Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA SKIZOFERNIA DI UPT PUSKESMAS AIR TIRIS Yaumil Siratul Jannah; Alini Alini; Indrawati Indrawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i2.54064

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) (2022), diperkirakan bahwa 23 juta atau 1 dari 300 orang (0,32%) terkena skizofrenia di seluruh dunia. Indonesia memiliki jumlah pengidap skizofrenia terbanyak di dunia. Penderita skizofernia, jika dirinya memiliki koping yang bagus dalam menangani kekacauan jiwanya, penderita tidak akan mengalami stres yang berkepanjangan dan tidak mempengaruhi kemandiriannya dalam memenuhi Activity Daily Living (ADL). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemandirian Activity Daily Living (ADL) dengan kualitas hidup  pada penderita skizofernia di UPT Puskesmas Air Tiris. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24-31 Desember 2024 di UPT. Puskesmas Air Tiris. Sampel dalam penelitian ini seluruh penderita skizofernia yang rutin berobat di klaster 4 ruang konsultasi gizi, sanitarian berjumlah 87 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan  uji chi-square dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara antara kemandirian Activity Daily Living (ADL) dengan kualitas hidup  pada penderita skizofernia di UPT Puskesmas Air Tiris dengan nilai  p value = 0,002. Diharapkan kepada responden agar terus meningkatkan ketrampilan ataupun kemandirian Activity Daily Living (ADL), pertahankan kemampuan yang sudah baik, serta memperbanyak interaksi sosial sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Marta Anggraini; Alini Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.215

Abstract

Gangguan tidur yang terjadi pada pasien diabetes mellitus (DM) dapat mempengaruhi pasien dalam pengelolaan penyakitnya. Adanya gangguan tidur pada penderita DM berarti penderita sering terbangun malam hari, biasanya sulit kembali tidur, dan kualitas tidurnya buruk atau berkurang. Kekurangan tidur  mempunyai resiko peningkatan berat badan, memicu produksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rawat Inap Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang masuk rumah sakit dan di rawat inap Aulia Hospital yang berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan glucometer. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 58 responden, terdapat kualitas tidur responden yang buruk sebanyak 35 orang (60,3 %) dan terdapat responden yang hiperglikemia yaitu sebanyak 32 orang (55,2 %). Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan kualitas tidur dengan status hiperglikemia (p ≤ 0,05; OR=12,150). Diharapkan pada pasien DM tipe 2 dan keluarga  untuk dapat menjaga kadar gula darah tetap bisa terkontrol dengan cara patuh minum obat sesuai waktu dan dosis yang seharusnya, pengendalian berat badan melalui olahraga dan makan sehat dan memperbaiki kualitas tidurnya.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. D Dengan Gastritis Di Ruangan Sahabat RSUD Bangkinang Rahmat Fadillah; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.71

Abstract

Komplikasi yang dapat muncul akibat dari penyakit gastritis antara lain perdarahan saluran cerna bagian atas , ulkus gaster , hematematis dan melena yang apabila berlanjut akan menyebabkan shock hemoragik. Efek negatif lain yang dapat ditimbulkan dari gastritis yaitu gangguan penyerapan B12. Penyerapan vitamin B12 yang tidak efektif dapat menyebabkan anemia perneniosa, gangguan penyerapan zat besi, dan penyempitan pylorus yaitu bagian yang menghubungkan antara lambung dengan usus halus. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis di ruang Sahabat RSUD Bangkinang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 23-25 Mei 2024. Subjektif pada laporan kasus adalah Ny.D yang berusia 44 tahun dengan gastritis. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian pasien mengatakan merasa nyeri di ulu hati, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit kepala, pasien mengatakan kurang mengerti tentang penyakitnya, pasien terlihat lemah dan lesu. Sehingga peneliti dapat merumuskan masalah yang utama dengan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Intervensi yang diberikan yaitu mengidentifikasi lokasi dan karakteristik nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respon nyeri non verbal, mengajarkan pasien untuk melakukan relaksasi nafas dalam untuk meredakan nyeri, menjelaskan penyebab dan pemicu nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny.D dengan gastritis  dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama tiga hari pada klien telah didapatkan dengan masalah teratasi. Pada tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dan planning dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar menjadikan sebagai pedoman baik instansi, masyarakat dan penelitian selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis.
Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Stres Kerja Perawat Novia Darva Utari; Nur Afrinis; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.212

Abstract

Perawat yang sering mengalami tekanan dan tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya stres kerja, hal ini diperkuat dengan adanya konflik peran ganda yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan konflik peran ganda dengan stres kerja perawat di ruang rawat inap Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap Aulia Hospital yang sudah bekeluarga berjumlah 52 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konflik peran ganda yang tinggi sebanyak 30 orang (57,7%) dan sebagian besar responden memiliki stres kerja yang sedang yaitu sebanyak 27 orang (51,9%). Hasil analisa bivariate dengan uji chi-square (X²) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan stres kerja perawat dengan p value 0,016. Diharapkan pada perawat yang sadar akan keadaannya dan mengetahui berbagai tugasnya sehingga diharapkan dapat mengelola dan mengurangi stres kerja, antara lain dengan mengatur waktu, tenaga dan perannya.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Dalam Menerapkan  Five Moments For Hand Hygiene di Ruang Poliklinik Aulia Hospital Uswatun Hasanah; Nur Afrinis; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.235

Abstract

Kepatuhan perawat dalam menerapkan  five moments for hand hygiene merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan perawat dan lingkungan sekitar dalam hal mencegah terjadinya  infeksi nosokomial. Kepatuhan perawat dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap perawat  dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di Poliklinik Aulia Hospital yang berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Januari-08 Februari 2026. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan cuci tangan dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632). Kuesioner sikap dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632. Kemudian kuesioner kepatuhan cuci tangan pada perawat sudah dilakukan uji validitas dengan face validity dan dinyatakan valid. Nilai cronbach alpha yang diperoleh sebesar 0,957 yang mana instrument ini dinyatakan reliable. Analisa data menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 29 responden (67,4%), 24 responden (55,8%) memiliki sikap positif, dan 23 responden (53,5%) tidak patuh dalam menerapkan five moment for hand hygiene. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene (p-value 0,189) dan ada hubungan yang signifikan antara sikap perawat  dengan kepatuhan dalam menerapkan Five moments for hand hygiene (p value 0,000). Diharapkan petugas kesehatan di Aulia Hospital dapat meningkatkan kepatuhan akan pentingnya melakukan five moments for hand hygiene yang telah ditetapkan.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Cina Terhadap Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Arthritis Di Desa Kampar UPT Puskesmas Kampa Tahun 2023 Wirdatul Jannah; Apriza Apriza; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.111

Abstract

Asam urat atau biasa disebut gout arthritis adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh senyawa asam urat yang berlebih dalam tubuh, kekurangan ekskresi atau peningkatan asupan purin yang sering terjadi pada persendian jari kaki dan tangan. Salah satu pengobatan non-farmakologi pada gout arthritis adalah rebusan yang mengandung senyawa flavanoid dan saponin yang bersifat antioksidan untuk mencegah produksi asam urat dan berperan menurunkan kadar asam urat dengan meningkatkan aktivitas urikinase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirih cina terhadap kadar asam urat pada penderita gout arthritis di desa Kampar UPT  Puskesmas Kampa Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental, dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita gout arthritis di Desa Kampar dengan populasi sebanyak 127 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 17 orang berdasarkan kriteria inklusi. Data asam urat dikumpulkan lewat pengukuran menggunakan easy touch GCU dan lembaran checklist. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar asam urat sebelum pemberian rebusan daun sirih cina adalah 8.61 mg/dl, dan rata-rata kadar asam urat setelah pemberian rebusan daun sirih cina 6.447 mg/dl, dengan selisih rata-rata sebanyak 2.1588. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh pemberian rebusan daun sirih cina terhadap kadar asam urat pada penderita gout arthritis di Desa Kampar UPT Puskesmas Kampa  dengan P-value 0.000 (≤0,05). Diharapkan kepada responden untuk selalu mengontrol kadar asam urat dan memanfaatkan pengobatan herbal rebusan daun sirih cina untuk menurunkan kadar asam urat.
Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Ispa Dan Kebiasaan Merokok Dalam Keluarga Dengan Kejadian ISPA Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2023 Masrel Masrel; Syukrianti Syahda; Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.115

