Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tradisi Mangaro Pada Etnik Muna di Desa Wale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna Fitrah Ramadan Kahar; Nurtikawati Nurtikawati; Shinta Arjunita Saputri
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/ge4ew246

Abstract

Mangaro adalah seni ketangkasan yang dilakukan dengan kekuatan tenaga atau hal yang dikenal dengan ilmu kanuragan. Hal yang sangat menarik dalam pertunjukan kesenian ini bahwa atribut yang digunakan atau Keris yang digunakan bukan merupakan Keris tiruan tetapi merupakan Keris asli yang dimiliki oleh masing-masing pesilatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap dari tradisi Mangaro, untuk mengetahui fungsi dari tradisi Mangaro dan untuk mengetahui bagaimana Pola Pewarisan dalam tradisi Mangaro di Desa Wale-ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa proses tradisi Mangaro sendiri itu terdiri dari beberapa bagian diantaranya: Kamafaka atau musyawarah mufakat, Dehambi Ganda atau memukul gendang, Dehunsa Kampanaha atau meletakan siri, Defofinda Anahi Kahubu atau Menginjakan kaki Anak Kecil Ditanah, Doehe syaha moane bhe syaha hobinesyaha laki-laki dan syaha perempuan berdiri ,Do Mangaro Haeati atau Pelaksanaan Mangaro Untuk Masyarakat. Doeheheo Linda Pelaksanaan Tari Linda. Dalam fungsinya sendiri tradisi mangaro ini memiliki beberapa fungsi dintaranya adalah sebagai sarana pemersatu, sebagai sarana tolaka bala, sebagai ilmu bela diri, dan sebagaiidentitas. Sedangakan untuk pola pewarisanya sendiri yaitu tradisi Mangaro sendiri memiliki 2 jenis pola pewarisan yaitu enkulturasi dan sosialisasi, yang dimana tradisi mangaro sendiri diwariskan dari garis keturunan dan juga bukan garis keturunan
PENINGKATAN KESIAPAN KERJA ALUMNI JURUSAN TRADISI LISAN MELALUI PELATIHAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Shinta Arjunita Saputri; La Ode Marhini; Agus Rihu; Salniwati Salniwati; Dian Trianita Lestari; Taufiq Said
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37907

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja alumni jurusan Tradisi Lisan melalui pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peningkatan kesiapan kerja tersebut diwujudkan dalam bentuk pembekalan pengetahuan dan skill alumni melalui sosialisasi dan pelatihan terkait dengan UMKM berbasis kearifan lokal khususnya kerajinan nentu di Kota Kendari. Hal ini penting dilakukan karena berdasarkan analisis hasil tracer study dan FGD diperoleh informasi bahwa mahasiswa jurusan Tradisi Lisan mengalami kesulitan mencari pekerjaan di periode awal kelulusan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahapan persiapan terdiri dari: a) pembentukan tim, b) koordinasi kegiatan baik secara teknis dan administrasi dengan stakeholder terkait, dan c) identifikasi masalah secara parsial, 2) tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari: a) Pelaksanaan FGD, b) Pelaksanaan Sosialisasi, dan c) Pelatihan (Praktik), dan 3) tahap evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini adalah alumni yang tercatat sebagai lulusan baru pada Jurusan Tradisi Lisan. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di UPPKS Kerajinan Nentu Hati Mulia. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias baik dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dan berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yang dilakukan terdapat 80 % dari total peserta sangat tertarik untuk menekuni kerajinan nentu baik dalam konteks pemasaran maupun menjadi pengrajin nentu. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki peran penting dalam mengatasi atau mengurangi masa tunggu kerja alumni yang dapat berdampak positif pada peningkatan mutu lulusan dan mutu jurusan.
PEMANFAATAN MEDIA PENYIARAN SEBAGAI SARANA REVITALISASI TRADISI LISAN: STUDI KASUS TURKI Shinta Arjunita Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Nurtikawati Nurtikawati; Komang Wahyu Rustiani; La Ode Marhini; Sitti Utami Rezkiawaty K; Dian Trianita Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57861

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Program Studi Tradisi Lisan mengenai cara tradisi lisan direpresentasikan melalui media penyiaran modern seperti program televisi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kuliah tamu virtual yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penyiaran. Melalui studi kasus Turki, mahasiswa mempelajari bagaimana cerita rakyat dan legenda direpresentasikan dalam program siaran secara profesional, kreatif, dan relevan dalam konteks kontemporer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam pemanfaatan media penyiaran sebagai media revitalisasi tradisi-tradisi lisan. Sebelum kegiatan dilakukan, sebagian besar mahasiswa hanya memahami tradisi lisan dari perspektif teoretis tanpa gambaran konkret tentang penerapannya dalam media penyiaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan namun juga termotivasi untuk ikut serta dalam upaya pelestarian budaya melalui media penyiaran yang inovatif dan berkelanjutan.