Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERBEDAAN KEKERASAN PSIKOLOGIS YANG DIALAMI DALAM RELASI ROMANTIS DITINJAU DARI GAYA KELEKATAN Ananda Rezky Dwicahyani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41285

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparasi. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahasiswa yang berkuliah di Surabaya, berada dalam relasi romantis, dan pernah atau sedang mengalami kekerasan psikologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 320 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen yaitu pengalaman kekerasan psikologis dan gaya kelekatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan SPSS 25.0 for Windows. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal Wallis. Hasil Uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kekerasan psikologis yang dialami dalam relasi romantis ditinjau dari gaya kelekatan. Kata Kunci: kekerasan dalam relasi romantis, korban kekerasan psikologis, gaya kelekatan Abstract This study aimed to determine the differences of psychological violence that experienced in a relationship in terms of the attachment style. This study used quantitative comparative method. The sampling technique was purposive sampling. Participants in this study were college students in Surabaya, has a romantic relationship with someone else, and ever got a psychological violence. The data collected in this study by instruments, such as psychological dating violence experience and attachment style.The participants in this study were 320 people. The collected data were analyzed by using SPSS 25.0 for Windows. The data analysis technique was Kruskal Wallis Test. The result of the Kruskal Wallis Test showed a significance value 0,000 < 0,05. The result showed that there were differences in being victims of psychological dating violence in terms of the attachment style. Keywords: intimate partner violence, psychological violence victim, attachment style
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KELEBIHAN BERAT BADAN Kusuma Purbaningtyas; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41492

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI AGRESI DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA SANTRI PUTRA PONDOK PESANTREN X Zulia Tasnim; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41590

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi agresi dengan psychological well being pada santri putra di pondok pesantren X. Peraturan pondok pesantren yang cenderung mengarah pada metode tradisional seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan bagi santri meskipun sebelumnya sudah terdapat kesepakatan. Hukuman yang bertujuan untuk kedisiplinan yang berbentuk seperti tindakan kekerasan ataupun perilaku agresi membuat timbul persepsi agresi pada santri. Persepsi agresi pada santri putra pondok pesantren X mengakibatkan santri mengalami berbagai permasalahan yang akan mengganggu psychological well being santri. Metode penelitian ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel sebanyak 86 santri putra pondok pesantren X. Instrumen yang digunakan yaitu skala psychological well being dari Ryff dan skala agresivitas dari Buss dan Perry. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan product moment pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan negatif antara persepsi agresi dan psychological well being. Hubungan negatif dengan nilai signifikasi 0,000 dan nilai korelasi -0,490 yang memiliki arti bahwa semakin tinggi persepsi agresi santri maka semakin rendah psychological well being yang dimiliki. Persepsi agresi menyumbangkan sebesar 24% dari psychological well being yang dibuktikan dengan analisis regresi yang menunjukkan nilai r square sebesar 0,240 yang berarti 76% psychological well being lainnya berasal dari selain persepsi agresi santri. Kata Kunci: Psychological Well Being, Persepsi Agresi, Pondok Pesantren Abstract This study aimed to determine the relationship between perceptions of aggression and psychological well being of male students in Islamic boarding school X. The rules of the Islamic boarding school that tend to lead to traditional methods are often regarded as something that is unpleasant to the santri even though there has been an agreement previously. Punishment which aims to discipline in the form of acts of violence or aggression behavior creates a perception of aggression in the santri. The perception of aggression among male students of Islamic boarding school X resulted in the students experiencing various problems that would disrupt the psychological well being of the students. This research method is a quantitative approach with correlation techniques. The sample consisted of 86 male students of Islamic boarding school X. The instruments used were the psychological well being scale from Ryff and the aggressiveness scale from Buss and Perry. The data analysis technique of this research uses the product moment pearson. A negative relationship with a significance value of 0.000 and a correlation value of -0.490 which means that the higher the students' perception of aggression, the lower their psychological well being. Aggression perception contributes 24% of psychological well being as evidenced by regression analysis which shows the value of r square of 0.240 which means 76% of other psychological well being comes from other than students' perceptions of aggression. Keywords: Psychological Well Being, Perception of Aggression, Islamic Boarding School
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PEREMPUAN Septy Wahyu Dianningrum; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42611

