Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EMPOWERING KELUARGA DAN KADER DALAM IMPLEMENTASI PENYAKIT DEGENERATIF Nur Ainiyah; Siti Nurjanah; Diah Retno Kusumawati; Ismi Aziziah; Serli Mei Anggraini; Saptita Eka Wardani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2756

Abstract

Aging process (proses menua) adalah suatu proses kehidupan yang tidak akan bisa dicegah dan semua manusia akan melewati proses ini.  Semakin bertambahnya umur maka kemmapuan fisiologis dan ketahanan tubuh menurun pula, sehingga mengakibatkan penurunan kebugaran fisik. Lansia dapat menjaga kebugaran fisiknya dengan baik sehingga memperlambat aging proses, tetapi banyak lansia yang tidak menjaga kebugaran fisik, sehingga dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan keluarga dan kader dalam implementasi penyakit degeneratif. Metode yang adalah persuasive participant (edukasi kesehatan tentang penyakit degeneratif, empowering (memberdayakan keluarga dan kader kesehatan dengan mengajarkan pengukuran tekanan darah dan glukosa darah) dan community development (melakukan pemeriksaan kesehatan kepada lansia dan ibu-ibu) Hasil dalam pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan ini dihadiri oleh lansia  dan ibu- ibu, sejumlah 56 orang dengan antusias dan aktif dalam diskusi tanya jawab, sedangkan empowerment atau pemberdayaan kader, diikuti oleh 5 orang, kader dapat mempraktekkan kembali cara pengukuran tekanan darah dan  kadar glukosa darah, sedangkan community development dengan melaksanakan senam anti stroke, pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa darah pada lansia, pelaksanaan  SPA kaki dan sauna bathing pada penderita  diabetes mellitus (diikuti sejumlah 60 orang ).  Peningkatan pengetahuan lansia dan peningkatan ketrampilan kader dan keluarga diharapkan dapat memonitor kesehatan secra berkala sehingga komplikasi penyakit degenerative dapat dicegah. 
PENTINGNYA KESEHATAN KAKI UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS NUR AINIYAH; CHILYATIZ ZAHROH; DIAH RETNO KUSUMAWATI; SITI DAMAWIYAH
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.8065

Abstract

Kaki merupakan hal yang sangat penting setiap individu, akan tetapi meskipun sangat penting banyak sekali penderita Diabetes Melitus (DM) yang tidak memperhatikannya, pada penderita bisa DM beresiko terjadinya komplikasi karena adanya mikroangiopati, yaitu adanya pembuluh darah perifer yang sempit sehingga mengakibatkn gangguan arteri perifer dan iskemik pada dengan tanda khusus seperti nyeri ketika melakukan aktifitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan penderita DM dan keluarganya untuk dapat merawat Kesehatan kaki. Metode yang digunakan adalah persuasive participant melalui pemberian pendidikan kesehatan tentang diit DM dan terapi komplementer untuk Kesehatan kaki, empowering atau memberdayakan keluarga dan pasien DM melakukan perawatan kaki melalui spa kaki diabetik. Kegiatan ini dihadiri oleh pasien DM dan keluarganya, sejumlah 40 orang dengan antusias dan aktif dalam diskusi tanya jawab, audiens dapat mempraktekkan kembali cara spa kaki dan terapi komplementer yang lain sedangkan community development dengan melakukan terapi ankle pumping dan spa kaki bersama-sama. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari dan ketrampilan melakukan spa kaki dan ankle pumping. Oleh karena itu diharapkan terapi komplementer ini dapat dilaksankan secara mandiri oleh pasien DM, keluarga serta kader.
Sosialisasi Herbal Medicine Sebagai Pemberdayaan Potensi Kesehatan Berbasis Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Diah Retno Kusumawati Kusumawati; Marinda Dwi Puspitarini; Prima Surya Ardiansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.205 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.847

Abstract

Salah satu potensi Pondok Pesantren yang bisa dimanfaatkan terkait dengan adanya sumber daya dan potensi pembelajaran adalah pemberdayaan potensi kesehatan, utamanya tentang herbal medicine. Mengingat saat ini Covid masih ada, maka herbal medicine diharapkan bisa memberi angin segar untuk upaya terapi pendamping atau upaya peningkatan imunitas. Metode pengabdian masyarakat menggunakan webinar secara online interaktif yang dievaluasi lewat pretest dan posttest. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan santri Ponpes Zainul Hasan Genggong. Terlaksananya webinar online mengenai potensi kesehatan berbasis pondok yang diselingi pretest dan posttest serta tanya jawab telah memberikan gambaran yang baik kepada para santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Peningkatan pengetahuan mengenai herbal medicine diharapkan bisa menjadi titik awal pengembangan potensi kesehatan berbasis pondok pesantren yang selanjutnya bisa terus meningkat dan semakin bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Influence of Self-Motivation and Health Locus of Control on Adherence to Medication Among Hypertension Patients Nur Ainiyah; Najmiatu Zuhriyah; Chilyatiz Zahroh; Siti Damawiyah; Diah Retno Kusumawati; R. Khairiyatul Afiyah; Syiddatul Budury; Andikawati Fitriasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2526

