Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Kesiapan Perpustakaan Desa Kerano Kuncoro Dalam Penerapan Sistem Otomasi Berbasis Senayan Library Management System (SLimMS) Lailatus Sa'diyah; Purwaka Purwaka
AL Maktabah Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v6i2.2894

Abstract

Teknologi saat ini berkembang dengan pesat dan mempengaruhi aspek kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Perpustakaan desa sebagai salah satu sumber serta pengelola informasi bagi masyarakat dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Tujuan dari penerapan otomasi di perpustakaan adalah untuk mencapai kegiatan pengelolaan yang efektif dan efisien. Otomasi diharapkan dapat membantu pustakawan dalam menyelesaikan kegiatan administrasi menjadi lebih mudah dalam pengelolaan sehingga dapat memberikan layanan yang cepat dan tepat bagi pemakai perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala perpustakaan dan petugas perpustakaan desa Kerano Kuncoro. Teknik pengumpulan data menggunakan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan adalah dari 6 aspek untuk penerapan sistem otomasi berbasis SLiMS, hanya 2 aspek yang masih kurang siap yaitu dalam aspek sumber daya manusia dan aspek prosedur. Sedangkan 4 aspek lainnya siap yaitu aspek perangkat keras, aspek perangkat lunak, jaringan, data dan database.
PERPUSTAKAAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Lailatus Sa'diyah; M. Furqon Adli
AL Maktabah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v4i2.4042

Abstract

Tulisan ini mendiskripsikan perpustakaan di era teknologi informasi. Hasil Penulisan ini Dari uraian pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peran dari teknologi informasi adalah sebagai tools atau perangkat alat yang digunakan untuk mengotomatiskan kinerja dari layanan perpustakaan. Dengan penerapan TI baik pustakawan maupun pengguna diharapkan semakin cepat dalam bekerja dan mengakses berbagai layanan perpustakaan. Dengan adanya penerapan teknologi informasi di perpustakaan tentunya komponen pengelolaan perpustakaan pun perlu menyesuaikan diri dengan manajemen yang berbasis teknologi dan informasi mutakhir sehingga mampu menjadi pusat informasi pertama dan utama.
Analisis Literasi Digital Pustakawan di Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Sandely Leginda Yus; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa'diyah
AL Maktabah Vol 8, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i2.2652

Abstract

Literasi Digital adalah keterampilan dalam memahami, mengelola, dan menilai informasi dengan memanfaatkan teknologi digital, era teknologi saat ini yang terus berkembang dimanfaatkan oleh beberapa instansi untuk menggembangkan instansi itu sendiri guna tidak ketertinggalan zaman terkhususnya Perpustakaan. Saat ini institusi perpustakaan telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perpustakaan sudah banyak memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatannya. Ini yang perlu dilakukan, karena tingkat penggunaan teknologi oleh masyarakat semakin luas. Aktivitas yang dulunya dilakukan secara manual, kini sudah banyak yang beralih menggunakan komputer dan sarana lain yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana metode yang dilakukan dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menuangkan ide serta gagasan yang dikumpulkan dari beberapa pendapat dan referensi. Literasi digital pustakawan di perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menurut penulis masih kurang optimal karena hanya 4 orang pustakawan saja dari 9 orang pustakawan yang giat dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan literasi digital, karena kurangnya kemauan dari pustakawanya sediri untuk peka dan mengembangkan pengetahuan literasi digital, karena kegiatan edukasi dari pihak perpustakaanya sendiri sudah banyak melakukan kegiatan mengenai literasi digital seperti workshop dan lainya, maka dengan ini harapan untuk ke depannya pustakawannya di tuntut harus peka terhadap literasi digital dan terus mengembangkan kemampuan literasi digital, agar perpustakaannya terus maju dan berkembang harus dengan adanya pustawakan yang berintegritas
Peran Pustakawan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam Mengelola Perpustakaan Digital di Era Society 5.0 Tesa Zuhria; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa’diyah
AL Maktabah Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i1.2670

