Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penguatan Kelompok Produksi Keripik Singkong Ile Ape Lembata Melalui Modifikasi Produksi dan Perluasan Pemasaran Produk Nadut, Anggelinus; Taek, Maximus Markus; Tukan, Gerardus Diri
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i2.3748

Abstract

Kelompok produksi Keripik Singkong Ile Ape Lembata, memproduksi keripik singkong secara manual. Permasalahan yang ada yaitu digunakan alat parut manual. Singkong parutan ditempelkan pada bagian dalam tutupan dandang dan dikukus menggunakan pemanasan system  tungku segitiga, kemudian ubi kukusan dijemur di atas lembaran seng bergelombang. Pengeringan hanya mengandalkan  panas matahari. Kondisi produksi tersebut menyebabkan volume produksi rata-rata 20 Kg setiap 6 hari, tergolong lambat, sehingga  pemasaran terbatas.  Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penguatan proses produksi. Metode yang diterapkan yaitu sosio ekonomis, yakni mengatasi  persoalan mitra untuk meningkatkan ekonominya melalui bantuan permodalan, ketrampilan teknis produksi, dan perluasan pemasaran. Mitra dibantu sarana  mesin parut, tungku anglo untuk percepatan pengukusan dan efisiensi bahan bakar, media penjemuran, teknis pengeringan singkomg kukusan di dalam ruangan,  dan perluasan pemasaran produk. Hasil kegiatan yaitu: produksi keripik singkong kering setiap 3 hari mencapai rata-rata 20 Kg. Pemasaran produk berupa keripik kering atau keripik setengah jadi yang diperluas ke luar pulau Lembata, yaitu  ke wilayah Kota Kupang di Pulau Timor dan kota Larantuka serta kota Maumere.di Pulau Flores.  Disimpulkan bahwa penguatan  terhadap kelompok industri keripik singkong Ile Ape, telah membantu meningkatkan  kapasitas produksi dan memperluas wilayah pemasaran.  
Kajian antibakteri Ekstrak etanol propolis Trigona spp asal Tenau Kupang terhadap jenis bakteri patogen dan non patogen Tukan, Gerardus Diri; Taek, Maximus M; Nadut, Anggelinus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari propolis sarang lebah Trigona spp asal Tenau Kupang. Senyawa metabolit sekunder dari propolis sarang lebah sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Identifikasi golongan senyawa dalam ekstrak kasar, dilakukan menggunakan metode skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumur difusi terhadap dua jenis bakteri patogen dan dua jenis bakteri non patogen. Hasil penelitian, diperoleh bahwa ekstrak etanol propolis sarang lebah sampel berwarna merah tua dan bersifat engket. Hasil uji fitokimia, mengandung golongan terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Akrivitas antibakteri bersifat kuat atau bakterisidalt erhadap bakteri uji golongan patogen yakni E. Coli   dan S. tiphymurium  dengan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum  masing-masing  0,52%, dan   0,52%, Aktivitas antibakteri bersifat lemah terhadap bakteri uji golongan non patogen yakni L. Casei dan Bacterroides sp, dengan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum  masing-masing   2,08%, dan 2,08%. Disimpulkan bahwa propolis dari sampel sarang lebah Trigona spp asal Tenau Kupang mengandung golongan senyawa antibakteri dan bersifat bakterisidal terhadap bak terijenis patogen.
Development of an Integrated Students Worksheet (LKPD) for the Ternate Local Protection Project to Improve the Chemical Literacy of Senior High School Students Liestianty, Deasy; Limatahu, Nur Asbirayani; Ibrahim, Fitriana; Nadut, Anggelinus; Limatahu, Iqbal; Roini, Chumidach; Yuliayana Napitupulu, Maria
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i9.11658

