihanto, Didit Dio Akmal Prayoga Djoeli Satrijo Djoeli Satrijo Djoeli Satrijo dwi pudyastuti, dwi Dwiyanto, Andreas Dzaky Nauvalika Ramadhani Edward Rissan Girsang Endhy Priambodo Ermanu Hanindityo Fajar Nur Hidayat Falah, Bahtiar Felix Wahyu Utomo Fitra Nur Huda Haryadi , Gunawan Dwi Hasyid Ahmad Wicaksono Hendrianto Hendrianto, Hendrianto I Nyoman Chandra Kusuma, I Nyoman Chandra Ibnu Agistia Dzaky Ibnu Widiyanto Irwan Budiman Irwan Budiman Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Ivan Dwi Hascaryo Ardynugraha Joga Dharma Setiawan Jonathan Banta Putera Ketaren Juwanda, Farikhin M. Averoes Al-ghazales Makhfudz Ali Mansur Mansur Maria Agustin Mohammad Tauviqirrahman Mohammad Tauviqirrahman Muchammad Akbar Ghozali Muhammad Cordiaz, Muhammad Muhammad Yanuar Rifa Muhammad Zainal Mahfud Munadi Munadi Munadi Munadi Negara, Farrel Theodore Kusuma Neil Zefanya Yohanes Noorasheed, Willy Ojo Kurdi Ojo Kurdi Paryanto Pratama Eka Putra Sijabat Priyo Nugroho Adi Pusaka, Semerdanta Rachmat Gernowo Radhi Maladzi Randy Oktrima Putra Rifka Hana Indraswari Rifky Ismail Rinta Kridalukmana Riza Armansyah Rusnaldy Rusnaldy Setiawan, Falih Stephen Owen Hizkia Susana Ayu Handayani Susilo Adi Widyanto Teguh Indra Firmansyah Tri Suratno Trismianto Asmo Sutrisno Trismianto Asmo Sutrisno Sutrisno Vincencius Gunawan, Vincencius Widodo , Achmad Yoga Prasetya Yosua Wijaya Yuli Christyono