Abstract

Hypertension is one of the more common comorbidities among patients infected with the Sars-CoV-2 virus, which causes COVID-19, but many hypertensive patients do not comply with taking medication. This study analyzed the relationship of self-motivation and health locus of control with self-management (medication adherence) among hypertensive patients during the COVID-19 pandemic at Private Hospital Surabaya, Indonesia. The research adopted a correlative analytic design with a cross-sectional approach, and the study’s population comprised 74 hypertensive patients recruited by simple random sampling who were treated at Private Hospital Surabaya, Indonesia The instruments used included the Treatment Self-Regulation Questionnaire to measure self-motivation, the Multidimensional Health Locus of Control Scale to measure locus of control, and the Morisky Medication Adherence Scale–8 to measure self-management (medication adherence). Spearman’s rank correlation coefficient was employed for data analysis to measure the relationships between self-motivation, locus of control, and with self-management (adherence to taking medication). The results reveal a relationship between self-motivation and adherence to medication at a level of p = 0.000 and a relationship between health locus of control and adherence to taking medication at a level of p = 0.000 among hypertensive patients during the COVID-19 pandemic at Private Hospital Surabaya, Indonesia. The findings suggest the value of efforts to provide motivation to patients and support their being more responsible in controlling their health conditions by adherence to medication.   Abstrak Pengaruh Motivasi Diri dan Locus of Control pada Kepatuhan Minum Obat Pasien dengan Hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan komorbiditas tertinggi pada pasien yang terinfeksi virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19, diperparah dengan masih banyaknya pasien hipertensi yang tidak patuh minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi diri dan health locus of control dengan self-management (kepatuhan minum obat) pada pasien hipertensi pada era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit swasta Surabaya Indonesia dengan simple random sampling sebanyak 74 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Treatment Self-Regulation Questionnaire untuk mengukur motivasi diri, Multidimensional Health Locus of Control Scale untuk mengukur locus of control, dan Morisky, Medication Adherence Scale untuk mengukur selfmanagement (kepatuhan pengobatan). Analisis data yang digunakan untuk mengukur self-motivation, locus of control dengan self-management (kepatuhan minum obat) adalah tes Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya dengan taraf (p = 0,000), dan ada hubungan antara lokus kesehatan dengan pengendalian dan kepatuhan minum obat bagi pasien hipertensi di era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya (p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dengan memberikan motivasi dan dukungan untuk lebih bertanggung jawab dalam mengontrol kondisi kesehatannya (patuh minum obat). Kata Kunci: kepatuhan minum obat, locus of control, pasien hipertensi, self-motivation
FAMILY COACHING DALAM PELAKSANAAN KEMANDIRIAN DAN SELF-MANAGEMENT PADA PENDERITA DM Nur Ainiyah; Chilyatiz Zahroh; Diah Retno Kusumawati; Barokaniah Rizky Dianty; Binti Nur Kholifah; Novia Wahyu Febryanti; Sukma Cahya Ramadhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19638

Abstract

Keluarga juga sebagai the agent of chage dalam meningkatkan perubahan perilaku penderita Diabaetes Melitus (DM). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan penderita DM dan keluarganya untuk dapat melaksanakan kemandirian dan self -management pada kesehatannya. Metode yang digunakan yaitu persuade participant, empowering keluarga sebagai coach agar dapat melakukan pencegahan secara dini sehingga komplikasi tidak terjadi, selanjutnya adalah community development (melaksanakan pemeriksaan kadar glukosa darah, sensitivitas kaki serta senam kaki bersama- sama). 40 orang hadir dalam kegiatan ini dengan aktif dan partisipatif. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan self-management DM dan ketrampilan melaksanakan perawatan diri pada penderita DM, sehingga lebih mandiri dalam menjaga kesehatan.
PENGENALAN GEJALA TB DAN PENYEBARAN BAKTERI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA MIGRAN TAHUN 2023 Utami Ambarsari; Diah Retno Kusumawati; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Noer Farakhin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21846

