Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal Dynamic SainT

PENGARUH PENAMBAHAN TRAS BATU BATA TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR SEBAGAI BAHAN DASAR PAVING BLOCK Reni Oktaviani Tarru
Journal Dynamic Saint Vol. 1 No. 1 (2014): Jilid 1 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.373 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v1i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tras batu bata terhadap kuat tekan mortar untuk bahan dasar paving block, untuk mengetahui karakteristik pasir Maulu dan tras batu bata dariPalopo.Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan sampel mortar tanpa penambahan tras batu bata (mortar normal)dan mortar dengan penambahan tras batu bata dengan variasi penambahan 15%, 25%, 30% dari berat semen yang digunakan, pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada umur 28 hari.Hasil penelitian kuat tekan rata-rata mortar tanpa penambahan tras batu bata (mortar normal) setelah umur 28 hari sebesar 222,91 kg/cm2 sedangkan kuat tekan rata-rata mortar dengan penambahan 15% tras batu bata sebesar 231,07 kg/cm2 atau kuat tekannya naik sebesar 8,16 kg/cm2, pada penambahan 25% tras batu bata kuat tekannya sebesar 176,71 kg/cm2 mengalami penurunan kuat tekan sebesar 46,81 kg/cm2 dan kuat tekan rata-rata mortar dengan penambahan 30% tras batu bata kuat tekannya sebesar 173,03 kg/cm2 kuat tekannya menurun sebasar 49,88 kg/cm2 dari mortar normal (tanpa penambahan tras batu bata). Pada penambahan 25% dan 30% tras batu bata kuat tekannya menurun disebabkan oleh karena semakin tinggi persentase penambahan tras batu bata maka semakin lama proses pengikatannya atau proses pengikatan semakin lambat.
Studi Penggunaan Silica Fume Sebagai Bahan Pengisi (Filler) Pada Campuran Beton Reni Oktaviani Tarru
Journal Dynamic Saint Vol. 3 No. 1 (2017): Jilid 3 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.794 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v3i1.271

Abstract

Enter an abstract of up to 250 words for all articles. This is a concise summary of the whole paper, not just the conclusions, and is understandable without reference to the rest of the Silica fume merupakan produk sampingan (biproduct) dari suatu proses industri silicon metal. Silica fume mengandung kadar SiO2 yang tinggi dan merupakan bahan sangat halus, berbentuk butiran, sangat kecil, dan biasanya disePbut dengan mikro silika. Silica fume mengandung unsur SiO2 lebih dari 85% dengan demikian silica fume dapat dikategorikan sebagai pozzoland. Terdapat kelebihan tersendiri apabila kita menggunakan silica fume dalam proses pembuatan beton mutu tinggi, kelebihan tersebut antara lain: meningkatkan workabilitas untuk jangka waktu yang lama, meningkatkan stabilitas dan keterpaduan campuran beton segar, Ketahanan beton meningkat drastik, air resapan pada beton banyak berkurang, gas didalam beton banyak berkurang, peningkatan yang besar ketahanan terhadap karbonasi, perembesan klorid dalam beton banyak berkurang, kekuatan awal dan akhir yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan sampel beton yang dibuat dalam kondisi normal dengan sampel beton yang menggunakan silica fume sebagai bahan pengisi (filler) sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan metode eksperimental yaitu melakukan pengujian sampel di Laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton normal pada umur 28 hari yaitu 37,10 Mpa, untuk penambahan 5% silica fume f’c = 40,39 Mpa, dan untuk penambahan 10% silica fume f’c= 41,88 Mpa, penambahan 15% silica fume f’c = 43,62 Mpa.
PENERAPAN METODE ECOTECH GARDEN PADA PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA TORAJA HOME LAND-TORAJA UTARA Reni Oktaviani Tarru
Journal Dynamic Saint Vol. 2 No. 1 (2016): Jilid 2 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.681 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v2i1.311

