Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI KARAKTER GOTONG ROYONG BERBASIS ONLINE COLLABORATIVE LEARNING Listyaningsih Listyaningsih
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2022): PROSIDING “CES” (CONFERENCE OF ELEMENTARY STUDIES) TAHUN 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gotong royong for the Indonesian people is one of the local wisdoms or local wisdom because gotong royong is a characteristic of the Indonesian people that distinguishes other nations. Gotong royong is a national character whose values are inherited from ancestors and these values have been embedded in the soul and have become the personality of the Indonesian nation since ancient times. In terms of solving the problems experienced by the Indonesian people, gotong royong is an alternative to overcome the problems that occur. Gotong royong at this time is not only interpreted in the form of community service, but is also interpreted in a broad sense, for example mutual cooperation in learning. In essence, humans are social beings who need other people in their lives. As social beings, humans need to help others who are experiencing difficulties. Learning based on the values of local wisdom, namely the value of mutual cooperation is very important to be instilled in all students. The implementation of the gotong royong character based on online collaborative learning can be applied to all subjects through activities carried out in groups, working together, sharing, and helping each other with fellow group members. Keywords: character; mutual cooperation; online collaborative learning
Eksplorasi Makna Tradisi Bersih Desa terhadap Perilaku Sosial Masyarakat di Desa Wedoro Kabupaten Sidoarjo Indana Zulfa; Ananda Aulia Rahma; Fariha Zahro Hasanah; Listyaningsih Listyaningsih
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.6785

Abstract

One of the Javanese traditions that still survives today is the village cleaning tradition, which is maintained and preserved by the residents of Wedoro Village, Sidoarjo Regency, amid the rapid pace of modernization. This study aims to analyze the meaning of the village cleaning tradition in relation to the social behavior of the community and to identify preservation strategies that have been implemented to ensure that it remains relevant in this day and age. The research uses a descriptive qualitative method involving eight informants consisting of community leaders, teenagers, and residents of Wedoro Village, Sidoarjo Regency as subjects, while data is obtained through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the meaning of the village cleaning tradition is not just an annual ritual, but also contains religious and social values, such as expressions of gratitude, prayers for safety, respect for ancestors, and strengthening solidarity and mutual cooperation. Preservation strategies are carried out through the active participation of the younger generation, adaptation to community culture, creative innovations that do not eliminate the core values of tradition, embracing residents through existing institutions, and encouragement from parents. These findings are linked to Talcott Parsons' AGIL theory, which emphasizes adaptation to the tide of modernization, the achievement of goals in the form of togetherness and prosperity, integration through the strengthening of social solidarity, and the maintenance of patterns by preserving and passing on cultural values as a whole.
Integrasi Nilai Toleransi Intraagama Di Dusun Genengan Desa Banjaragung Kabupaten Mojokerto Nur Chamidah; Listyaningsih Listyaningsih
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoleransi intraagama di masyarakat Dusun Genengan, Desa Banjaragung, muncul akibat perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan antara kelompok Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan LDII. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam integrasi toleransi intraagama. Teori yang digunakan adalah struktural fungsional AGIL oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Purposive sampling digunakan untuk memperoleh data wawancara yang melibatkan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Diperoleh hasil peran Kepala Desa diantaranya sebagai fasilitator, mediator, perantara, serta merancang program adaptif dan upaya yang dilakukan lembaga kemasyarakatan desa diantaranya menjadi pengerak masyarakat, penyambung informasi, pelaksana program, dan penasehat masyarakat. Serta didukung dengan peran Tokoh Agama sebagai edukator dan juga role model dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor pendukung meliputi keterbukaan masyarakat dan konektivitas pemerintahan desa, sedangkan faktor penghambat meliputi pandangan negatif terhadap kelompok lain, rendahnya partisipasi pemuda dan tingginya mobilitas pendatang. Maka penelitian ini menegaskan pentingnya peran Tokoh Masyarakat dalam integrasi nilai toleransi.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Meningkatkan Kecakapan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Keberagaman Budaya di SMAN 16 Surabaya: Penelitian Meta Akhtia Putri Agustina; Listyaningsih Listyaningsih; Siti Maizul Habibah; Rianda Usmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7096

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kecakapan berpikir kritis siswa pada materi keberagaman budaya di SMAN 16 Surabaya. Penelitian dilatarbelakangi rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih berpusat pada guru sehingga kurang mendukung pengembangan berpikir kritis dan pemahaman kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas 56 siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen (PjBL) dan kelas kontrol (STAD). Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, dan Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kecakapan berpikir kritis siswa setelah penerapan PjBL, dengan rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 88,36 menjadi 94,89. Hasil observasi juga menunjukkan siswa lebih aktif, kreatif, serta memiliki kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang lebih baik. Dengan demikian, PjBL efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan berpikir kritis siswa pada materi keberagaman budaya.
Metode Window Shopping sebagai Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Syavina Rizqy Amelia; Listyaningsih Listyaningsih; Siti Maizul Habibah; Budi Santosa
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i2.6210

Abstract

Pancasila Education at SMAN 2 Lamongan, the lecture method is still theoretical. This causes students' learning interest to be low. This condition causes the learning process to feel monotonous, causes boredom, and decreases active student participation. This study aims to examine the effect of implementing the Window Shopping method on students' learning interest in the Pancasila Education subject in class XI of SMAN 2 Lamongan. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type and a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 70 students consisting of 35 students in the experimental class (XI-10) and 35 students in the control class (XI-12). Data collection techniques were carried out through questionnaires, and data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. The results of the study showed that the average score of students' learning interest in the experimental class was higher than in the control class. This was proven through the nonparametric Mann-Whitney U test which showed the Asymp. Sig. value. (2-tailed) of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05, so H₀ is rejected and Hₐ is accepted. In addition, the results of the N-Gain analysis show an average score of 0.7013 or 70.13% which is included in the fairly effective criteria. This value indicates that there is a significant increase in student learning interest after the application of the Window Shopping method. Thus, it can be concluded that the Window Shopping method is effective in increasing learning interest because it is able to encourage active involvement, interaction, and a more interesting learning experience.
Penguatan Capacity Building Berbasis Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Adat Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Listyaningsih Listyaningsih; Warsono Warsono; Raden Roro Nanik Setyawati; Maya Mustika Kartika Sari; Siti Maizul Habibah; Beti Indah Sari; Edy Suprianto
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sagfcs88

Abstract

Indigenous institutions have an important position in maintaining social order and local cultural identity in the midst of ongoing social change. This community service aims to strengthen the capacity of customary institutions in Kayu Kebek Village, Tutur District, Pasuruan Regency through a capacity building approach that is integrated with Pancasila values. Activities are carried out through participatory observation, institutional training, workshops on Pancasila values, and assistance in strengthening the organizational structure. The results of this activity show that the integration of Pancasila values in strengthening customary institutions can increase community participation, strengthen institutional identity, and create synergy between local and national values. This strengthening is an important foundation in creating socio-cultural resilience based on local wisdom.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora Dalam Merancang Dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning Di Lab School Unesa Beti Indah Sari; Siti Maizul Habibah; Harmanto Harmanto; Listyaningsih Listyaningsih; Rianda Usmi; Budi Santosa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/31yjvs15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran sosial humaniora dalam merancang dan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh 55 guru dari berbagai sekolah mitra  yang tergabung dalam Lab School UNESA dan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sangat relevan dalam pembelajaran sosial humaniora karena mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Kegiatan ini menggunakan metode lokakarya dan praktik penyusunan perangkat ajar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung transformasi pembelajaran sosial humaniora yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter.