Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN KOLABORATIF SEND-A-PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP Beni Junedi; Juliana Juliana
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.875 KB) | DOI: 10.30743/mes.v4i2.1289

Abstract

Abstract. Mathematical problem solving is a process that includes understanding problems, planning problem solving, solving problems and checking again. Writing this article aims to determine the mathematical problem solving abilities of students by applying interactive learning strategies with collaborative learning techniques a-problem and conventional learning. This study was a quasi-experimental study with a randomized subject design posttest only control group design. Data collection techniques in the form of essay tests by testing hypotheses using the t-test. The results of the hypothesis test concluded that mathematical problem solving ability with the application of interactive learning strategies with collaborative learning technique is a problem better than conventional learning.Keywords: Interactive Learning, Collaborative Techniques Send-a-Problem, Mathematical Problem Solving Ability
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP Beni Junedi; Novita Anggiani
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.05 KB) | DOI: 10.30743/mes.v4i1.863

Abstract

Abstract. This research was motivated by the understanding of mathematical concepts class VIII SMPN 3 Pasir Penyu still low. This study aims to determine student’s understanding of mathematical concepts using time token learning model is better than the students understanding of mathematical concepts using convensional learning in class VIII SMPN 3 Pasir Penyu. This study design was randomized control group only design. This study population was students all class VIII, the sample is class VIII3 and VIII4. Data were analyzed using test-t, analysis result obtained tcount ttable is 2.995 2.002, it can be concluded that the understanding of the mathematical concepts of student with the use of time token learning model better than an understanding of the mathematical concepts of students with the use of convensional learning in class SMPN 3 Pasir Penyu.Keywords: Time token, understanding of mathematical concepts.
PENERAPAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DENGAN METODE HYPNOTEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Beni Junedi; Sari Lestari
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 2, No 2: April 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.192 KB) | DOI: 10.30743/mes.v2i2.125

Abstract

Abstract. This research is based on by the student mathematical conceptual understanding still low. The application of brain based learning approach with hypnoteaching method could be expected to overcome the problems. The purpose of this study is to determine student mathematical conceptual understanding using brain based learning approach with hypnoteaching method is better than student mathematical conceptual understanding using convensional learning. This reseach is an experimental a research which use posttest only control design. By selecting a sample class of VII-B as a class experiment and Class VII-A as a class control. Based on the hypothesis test result is obtained that tcount= 3,56 and ttable = 2,02. The conclution is “student mathematical conceptual understanding using brain based learning approach with hypnoteaching method is better than student mathematical conceptual understanding using convensional learning. Keywords: Brain Based Learning Approach, Hypnoteaching, student mathematical conceptual understanding Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman konsep siswa masih rendah. Penerapan pendekatan brain based learning dengan metode hypnoteaching di duga dapat mengatasi permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman konsep matematika siswa menggunakan penerapan pendekatan brain based learning dengan metode pembelajaran hypnoteaching lebih baik dari pada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Kontrol Design. Dengan memilih sampel Kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. teknik analisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian diperoleh t hitung = 3,56 dan harga t tabel = 2,02. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa menggunakan penerapan pendekatan brain based learning dengan metode hypnoteaching lebih baik dari pada pemahaman konsep dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Brain Based Learning, Hypnoteaching, Pemahaman Konsep Matematika
Membangun Soft Skill dan Hard Skill Siswa SMK pada Era Digital Beni Junedi; Reihan Mutaqin; Siti Adira Kania; Vani Khusnul Khatimah; Nurul Ainaya Tohariah
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v3i1.1346

Abstract

Education in the digital era demands students to possess comprehensive skills, both in terms of soft skills and hard skills. Motivational seminar activities organized by the Student Field Experience Practicum (PPL) with speakers from field supervising lecturers aim to assist 12th-grade vocational high school students in developing both types of skills. This article discusses the methods, results, and discussions related to the effectiveness of these motivational seminar activities
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATERI COUNTING AND RECOGNIZING LETTERS UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT ANAK DI PAUD BANI ISYA MERAK Aliyatul Bayinah; Beni Junedi; Fricticarani, Ade
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 2 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i2.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan pemahaman konsep berhitung dan mengenal huruf pada anak di PAUD Bani Isya Merak dengan bantuan media video pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang merupakan pendekatan alamiah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video pembelajaran pada materi berhitung dan mengenal huruf dapat meningkatkan daya ingat anak secara signifikan. Anak lebih mudah memahami materi melalui media video pembelajaran dibandingkan dengan metode konvensional. Namun, beberapa kendala yang dihadapi guru dalam penerapan media ini adalah sulitnya penguasaan teknologi dan minimnya sarana dan prasarana di sekolah, serta perlunya tambahan waktu dan koneksi internet yang stabil untuk membuat video. Namun, bagi siswa, penggunaan media video ini tidak menghadapi kendala yang berarti dan justru meningkatkan motivasi belajar di kelas. Simpulannya, media video pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat anak pada materi berhitung dan mengenal huruf. Hal ini disebabkan penggunaan visual dan audio yang menarik perhatian siswa dan membantu siswa mengingat informasi dengan lebih baik.
PENGEMBANGAN MULTIMUDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI ANAK USIA DINI Wiwik Adinda; Amat Hidayat; Dewi Cahyaningrat; Sella Oktania; Sohri Ramadhan Alfikri; Beni Junedi
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 2 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i2.685

