Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN TARI MELINTING DI MTs NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Bunga Tri Wahyuni; Agung Kurniawan; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.515 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe the implementation of audio visual media in Melinting dance learning in VIII class of MTs N 2 Bandar Lampung. The method that was used was qualitative desciptive. The data collecting techniques were observation method, interview and documentation. The data resource was six students of class VIII in MTs N 2 Bandar Lampung who involved in the extracurricular activity of melinting dance. The instruments in this research were observation guide, interview guide, documentation guide, students activity assessment guide and practiced test assessment guide. The data analysis used reduction data, data presentation, and verification. The theories that were used in this research were learning theory audio visual media. The result showed that learning using audio visual method for melinting dance is categorized good because more than 70% students can absorb this learning. The result data in this research was observed from thestudents ability in mode of movement learning using audio visual.Rumusan masalah pada penelitian ini Bagaimanakah proses dan hasil pembelajaran menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tari melinting di MTs N 2 Bandar Lampung? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tari melinting di MTs Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah konstruktivisme, tari melinting Lampung, media audiovisual. Sumber data adalah guru dan 6 siswa di ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil pembelajaran menggunakan media audio visual pada tari melinting termasuk dalam kategori baik dikarenakan lebih dari 70% peserta didik yang telah di ajarkan dapat menyerap materi yang telah di ajarkan. Hasil ini ditinjau dari nilai kemampuan peserta didik dalam pembelajaran ragam gerak dengan audio visual.Kata kunci : audio visual, ekstrakurikuler, tari melinting
Pendekatan Kontekstual dalam Materi Ajar Elemen Gerak Tari di SMP Negeri 11 Bandar Lampung nengah widia sari; Agung Kurniawan; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.357 KB)

Abstract

The formulation of the problem in this study is how to use a contextual approach to the teaching material of dance movement elements in 11 Bandar Lampung Junior High School. This study aims to describe the use of a contextual approach to the instructional elements of dance movement elements in 11 Bandar Lampung Junior High School. This research uses descriptive type with qualitative approach. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. The research instrument used was observation guide, interview guide, and documentation guide. A contextual approach is good to be used for the delivery of instructional elements in dance classes, because students are involved directly in acquiring information, students become central to learning and do not become the main source of information. A contextual approach enables equalization of achievements because the teacher evaluates from various aspects. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan pendekatan kontekstual pada materi ajar elemen gerak tari di SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunakan pendekatan kontekstual pada materi ajar elemen gerak tari di SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan panduan dokumentasi. Pendekatan kontekstual baik digunakan untuk penyampaian materi ajar elemen gerak tari di dalam kelas, karena siswa dilibatkan langsung dalam pemerolehan informasi, siswa menjadi pusat dalam pembelajaran dan tidak menjadi sumber utama informasi. Pendekatan kontekstual memungkinan pemerataan prestasi karena guru melakukan penilaian dari berbagai aspek. Kata kunci: Pembelajaran, Pendekatan Kontekstual, dan Elemen Gerak Tari
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMAN 1 SEPUTIH MATARAM Evi Kristianingsih; Fitri Daryanti; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.278 KB)

Abstract

This research aimed to describe the process and to know the result of bedana dance learning process by using cooperative learning model type STAD. This research used descriptive qualitative research with the sources of the data were teacher and students. Technique used to collect the data in this research were observation, interview, and documentation. The learning process showed some disagreement with the choosen learning model, that was formating the group. The learning result showed that there are 6 students who cannot dance good in the bedana dance, not only be seen from remembering the movement but also the compatibility between the dance and the music.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan mengetahui hasil pembelajaran tari bedana menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data guru dan siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pembelajaran dengan model pembelajaran tipe STAD sudah dilaksanakan oleh guru dengan tahapan : pembentukan kelompok, penyajian materi, kegiatan kelompok, pelaksanaan ujian, evaluasi ujian dan kesimpulan. Hasil pembelajaran menunjukan adanya 6 siswa yang tidak mampu menarikan tari bedana dengan baik dari segi hafalan gerak dan kesesuaian tari dengan iringan musik.Kata kunci : pembelajaran, tari bedana, model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pembelajaran Seni Tari Menggunakan Pendekatan Saintifik Di Kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung Adellia Fitriani; Susi Wendhaningsih; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.532 KB)