Abstract

Perpustakaan yang ideal adalah yang dikelola efisien dan memanfaatkan teknologi terkini, serta memberikan akses maksimal kepada pemustaka. Penelitian ini fokus pada peran krusial pustakawan dalam mengelola perpustakaan digital di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang dianggap sebagai komponen penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan di era Society 5.0. Fokus masalah penelitian adalah mengeksplorasi sejauh mana pemahaman dan penerapan teknologi oleh pustakawan dalam mengoptimalkan perpustakaan digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pustakawan dalam mengelola perpustakaan digital dan merumuskan strategi peningkatan kemampuan teknologi mereka guna memastikan layanan yang efisien. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif postpositivisme ini melibatkan peneliti sebagai instrumen utama, dengan data diperoleh dari tinjauan literatur dan dokumen resmi. Penggunaan teknik purposive sampling untuk memilih 5 informan (3 pustakawan, 2 pemustaka) dan menerapkan metode triangulasi melalui observasi, wawancara, serta analisis data. Proses analisis mencakup pengumpulan, pengorganisasian, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa hanya 3 dari 9 pustakawan yang aktif terlibat dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka terkait perpustakaan digital. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa perpustakaan digital UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menghadapi tantangan anggaran untuk pembaruan koleksi, serta kendala kecepatan jaringan. Namun, keberhasilan dalam manajemen hak cipta, antarmuka pengguna yang ramah, dan promosi yang efektif telah meningkatkan kepuasan pengguna dan penggunaan sumber daya digital. Pustakawan bertanggung jawab mengelola dan menyediakan informasi, serta memegang peran penting dalam akses ini. Optimasi pengetahuan pustakawan akan memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan perpustakaan digital di masa mendatang.  
Perpustakaan Desa Lestari Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Masyarakat Desa Bukit Peninjauan II Lailatus Sa'diyah; M. Furqon Adli
AL Maktabah Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i1.2733

Abstract

Keberadaan perpustakaan di tengah masyarakat akan membawa dampak pada perubahan kehidupan masyarakat. Perpustakaan sebagai sumber pengetahuan terseleksi dengan perkembangan sumber daya dan akses terhadap berbagai sumber informasi di era pengetahuan telah memberi penekanan pada kesadaran individu untuk pembelajaran seumur hidup. Pemerintah sudah memfasilitasi dan mengakselerasi penyelenggaraan perpustakaan umum dari tingkat nasional sampai tingkat desa. Perpustakaan Lestari Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu sudah ada sejak tahun 2011 tetpi belum dikelola dengan pemerintah desa karena bangunan yang masih menyatu dengan posyandu hingga akhirnya pada tahun 2017 pemerintah desa menaruh perhatian lebih terhadap perpustakaan. Di tahun 2017 Perpustakaan Lestari dikelola dengan pemerintah desa serta pengelola perpustakaan dan mempunyai gedung sendiri. Perpustakaan Lestari pada tahun 2018 mendapatkan juara II (dua) perpustakaan desa terbaik pada lomba tingkat provinsi, pada tahun 2019 memperoleh juara I (satu) pada tingkat provinsi sehingga diutus ke tingkat nasional dan memperoleh juara III (tiga) perpustakaan desa terbaik tingkat nasional. Perpustakaan Lestari berada di tengah-tengah pusat desa Bukit Peninjauan II. Masyarakat telah memanfaatkan perpustakaan tersebut dengan koleksi yang ada, Perpustakaan Lestari kerap melakukan kegiatan bimbingan belajar terhadap anak-anak serta pelatihan ke lansia maupun lapisan masyarakat lainnya. Keterbatasan pengetahuan petugas perpustakaan hal itu membuat pengelolaan perpustakaan belum berjalan dengan maksimal. Pentingnya perpustakaandalam meningkatkan pengetahuan masyarakat merupakan pekerjaan rumah yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan minat baca sehingga esensi dari kehadiran perpustakaan desa benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat. Perpustakaan desa seharusnya berperan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakatnya.
TAHAPAN PENGEMBANGAN PORTAL DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Lailatus Sa’diyah
AL Maktabah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v3i2.1376

Abstract

Artikel ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana tahapan pengembangan portal di perpustakaan perguruan ting- gi. Portal merupakan salah satu sarana  penting bagi sebuah  perguruan tinggi termasuk  perpustakaan. Portal per- pustakaan perguruan tinggi dapat  menjadi alat yang efektif untuk komunikasi, transaksi antara  mahasiswa,  dosen, alumni sertamitralainnya. Pengembangan portal di perpustakaan perguruan tinggi ditentukan  oleh kebijakan dan penggunaan portal itu sendiri. Dalam melakukan  pengembangan portal diperlukan  sebuah  konsep  yaitu System Development  Life Cycle (SDLC) yang  merupakan metodelogi  yang  digunakan  untuk  merancang, membangun, memelihara  serta mengembangkan suatu sistem. Beberapa tahapan yang harus dilalui dalam mengembangkan dan mengadakan portal seperti, (i) analisis sistem yang terdiri dari studi kelayakan  dan  analisis kebutuhan, (ii) desain sistem yang terdiri dari perancangan konseptual  dan  perancangan fisik, (iii) implementasi  sistem yang terdiri dari pemograman, pengujian,  pelatihan  kepada  pemakain  dan pembuatan dokumentasi, serta (iv) operasi dan peme- liharaan.
Implementasi Benchmarking dalam Bentuk Kegiatan Studi Banding Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ekma Nada Putri; Asep Asep; Lailatus Sa’diyah
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 1 No. 2 (2024): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/y4xy3y26

Abstract

Benchmarking is a standard or benchmark used to compare an organization with other organizations operating in a similar field. This certainly helps organizations such as PT Libraries to be able to make comparisons with other superior PT Libraries as a benchmark. This research aims to determine the application of benchmarking in the form of comparative study activities at the Muhammadiyah University of Bengkulu Library. This research uses a qualitative method with a descriptive approach obtained by interviews, observation and documentation. Determining informants was carried out using the snowball sampling method with three informants, namely librarians. Researchers use theory by Peter Brophy and Kate Coulling which consists of five indicators, namely plan, analyze the process, design the study and gather information, compare performance, design and implement improve activity. The research results show that the implementation of benchmarking in the form of comparative study activities carried out by the Muhammadiyah Bengkulu University library for library accreditation and improving the quality of library management was carried out well, even though it was constrained by the funds owned by the library and the presence of Covid-19. This is demonstrated by the initial steps in planning the implementation of benchmarking activities, direct visits to university libraries which are used as benchmarks, and the implementation of all the findings obtained which are adjusted to the existing conditions in the Muhammadiyah University of Bengkulu library.
ANALYSIS OF KIDS CORNER SERVICES AS AN INNOVATION IN CHILDREN'S LITERACY AT THE UPT LIBRARY OF UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU Vivo Tri Ayunda Pantino; Lailatus Sa’diyah; Aang Gunaidi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v11i1.28798

Abstract

Research on children's literacy services through kids corners generally focuses on spatial design and service activities, while functional analysis of children's library services in the context of university libraries is still relatively limited. This study aims to analyze the implementation of kids' corner services as a children's literacy innovation at the UPT Library of UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu through an adaptation of the children's library service framework according to Akanwa (2013). The study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation of the managing librarian and teacher accompanying literacy activities. The results show that the kids' corner service not only functions as a provider of children's reading collections, but also as a space for early literacy learning that integrates the provision of information, development of reading skills, formation of cultural knowledge, and participatory learning about library utilization. However, optimization of collection diversity and program consistency are still needed to strengthen the sustainability of the service. This study offers conceptual novelty through the adaptation of the children's library service framework to the context of university libraries and systematically mapping the implementation of children's literacy services as a service evaluation model. Practically, the research findings provide a basis for developing a kids' corner service model that is more structured, sustainable, and has the potential to be replicated in other university libraries.
Pemanfaatan Koleksi Internasional Pada Layanan Mancanegara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Yelen Deni Sari Johan; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa’diyah
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 9 No. 1 (2025): Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Juni)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v9i1.12400

Abstract

This study aims to determine the utilization of international collections in the National Library's International Service. Using qualitative descriptive methods, data collection with data analysis techniques using the Miles & Huberman model, namely by using the techniques: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that this collection is in great demand, especially by students, due to a number of obstacles faced by users, such as language barriers and limited collections. Further analysis shows that internal factors such as user needs, interests, and motives, as well as external factors such as the completeness of the collection and librarian skills. Overall, international collections have great potential to support the development of science, but further efforts are needed to overcome obstacles and increase socialization. The results of the study show that this collection is in great demand, especially among students. However, there are a number of obstacles faced by users, such as language barriers and limited collections.