Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Jumlah Kasus Penyakit Tetanus Neonatorum di Jawa Timur Tahun 2012 dengan Geographically Weighted Zero-Inflated Poisson Regression (GWZIPR) Ratih Kumala Puspa Nusantara; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4003.775 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9231

Abstract

Regresi Poisson adalah pemodelan pada data count yang berdistribusi Poisson. Banyaknya pelanggaran asumsi kesamaan mean dan variansi pada regresi Poisson dapat terjadi karena banyaknya nilai nol pada data. Salah satu metode untuk menganalisis banyaknya nilai nol (lebih dari 50%) pada data count adalah dengan regresi Zero-Inflated Poisson (ZIP) yang menghasilkan penaksir parameter bersifat global. Akan tetapi data spasial dari berbagai lokasi mewakili perbedaan kondisi di setiap lokasi. Hal itu dapat dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat, kondisi geografis dan ekonomi sebagai gambaran adanya faktor spasial. Penelitian ini menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit Tetanus Neonatorum di  seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penyumbang kasus Tetanus Neonatorum terbanyak kedua di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pengembangan dari regresi ZIP yang telah memperhitungkan faktor spasial yang disebut Geographically Weighted Zero-Inflated Poisson (GWZIPR). Pola persebaran data ini mengikuti distribusi Poisson dengan dengan mean sebesar 0,76 dan proporsi nilai nol 76,31%.  Penaksiran parameter model GWZIPR dilakukan dengan metode MLE dan diselesaikan menggunakan algoritma Ekspektasi-Maksimalisasi (EM). Pembobot fungsi yang digunakan adalah kernel Adaptive Bisquare menunjukkan bahwa semua parameter berpengaruh pada semua kabupaten/kota.
Pemodelan Log Linier dan Regresi Logistik Biner Bivariat Pada Hasil Medical Check-Up Pegawai Negeri Sipil (PNS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dinar Ariana Viestri; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3753.451 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9401

Abstract

Dengan melakukan cek kesehatan secara periodik, bisa diketahui kondisi kesehatan pribadi secara detail dan apabila terjadi kelainan, akan ada tindakan antisipatif sedini mungkin sebelum kelainan tersebut menjadi semakin parah, sehingga menjadi penting untuk melakukan analisis mengenai hasil medical check-up. Data yang digunakan adalah  data medical check-up PNS ITS Tahun 2013/2014. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan menggunakan analisis log linier dan regresi logistik biner bivariat. PNS ITS yang melakukan medical check-up terdiri dari laki-laki sebesar 76%, dan perempuan sebesar 24%. Banyaknya dosen sebesar 56,1% sedangkan karyawan 43,9%. Pada latar belakang pendidikannya, pendidikan terakhir S2 menempati urutan terbanyak sebesar 31,5%. Pada analisis log linier menunjukkan adanya hubungan antara variabel fungsi ginjal dengan glukosa darah, hematologi dengan profil lemak, hematologi dengan fungsi ginjal, urin dengan glukosa darah, fungsi liver dengan fungsi ginjal, fungsi liver dengan glukosa darah, profil lemak dengan fungsi ginjal, profil lemak dengan glukosa darah. Sehingga model log linier yang terbentuk  merupakan model jenuh (saturated). Pada analisis regresi logistik biner bivariat, variabel asam urat mempengaruhi probabilitas kesehatan PNS ITS dengan Fungsi Ginjal normal dan Glukosa Darah normal, Fungsi Ginjal tidak normal dan Glukosa Darah normal, Fungsi Ginjal normal dan Glukosa Darah tidak normal, Fungsi Ginjal tidak normal dan Glukosa Darah tidak normal.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus HIV & AIDS di Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 Menggunakan Bivariate Poisson Regression Lucy Dian Puspitasari; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.877 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9976

