Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PEMERIKSAAN PENYARING KADAR GULA DARAH SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI DIABETES MELITUS Yanuar Primanda; Ferika Indarwati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.567 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of serious health problems worldwide including in Indonesia. Early detection and screening for DM is beneficial to prevent the development of DM. Unfortunately, early screenings of DM are rarely done by communities (particularly elder adults) in Indonesia. Lack of knowledge of early screening of DM and minimum facilities influenced this phenomenon. Therefore, this project was aimed to help community in Ranting Muhammadiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan to detect early onset of DM. This project was integrated with a social program held by the Ranting Muhammadiyah and Aisyiyah Tamantirto Selatan. There were five steps of the screening program namely spirituality supports, moderate exercises, glucose screenings, physical assessments and drug prescriptions, and health educations. Overall 263 people voluntarily participated in this project and 219 of them finished the screening program. Most of the participants was female, aged from 41-60 years. Blood glucose screening showed that 3.2% had low blood glucose level (<60 mg/dl), 57.3% had normal blood glocose level (60-140 mg/dl), 22.5% had random blood glucose 140-200 mg/dl which categorized as pre DM and almost 20% had random blood glucose more than 200 mg/dl which categorized as DM. Screening and early detection is important for people to prevent DM and implement measures to delay the complecations among people with DM
Edukasi Pengenalan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Yanuar Primanda; Ferika Indarwati; Yuni Astuti; Kellyana Irawati; Laili Nur Hidayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.639 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.906

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang banyak di seluruh dunia yang menimbulkan berbagai komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Program pengenalan Diabetes Melitus telah banyak dilakukan, tetapi jumlah penderita Diabetes Melitus terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai Diabetes Melitus tetap perlu dilakukan dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat. Telebih di masa pandemi Covid-19 yang membatasi mobilisasi manusia. Implementasi program edukasi yang biasanya dilaksanakan saat kegiatan tatap muka di masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit menjadi sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan tentang Diabetes Melitus di masyarakat melalui media online Zoom sehingga dapat menjangkau peserta di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama antara Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Tamantirto Selatan, dan Bidang Edukasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Queensland, Australia. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi power poin dari narasumber dan diikuti dengan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 22 peserta di Yogyakarta, Australia, dan Taiwan. Sebelum edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pretest untuk mengukur pengetahuan sebelum edukasi. Setelah edukasi, peserta diberikan posttest dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, rerata pengetahuan peserta adalah 92 dan setelah dilakukan edukasi, rerata pengetahuan meningkat menjadi 98. Pertanyaan dengan peningkatan rerata skor tertinggi terdapat pada item pertanyaan tentang pengaturan porsi makan pada pasien DM dengan metode piring. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pembicara menguasai materi yang disampaikan. Sebanyak masing-masing 83.3% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin dan mampu memotivasi untuk menjalankan hidup sehat
PENGARUH MENDENGARKAN DAN MEMBACA SHOLAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN POST OP ORIF DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI Niafatun Nofiah; Fitri Arofiati; Yanuar Primanda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.577 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.415

