Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Konversi

PENGARUH LARUTAN BENFIELD, LAJU ALIR GAS PROSES, DAN BEBAN REBOILER TERHADAP ANALISA KINERJA KOLOM CO2 ABSORBER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR ASPEN PLUS V. 8.6 Kurniadi, Bagus; Rahmadan, Dexa; Febriyanto, Gusti Riyan; Sanjaya, Ari Susandy
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.2760

Abstract

 Abstrak-Absorbsi adalah operasi pemisahan solute dari fasa gas ke fasa cair, yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solute dengan pelarut cair yang tidak menguap. Penerapan absorbsi dalam industri untuk mengambil suatu komponen dari campuran gas suatu produk reaksi, salah satu komponen yang sering dipisahkan adalah gas CO2. Pengurangan kadar CO2 dari aliran gas proses dapat menghindari poisoning katalis sintesis serta dapat mengurangi biaya operasi. Penentuan properties yang digunakan dalam simulasi program Aspen Plus v.8.6 adalah property ELECNRTL dan equilibirium vapour-liquid. Metode yang digunakan pada simulasi/penelitian ini adalah melakukan penentuan laju alir gas proses kolom absorber terdiri dari pengambilan data dan pengolahan data yang kemudian dilakukan simulasi. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengetahui profil kadar keluaran CO2 pada kolom CO2 absorber pada kondisi aktual dibandingkan dengan data desain, yang ditinjau dari pengaruh konsentrasi larutan Benfield, laju sirkulasi larutan Benfield, laju alir dari gas proses, serta pengaruh reboiler duty pada kolom absorber. Berdasarkan hasilnya, keluaran gas CO2 dari absorber adalah 0,11% yang mana melebihi batas dari desain yaitu 0,1% dengan kondisi gas seperti ini, untuk meningkatkan kinerja dari absorber maka CO2 keluaran harus sama dengan batasan dari desain. Untuk mengatasi masalah ini, dengan cara meningkatkan konsentrasi  Benfield menjadi 29,8% dan menurukan laju alir gas proses. Penambahan beban reboiler pada absorber akan meningkatkan kadar CO2 keluaran absorber, sehingga penambahan beban reboiler pada absorber tidak perlu dilakukan. Kata kunci : Absorber, Konsentrasi Benfield, Laju Alir Gas Proses, Kadar CO2, Reboiler Duty, Aspen Plus Abstract-Absorption is the operation separation of solutes from the gas phase into the liquid phase, with contacting the gas which contains solute liquid with solvent that doesn’t evaporate. The application of absorption in the industry is taking a component from gas mixture to take reaction product, one of the component that frequently separated is CO2. Equity levels of CO2 from process gas stream can be avoid poisoning the catalyst synthesis as well as can be reduced the cost of operation. The property of simulation program Aspen Plus v.8.6 is ELECNRTL and equilibrium vapor-liquid. The method that used for this simulation or research is determination flow rate of process gas from column absorber based from base design data and working data which then simulated. The purpose from this simulation is to get knowing the profil level of exodus CO2 in CO2 column absorber in the actual condition which compare with design condition, which under review from effect of the concentration of Benfield solution, circulation flow of Benfield solution, flowrate from gas process, and effect from reboiler duty in column absorber. Based on the result, CO2 gas outlet from the absorber is 0.11% which exceeds the limit from design, that is 0.1% with this condition, to increase the performance of the absorber, the CO2 must have the same output from the limit of design.  To solve this problem, increasing the concentration of Benfield to 29.8% and lowering the gas flow rate. Adding reboiler duty in the absorber, it will increase the level of CO2 output from absorber, so adding reboiler duty in the absorber is not necessary. Keywords : Absorber, Benfield Concentration, Process Gas Flow Rate, CO2 Levels, Reboiler Duty, Aspen Plus
STUDI KINETIKA ADSORPSI Pb MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI KULIT PISANG Sanjaya, Ari Susandy; Agustine, Rizcy Paramita
Konversi Vol 4, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v4i1.261