Abstract

HIV adalah singkatan dari Human Immunodefidiency Virus. Virus ini menyerang limfosit CD4 dari sistem kekebalan tubuh. HIV merupakan penyebab di balik infeksi AIDS, apabila HIV tidak ditanggulangi maka penyakit ini akan berkembang menjadi AIDS. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodefidiency Syndrome. Sejak tahun 2006 Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara dengan tingkat penularan HIV yang cukup tinggi, dan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu diantara 6 provinsi lainnya yang masuk daerah endemi selain DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Riau dan Bali. Jumlah kasus HIV dan jumlah kasus AIDS merupakan dua hal yang saling berkorelasi dan termasuk peristiwa yang dikategorikan kedalam variabel diskrit dan berdistribusi poisson oleh karena itu penelitian tentang jumlah kasus HIV dan AIDS telah banyak dilakukan dengan regresi poisson. Hasil signifikansi parameter model Bivariate Poisson Regression dengan tiga buah nilai  yang berbeda (kovarian adalah suatu konstanta, kovarian adalah suatu persamaan, dan kovarian adalah nol) menunjukkan bahwa semua variabel signifikan terhadap tiga buah model tersebut. Variabel yang signifikan adalah persentase ketersediaan sarana kesehatan yang dibina, persentase jaminan kesehatan masyarakat miskin, persentase penduduk yang mendonorkan darah, persentase penyuluhan kesehatan dan persentase tenaga kesehatan masyarakat dibandingkan jumlah penduduk yang ada di tiap kabupaten dan kota. Model Bivariate Poisson Regression terbaik yang dipilih adalah model kedua yaitu model dengan kovarian adalah suatu persamaan karena memiliki nilai AIC yang paling kecil.
Pemodelan Kasus Pneumonia Balita Di Kota Surabaya dengan Geographically Weighted Poisson Regression dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic Fitria Nur Maghfiroh; I Nyoman Latra; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10609

Abstract

Salah satu penyakit menular yang menjadi ancaman bagi balita adalah pneumonia. Kabupaten/kota yang memiliki kasus pneumonia balita tinggi adalah Kota Surabaya. Untuk menanggulangi kasus pneumonia balita, maka perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya serta perlu mendeteksi keberadaan kantong-kantong kasus pneumonia balita. Dalam penelitian dilakukan pemodelan jumlah kasus pneumonia balita dengan Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) dan mendeteksi kecamatan mana saja yang menjadi kantong kasus pneumonia balita di Kota Surabaya dengan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Hasil pemodelan GWPR diperoleh bahwa dari variabel persentase balita gizi buruk, balita mendapat vitamin A dua kali, cakupan pelayanan, kepadatan penduduk, PHBS, rumah sehat dan rumah tangga miskin menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh di tiap kecamatan berbeda-beda, berdasarkan kesamaan variabel yang berpengaruh didapatkan 11 kelompok. Untuk Hasil deteksi kantong pneumonia balita menggunakan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic didapatkan empat kantong yang menunjukkan bahwa kecamatan yang berada dalam kantong memiliki resiko tinggi ditemukannya jumlah kasus pneumonia balita dibandingkan di luar kantong, diantaranya kantong 1 terdiri atas Kecamatan Benowo yang memiliki nilai resiko sebesar 2,32. Kantong 2 terdiri atas Kecamatan Tenggilis Mejoyo yang memiliki nilai resiko sebesar 1,80. Sedangkan kantong 3 terdiri atas Kecamatan Sukomanunggal, Genteng, Bubutan, Simokerto, Pabean Cantikan, Kenjeran, Tambaksari dan Sawahan yang memiliki nilai resiko sebesar 1,74 dan kantong 4 terdiri atas Kecamatan Gayungan yang memiliki resiko  sebesar 1,73.
Analisis hubungan dan pemodelan luas panen padi dengan indikator el-nino southern oscillation (enso) di kabupaten bojonegoro melalui pendekatan copula dan regresi robust m-estimation Jauhara Rana Budiani; Sutikno Sutikno; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.923 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10645