Abstract

Semakin ketatnya persyaratan dan kuota penerimaan migran luar negeri oleh negara-negara penerima migran/negara-negara ketiga berimplikasi pada semakin meningkatnya jumlah migran luar negeri di Indonesia. Maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan personal hygiene dan kesehatan paru-paru bagai salah satu bentuk pencegahan TBC di kalangan migran. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Kafe Fastron Lt 3 Unusa, Kampus B, Jemursari, Surabaya dihadiri oleh 29 Migran atau pengungsi yang berasal dari Afghanistan, Pakistan, Iran, Somalia, Sudan, dan Myanmar. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa Pelatihan Psychological Firs Aid, Basic Life Support, dan Kegawatdaruratan untuk menjadi kader kesehatan migran atau pengungsi. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat perubahan pengetahuan peserta dari pretest dan posttest yang disebar dan dengan dilihat dari antusiasme peserta dan peningkatan pengetahuan peserta dengan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan p-value bernilai 0,005. Karena nilal 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima". Artinya ada perbedaan antara pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan (Pretest) dan setelah dilakukan penyuluhan (Posttest). Terdapat pengaruh pemberian penyuluhan yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Migran terkait Gejala TB dan Penyebaran Bakteri Mycobacterium Tuberculosis 2023.
SENAM RINGAN UNTUK SANTRI SEBAGAI BENTUK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Kusumawati, Diah Retno; Puspitasari, Renny Novi; Ainiyah, Nur; Romdloni, Muhammad Afwan; Muhammad, Akbar Reza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23347

Abstract

Aktifitas santri yang padat di pondok pesantren mulai dari subuh hingga malam dapat memicu Kelelahan (fatigue) apabila tidak diikuti oleh Latihan fisik rutin yang bermanfaat dalam meningkatkan kebugaran. Kebugaran santri dapat didapatkan dari aktifitas fisik beragam, salah satunya adalah senam ringan. Sayangnya masih banyak santri yang belum mengetahui manfaat senam rutin terhadap kesehatan dan kebugaran sehingga santri cenderung terpaksa dan malas mengikuti kegiatan senam rutin. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan santri terhadap senam ringan sebagai bentuk perilaku hidup berish dan sehat di pondok pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan menganalisis kuesioner. Mitra PKM adalah 50 santri dan santriwati PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan santri sebelum (3,54) dan setelah diberikan penyuluhan (4,20) dengan peningkatan signifikan p<0,001. Kesimpulan pengabdian masyarakat santri yang memahami pentingnya senam ringan dapat secara aktif dan mandiri dalam mengikuti kegiatan senam ringan yang baik untuk kebugaran.
The Relationship Of Gentamycin Antibiotic Exposure To: Escherichia Coli Bacteria Resistant To Antibiotic Gentamycin And Escerichia Coli ESBL In Vitro Kusumawati, Diah Retno
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 3 No 1 (2021): December
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v3i1.2138

Abstract

Background: The development of bacteria that have been resistant to antibiotics can complicate the treatment process. Either causes of antibiotic resistance is inappropriate use of antibiotics. Gentamycin is an aminoglycoside-derived antibiotic which its role is very significant for gram-negative bacteria. Repeated use of gentamycin antibiotics can cause changes the effectiveness of gentamycin so that non ESBL-Gentamycin susceptible Escherichia Coli will change into ESBL-Gentamycin resistant Escherichia coli. Objective: This study aims to prove that repeated exposure to Gentamycin in vitro will change non ESBL-Gentamycin susceptible Escherichia Coli into ESBL Gentamycin resistant Escherichia Coli. Methods: This was an experimental study with 30 samples of non ESBL-Gentamycin susceptible Escherichia coli isolates identified from the Phoenix. Non ESBL- Gentamycin susceptible Escherichia coli was tested by giving exposure to Gentamycin for 14 days, then ESBL screening was tested by Cefotaxime exposure to the results of Gentamycin exposure. Result: There were 4 isolates of Escherichia coli which experienced changes in phenotype into Gentamycin resistant Escherichia coli. The rest of it still susceptible to Gentamycin on days 2, 4 and 10. Furthermore, the Escherichia coli isolates were both susceptible to Gentamycin and those that had phenotypic changes become resistant to Gentamycin after exposed to Cefotaxime as an ESBL screening. There are 8 (26.7%) isolates that are still susceptible to Cefotaxime and 18 (60%) isolates that have been transformed into ESBL-Gentamycin susceptible Escherichia coli. Isolates of 4 (13.3%) Gentamycin-resistant Escherichia coli are then exposed to Cefotaxime and obtained all isolates is resistant to Cefotaxime. Conclusion: Repeated exposure of Gentamycin for 14 days in vitro was not significantly related to the phenotypic changes of non ESBL-Gentamycin susceptible Escherichia coli isolates into ESBL-Gentamycin resistant Escherichia coli (P = 0.550, Phi=0.237). Keywords: Escherichia coli, Susceptible, Resistant, Gentamycin, ESBL
The Effect of Mercury Exposure to Escherichia Coli Bacteria Resistant to Mercury and Escerichia Coli Esbl in Vitro Retno Kusumawati, Diah
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 2 No 2 (2021): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v2i2.2139