Abstract

Abstrak- Logam Pb merupakan salah satu pencemar lingkungan dan dapat mengakibatkan kematian atau gangguan kesehatan dalam waktu singkat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah pencemaran Pb adalah dengan menggunakan arang aktif dari kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kinetika yang sesuai pada proses adsorpsi Pb dengan melihat daya jerap arang aktif kulit pisang dalam berbagai variasi massa (1 g; 1,5g dan 2 g) dan waktu kontak (20 menit, 40 menit dan 60 menit). Analisa Kinetika didasarkan pada kinetika orde nol, orde satu dan orde dua serta menentukan kapasitas maksimum adsorpsi arang atif kulit pisang  terhadap logam Pb. Persamaan yang digunakan dalam proses adsorpsi adalah persamaan adsorpsi Isoterm Langmuir dan Freundlich. Dari hasil analisa, waktu optimum adsorbsi terjadi pada waktu 60 menit.  Kinetika adsorbsi logam Pb dengan arang aktif dari kulit pisang pada massa 1 dan 2 g mengikuti model kinetika orde 2, sedangkan pada massa 1,5 g mengikuti kinetika orde 0. Persamaan adsorpsi Langmuir lebih sesuai untuk isotherm adsorpsi pada penelitian ini. Adsorpsi Pb oleh kulit pisang yang sesuai dengan pola isotherm adsorpsi Langmuir mengindikasikan bahwa adsorpsi hanya berlangsung satu lapis (monolayer). Kapasitas adsorpsi maksimum ditunjukkan oleh nilai a yang besar, yaitu 1,4582 pada massa 1 g sedangkan kekuatan interaksi antara ion Pb2+ dengan kulit pisang terjadi pada massa 2 g yang ditunjukkan dengan nilai kL yang besarnya 0,409 Kata kunci : kinetika adsorpsi, arang aktif, kulit pisang, logam Pb  Abstract- Lead metal is one of environment polluter and can cause decease or health problems in sort time. The way to solve this problem is with used the carbon active from banana peel. This research is intend to find the kinetics model that appropriate in Pb adsorption process by knowing absorption of banana peel carbon active within mass variations (1; 1,5 and 2 g) and contact time (20, 40, and 60 minutes). Kinetics analysis are based from orde zero,one, and two and find the maximum capacity of adsorption from banana peel carbon active to lead metal. Equation which using at the adsorption process are Langmuir and Freundlich isotherm equations. From the analysis results, optimum time is at 60 minutes.kinetics of Pb absorption with carbon active from banana peel in mass 1 and 2 gr following kinetics model orde 2, then in mass 1,5 g following kinetics model orde 0. Langmuir equation is more appropriate in this research. Pb absorption from the banana peel that appropriate to Langmuir isotherm system is indicates adsorption was occur in one layer (monolayer). Maximum adsorption capacity is showing by the bigger value from a, that is 1,4582 in mass 1 g then interaction power of Pb with the banana peel was occur in mass 2 gr which showing with the value of kL is 0,4090.  Keywords : adsorption kinetics, carbon active, banana peel, Pb metal
STUDI KINETIKA ADSORPSI Pb MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI KULIT PISANG Ari Susandy Sanjaya; Rizcy Paramita Agustine
Konversi Vol 4, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v4i1.261