Abstract

Bojonegoro merupakan salah satu daerah lumbung padi di Indonesia. Perairan sawah padi di Bojonegoro masih bergantung pada ketersediaan air hujan. Jika curah hujan tinggi akan berakibat kebanjiran, sedangkan pada musim kemarau akan mengalami kekeringan. Upaya untuk meminimalkan kerugian akibat kebanjiran atau kekeringan adalah dengan mengetahui karakteristik hubungan serta pemodelan produksi padi dengan faktor iklim yaitu El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Data luas panen padi dan indikator ENSO memiliki nilai yang ekstrim sehingga asumsi kenormalan seringkali terlanggar. Penelitian ini menggunkan pendekatan Copula untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel, karena tidak terlalu ketat dalam asumsi distribusi variabel. Pemodelan yang digunakan untuk mengetasi data ekstrim atau outlier adalah regresi robust M-estimation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dependensi antara luas panen padi dan indikator ENSO 3.4 sebagian besar mengikuti Copula Clayton yang memiliki tail dependensi di bawah, artinya kejadian ekstrim SST Nino 3.4 bernilai rendah dan luas panen padi di Bojonegoro yang diperoleh akan semakin kecil maka hubungannya semakin erat, terutama pada periode 3. Pada pemodelan dengan regresi Robust M-Estimation menunjukkan nilai koefisien determinasi yang masih kecil yaitu pada periode 1 sebesar 33,94%, periode 2 sebesar 16,63%, dan periode 3 sebesar 16,72%.
PENDEKATAN FLEXIBLY SHAPED SPATIAL SCAN STATISTIC UNTUK DETEKSI WILAYAH KANTONG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI PEMODELAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF (STUDI KASUS JUMLAH KASUS DBD DI JAWA TIMUR) Fefy Dita Sari; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.478 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14268

Abstract

Menurut Laporan Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2013, Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah kejadian luar biasa (KLB) DBD tertinggi di Indonesia dengan angka kematian masih di bawah target yakni 1,04 persen. Dalam penelitian ini dilakukan pendeteksian wilayah kantong penyakit DBD dengan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Untuk melakukan pendeteksian tersebut dibutuhkan nilai ramalan jumlah kasus DBD di setiap kabupaten. Nilai ramalan dapat diperoleh dengan melakukan pemodelan regresi binomial negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus DBD di Jawa Timur adalah persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat dan persentase sarana pendidikan dibina lingkungan kesehatannya. Hasil Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic menunjukkan bahwa terdapat dua belas kantong DBD. Daerah paling rawan yaitu Kota Surabaya yang memiliki nilai resiko relatif sebesar 3,16. Daerah dengan resiko terbesar kedua yakni Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember dengan resiko relatif sebesar 2,10. Kabupaten dengan resiko relatif tertinggi ketiga yakni Kabupaten Sampang denganresiko relatif 1,90.
PEMODELAN DAN PEMETAAN JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA SURABAYA DENGAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED NEGATIVE BINOMIAL REGRESSION (GWNBR) DAN FLEXIBLY SHAPED SPATIAL SCAN STATISTIC Urifah Hidayanti; I Nyoman Latra; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.755 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11183

Abstract

Menurut Laporan Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2013, angka kematian penderita DBD berada di atas target, yaitu mencapai 1,04 persen. Target Angka Bebas Jentik sebesar 95 persen, sedangkan realisasinya 86 persen. Dari 38 kabupaten atau kota yang ada di Jawa Timur, Kota Surabaya merupakan kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan jumlah kasus DBD di Surabaya dengan menggunakan metode Geographically Weighted Binomial Negative Regression (GWBNR) dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic untuk mendeteksi kantong-kantong kasus DBD.  Hasil penelitian dengan pembobotan Bisquare Kernel diperoleh 12 kelompok yang dikelompokkan berdasarkan variabel yang signifikan dimana faktor yang mempengaruhi di semua kecamatan adalah kepadatan penduduk, rasio dokter umum, dan rasio Puskesmas . Hasil Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic menunjukkan bahwa terdapat tiga kantong DBD. Daerah paling rawan yaitu kecamatan Benowo yang memiliki nilai resiko relatif sebesar 2,340. Daerah rawan terdiri dari kecamatan Sukomanunggal, Tandes, Sambikerep, Genteng, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Sawahan, Wonokromo, Karangpilang, Dukuh Pakis, Wiyung, Gayungan, Wonocolo, dan Jambangan dengan resiko relatif sebesar 1,688. Daerah  terdiri dai kecamatan Simokerto, Gubeng, Tambaksari, Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo, dan Mulyorejo dengan nilai resiko relatif sebesar 1,308.  
Analisis Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Malaria di Jawa Timur Tahun 2013 dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR) Nurina Hayu Ratri; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11221

