Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu, Paritas dan Inisiasi Menyusu Dini dengan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Mataram Ni Kadek Dwi Puspayanti; Ananta Fittonia Benvenuto; Dany Karmila; I Wayan Suradhipa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18500

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding is the best source of nutrition and nutrients that enhances immunity and optimizes the growth and development of children. The practice of exclusive breastfeeding can be influenced by several factors, including maternal knowledge, parity, and early initiation of breastfeeding (IMD). To determine the relationship between maternal knowledge, parity, and early initiation of breastfeeding with the history of exclusive breastfeeding among infants at Mataram Community Health Center. This study was a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design. The study involved 70 samples selected using stratified random sampling. The research was conducted at the Mataram Community Health Center in September 2024. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p0.05. Univariate analysis showed that 62 respondents had good knowledge, 43 respondents were multiparous mothers, 46 infants received early initiation of breastfeeding (IMD), and 74 respondents provided exclusive breastfeeding to their infants. Bivariate analysis revealed a significant relationship between parity and the history of exclusive breastfeeding (p-value=0.003). A significant relationship was also found between IMD and the history of exclusive breastfeeding (p-value=0.003). However, no significant relationship was found between maternal knowledge and the history of exclusive breastfeeding (p-value=0.104). Parity and early initiation of breastfeeding are statistically significantly associated with the history of exclusive breastfeeding. No significant association was found between maternal knowledge and the history of exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Maternal Knowledge, Parity, Early Initiation Of Breastfeeding.  ABSTRAK Air Susus Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan nutrisi dan gizi terbaik yang akan meningkatkan imunitas dan mengotimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian ASI Eksklusif ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan ibu, paritas dan inisiasi menyusu dini (IMD). Mengetahui hubungan pengetahuan ibu, paritas dan inisiasi menyusu dini dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Puskesmas Matarm. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada Penelitian ini sebanyak 70 sampel yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mataram pada bulan September 2024. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai signifikan p0,05. Hasil analisis univariat menunjukan 62 responden dengan pengetahuan baik, 43 responden merupakan ibu multipara, 46 bayi responden mendapatkan inisiasi menyusu dini (IMD) dan 74 responden memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Analisis bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara paritas dan riwayat ASI eksklusif dengan nilai p-value=0,003. Hubungan signifikan juga didapatkan antara IMD dan dan riwayat ASI eksklusif dengan nilai p-value=0,003. Tidak terdapat tubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan riwayat ASI eksklusif dengan nilai p-valu=0,104. paritas dan IMD berhubungan signifikan secara statistik dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif. Tidak Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan Riwayat pemberian ASI Eksklusif. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Paritas, Inisiasi Menyusu Dini. 
Hubungan Pernikahan Dini terhadap Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Stres pada Wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah I Gusti Agung Komang Lintang Calistha; Ayu Anulus; Sulatun Hidayati; Dany Karmila
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 4 No. 2 (2025): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini masih banyak terjadi di dunia maupun Indonesia. Nusa Tenggara Barat masih menempati posisi tertinggi jika dibandingkan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Banyak kasus pernikahan dini yang dilaporkan di Lombok Tengah sehingga sampai saat ini Lombok Tengah berada di urutan ke-2. Dusun Sade merupakan salah satu Dusun di Lombok Tengah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Adanya budaya merariq kodek sebagai salah satu faktor penyumbang banyaknya kejadian pernikahan dini pada wanita. Terjadinya pernikahan dini dapat disebabkan oleh faktor predisposing, enabling dan reinforcing. Pernikahan dini meningkatkan risiko terhadap kejadian fistula obstetrik, anemia dan eklampsia selain itu gangguan psikologi berupa kejadian depersi, kecemasan dan stres. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gambaran kasus pernikahan dini, tingkat depresi, kecemasan, stres, dan menganalisis hubungan status pernikahan dini terhadap kejadian depresi, kecemasan dan stres pada wanita di Dusun Sade. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Total sampel adalah 99 wanita Dusun Sade yang dipilih secara simple random sampling. Data diambil dengan kuesioner DASS-42 dan diolah dengan analisis univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian melaporkan bahwa sebanyak 59 (59,6%) wanita menikah dini. Hasil statistik menunjukkan bahwa hubungan antara pernikahan dini terhadap kejadian depresi (PR= 1,156; 95% CI = 0,384-3,483; p= 0,796), kecemasan (PR= 0,627; 95% CI = 0,275-1,428; p= 0,265), dan stres (PR= 0,659; 95% CI = 0,264-1,646; p=0,371), secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan:  yaitu kejadian depresi, kecemasan, dan stres tidak langsung berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah. Abstract Early marriage still occurs a lot in the world and in Indonesia. West Nusa Tenggara still occupies the highest position when compared to Java, Bali and Nusa Tenggara. Many cases of early marriage have been reported in Central Lombok so that currently Central Lombok is in 2nd place. Sade Hamlet is one of the hamlets in Central Lombok which is used as a tourist spot. The existence of the merariq codec culture is one of the contributing factors to the many incidents of early marriage among women. The occurrence of early marriage can be caused by predisposing, enabling and reinforcing factors. Early marriage increases the risk of obstetric fistula, anemia and eclampsia as well as psychological disorders in the form of depression, anxiety and stress. The aim of this research is to identify the description of cases of early marriage, levels of depression, anxiety, stress, and analyze the relationship between early marriage status and the incidence of depression, anxiety and stress in women in Sade Hamlet. This research is a quantitative research using a cross sectional approach. The total sample was 99 women from Sade Hamlet who were selected using simple random sampling. Data was taken using the DASS-42 questionnaire and processed using univariate and bivariate analysis (chi-square). The research results reported that as many as 59 (59.6%) women married early. Statistical results show that there is a relationship between early marriage and the incidence of depression (PR= 1.156; 95% CI = 0.384-3.483; p= 0.796), anxiety (PR= 0.627; 95% CI = 0.275-1.428; p= 0.265), and stress (PR= 0.659; 95% CI = 0.264-1.646; p=0.371), not statistically significant. The conclusion is that the incidence of depression, anxiety and stress is not directly related to early marriage in women in Sade Hamlet, Central Lombok.
Hubungan Efikasi Diri, Kualitas Tidur dan Motivasi Belajar dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa yang Akan Menghadapi Ujian Mcq Tahap Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar I Made Putra Satia Dharma; Ronanarasafa Ronanarasafa; Dany Karmila; Yolly Dahlia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24748