Abstract

Literacy development in early childhood is an important part of basic education. Microlearning, which presents learning material in short and focused form, can be one solution to increase children's interest and understanding of literacy. This research aims to develop microlearning-based learning media that is effective in increasing early childhood literacy. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. This research was conducted at TKIT Nusantara Banten, the subjects in this research were children aged 4-6 years. The research results show that microlearning-based learning media can significantly improve children's literacy skills compared to conventional learning methods. Thus, microlearning can be used as an effective alternative learning method for young children.
Mobile Multimedia Based-Microlearning and Assessment on Calculus to Improve Student Mathematical Understanding Yendra, Novi; Ade Fricticarani; Beni Junedi; Hidayat, Amat
Journal of Education Technology Vol. 8 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v8i4.86837

Abstract

Learning implemented in a blended form has not been maximized in presenting the material, the presentation of the material is extensive and extensive so that the material is difficult to understand, in the assessment aspect of online learning, it has not been able to measure individual abilities, and it is difficult to measure these abilities. This study aims to develop valid and practical multimedia mobile-based microlearning and assessment in calculus lectures. The type of research used is Research and Development (R&D) with a 4D development model (Define, Design, Development, Dissemination). The research instrument used is a validity sheet in the form of a questionnaire validated by material experts, media experts and language experts. The questionnaire was used to measure the practicality of student responses to the products developed on 40 students taking calculus lectures. The data analysis technique used is the percentage of validity and practicality of the products developed. The results of the study indicate that the development of multimedia mobile-based-microlearning and assessment developed based on material experts, media experts, and language experts obtained valid criteria and based on student responses, the multimedia mobile-based microlearning and assessment developed met practical criteria. It can be concluded that the development of multimedia mobile based microlearning and assessment meets the valid and practical criteria for use in calculus lectures and can facilitate the improvement of students' mathematical understanding.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI BAGIAN TUMBUH TUMBUHAN KELAS IV SDN BANJARSARI 3 Chania Putri, Intan; Beni Junedi; Ratna Dewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33655

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang masih cenderung pasif dalam proses pembelajaran karena masih menggunakan model pembelajaran konvesional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model pembelajaran process oriented guided inquiry learning (POGIL) pada materi bagian tubuh tumbuhan di kelas IV SDN BanjarSari 3. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 30 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian yang mengacu pada empat indikator berpikir kreatif: kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 49,17 dan nilai posttest 88,50 dengan nilai N-Gain sebesar 0,77 yang tergolong tinggi. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan penerapan model POGIL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi bagian tubuh tumbuhan. Model ini juga mampu menciptakan suasana pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
PENGUNAAN MEDIA E-COMIC TERHADAP LITERASI DIGITAL DALAM MATERI KEBARAGAMAN SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA PADA SISWA KELAS IV SDN CIKANDE PERMAI Yanti, Elprida; Beni Junedi; Ratna Dewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media e-comic terhadap literasi digital siswa dalam pembelajaran materi keberagaman sosial budaya. Penelitian dilakukan di SDN Cikande Permai dengan menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen desain nonequivalent control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media e-comic dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, masing-masing berjumlah 30 siswa. Data dikumpulkan melalui tes literasi digital (pre-test dan post-test) dan angket respon siswa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor literasi digital yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Respon siswa terhadap penggunaan e-comic juga berada dalam kategori sangat baik. Media e-comic terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman materi, serta keterampilan digital siswa. Dengan demikian, penggunaan e-comic direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam rangka meningkatkan literasi digital dan pemahaman materi di sekolah dasar.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA BAAMBOOZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI KENAMPAKAN ALAM DI KELAS IV SDN SERANG 3 Shakina Harrin, Umaya Dina; Beni Junedi; Ratna Dewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33326

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS, khususnya pada materi kenampakan alam, masih menjadi permasalahan yang perlu perhatian. Pendekatan pembelajaran yang konvensional menyebabkan keterlibatan siswa kurang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan media Baamboozle dalam pembelajaran IPAS dan menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Serang 3 berdasarkan empat indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, dan dokumentasi. Subjek terdiri dari enam siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis, dengan dua siswa dari tiap kategori (tinggi, sedang, rendah). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing siswa menunjukkan variasi dalam kemampuan berpikir kritisnya. Siswa kategori tinggi lebih mampu menjawab secara reflektif dan mendalam, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah cenderung terbatas dalam mengevaluasi dan menyimpulkan informasi. Media Baamboozle memberikan ruang interaksi, namun tidak menjadi satu-satunya penentu kemampuan kritis siswa.