Abstract

This study aims to produce integrated LKPD (student worksheets) of Ternate local potential projects to improve the chemical literacy of high school students. This study is a research and development orresearch and  development (R&D), which uses the ADDIE development model ( Analysis, Design,  Development, Implementation, and  Evaluation). The ADDIE model begins with a needs analysis conducted through a literature review and field study by means of classroom observation and questionnaire distribution. The research method used is a descriptive research method. The results of the needs analysis obtained a percentage of 100% indicating that the Ternate Local Potential Project integrated LKPD has never been used in the learning process. Furthermore, the development of the Ternate Local Potential Project integrated LKPD was designed, then tested for feasibility (validity test) by two expert teams. The validity  data obtained an average value of 3.46 with a valid category. So that the Ternate Local Potential Project integrated LKPD that was  developed has met the valid criteria and is feasible to use or can  be implemented in chemistry learning in schools so that chemical literacy can  be improved
CHARACTERIZATION AND CHEMICAL COMPOSITION OF SULFIDE ORES ORIGIN FROM WANGGAMETI VILLAGE, MATAWAI LAPAWU DISTRICT, EAST SUMBA REGENCY Landi Pote, Lodowik; Nadut, Anggelinus
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 7, ISSUE 2, 2022
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol7.iss2.art3

Abstract

Bijih sulfida merupakan salah satu mineral yang tersedia cukup banyak di alam. Indonesia memiliki potensi bahan galian yang sangat beragam mulai dari bijih besil, bijih besi laterit, pasir besi sampai dengan bijih besi sulfida. Bijih sulfida merupakan salah satu mineral yang berpotensi menjadi mineral induk bagi emas. Salah satu daerah yang memiliki bijih sulfida adalah Desa Wanggameti Kecamatan Matawai Lapawu Kabupaten Sumba Timur. Kondisi ini mendorong untuk dilakukan penelitian dengan  tujuan untuk mengetahui jenis mineral dalam bijih sulfida dengan analisis XRD dan untuk mengidentifikasi kandungan unsur-unsur dalam bijih sulfida dengan analisis XRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisi XRD sampel bijih sulfida yang diambil dari Desa Wanggameti Kecamatan Matawai Lapawu Kabupaten Sumba Timur adalah mengandung mineral jenis Quartz (SiO2), Calsite (CaCO3), Corundum (Al2O3), Iron Aluminum Silicon (Fe3Al2Si3) dan Muscovite 2M1 (KAl2Si3AlO10(OH)2). Dan hasil analisis kandungan unsur-unsur dalam bijih sulfida dengan XRF adalah Si 36,6%; S 1,2%; K 5,0%; Ca 27,8%; Ti 1,98%; V 0,23%; Cr 0,09%; Mn 0,77%; Fe 19,3%; Ni 2,99%; Cu 0,43%; Zn 0,1%; Mo 2,8%; Ba 0,2%; Eu 0,2% dan Re 0,3%.
Optimization of Extraction Manganese and Zinc in Sulfide Minerals with Dithizone Extract in Chloroform Solvent Landi Pote, Lodowik; Nadut, Anggelinus
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 8, ISSUE 1, 2023
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol8.iss1.art5

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang optimalisasi ekstraksi mangan dan seng dalam mineral sulfida dengan ekstraktan dithizon dalam pelarut kloroform. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pH optimum dan konsentrasi optimum ekstraktan dithizon serta kandungan Mn dan Zn dalam mineral sulfida dengan ekstraktan dithizon dalam pelarut kloroform secara spektrofotometri UV-Vis. Optimasi pH pada ekstraksi logam Mn dan Zn dilakukan pada pH 2-13, sedangkan optimasi konsentrasi dithizon pada ekstraksi logam Mn dan Zn pada konsentrasi dithizon 10-6 sampai 10-2 M dan analisis kandungan Mn dan Zn dalam mineral sulfida dengan ekstraktan dithizon dalam pelarut kloroform secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi Mn dan Zn optimum pada pH 11 dan 8, konsentrasi dithizon 0,01 M untuk ekstraksi Mn dan Zn. Kandungan Mn dan Zn dalam Mineral Sulfida secara berurutan 5586,34 µg/g untuk Mn, dan 1221,88 µg/g untuk Zn.
Karakterisasi Zeolit Alam Asal Pantai Manikin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Faustina De Yesu Prisila Abi; Dionisia Hariani Nada; Anggelinus Nadut; Gertreda Latumakulita; Maximus M. Taek
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1339