Abstract

ISPA disebabkan oleh virus atau bakteri. Dampak yang ditimbulkan ISPA antara lain dapat mengganggu tumbuh kembang anak, jika anak terus menerus sakit maka berat badan anak tidak bertambah secara alami, meskipun berat badan anak biasanya bertambah selama masa tumbuh kembang. Selain itu, jika infeksi di paru-paru dan tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat mengancam jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu balita tentang ISPA dan kebiasaan merokok dalam keluarga dengan kejadian ISPA pada balita wilayah Puskesmas Kampa di Desa Pulau Rambai Tahun (2023). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan tanggal 26 September sampai 1 Oktober tahun 2023 di Desa Pulau Rambai dengan jumlah sampel sebanyak 180 orang ibu yang mempunyai balita yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Berdasarkan uji statistic chi-square diperoleh nilai p value = 0,001 (P ≤ 0,005) yang berarti ada hubungan antara pengetahuan ibu balita dengan kejadian ISPA di Desa Pulau Rambai dari uji statistik POR = 2,826 artinya responden yang pengetahuan kurang 2,8 kali beresiko terkena ISPA. Berdasarkan uji statistic chi-square diperoleh nilai p value = 0,002 (P ≤ 0,005) yang berarti ada hubungan antara kebiasaan merokok dalam keluarga dengan kejadian ISPA di Desa Pulau Rambai. Diharapkan bagi ibu yang mempunyai balita menambah informasi dan masukan terutama pengetahuan ibu yang kurang mengetahui tentang ISPA dan bagi keluarga yang kebiasaan merokok dalam keluarga dengan kejadian ISPA.
Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Stress Pada Narapidana Novia Salsabila; Alini Alini; Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.183

Abstract

Menjadi narapidana merupakan sumber stresor berat bagi pelaku yang menduduki posisi tertinggi dalam kehidupan pelaku, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerimaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dengan stres pada narapidana 0-6 bulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 135 narapidana yang menjalani masa hukuman 0-6 bulan dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian in dilakukan pada tanggal 8 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis univariat diperoleh 69 responden (51,1%) memiliki penerimaan diri rendah dan 60 responden (44,4%) mengalami stres sedang. Hasil uji chi square diperoleh ada hubungan antara penerimaan diri (p value = 0,000) dengan stres pada narapidana. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memperbanyak kegiatan seperti workshop, ceramah, pembinaan karakter, latihan motivasi di lingkungan lapas sebagai upaya meningkatkan penerimaan diri dan mempelajari teknik relaksasi nafas dalam sehingga dapat mengurangi stres yang dihadapi.
Hubungan Religiusitas dengan Kesehatan Mental Pada Narapidana Nur Azlin; Alini Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.203

Abstract

Religiusitas bukan hanya masalah ibadah, tetapi berperan penting sebagai  makna kehidupan, penopang kesehatan mental, kontrol perilaku dan proses rehabilitasi. Narapidana yang tidak mementingkan religiusitas atau tidak memiliki dukungan spiritual dalam proses pembinaan bisa memicu tingkat stres yang lebih tinggi, agresivitas, emosi yang tidak terkontrol, rasa putus asa selama menjalani hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan cros sectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota Alini Alini; Nia Aprilla; Bri Novrika
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.210

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat.​ Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm.​ Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05).​ Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.​