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pelajar SMAN 1 Kedungadem dengan kriteria berjenis kelamin perempuan dan berada di kelas X. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anlisa korelasi product moment dengan bantuan SPSS 22.0 for windows, metode ini dipilih karena bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan kepercayaan diri. Hasil analisis data menunjukkan nilai korelasi sebesar 0.315 (r hitung > r tabel) dengan interval antara 0.21-0.40, hal tersebut berarti terdapat hubungan yang rendah dengan arah positif antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada remaja perempuan. Kata Kunci : Citra Tubuh, Kepercayaan diri, Remaja Perempuan. Abstract This study was conducted to know correlation between body image and self-confident on teenage girl. The subject of this study is teenage girl students at X class of SMAN 1 Kedungadem. The method used to get sample was simple random sampling. The instrument to collect data are Likert scale with four choices. The study used correlation analysis product moment with SPSS 22.0 for windows to analysis data who have collected, this method chosen because to know correlatin between body image and self-confident. The result of analysis data show the correlation value 0.315 (r count > r table) with interval between 0.21-0.40, it means there is low correlation with positive direction between body image and self-confident on teenage girl. Keywords: Body Image, Self-Confidence, Teenage Girls.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Mochammad Yoga Aditya Pratama; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44551

Abstract

Abstrak Masa pandemi yang terjadi menyebabkan perubahan yang cukup signifikan di beberapa sektor, terutama di sektor pendidikan. Perubahan proses belajar dari luring menjadi daring menyebabkan intensitas akses internet pada gadget menjadi meningkat, bahkan seringkali dilakukan saat perkuliahan berlangsung. Penggunaan internet yang tidak relevan dengan perkuliahan menyebabkan terganggunya fokus mahasiswa terhadap perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini dilakukan terhadap 315 mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2018, 2019, dan 2020. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi pearson product moment yang menunjukkan adanya hubungan antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian ini memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,005) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,332 yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan arah hubungan negatif antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan yang signifikan namun tidak terlalu kuat pengaruhnya terhadap perilaku cyberloafing pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Kata Kunci : Regulasi diri, perilaku cyberloafing, mahasiswa. Abstract The pandemic caused significant changes in several sectors, especially in the education sector. Changes in the learning process from offline to online cause the intensity of internet access to gadgets to increase, even often done during lectures. The use of the internet that is not relevant to the lecture causes disruption of the student's focus on the lecture. This research aims to find out the relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in students of the Department of Psychology of Surabaya State University. This study was conducted on 315 psychology students of Surabaya State University in the class of 2018, 2019, and 2020. The data analysis technique used in this study is a pearson product moment correlation test that shows a relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in Psychology students of Surabaya State University. The results of this study obtained a significance value of 0.000 (p < 0.005) and a correlation coefficient value of -0.332 which indicates a significant relationship with the direction of the negative relationship between self-regulation and cyberloafing behavior in Psychology students. The results of this study showed that self-regulation has a significant but not very strong association in cyberloafing behavior in Psychology students of Surabaya State University. Keywords: Self regulation, cyberloafing behavior, college student.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA DI MASA PANDEMI COVID-19 Winda Ariyani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44859

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa SMA di masa pandemi Covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 125 siswa yang terdiri dari 58 siswa laki-laki dan 67 siswa perempuan dengan rata-rata usia 15-16 tahun. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu menggunakan skala kemandirian belajar dan skala persepsi dukungan sosial orang tua. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 26.0 for window yaitu menunjukkan sig. (2-tailed) ialah sebesar 0,015 (p<0,005) dan memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,217. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara persepsi dukungan sosial orang tua dengan kemandirian belajar siswa SMA X. Jika dukungan sosial yang diberikan orang tua tinggi maka kemandirian belajar pada siswa meningkat. Begitupun sebaliknya jika orang tua memberikan dukungan sosial yang rendah, maka kemandirian belajar pada siswa akan menurun. Kata Kunci: Kemandirian belajar, dukungan sosial orang tua, pandemi Covid-19 Abstract This study aims to determine the relationship between perceptions of parental social support and learning independence for high school students during the Covid-19 pandemic. The approach used in this research is quantitative with the type of correlation research. The population in this study were all students of class X. The subjects in this study were 125 students consisting of 58 male students and 67 female students with an average age of 15-16 years. The sampling technique was using saturated sampling. The research instrument used is the scale of learning independence and the scale of perceptions of parental social support. The data analysis technique used is the Pearson Product Moment correlation test with the help of SPSS 26.0 for window which shows sig. (2-tailed) is 0.015 (p < 0.005) and has a correlation coefficient of 0.217. The results of the hypothesis test show that there is a significant and positive relationship between the perception of parental social support and the learning independence of SMA X students. If the social support provided by parents is high, the learning independence of students will increase. On the other hand, if parents provide low social support, the learning independence of students will decrease. Keywords : Independent learning, parental social support, the Covid-19 pandemic.
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Ayu Ratna Sari; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44861

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan regulasi diri dengan prokrastinasi siswa di masa pandemi Covid-19. Prokrastinasi yakni suatu bentuk penundaan yang dijalankan oleh individu yang berkaitan dengan tugas akademik atau tugas formal. Penugasan akademik ini terdiri dari tugas sekolah atau pekerjaan rumah, tugas yang diberikan untuk kelompok atau kursus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 130 siswa, terdiri dari siswa kelas XI jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA X. Teknik sampling yang dipakai yakni Teknik sampling jenuh. Pada penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian korelasi. Kuesioner sebagai Teknik pengambilan data dan memakai skala untuk dipakai instrumen, yakni skala regulasi diri dan prokrastinasi siswa berbentuk skala likert yang memiliki empat alternatif jawaban. Data yang diperoleh dikelola dengan bantuan aplikasi SPSS 26 memakai uji product moment. Hasil pengujian didapatkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,040 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,180. Hasil dari pengujian hipotesis yakni terdapat hubungan yang positif mengenai regulasi diri dengan prokrastinasi siswa di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: regulasi diri, prokrastinasi siswa, pandemi Covid-19 Abstract This study aims to determine the relationship between self-regulation and student procrastination during the Covid-19 pandemic. Procrastination is a form of procrastination carried out by individuals related to academic or formal tasks. These academic assignments consist of schoolwork or homework, assignments given to groups or courses. The subjects in this study were 130 students, consisting of class XI students majoring in science, social studies, and language at SMA X. The sampling technique used was the saturated sampling technique. This research uses quantitative research methods in the form of correlation research. The questionnaire is a data collection technique and uses a scale to be used as an instrumen, namely the self-regulation scale and student procrastination in the form of a Likert scale which has four alternative answers. The data obtained is managed with the help of the SPSS 26 application using the product moment test. The test results obtained a sig (2-tailed) value of 0.040 and a correlation coefficient of 0.180. The results of hypothesis testing are that there is a positive relationship between self-regulation and student procrastination during the Covid-19 pandemic. Keywords : self-regulation, student procrastination, Covid-19 pandemic
MEMAKNAI KELEKATAN AMAN REMAJA DENGAN ORANG TUA DI MASA PANDEMI COVID-19 Shelina Ayu Junitasyari; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44891

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 sangat berdampak dalam berbagai hal, salah satunya adalah aktivitas yang dilakukan dari jarak jauh, mengakibatkan setiap anggota rumah memiliki kegiatan dan kesibukannya masing-masing. Meskipun begitu, setiap anggota keluarga juga memiliki kegiatan bersama disela kesibukan masing-masing yang menciptakan adanya kelekatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran serta pemaknaan remaja dalam kelekatan aman remaja dengan orang tua dan dampak yang dirasakan remaja dari adanya kelekatan aman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah enam orang remaja dengan rentang usia 15-18 tahun yang saat ini sedang bersekolah dengan menggunakan daring atau memiliki pengalaman bersekolah secara daring. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode member check. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa subjek mampu memaknai kondisi pandemic dengan memandang sisi positif dari kondisi tersebut. Penelitian ini mendapatkan tiga tema utama yaitu orang tua sensive dan responsive, komunikasi remaja pada orang tua, dan perhatian dan kasih sayang orang tua mengatasi stress pandemic. Faktor utama terciptanya kelekatan aman pada subjek yaitu hadirnya figure lekat, selalu berinteraksi dengan figure lekat, dan subjek merespon perhatian yang diberikan oleh figure lekat. Serta dampak yang dirasakan oleh subjek yaitu subjek memiliki tempat untuk bercerita, merasa lebih nyaman, aman dan tenang ketika bersama orang tua, memiliki arahan atau pandangan, dan semangat belajar yang meningkat. Kata kunci: kelekatan aman, remaja, orang tua Abstract The Covid-19 pandemic has greatly impacted various things, one of which is activities carried out remotely, resulting in each member of the house having their own activities and activities. However, every family member also has activities together in between their respective busy schedules that create attachment. The purpose of this study was to determine the description and meaning of adolescents in the attachment of adolescents to their parents and the impact felt by adolescents from their secure attachment. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach. The research subjects were carried out by six teenagers with an age range of 15-18 years who are currently using courage or having experience bravely. Data collection was carried out using semi-structured interviews and then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) data analysis techniques. Test the validity of the data in this study using the member check method. This study found that the subject was able to interpret the pandemic condition by looking at the positive side of the condition. This study found three main themes, namely sensitive and responsive parents, adolescent communication with parents, and parental attention and affection in dealing with pandemic stress. The main factors for creating secure attachment to the subject are the presence of the attached figure, always interacting with the attached figure, and the subject responding to the attention given by the attached figure. As well as the impact felt by the subject, namely the subject has a place to tell stories, feels more comfortable, safe and calm when with parents, has direction or views, and increases enthusiasm for learning. Keywords: secure attachment, adolescents, parents
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS X Mutiara Pratiwi; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45753