Abstract

Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari berbagai aktivitas manusia.Meningkatnya aktivitas manusia dalam rumah tangga mengakibatkan banyaknya sumber limbah cair.Sumber limbah cair rumah tangga bersifat organik yaitu dari sisa makanan dan deterjen yang banyak mengandung bakteri dan bahan pencemar lingkungan lainnya. Limbah cair dapat meningkatkan kadar air seperti pH air dan meningkatkan jumlah bakteri yang terkandung dalam limbah cair rumah tangga. Buangan limbah cair yang bersumber dari rumah tangga jika tidak diolah dengan baik dapat memberikan dampak negatif dan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.Untuk mengurangi dampak negatif tersebut maka perlu suatu upaya pengolahan limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan. Ecotech Garden (EGA) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan limbah cair rumah tangga melalui Ecotech Garden dengan memanfaatkan tanaman eceng gondok sebagai filter merupakan teknologi ramah lingkungan karena dapat menurunkan dan menyaring unsur pencemar pada limbah cair, dapat meningkatkan estetika lingkungan serta dapat meningkatkan kualitas limbah cair rumah tangga setelah diolah melalui Ecotech Garden (EGA) menjadi lebih baik dibandingkan dengan kualitas limbah cair sebelumnya.
ANALISIS MUTU BETON READY MIX PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUSUNAWA MAHASISWA UKI TORAJA Elson Tanga; Reni O. Tarru; Harni Eirene Tarru
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v8i1.2135

Abstract

Penggunaan ready mix sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan dengan alasan penggunaanya yang cepat dan mudah. Kualitas beton yang baik sangat tergantung dari homogenitas beton itu sendiri. Faktor yang mempengaruhi adukan mutu beton yaitu alat atau metode yang digunakan, lama pengadukan serta campuran material bahan beton itu sendiri, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan beton dan tingkat homogenitas dari mutu beton ready mix. Metode dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton, standar deviasi dan koefisien variasi dari mutu beton yang digunakan pada Pembangunan Rusunawa Mahasiswa UKI Toraja. Pengujian kuat tekan pada saat umur beton mencapai 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari, dan pengujian slump dilakukan pada saat pengecoran beton. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton rata - rata pada umur 3 hari sebesar 46,21 kg/cm², umur 7 hari sebesar 71,68 kg/cm², umur 14 hari sebesar 125,06 kg/cm² dan umur 28 hari sebesar 183,92 kg/cm². Menurut SNI 03-6815-2002 dari tabel standar kontrol standar deviasi dan koefisien variasi pada umur 28 hari dengan nilai standar deviasi sebesar 64,83 kg/cm² dan nilai koefisien variasi sebesar 35,25 % menunjukkan homogenitas dari benda uji yang di buat dari beton ready mix yang digunakan pada Proyek Pembangunan Rusunawa Mahasiswa UKI Toraja dikategorikan kurang homogen.
TINJAUAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN JALAN RUAS SEREALE KECAMATAN TIKALA KABUPATEN TORAJA UTARA TB Rilva; ST Azril; P. Yulius; Reni O Tarru; Harni Tarru
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v8i1.2138

Abstract

Pembangunan jalan Sereale (Tikala) di Kabupaten Toraja Utara, saat ini masih banyak kelandaian/kelengkungan, jarak pandang yang tidak sesuai dengan standar geometrik jalan dan dapat menyebabkan kecelakaan, sehingga perencanaan bentuk fisiknya perlu diperbaiki agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Dari hasil analisis keamanan untuk Rmin, Rmin lebih dari nilai radius tikungan dari 27 tikungan untuk kecepatan 30-50km/jam terdapat 19 tikungan yang tidak memenuhi, sehingga pada tikungan ke-19 tersebut mengurangi kecepatan menjadi 20km/jam dan masih terdapat 7 tikungan yang tidak memenuhi Rmin. lebih kecil dari jari-jari tikungan sehingga 7 tikungan tersebut memiliki elevasi 10% menurut AASTO dan Bina Marga dalam Hendarsin (2000), setelah elevasi dinaikkan pada 7 tikungan tersebut masih terdapat 3 tikungan yang tidak memenuhi standar sehingga disarankan untuk menaikan elevasi menjadi 12% setelah elevasi 3 tikungan tersebut dirubah menjadi 12% terdapat 3 dan masih terdapat 3 tikungan yang tidak memenuhi Rmin lebih kecil dari jari-jari tikungan dan disarankan untuk melakukan desain ulang. Tebal perkerasan mampu menahan tonase kendaraan dengan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017.