Abstract

Indonesia memiliki program nasional untuk bebas dari malaria pada tahun 2030, akan tetapi sebelumnya diharapkan Pulau Jawa dan Bali akan terbebas dari malaria terlebih dahulu pada tahun 2015. Jawa Timur merupakan provinsi di Pulau Jawa yang mana masih terdapat kasus malaria, apalagi di beberapa daerah yang endemik ditemukanbahwajumlah kasusnya cukup tinggi. Salah satu cara untuk meminimalisir kasus malaria adalah mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Berdasarkan hal tersebut dalam penelitian ini akan dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi malaria di Jawa Timur dengan melakukan pemodelan jumlah kasus malaria menggunakan metode Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Pemodelan dengan regresi Poisson diindikasikan terjadi overdispersi dan diatasi dengan regresi BinomialNegatif. Dengan memperhatikan aspek spasial maka digunakan metode GWNBR. Pemodelan GWNBR menghasilkan tiga pengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan variabel yang signifikan. Variabel yang mempengaruhi jumlah kasus malaria di semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur adalah persentase rumah sehat (X1), persentase rumah tangga dengan pembuangan limbah sehat (X2), persentase puskesmas(X3), persentase penyuluhan kesehatan (X4), persentase rumah tangga dengan PHBS (X5), persentase rumah tangga dengan sarana air bersih (X6) dan persentase TUPM sehat (X8). Pemodelan dengan menggunakan GWNBR menghasilkan nilai AIC paling minimum apabila dibandingkan dengan regresi Poisson dan regresi Binomial Negatif.
Pemetaan Jumlah Balita Gizi Buruk di Kota Surabaya dengan GWNBR dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic Zuzun Miranti; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.063 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16567

Abstract

Gizi buruk merupakan salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang banyak dialami oleh balita (anak di bawah usia lima tahun). Gizi buruk akan menjadikan masyarakat tidak sehat dan tidak cerdas. Anak kurang gizi akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Pada tahun 2014 diketahui bahwa kota Surabaya memiliki kasus gizi buruk sebanyak 366 kasus yang menempati peringkat kelima di Jawa Timur. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi variabel yang signifikan di tiap kecamatan terhadap kasus balita gizi buruk di kota Surabaya dengan Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR). Selain itu, Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic digunakan untuk memetakan kecamatan di Kota Surabaya yang terdeteksi sebagai wilayah kantong balita gizi buruk agar dapat diketahui kecamatan mana yang menjadi prioritas dalam penanganan kasus balita gizi buruk. Pemetaan kecamatan berdasarkan variabel signifikan dengan fungsi pembobot kernel Adaptive Bisquare diperoleh dua kelompok. Hasil Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic menunjukkan bahwa terdapat dua kantong balita gizi buruk. Daerah paling rawan yaitu kecamatan Pakal yang memiliki nilai resiko relatif sebesar 3,01362. Daerah dengan resiko terbesar kedua terdapat sembilan kecamatan dengan resiko relatif sebesar 1,63915.
Pemodelan dan Pemetaan Kasus Demam Berdarah Dengue di Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 dengan Generalized Poisson Regression, Regresi Binomial Negatif dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic Nendy Septi Arniva; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.062 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16585

