Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Siklus Belajar 5E Kombinasi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Kognitif, Afektif, Psikomotor Pada Mahasiswa Diploma Keperawatan Yuliani, Nila; Huriah, Titih; Primanda, Yanuar
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 1 No. 3 (2017): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.1366

Abstract

Mutu pendidikan yang rendah merupakan masalah utama dalam dunia pendidikan. Hasil uji kompetensi nasional untuk tingkat diploma keperawatan masih sangat rendah bila dibandingkan tenaga kesehatan lain. Nilai batas lulus untuk D3 Keperawatan masih dibawah 50 yaitu 42,16 dengan prosentase kelulusan hanya 47,81%. Proses belajar mengajar merupakan salahsatu faktor yang berkontribusi terhadap kualitas pendidikan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model siklus belajar 5E kombinasi PBL dalam meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa diploma keperawatan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Lokasi penelitian dilakukan di Akper Samawa Sumbawa. 58 mahasiswa didapatkan melalui Total Sampling. Data analisis menggunakan analisis deskriptif, chi square dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kognitif sebelum intervensi adalah 39,28 dan setelah intervensi meningkat menjadi 47,85, nilai rerata afektif sebelum intervensi adalah 45,17 dan setelah intervensi meningkat menjadi 52,89, nilai rerata psikomotor sebelum intervensi adalah 44,39 dan setelah intervensi meningkat menjadi 53,03. Setelah diterapkan intervensi model siklus belajar 5E dengan kombinasi PBL, terdapat peningkatan kognitif, afektif, dan psikomotor yang signifikan dengan nilai p-value 0,041, 0,012 dan 0.000.
Student's Satisfaction on Online Nursing OSCE (ON-OSCE) Assessment Application Sutrisno, Resti Yulianti; Primanda, Yanuar; Haris, Fahni
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 4 No. 2 (2020): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v4i2.10142

Abstract

Background: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is one of the final assessment components for nursing students. OSCE assessment uses the ON-OSCE (Online Nursing OSCE) application to fulfill the need and overcome the manual OSCE assessment challenges using papers. The manual OSCE assessment with multiple checklists is very detailed and takes a long time in scoring. Besides, the evaluation using papers tends to cause a miscalculation in scoring a total of ratings that can harm the student.Method: This research is a non-experimental study with a descriptive design and cross-sectional approach. The samples were 480 respondents of nursing students. The instrument of assessment of satisfaction was analyzed based on the score accuracy, time to retrieve score, and examiner's attention. Data analysis used descriptive frequency and percentage distributions. Results: Students' satisfaction based on the time to retrieve score revealed that 365 students (76%) were satisfied. Two hundred eighty-five students (59,4 %) were also satisfied with ON-OSCE related to the score accuracy. Regarding the examiners' attention, 273 students (56,9 %) felt the examiners ignored the students' actions. They focused on the laptop to provide an assessment. It could be due to the new ON-OSCE application for the examiners and their unfamiliarity with operating the application.Conclusion: Most students were satisfied with the assessment using the ON-OSCE application to retrieve scores and the score accuracy. However, they were less satisfied with the examiners' attention. The examiners should be more familiar with the ON-OSCE.
Prevalence of Erectile Dysfunction Among Men with Type 2 Diabetes Mellitus in Indonesia: An Observational Study Primanda, Yanuar; Nugroho, Taufik Wiyoga; Lokeesan, Vignesvararajah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.18111