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2018 di Universitas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2018 di Universitas X yang sedang mengerjakan skripsi yang berjumlah 100 mahasiswa. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan datanya menggunakan data kuesioner berskala likert. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala yaitu stres akademik yang diadaptasi dari teori Gadzella dan Masten, sedangkan skala prokrastinasi akademik diadaptasi dari teori Ferarri. Teknik analisis datanya menggunakan analisis korelasi Product Momen Pearson. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai Pearson Corellation sebesar 0,326 dengan nilai signifikan sebesar 0,001. Maknanya adalah terdapat hubungan antara stres akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2018 di Universitas X. Kata Kunci: Stres Akademik, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa Yang Mengerjakan Skripsi Abstract This study aims to determine the relationship between academic stress and academic procrastination in students majoring in Informatics Engineering class 2018 at University X. The method used in this study is a quantitative method. The population in this study were students majoring in Informatics Engineering class of 2018 at University X who were working on a thesis totaling 100 students. The sampling technique used was the Cluster Random Sampling technique. The data collection technique uses Likert-scale questionnaire data. The research instrument uses two scales, namely academic stress which is adapted from Gadzella and Masten's theory, while the academic procrastination scale is adapted from Ferarri's theory. The data analysis technique uses Pearson Product Moment correlation analysis. Based on the results of the analysis, the Pearson Corellation value was 0.326 with a significant value of 0.001. The meaning is that there is a relationship between academic stress and academic procrastination in students majoring in Informatics Engineering class 2018 at University X. Keyword: Academic Stress, Academic Procrastination,Studen Working On Thesis
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS: FAKTOR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU PAUD Qansanya Hadie ‘Aina; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.46136

Abstract

Abstrak Salah satu aspek penting yang harus ditingkatkan pada diri karyawan adalah komitmen organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan organisasi. Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi karyawan perusahaan, namun para guru juga harus memiliki komitmen terhadap lembaga tempat mereka mengajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan komitmen organisasi pada guru PAUD. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 orang guru PAUD yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria minimal masa kerja selama 3 tahun. Untuk mengambil data, digunakan instrumen Skala Komitmen Organisasi dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Dalam menganalisa digunakan teknik korelasi rank spearman dengan bantuan aplikasi SPSS 25 for windows. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan komitmen organisasi pada guru PAUD. Nilai koefisien menunjukkan bahwa korelasi masuk dalam kategori kuat dan bersifat searah. Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Komitmen Organisasi, Guru PAUD Abstract One important aspect that must be improved in employees is organizational commitment. Employees who have high organizational commitment will make a positive contribution to the progress of the organization. This does not only apply to company employees, but teachers must also have a commitment to the institutions where they teach. One of the factors that influence organizational commitment is psychological well-being. This study aims to determine the relationship between psychological well-being and organizational commitment to PAUD teachers. The subjects in this study amounted to 32 PAUD teachers who were selected based on a purposive sampling technique with the minimum criteria of working for 3 years. To collect data, the instruments of Organizational Commitment Scale and Psychological Welfare Scale were used. In analyzing used Spearman rank correlation technique with the help of SPSS 25 application for windows. The test results show that there is a relationship between psychological well-being and organizational commitment to PAUD teachers. The coefficient value indicates that the correlation is in the strong category and is unidirectional. Keyword: Psychological Well-being, Organizational Commitment, Kindergarten Teacher