Abstract

Background: The level of pollution in Indonesia is still very high, consist of water pollution, air pollution and soil pollution. Mercury is one of the heavy metals that pollutes the waters of the sea, while Escherichia coli is exposed to mercury will try to defend itself by doing mercury detoxification so that it can live in an environment that contains mercury. Escherichia coli that tries to defend itself from mercury exposure in the environment will experience a change in its genes into mercury resistant Escherichia coli. In plasmids or transposons, it might also stimulate the formation of resistance genes for some antibiotics, include producing the ESBL enzyme, so that it can convert non ESBL Escherichia coli into ESBL Escherichia coli. Objective: This study aims to prove that the repeated exposure of mercury will change non ESBL-mercury sensitive Escherichia coli into ESBL- mercury resistant Escherichia coli. Method: This was an experimental study with 27 non-ESBL Escherichia coli isolates as identified from Phoenix. Non-ESBL Escherichia coli clinical isolates were tested by giving exposure to HgCl2 with concentrations of 0.02 ppm, 0.10 ppm, 0.20 ppm for 1-14 days until mercury resistant Escherichia coli was formed, and then ESBL screening was tested by giving Cefotaxime exposure to them. Results:  On the first day of mercury exposure, there were 9 isolates of 0.02 ppm HgCl2 resistant Escherichia coli, 9 isolates of 0.10 ppm HgCl2 resistant Escherichia coli, 9 isolates of 0.20 ppm HgCl2 resistant Escherichia coli. Furthermore, this Escherichia coli isolate was exposed to Cefotaxim as ESBL screening. The final results of post-exposure HgCl2 0.02 ppm was obtained 3 (33.3%) isolates were still sensitive to Cefotaxime and 6 (66.7%) isolates that were resistant to Cefotaxime. The final results of post-exposure HgCl2 0.10 ppm was obtained all 9 (100%) isolates that were resistant to Cefotaxime. The final results of post-exposure HgCl2 0.20 ppm obtained 2 (22.2%) isolates were still sensitive to Cefotaxime and 7 (77.8%) isolate were resistant to Cefotaxime. Conclusion: Escherichia coli in urine had the phenotive change into mercury resistant Escherichia coli. Mercury exposure of 0.02 ppm, 0.10 ppm, 0.20 ppm for 1 day in vitro on isolates of non ESBL-mercury resistant Escherichia coli caused changes in 22 isolates of Escherichia coli in urine
The Relationship Between The Duration Of Hypertension With The Rate of Depression in Hypertension Patients in Outpatient Care at The Heart and Vascular Polyclinic of The Surabaya Jemursari Islamic Hospital Thoriqi, Mochammad Hafitd; Ahmad Ali Firdaus, Abraham; Retno Kusumawati, Diah; Masdan Salim, Hotimah
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v5i2.4754

Abstract

Hypertension is one of the risk factors that can increase the occurrence of depression. Generally, people diagnosed with hypertension have a difficult experience and also often experience somatic symptoms that cause a low quality of life for patients. All of these factors can cause people diagnosed with hypertension to tend to be easier to get psychological pressure, especially depression. The Objectivein in this research is to determine the relationship between the duration of hypertension with the rate depression in hypertension patients at the heart and vascular polyclinic of the Surabaya Jemursari Islamic Hospital. This type of research is analytic observational with purposive sampling. Respondents in this study were hypertension patients who were treated at the cardiovascular and vascular disease polyclinic at the Surabaya Jemursari Islamic Hospital, amounting to 67 people. Collecting data using a depression rate questionnaire Patient Health Questionnaire (PHQ-9). The result is known that from 67 respondents it was found that the majority had hypertension for 1-5 years, namely 37 respondents (55.2%), 6-10 years as many as 12 respondents (17.9%) and more than 10 years as many as 18 respondents (26.9 %). And as many as 13 respondents (19.4%) had no symptoms of depression, 50 respondents (74.6%) had mild depressive symptoms, 4 respondents (6%) had mild depression and there were no respondents with moderate or severe depression. After the data was processed using the chi square test with a confidence probability of p value=0.05 to determine the relationship between the two, the p-value was 0.106, because the p-value>0.05. Then the research hypothesis is rejected. The conclusion is there is no relationship between the duration of hypertension with the rate of depression in patients with hypertension at the heart and vascular polyclinic of the Surabaya Jemursari Islamic Hospital