Abstract

Abstrak- Logam Pb merupakan salah satu pencemar lingkungan dan dapat mengakibatkan kematian atau gangguan kesehatan dalam waktu singkat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah pencemaran Pb adalah dengan menggunakan arang aktif dari kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kinetika yang sesuai pada proses adsorpsi Pb dengan melihat daya jerap arang aktif kulit pisang dalam berbagai variasi massa (1 g; 1,5g dan 2 g) dan waktu kontak (20 menit, 40 menit dan 60 menit). Analisa Kinetika didasarkan pada kinetika orde nol, orde satu dan orde dua serta menentukan kapasitas maksimum adsorpsi arang atif kulit pisang  terhadap logam Pb. Persamaan yang digunakan dalam proses adsorpsi adalah persamaan adsorpsi Isoterm Langmuir dan Freundlich. Dari hasil analisa, waktu optimum adsorbsi terjadi pada waktu 60 menit.  Kinetika adsorbsi logam Pb dengan arang aktif dari kulit pisang pada massa 1 dan 2 g mengikuti model kinetika orde 2, sedangkan pada massa 1,5 g mengikuti kinetika orde 0. Persamaan adsorpsi Langmuir lebih sesuai untuk isotherm adsorpsi pada penelitian ini. Adsorpsi Pb oleh kulit pisang yang sesuai dengan pola isotherm adsorpsi Langmuir mengindikasikan bahwa adsorpsi hanya berlangsung satu lapis (monolayer). Kapasitas adsorpsi maksimum ditunjukkan oleh nilai a yang besar, yaitu 1,4582 pada massa 1 g sedangkan kekuatan interaksi antara ion Pb2+ dengan kulit pisang terjadi pada massa 2 g yang ditunjukkan dengan nilai kL yang besarnya 0,409 Kata kunci : kinetika adsorpsi, arang aktif, kulit pisang, logam Pb  Abstract- Lead metal is one of environment polluter and can cause decease or health problems in sort time. The way to solve this problem is with used the carbon active from banana peel. This research is intend to find the kinetics model that appropriate in Pb adsorption process by knowing absorption of banana peel carbon active within mass variations (1; 1,5 and 2 g) and contact time (20, 40, and 60 minutes). Kinetics analysis are based from orde zero,one, and two and find the maximum capacity of adsorption from banana peel carbon active to lead metal. Equation which using at the adsorption process are Langmuir and Freundlich isotherm equations. From the analysis results, optimum time is at 60 minutes.kinetics of Pb absorption with carbon active from banana peel in mass 1 and 2 gr following kinetics model orde 2, then in mass 1,5 g following kinetics model orde 0. Langmuir equation is more appropriate in this research. Pb absorption from the banana peel that appropriate to Langmuir isotherm system is indicates adsorption was occur in one layer (monolayer). Maximum adsorption capacity is showing by the bigger value from a, that is 1,4582 in mass 1 g then interaction power of Pb with the banana peel was occur in mass 2 gr which showing with the value of kL is 0,4090.  Keywords : adsorption kinetics, carbon active, banana peel, Pb metal
PENGARUH LARUTAN BENFIELD, LAJU ALIR GAS PROSES, DAN BEBAN REBOILER TERHADAP ANALISA KINERJA KOLOM CO2 ABSORBER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR ASPEN PLUS V. 8.6 Bagus Kurniadi; Dexa Rahmadan; Gusti Riyan Febriyanto; Ari Susandy Sanjaya
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.2760