Abstract

Latar Belakang : Open reduction internal fixationORIF merupakan salah satu penatalaksanaan pada kasus fraktur yang menggunakan tehnik pembedahan, dan pembedahan tersebut dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan kecemasan pada pasien. Untuk mengatasi kecemasan dapat menggunakan terapi non farmakologi dengan tehnik distraksi, salah satu nya mendengarkan dan membaca Sholawat. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi mendengarkan dan membaca Sholawat terhadap tingkat Kecemasan pasien Post Op ORIF di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperiment dengan one group pretest-posttest, tehnik sampling yang digunakan yaitu Accidental sampling, sampel pada penelitian ini yaitu pasien dengan Post Op ORIF dan di dapatkan 32 responden. Instrument yang di gunakan yaitu MP3 dan headset yang berisi rekaman Sholawat, serta kuasioner HARS untuk menilai tingkat kecemasan pasien.Hasil: Hasil dalam penelitian di dapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan intervensi secara signifikan, dan analisis   di gunakan yaitu Uji Wilcoxon dan mendapatkan hasil  p value 0.000 (p0.05), Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian intervensi mendengarkan dan membaca Sholawat terhadap tingkat kecemasan pasien Post Op ORIF di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.Kata kunci: Sholawat, tingkat kecemasan, ORIF Background: open reduction internal fixtation (ORIF) is one of fracture management that reguires surgical prosedur which coused unfortable an anxiety. Listeing and reading Sholawat is one of distraction methods to reduce anxiety. Objective: The object of this study was to examine the effect of listening and reading Sholawat on anxiety level among patients with ORIF in RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Method: This was Pre-experimental study with one-group pre-post test. 32 respondent were selected through accidental sampling. The Sholawat recording was tested for validity and given to the respondent by using Mp3 and headset. The HARS questionnaire was used to test anxiety level. Results: The result of this study showed that listening and reading Sholawat signyficanthy decreased anxiety level among patients with ORIF p value 0,000 Conclusion: There was an effect of listening and reading Sholawat on patients anxiety level.Keywords: Prayer, level of anxiety, ORIF  
Efektivitas Kombinasi Relaksasi Otot Progresif dan Rendam Kaki Air Hangat terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Yora Nopriani; Yanuar Primanda; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.629 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di negara maju maupun negara berkembang, karena perjalanan penyakitnya yang sangat perlahan dan penderitanya tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna sehingga disebut “the silent killer”. Salah satu penanganan untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan non farmakologis terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian quasi eksperimen metode Time Series Design. Populasi penelitian ini adalah penderita hipertensi yang rutin kontrol di wilayah kerja Puskesmas gamping 2 Yogyakarta. Sampel sebanyak 28 responden kelompok intervensi dan 28 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive random sampling. Analisis data dengan repeatead Measures ANOVA dan paired sampel t test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tekanan darah sistol  kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Penurunan tekanan darah diastol kelompok intervensi (p=0,000) dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,126).Simpulan: Kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta.Kata kunci: Hipertensi, Relaksasi Otot Progresif, Rendam Kaki Air Hangat  ABSTRACT Background: Hypertension is one of the main causes of death in developed and developing countries, because the course of the disease is very slow and the sufferers do not show symptoms for years until there is a significant organ damage that is called "the silent killer". One treatment for lowering blood pressure is by non-pharmacological therapy a combination of progressive muscle relaxation and warm water foot submerging. Objective: The purpose of this study was to examine the effectiveness of the combination of progressive muscle relaxation and warm water foot submerging to the blood pressure of hypertensive patients in the area working Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta. Methods: This type of quasi experimental research is the Time Series Design method. The population of this study was hypertensive patients who routinely control in the area working Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta. The sample 28 respondents in the intervention group and 28 respondents in the control group with purposive random sampling. Data analysis with repeatead Measures ANOVA and paired sample t test. Results: The results showed a decrease in systolic blood pressure in the intervention and control groups (p = 0,000). The reduction in diastolic blood pressure in the intervention group (p = 0,000) and the control group did not have a significant difference (p = 0.126). Conclusion: The combination of progressive muscle relaxation and warm water foot submerging is effective in reducing blood pressure in hypertensive patients in the area working Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta.Keywords: Hypertension, Progressive Muscle Relaxation, Warm Water Foot Soak
Pengalaman Pasien Ulkus Kaki Diabetik Terkait Dukungan Keluarga Di Klinik Kitamura Pontianak Agus Sudiana Nurmansyah; Erna Rochmawati; Yanuar Primanda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.04 KB)