Abstract

Salah satu penyakit menular yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD ditularkan oleh vektor nyamuk Aides Aegypti melalui gigitan. Tempat yang paling banyak nyamuk ini berada yaitu di lingkungan yang buruk, lembab. Salah satu Provinsi yang Kasus DBD masih tinggi yaitu Provinsi Jawa Timur. Jumlah kasus DBD di Jawa Timur hingga akhir Januari 2015 sebanyak 1.817 kasus. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan jumlah kasus DBD dengan metode Generalized Poisson Regression (GPR) dan Regresi Binomial Negatif untuk menangani kasus overdispersi. Pendeteksian wilayah yang menjadi kantong DBD menggunakan metode Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Pemodelan menggunakan GPR dan regresi binomial negatif didapatkan variabel berpengaruh terhadap kasus DBD di Jawa Timur Tahun 2014 adalah persentase rumah sehat (X3) dan rasio sarana kesehatan per 1000 penduduk (X4). Hasil pendeteksian kantong DBD berdasarkan model GPR dan BNR didapat sepuluh kantong DBD. Kantong dengan nilai resiko tertinggi terdapat pada Kota Surabaya dengan nilai resiko sebesar 3,32 dengan pemodelan GPR, dan 2,84 dengan pemodelan regresi binomial negatif.
Co-Authors Abima Aunur Rochman Achmad Choiruddin Affanda Abdul Hakim Aminullah Agus Suharsono Alia Lestari Alifa Silfi Mufidah Andriana Yoshinta Herindrawati Angga Dwi Mulyanto Annisa Auliya Rahman Arrafi Dwiargatra Bambang Widjanarko Otok Barep Adji Widhi Pangestu Brianika Irawati Choiruddin, Achmad Cindy Cahyaning Astuti Diah Puspito Wulandari Dina Oktafia Sulistyani Dinar Ariana Viestri Dinarta Dinarta Hanum Hanum Efta Dhartikasari Priyana Eriska Evadianti Ernawati Ernawati Esti Wulandari Fa'rifah, Riska Yanu Fefy Dita Sari Feni Ira Puspita, Feni Ira Fitria Nur Maghfiroh Fitria Nurul Alfariz Fitriarma Putri Santoso Fittrofin Amalia Farisa Gressa Widha Audrina Hani Khaulasari Hargandi, Priyanka Ratulangi Harmin Sulitiyaning Titah Harun Al Azies Hasbi Yasin Herni Anggi Riski Rahayuning Heru Purwanto I Dewa Ayu Ratih Weda Iswara I Nyoman Latra I Nyoman Latra I Nyoman Latra I Nyoman Latra Ika Wuryanti Febrina Wuryanti Irfan Wahyudi Irhamah - Islamiati, Mawadah Putri Ita Noviana Jatikusuma, Andhika Jauhara Rana Budiani Jerry D. T. Purnomo Lucy Dian Puspitasari Luh Eka Suryani Madu Ratna Mahestri, Alea Erdinna Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Maudi Pramedia Putri Meylita Sari Muhamad Adryanta Muhammad Luthfi muhammad mashuri Mulyaputri, Rifna Fadhilah Nendy Septi Arniva Ni Putu Lisa Ernawatiningsih Nina Fauziah Rachmah Nindya Kemala Astuti Nur Iriawan Nur Lailiyah Nurina Hayu Ratri Nuroini, Husna Mir'atin Pertiwi, Dhea Mutiara Rahmania Azwarini Rahmawati Erma Standsyah Rahmawati Pane Rahmi Amelia Ratih Kumala Puspa Nusantara Retno Anggarini Rida Dwi Lestari Rizwan Arisandi, Rizwan Royyanah, Atika Nur Ruslan Ruslan Ruslan Santi Wulan Purnami Shofi Andari Shofi Andari Siti Azizah Sony S Sony Sunaryo Sri Nurhatika Sri Pingit W Sri Pingit Wulandari Sri Pingit Wulandari Suhartono Suhartono Suprianto Simanjuntak Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syarifah Nisrina Hasna Salby Syarifah Nisrina Hasna Salby Theresia Widiastuti Urifah Hidayanti Vergilia Agam Saputri Vita Ratnasari Wibawati Wibawati Yoyok Setyo Hadiwidodo Yurike Septi Angelina Monica Zuzun Miranti