Abstract

Natural zeolite from Manikin (ZAM), Kupang Regency, has been successfully characterized by XRF, FTIR-ATR, powder-XRD and SEM. XRF results show that the three most abudant elements in ZAM are Si (68.1%); Fe (11.9%) and K (9.76%). Meanwhile, there is absorption at wave number 100.45 cm-1 which indicates the presence of asymmetric O-Si-O and O-Al-O. Based on the XRD diffraction pattern of the powder analyzed by the rietvield method, it shows that ZAM consists of SiO2 and mordenite-type zeolite minerals complexed with Na and Ca metals. As for morphology of ZAM, it consists of various shapes and one of them is sharp like a needle.
Pelatihan Warga Desa Waijarang Mengolah Lahan Tidur Tepi Pantai sebagai Demplot Agrosalt Berkelanjutan Gerardus Diri Tukan; Yustina Ina Kewa Manuk; Dionisia Hariani Nada; Amandha Victoria Dwiputri Tukan; Monika Woli Wokal; Maximus M. Taek; Anggelinus Nadut; Richardus Daton; Anggraeny Paridy; Stanis Man
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9163

Abstract

Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, memiliki lahan tidur di kawasan pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan lahan tidur melalui pengembangan demplot agrosalt, yaitu sistem pemanfaatan lahan yang mengintegrasikan budidaya tanaman palawija pada musim hujan dan produksi garam berbasis geomembran pada musim kemarau. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi konsep agrosalt serta praktik partisipatif berupa kerja bakti pembersihan, penataan, dan persiapan lahan demplot. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya demplot agrosalt awal seluas 1.920 m² yang ditanami jagung pulut, kacang tanah, dan kacang hijau. Selain menghasilkan demplot percontohan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman, penerimaan, dan komitmen masyarakat serta pemerintah desa terhadap penerapan model agrosalt sebagai alternatif pemanfaatan lahan pesisir. Pendekatan partisipatif terbukti mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mengelola lahan tidur. Dengan demikian, demplot agrosalt berpotensi menjadi model pemberdayaan lahan pesisir yang adaptif terhadap musim, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan.
Kinetic and Optimization Study of Green Extraction of Bioactives from Anredera Cordifolia Leaves Gertreda Latumakulita; Lodowik Landi Pote; Anggelinus Nadut; Juliano M.P. Umbu Jima Kadebu; Amandha V.D. Tukan
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.8119

Abstract

The sustainable extraction of bioactive compounds from medicinal plants supports environmentally responsible practices in the pharmaceutical and nutraceutical industries. This study investigates the extraction behavior of Anredera cordifolia leaves using green solvents, with a focus on process optimization and kinetic modeling. A factorial design was used to evaluate the effects of temperature (25–60°C), solvent type (ethanol, methanol, water), pH (4, 7, 9), and time (10–90 minutes). Total phenolic content (TPC) and antioxidant activity were measured via spectrophotometry. Kinetic analysis revealed that the pseudo-second-order model provided the best fit to the data (R² > 0.98), indicating chemisorption as the dominant mechanism. Response Surface Methodology (RSM) identified optimal conditions at 59°C, 70% ethanol, pH 7, and 65 minutes, yielding 213.2 mg GAE/g DW TPC and 91.8% antioxidant activity. Compared to conventional methods, this approach improved yield by 21% and reduced solvent use by 30%. These results demonstrate the value of combining kinetic modeling with statistical optimization to create efficient, scalable, and low-impact extraction protocols. Importantly, the findings offer practical relevance for advancing Indonesia’s herbal industry and supporting the development of sustainable biotechnology in tropical regions.