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga merupakan sumber motivasi untuk ulkus kaki diabetik. Dukungan keluarga dapat mencakup dukungan informasi, dukungan emosional, dukungan instrumental atau dukungan penilaian. Dukungan keluarga juga dapat mempengaruhi kepatuhan pasien luka kaki diabetik dengan rejimen terapeutik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien luka kaki diabetik yang berhubungan dengan dukungan keluargaMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Pemilihan responden menggunakan metode purposive sampling, yaitu berjumlah 6 responden. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi-terstruktur.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien luka kaki penderita diabetes di klinik Kitamura Pontianak mendapatkan formulir melalui direct dan indirect. Pasien juga memiliki harapan dan kenyataan yang tercermin seperti fakta dukungan dan perasaan cemas yang dirasakan. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan dalam berbagai cara seperti informasi yang diberikan oleh keluarga berdampak pada perubahan pada responden.Kesimpulan: Pasien di klinik Kitamura Pontianak memiliki dukungan keluarga seperti dukungan langsung dan tidak langsung, dan memiliki harapan dukungan dan realitas dukungan yang mempengaruhi responden karena keluarga dan lingkungan yang mendukung, informasi yang diterima untuk menyebabkan perubahan perilaku pada responden. Kata kunci: Ulkus Kaki Diabetik, Pengalaman, Dukungan Keluarga.AbstractBackground: Family support is a source of motivation for diabetic foot ulcers. Family support can include information support, emotional support, instrumental support or assessment support. Family support can also affect the adherence of diabetic foot wound patients to therapeutic regimens.Objective: This study aimed to explore the experiences of diabetic foot wound patients related to family supportMethod: This research is a phenomenological qualitative research. Selection of respondents used purposive sampling method, which amounted to 6 respondents. Data collection uses semi-structured interview methods.Results: The results of this study indicated that diabetic foot wound patients at the Kitamura Pontianak clinic get the form through direct and indirect. Patients also have expectations and realities that are reflected such as the fact of support and feelings of anxiety felt. Support provided by families and the environment in a variety of ways such as information provided by the family has an impact on the changes in the respondents.Conclusion: Patients at the Kitamura Pontianak clinic have family support such as direct and indirect support, and have support expectations and the reality of support that affects respondents because of the family and supportive environment, information received to cause behavior changes in the respondents.Suggestion: Health services can provide maximum support to respondents and families. This study can be extended to studies such as social, spiritual and internal aspects of respondents.Keyword : Diabetic Foot Ulcer,  Experience, Family Support.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Mencapai Kualitas Hidup Yang Optimal Ferika Indarwati; Yuni Astuti; Yanuar Primanda; Kellyana Irawati; Laili Nur Hidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i1.7100

Abstract

Kesehatan reproduksi atau sering dikenal dengan kesehatan seksual masih merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan masyarakat umum. Padahal, pengetahuan terkait kesehatan reproduksi ini sangatlah penting, terutama untuk remaja. Remaja yang memiliki pengetahuan cukup terkait kesehatan reproduksi akan mampu menghindari perilaku berisiko, kehamilan yang tidak diinginkan, dan penyakit-penyakit terkait organ reproduksi. Oleh karena itu, mempersiapkan remaja wanita dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang cukup sangatlah penting untuk optimalisasi kualitas hidup remaja pada masa mendatang. Metode optimalisasi pengetahuan kesehatan reproduksi remaja meliputi screening awal pengetahuan, pembuatan plan of action, dan program edukasi. Kegiatan edukasi dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan pada agregat remaja dan orang tua secara daring yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 20 peserta mengikuti proses edukasi. Pretest dan posttest diikuti oleh masing-masing 20 dan 12 peserta yang berasal dari Indonesia dan Australia. Sebelum edukasi, rata-rata nilai yang diperoleh peserta adalah 87. Setelah edukasi, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan menjadi 100. Selain meningkatkan pengetahuan peserta, implikasi kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi peserta (83.3%) untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Peserta juga menyampaikan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi ini diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda agar dapat mengoptimalkan kualitas hidup mereka pada masa mendatang dan sebaiknya dilakukan secara rutin
PELATIHAN SELF-ASSESSMENT DAN SELF-MANAGEMENT UNTUK PEKERJA MIGRAM INDONEDIA DI TAIWAN Yuni Astuti; Kellyana Irawati; Yanuar Primanda; Ferika Indarwati; Laili Nur Hidayati; Fahni Haris; Athaya Zafira Yuflih; Ingrit Marditantea
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i4.4636