Abstract

 Abstrak-Absorbsi adalah operasi pemisahan solute dari fasa gas ke fasa cair, yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solute dengan pelarut cair yang tidak menguap. Penerapan absorbsi dalam industri untuk mengambil suatu komponen dari campuran gas suatu produk reaksi, salah satu komponen yang sering dipisahkan adalah gas CO2. Pengurangan kadar CO2 dari aliran gas proses dapat menghindari poisoning katalis sintesis serta dapat mengurangi biaya operasi. Penentuan properties yang digunakan dalam simulasi program Aspen Plus v.8.6 adalah property ELECNRTL dan equilibirium vapour-liquid. Metode yang digunakan pada simulasi/penelitian ini adalah melakukan penentuan laju alir gas proses kolom absorber terdiri dari pengambilan data dan pengolahan data yang kemudian dilakukan simulasi. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengetahui profil kadar keluaran CO2 pada kolom CO2 absorber pada kondisi aktual dibandingkan dengan data desain, yang ditinjau dari pengaruh konsentrasi larutan Benfield, laju sirkulasi larutan Benfield, laju alir dari gas proses, serta pengaruh reboiler duty pada kolom absorber. Berdasarkan hasilnya, keluaran gas CO2 dari absorber adalah 0,11% yang mana melebihi batas dari desain yaitu 0,1% dengan kondisi gas seperti ini, untuk meningkatkan kinerja dari absorber maka CO2 keluaran harus sama dengan batasan dari desain. Untuk mengatasi masalah ini, dengan cara meningkatkan konsentrasi  Benfield menjadi 29,8% dan menurukan laju alir gas proses. Penambahan beban reboiler pada absorber akan meningkatkan kadar CO2 keluaran absorber, sehingga penambahan beban reboiler pada absorber tidak perlu dilakukan. Kata kunci : Absorber, Konsentrasi Benfield, Laju Alir Gas Proses, Kadar CO2, Reboiler Duty, Aspen Plus Abstract-Absorption is the operation separation of solutes from the gas phase into the liquid phase, with contacting the gas which contains solute liquid with solvent that doesn’t evaporate. The application of absorption in the industry is taking a component from gas mixture to take reaction product, one of the component that frequently separated is CO2. Equity levels of CO2 from process gas stream can be avoid poisoning the catalyst synthesis as well as can be reduced the cost of operation. The property of simulation program Aspen Plus v.8.6 is ELECNRTL and equilibrium vapor-liquid. The method that used for this simulation or research is determination flow rate of process gas from column absorber based from base design data and working data which then simulated. The purpose from this simulation is to get knowing the profil level of exodus CO2 in CO2 column absorber in the actual condition which compare with design condition, which under review from effect of the concentration of Benfield solution, circulation flow of Benfield solution, flowrate from gas process, and effect from reboiler duty in column absorber. Based on the result, CO2 gas outlet from the absorber is 0.11% which exceeds the limit from design, that is 0.1% with this condition, to increase the performance of the absorber, the CO2 must have the same output from the limit of design.  To solve this problem, increasing the concentration of Benfield to 29.8% and lowering the gas flow rate. Adding reboiler duty in the absorber, it will increase the level of CO2 output from absorber, so adding reboiler duty in the absorber is not necessary. Keywords : Absorber, Benfield Concentration, Process Gas Flow Rate, CO2 Levels, Reboiler Duty, Aspen Plus
Co-Authors Abdul Kahar Achmad Ramadan Afrilla, Lidwina Nadya Agnes Cicilia Manopo Agus Restu Setyawati Ahmad Irvan Purwazi Ammar Muhaemin Haenur Andri Setiawan Andy Nurcahyono Anton Irawan Ari Nofendy Arianto, Reza Fahyuzi Aswar Tahad Aulia Nur Afriliana Azis Muslim, Azis Bagus Kurniadi Ben Yudha Satria Christiano Jhonson Dexa Rahmadan Dhea Pranita Didit Suprihanto Didit Suprihanto, Didit Dirgarini Julia Nurlianti Subagyono Dwi Anastasia, Putri Ayu Fadilah, Opie Aulia Faqih Burhan Uddin Faris Faruqi Ilham Fathoni, Rif'an Febriyanto, Gusti Riyan Fika Dwi Oktavia Fika Dwi Oktavia Firmansyah, Dudi FIRMANSYAH, VERA Fitri Febriyanti Gianto Gianto Gusti Riyan Febriyanto Hamid Asyraf Adani Herlina Lia Novianti Herlina Lia Novianti Herri Susanto Hetty Manurung Hilman Syaeful Alam Imam Rosadi Indah Lestari Indah Lestari Indradewa, Rhian Intan Rizky Amanda Irwan Kurniawan Irwanto, Decky Ari Iwan Muhammad Ramdan Iyut Jaya Toimsar Iyut Toimsar Jawea, Jasman Juliya Ascha Riandis Junianto Seno Tangke Allo Juniar Arya Prajaka Kandi Putri Karmila, Karmila mil Karsono, Eko Khaidir Maulana Khiyarinnisa, Faza Kuhita Karina Br Ginting Kurniadi, Bagus Kurniawan, Fandy Ahmad Lukman Lukman Lukman Lukman Mardiah Mardiah Maulana, Khaidir Meicahayanti, Ika Muhammad Fauzi Arif Naela Fadila Novi Artika Novianti, Herlina Lia Novy Pralisa Putri Nugroho Tri Wahyudi Nugroho3, Rudy Agung Nur Aini Nurul Fadila Nurul Sakinah Nyoto Prasetio Opie Aulia Fadilah Rachmat Boby Kuncoro Rahmadan, Dexa Rahmawati, Riski Amalia Retno Aryani Rezky Dwi Atmaja Rini Anggraenie Rizcy Paramita Agustine Rizcy Paramita Agustine, Rizcy Paramita Rizki Kurnia Dermawan Ronggo Ahmad Wikanswasto Roy Firman Adventus Pasaribu Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudy Agung Nugroho Rudy Nugroho S Suhartono Salasiah Salasiah Salsabila, Unik Hanifah Selvia Sarungu Sitania, Farida Djumiati Subagyono, Dirgarini Nurlianti Julia Sutanto, Willi Syaharani, Ramada Tatang Hernas Soerawidjaja Tesa Mutia Anggraini Tiara Daralia Utami Uddin, Faqih Burhan Waras, Nandang Gunawan Tunggal Widada, Dharma Widha Prahastika Widha Prahastika Wijaya, Muhammad Farhanuddin Wulan Iyhig Ratna Sari Yanti Sari Yasri, Budi Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yudi Sukmono, Yudi Yulianto, Fransiskus Federico