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that can lead to multiple long-term complications in the human body including erectile dysfunction (ED). ED is a condition that commonly affects men and may reduce their quality of life. However, ED amongst men with type 2 DM (T2DM) has rarely been assessed and addressed by nurses who have an essential role in providing holistic patient care.Objective: This study aimed to describe ED among men with T2DM based on their demographic characteristics and health profiles.Methods: This was a descriptive study with a cross-sectional approach of 32 male respondents who were selected through convenience sampling in the outpatient department of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta, Indonesia. The data was collected by using the erectile function’s domain of Indonesian version of International Index of Erectile Function (IIEF). Descriptive statistics were used to present this study’s findings.Results: The results showed that  62.5% of the participants had uncontrolled blood glucose levels with an average random blood glucose of 207.75 ± 77.21 mg/dl. Only four respondents (12.5%) had received sexual counselling. Twenty-nine respondents (90,6%) had ED which were categorized into mild (17.2%), mild to moderate (6.9%), moderate (24.1%) and severe (51.7%).Conclusion: ED levels varied across age, duration of T2DM, random blood glucose levels, previous history of smoking, current smoking status, sexual counselling experience, complications, and occupation levels. Severe ED was common amongst men with T2DM in this study. Nurses should assess patient’s sexual function regularly and identify the effects of ED in men with T2DM. Early detection of ED could allow nurses to plan adequate intervention and health education to provide better outcomes for men with T2DM.
PENGARUH GOD LOCUS OF HEALTH CONTROL TERHADAP SELF CARE BEHAVIOR PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Onieqie Ayu Dhea Manto; Iman Permana; Yanuar Primanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2 No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/vt5v8e19

Abstract

Latar Belakang; Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu di antara penyakit tidak menular yang akan meningkat jumlahnya di masa datang. Pengelolaan diabetes diharapkan mampu mencegah dan mengurangi komplikasi akut dan kronis terutama dengan cara menerapkan self-care behavior (perilaku perawatan diri secara mandiri).Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh god locus of health control terhadap self care behavior pasien Diabetes Milletus Tipe 2.Metode: penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan studi kolerasi.Hasil : god locus of health control didapatkan thitung sebesar 0,505 lebih kecil dari ttabel 2,012 atau signifikansi t lebih besar dari 5% (0,616 > 0,05), maka secara parsial god locus of health control tidak berpengaruh signifikan terhadap self-care behavior.Kesimpulan: didapatkan bahwa god locus of control yang dimiliki oleh pasien DM tipe 2 tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap self-care behavior.
PENERIMAAN DIRI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS PASKAAMPUTASI DI WILAYAH LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Khairiyatul Aulia; Iman Permana; Yanuar Primanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/mpk9zv19

Abstract

Latar Belakang; Tahap duka cita dan kehilangan pada penderita amputasi berbagai macam reaksi, sebagaian besar pada penderita amputasi akan mengalami frustasi dan fase depresi bekepanjangan yang membuat terjadinya resiko bunuh diri. Namun banyak penderita amputasi yang dapat menerima keadaan sebagai Takdir Tuhan. Tujuan penelitian ini untukmenggali persepsi penerimaan diri penderita diabetes melitus paska amputasi dalam menjalani kehidupan dengan disabilitas.Metode; penelitan mengunakan pendekatan kualitatif dengan analisis naratif, jumlah informan terdiri dari 6 orang, dan peneliti menjadi instrument utama serta terdapatnya perekam suara, catatan lapangan, dan lembar wawancara semi terstruktur.Hasil; hasil penelitian ini di dapatkan 5 tema yaitu a) menerima keadaan emosional, b) meyakini sebuah cobaan, c) nasib, d) belum menerima kehendak Allah sepenuhnya, e) menerima kehendak Allah. Hasil penelitian ini di pengaruhi oleh adanya budaya Sasak dan unsur agama dalam mempengaruhi persepsi penerimaan diri
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA KANKER SERVIKSYANG SEDANG MENJALANI KEMOTERAPI SEBELUM DAN SESUDAHLATIHAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR)DI SURAKARTA Vina Yolanda Sari Sigalingging; Shanti Wardaningsih; Yanuar Primanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/e81aw634

Abstract

Latar belakang; Kemoterapi memberikan dampak yang sangat buruk bagi penderita kanker serviks yang sedang menjalaninya, baik dampaik fisik hingga psikologis. Salah satu dampak psikologis dari kemoterapi adalah kecemasan. Latihan yang dapat menurunkan kecemasan pada penderita kanker serviks adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap tingkat kecemasan pada pasien penderita kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi.Metode; Design penelitian ini adalah Quasy Experimental Pre-Post Test Design. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, responden penelitian merupakan pasien dengan diagnosa kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Hasil; Data yang telah diperoleh kemudian di uji dengan Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap tingkat kecemasan dengan nilai p-value 0.000.