Abstract

Tingginya angka pekerja migran (PMI) wanita di Taiwan tanpa dibekali dengan pendidikan yang cukup membuat pekerja migran menjadi kelompok rentan yang mendapatkan perlakuan diskriminatif, minimnya akses pelayanan kesehatan, dan kekerasan atau pelecehan seksual. PMI yang menikah dengan warga lokal Taiwan pun juga sangat kurang mendapat akses informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan yang mengakibatkan ibu hamil mengalami distress kehamilan. Kemampuan diri dalam melakukan pemeriksaan mandiri mampu mengidentifikasi kondisi kegawatan sejak dini, sehingga lebih cepat dalam mendapatkan penanganan. Dari masalah tersebut pengabdi memberikan solusi berupa Pendidikan dan pelatihan self-assessment dan self-management kesehatan bagi pekerja migran Indonesia. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode online melalui zoom meeting dengan 2 sesi pertemuan. Sesi pertama dilaksanakan pada tanggal 15 januari 2022 dan 9 Februari 2022 menggunakan media webinar. Kegiatan sesi satu terkait topik self-assessment kondisi psikologis, sedangkan pada sesi kedua topik terkait deteksi dini kehamilan resiko tinggi dan manajemen kesehatan bagi ibu hamil. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan PMI menjadi 94 sedangkan pada kegiatan sesi kedua peningkatan pengetahuan partisipan menjadi 74. Perserta yang hadir pada kegiatan adalah tenaga migran di Taiwan dan Hongkong. Peserta kegiatan menyampaikan senang karena materi yang disampaikan berguna dan bermanfaat bagi pekerja migran di Taiwan, peserta juga berharap agar ada edukasi lagi bagi PMI.
EDUKASI PENGENALAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Yanuar Primanda; Ferika Indarwati Indarwati; Yuni Astuti; Kellyana Irawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.43.699

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita yang banyak di seluruh dunia yang menimbulkan berbagai komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Program pengenalan diabetes melitus telah banyak dilakukan, tetapi jumlah penderita diabetes melitus terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai diabetes melitus tetap perlu dilakukan dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat. Telebih di masa pandemic Covid-19 yang membatasi mobilisasi manusia, implementasi program edukasi yang biasanya dilaksanakan saat kegiatan tatap muka di masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit menjadi sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan tentang diabetes melitus di masyarakat melalui media online Zoom sehingga dapat menjangkau peserta di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan implementasi Kerjasama antara Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Ranting Aisyiyah Tamantirto Selatan, dan Bidang Edukasi Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Queensland, Australia. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi power poin dari narasumber dan diikuti dengan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 22 peserta di Yogyakarta, Australia dan Taiwan. Sebelum edukasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan sebelum edukasi. Setelah edukasi, peserta diberikan post-test dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, rerata pengetahuan peserta adalah 92 dan setelah dilakukan edukasi, rerata pengetahuan meningkat menjadi 98. Pertanyaan dengan peningkatan rerata skor tertinggi terdapat pada item pertanyaan tentang pengaturan porsi makan pada pasien DM dengan metode piring. Hasil evaluasi proses menunjukkan bahwa 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pembicara menguasai materi yang disampaikan. Sebanyak masing-masing 83.3% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin dan mampu memotivasi untuk menjalankan hidup sehat.
Prevalence of Erectile Dysfunction Among Men with Type 2 Diabetes Mellitus in Indonesia: An Observational Study Yanuar Primanda; Taufik Wiyoga Nugroho; Vignesvararajah Lokeesan
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 7, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.18111