Abstract

ABSTRACT Anxiety is an emotional condition characterized by feelings of worry or fear arising from thoughts or expectations. According to the 2020 Riskesdas, the prevalence of anxiety in Indonesia is approximately 6.1% among individuals aged 15 years and above. Anxiety is commonly experienced by university students, particularly medical students. Global data indicate that the prevalence of anxiety among medical students ranges from 29.2% to 38.7%. Anxiety in medical students is often associated with a heavy academic workload. One condition that frequently triggers anxiety is the period preceding MCQ examinations. This study aims to determine whether there is a relationship between self-efficacy, sleep quality, and learning motivation with the level of anxiety of academic stage students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University who will face the MCQ exam. This study employed a cross-sectional study design and was conducted at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar in October 2025. The research sample consisted of 222 respondents. The instruments used were the DASS-42 questionnaire to measure anxiety levels, the GSES to assess self-efficacy, the PSQI to evaluate sleep quality, and the MSLQ to measure learning motivation. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test with a significance level of p-value ≤ 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and anxiety levels (p-value = 0.000, correlation coefficient = 0.415), between sleep quality and anxiety levels (p-value = 0.000, correlation coefficient = 0.432), and between learning motivation and anxiety levels (p-value = 0.000, correlation coefficient = 0.224). There is a significant relationship between self-efficacy, sleep quality, and learning motivation with anxiety levels among medical students at Universitas Islam Al-Azhar who are facing MCQ examinations. Keywords: Anxiety Level, Self-efficacy, Sleep Quality, Learning Motivation.  ABSTRAK Kecemasan merupakan kondisi emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir atau takut yang muncul dari pikiran atau harapan. Menurut Riskesdas tahun 2020, prevalensi kecemasan di Indonesia sekitar 6,1% pada usia 15 tahun keatas. Kecemasan sering dialami oleh mahasiswa salah satunya mahasiswa kedokteran. Data global menemukan bahwa prevalensi mahasiswa kedokteran yang mengalami kecemasan sekitar 29,2% sampai 38,7%. Kecemasan pada mahasiswa kedokteran dikarenakan memiliki beban pelajaran yang tinggi. Kondisi yang sering memunculkan kecemasan yaitu menjelang ujian MCQ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan efikasi diri, kualitas tidur, dan motivasi belajar dengan tingkat kecemasan mahasiswa tahap akademik fakultas kedokteran Universitas Islam Al-Azhar yang akan menghadapi ujian MCQ. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional, dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar pada bulan Oktober 2025. Sampel penelitian sebanyak 222 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat kecemasan, kuesioner GSES untuk mengukur efikasi diri, kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan kuesioner MSLQ untuk mengukur motivasi belajar. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman dengan batas nilai signifikasi p-value ≤ 0,05. Hasil analisis bivariat mengenai hubungan efikasi diri dengan tingkat kecemasan didapatkan p-value 0,000 dan koefisien korelasinya sebesar 0,415, hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan didapatkan p-value 0,000 dan koefisien korelasinya sebesar 0,432, dan hubungan motivasi belajar dengan tingkat kecemasan didapatkan p-value 0,000 dan koefisien korelasinya sebesar 0,224. Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri, kualitas tidur dan motivasi belajar dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yang akan menghadapi ujian MCQ. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Efikasi Diri, Kualitas Tidur, Motivasi Belajar.