Abstract

This study aims to descri learning dance art using a scientific approach in class X SMA YP Unila Bandar Lampung and aims to describe the learning process and results. The research method used is descriptive qualitative. The theory used is the theory of the scientific approach and evaluation of learning outcomes. Sources of data in this study were teachers and 32 students who attended learning in class X IPS 3. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The steps of the scientific approach are observing, asking, reasoning, processing, and communicating not at every meeting but only in the first three meetings. The results of learning dance art using a scientific approach are then measured using indicators of psychomotor ability tests with the results, on average students get a score of 70 and above with good criteria.Penelitian ini membahas pembelajaran seni tari menggunakan pendekatan saintifik di kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung dan bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori mengenai pendekatan saintifik dan evaluasi hasil belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 32 siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas X IPS 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah pendekatan saintifik yakni mengamati, menanya, menalar, mengolah, dan mengkomunikasikan tidak dilaksanakan di setiap pertemuan melainkan hanya di tiga pertemuan awal. Hasil pembelajaran seni tari menggunakan pendekatan saintifik kemudian diukur dengan menggunakan indikator tes kemampuan psikomotor dengan hasilnya, rata-rata siswa mendapat nilai 70 ke atas dengan kriteria baik.Kata kunci: Kurikulum 2013, Pembelajaran Tari, Pendekatan Saintifik.
Pemanasan Yoga Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pembelajaran Tari Kreasi Di SMP N 2 Way Tenong Lia Pratiwi; Agung Kurniawan; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.432 KB)

Abstract

This research discussed ratu bukit pesagi dance learning process in the extracurricular activities at SMP N 2 Way Tenong. This research used a theory from Peaget and Van Graselfeld that was contructivism theory with qualitative research that described the learning process and the benefit of yoga. The instruments of this research used observation, questionnaire and interviews. The data were collected by observation, interview and documentation. Data analysis was done by reducting the data, presenting the data and drawing conclusion.The result of this research showed that the implementation of the learning process have not administered optimally since one of the components of learning implementation that was learning planning was not done structurally in accordance with the provisions or the standard of the process of learning implementation.Penelitian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari ratu bukit pesagi dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di SMP N 2 Way Tenong. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan mendeskripsikan proses pembalajaran tari. Instrumen penelitian meliputi panduan observasi dan wawancara. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran belum berjalan maksimal, karena dari komponen pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan perencanaan pembelajaran secara terstruktur sesuai dengan ketentun atau standar proses pelaksanaan pembelajaran dan manfaat dari pemanasan yoga dapat dirasakan oleh siswa baik dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Ekstrakurikuler, Proses, Tari Kreasi
PEMBELAJARAN TARI MENGGUNAKAN TAHAPAN KOREOGRAFI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 1 KALIREJO Rendri Feriana Lazorgi; Susi Wendhaningsih; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.636 KB)

Abstract

The formulation of problem in this research was how the activities dance lesson using coreography step in extracurricular activities in SMA Negeri 1 Klirejo, Central Lampung. This study used the theory of nonformal learning and coreography. This study used qualitative descriptive. Data collection techiques used observation, interview, and documentation. Choreography step were performed by using audio and visual step, exploration step, improvisation step, and formation step. The result of study used the coreography step showed 67 average scores for practice test that categorized to pass.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembelajaran tari menggunakan tahapan koreografi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kalirejo. penelitian ini menggunakan teori pembelajaran nonformal dan koreografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan koreografi yaitu menggunakan tahap media audio visual, tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan tahap pembentukan. Hasil belajar siswa menggunakan tahap koreografi sudah ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes praktik siswa 67 dengan kriteria lulus.Kata Kunci : kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran tari, tahapan koreografi
Bahasa dalam Pembelajaran Musik: Metode Kodály sebagai Alat untuk Berkomunikasi dalam Ansambel Riyan Hidayatullah
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1 (2019): AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.424 KB)