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that can lead to multiple long-term complications in the human body including erectile dysfunction (ED). ED is a condition that commonly affects men and may reduce their quality of life. However, ED amongst men with type 2 DM (T2DM) has rarely been assessed and addressed by nurses who have an essential role in providing holistic patient care.Objective: This study aimed to describe ED among men with T2DM based on their demographic characteristics and health profiles.Methods: This was a descriptive study with a cross-sectional approach of 32 male respondents who were selected through convenience sampling in the outpatient department of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta, Indonesia. The data was collected by using the erectile function’s domain of Indonesian version of International Index of Erectile Function (IIEF). Descriptive statistics were used to present this study’s findings.Results: The results showed that  62.5% of the participants had uncontrolled blood glucose levels with an average random blood glucose of 207.75 ± 77.21 mg/dl. Only four respondents (12.5%) had received sexual counselling. Twenty-nine respondents (90,6%) had ED which were categorized into mild (17.2%), mild to moderate (6.9%), moderate (24.1%) and severe (51.7%).Conclusion: ED levels varied across age, duration of T2DM, random blood glucose levels, previous history of smoking, current smoking status, sexual counselling experience, complications, and occupation levels. Severe ED was common amongst men with T2DM in this study. Nurses should assess patient’s sexual function regularly and identify the effects of ED in men with T2DM. Early detection of ED could allow nurses to plan adequate intervention and health education to provide better outcomes for men with T2DM.
Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Self Management pada Pasien Diabetes Mellitus Trina Kurniawati; Titih Huriah; Yanuar Primanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.174

Abstract

AbstrakEdukasi kepada pasien Diabetes Mellitus (DM) yang dapat memperbaiki hasil klinis adalah Diabetes Self Management Education (DSME). DSME merupakan salah satu metode yang dapat memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Diabetes Self Management Education terhadap Self Management pada pasien DM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental dengan control group pre test- post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang yang terbagi menjadi 23 orang pada kelompok intervensi mendapatkan DSME sebanyak 4 sesi dalam satu bulan dan 23 orang pada kelompok kontrol mendapatkan edukasi dari Program PERSADIA. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P value uji Wilcoxon test sebesar 0,000 pada kelompok intervensi, P value uji Mann Whitney test adalah 0,000 pada variabel self management. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p<0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai self management antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah DSME dapat meningkatkan self management pada pasien DM. Disarankan petugas kesehatan dapat memberikan DSME untuk meningkatkan self management pasien diabetes dan menggunakan DSME sebagai program promosi kesehatan.Kata kunci: Diabetes Mellitus; DSME;Self Management  The Influnce of Diabetes Self Management Education (DSME) to the Self Management on the Diabetes Patient AbstractEducation to patients Diabetes Mellitus (DM) who can improve clinical outcomes is Diabetes Self Management Education (DSME). DSME is one method that can facilitate knowledge and skills. The purpose of this research is to determine the effect of Diabetes Self Management Education (DSME) to Self Management on the diabetes patients. This study is used the quasi experimental research method with control group pre test post test design. The sampling technique used Simple random sampling with a samples of 46 people and it is devided 23 people in the intervention group get DSME as much as 4 sessions in one month and 23 people in the control group get education programe at PERSADIA. The instrument used was questionnaire. Statistical analysis used Wilcoxon and Mann Whitney test. The results showed that P value of Wilcoxon test  was 0.000 in the intervention group, P test value of Mann Whitney test was 0.000 in self management variable. Based on statistical test results obtained p <0.05 which indicates that there are differences in self-management value between the intervention group and the control group significantly. The conclusions of this research is DSME can improve self-management on the patients with diabetes. It is recommended that health workers can provide DSME to improve self-management  in diabetic patients and use DSME as a health promotion program.Keywords  : Diabetes Mellitus, DSME, Self Management