Abstract

In music learning, the term ‘notation’ is used to refer to the means of communication, which consists of  grand staff and numbered notations. However, the method that is widely used by music teachers in music ensemble classes is the Kodály Method. This study was aimed at investigating students’ ability to perform Kodály hand sign technique, which was conducted in Dance Education Study Program, Lampung University. It adopted a descriptive-qualitative approach. The data were taken from a lecture sub-topic of “melody”, which was  then compared to the sub-topic of “rhythmic”. The results showed that students understood and received the Kodály technique material more quickly. In conclusion, the students found it much easier to perform the Kodály hand sign technique than the grand staff notation in ensembles because the technique emphasized on hand rote which was then applied to a pianika or recorder. Keywords: Kodály method, music language, ensemblesDOI: http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v20i1.pp25-34
Teknologi dan Bisnis, Ancaman bagi Pendidikan Musik (Perubahan Paradigma Institusi Pendidikan Musik di Indonesia) Riyan Hidayatullah
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Aksara
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.013 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan akar dari segala permasalahan bangsa, tidak terkecuali pendidikan musik. Di negara-negara Eropa, pendidikan musik menjadi landasan penting dalam membangun karakter generasi muda untuk memajukan bangsanya. Di Indonesia, pendidikan musik masih berfungsi sebagai muatan lokal saja. Artikel ini membahas mengenai pergeseran paradigma pendidikan musik, pola pikir mahasiswa dan fakta yang terjadi di lapangan seputar dunia industri musik dan pendidikan musik. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan pendeskripsian kualitatif dan studi literatur. Data-data yang dikumpulkan dari makalah prosiding dan publikasi hasil penelitian. Tuntutan zaman saat ini menuntut seorang lulusan Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) memiliki kemampuan bermusik profesional, di sisi lain lulusan institusi musik murni dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar yang baik. Hal ini lahir dikarenakan kurang maksimalknya treasure studi mengenai lulusan-lulusannya sendiri dan peenyusunan kurikulum yang belum bercermin dari kebutuhan lapangan. Di Indonesia, pulau Jawa masih menjadi pusat berkembangnya pendidikan musik dan industri musik. Hal ini dikarenakan belum meratanya lulusan-lulusan institusi musik pendidikan tinggi.Kata kunci: LPTK Seni, Paradigma musik Indonesia
PENTAS SENI DAN GELAR KARYA SDN 1 BALINURAGA SEBAGAI WADAH PENYALURAN BAKAT DAN PENGIMPLEMENTASIAN P5 Jihan Tama Farasiska; Riyan Hidayatullah; Silva Ayuningsih; Haya Asyifa; Celshy Audrielia Rahman; Indra Zein Saputra; Farel Abid Athoillah; Annisa Nathania; Nur Fitriyana Pratiwi
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v4n1.2379

Abstract

Setiap peserta didik memiliki bakatnya masing-masing, termasuk bakat dalam bidang kesenian. Pentas seni dan gelar karya di SDN 1 Balinuraga yang merupakan program kerja mahasiswa KKN Unila periode 1 tahun 2024 merupakan upaya pengadaan wadah penyaluran bakat tersebut. Sebagai bentuk implementasi kegiatan P5, program kerja ini bertujuan untuk menguatkan karakter profil pelajar pancasila pada diri peserta didik. Tahapan yang dilakukan terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan. Metode dalam penulisan artikel ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif – eksplanatif. Data - data yang diperoleh merupakan hasil turun lapangan secara langsung dan disertai dengan observasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pentas seni dan gelar karya SDN 1 Balinuraga menunjukkan adanya perubahan positif terhadap perilaku dan karakter pada setiap diri peserta didik.
INTEGRATED SMART AGING: PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK DAN SOSIAL LANSIA MENCEGAH HIPERTENSI Forman Novrindo Sidjabat; Bintang Purba Ningrum; Nanda Ferlyansin Tersandy; Krisnata Prambudi Adji; Riyan Hidayatullah; Abdul Majid; Inti Ilmatul Istiqomah; Patrik Berlian Yulianto; Vivien Dwi Purnamasari; Krisna Febta Setya Bagus; Silviana Asliha; Alfi Rochmatin; Khairunnisa Hasna Putri; Shafira Tamara; Riris Retno Hardhika; Melinda Dwi Agustina; Galuh Sekar Pramesti; Dwi Regina Istiqlala
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu lansia akan mengalami proses penuaan yang mencakup penurunan daya tahan fisik yang menyebabkan penyakit degeneratif salah satunya adalah hipertensi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang program yang integratif untuk memberdayakan lansia dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, mental, sosial lansia. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, dan melakukan simulasi pada 21 lansia di RW 05 Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri selama tiga minggu. Keberhasilan program diukur menggunakan penilaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Integrated SMART aging terbukti efisien meningkatkan 85,7% pengetahuan mengenai aktivitas fisik pada lansia, 100% kader aktif mengikuti demonstrasi, dan 95,2% lansia dapat melakukan kegiatan pembuatan minuman herbal. Maka, diperlukan upaya keberlannjutan program melalui pembentukan kelompok kerja yang beranggotakan lansia.