Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Angka Prevalensi Penyakit Kusta di Jawa Timur dengan Pendekatan Spatial Durbin Model Ernawati Ernawati; I Nyoman Latra; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.026 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16621

Abstract

Persebaran penyakit kusta di Provinsi Jawa Timur harus mendapat perhatian lebih karena pada tahun 2012, Jawa Timur merupakan penyumbang penderita kusta tertinggi di antara provinsi lainnya dengan angka prevalensi kusta per 10.000 penduduk sebesar 1,46. Kejadian penyakit menular seperti kusta, perlu mempertimbangkan pengaruh kedekatan kewilayahan (spasial) sehingga penelitian ini juga mempertimbangkan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan kabupaten/kota di Jawa Timur. Penelitian ini menganalisis faktor-faktorĀ  yang memengaruhi angka prevalensi penyakit kusta di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan Spatial Durbin Model (SDM) yang merupakan bentuk khusus dari metode Spatial Autoregressive Model (SAR). Matriks pembobot yang digunakan adalah Queen Continguity (persinggungan sisi sudut). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model SDM memberikan hasil yang lebih baik daripada metode OLS dan metode SAR dengan nilai R2 sebesar 83,05% dan nilai AIC sebesar 89,083. Variabel yang signifikan berpengaruh terhadap angka prevalensi kusta adalah persentase rumah tangga ber-PHBS, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin dan persentase puskesmas per 100.000 penduduk.
Analisis Survival Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Haji Surabaya Menggunakan Model Regresi Weibull Alifa Silfi Mufidah; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.706 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16633

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Kota Surabaya memiliki jumlah kasus DBD yang tinggi di Jawa Timur dan termasuk daerah yang paling rawan terkena DBD. Sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian akibat DBD di Surabaya, maka perlu dilakukan analisis terhadap pasien penderita DBD dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien penderita DBD. Regresi Weibull merupakan salah satu metode analisis survival yang digunakan untuk mengetahui efek dari beberapa variabel prediktor terhadap data survival sebagai variabel respon. Pada penelitian ini dilakukan analisis survival pada pasien DBD di RSU Haji Surabaya. Hasil pengujian parsial disimpulkan bahwa variabel usia, jenis kelamin, leukosit, dan hematokrit berpengaruh terhadap laju kesembuhan pasien DBD.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Laju Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD dr. Soetomo Tahun 2015 Menggunakan Regresi Weibull dan Regresi Cox Proportional Hazard Yurike Septi Angelina Monica; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.884 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17261

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera diobati dengan tuntas. Tuberkulosis ini dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru dikarenakan penularan yang paling mudah melalui udara. Berdasarkan laporan Depkes pada tahun 2013, jumlah penderita TB paru tertinggi terdapat di provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Pada tahun 2015, jumlah penderita TB paru terbanyak di Jawa Timur terdapat pada Kota Surabaya. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis survival untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi laju kesembuhan pasien rawat inap TB paru di RSUD dr. Soetomo Surabaya menggunakan regresi Weibull dan regresi Cox proportional hazard. Hasil yang didapatkan, pada regresi Weibull faktor yang berpengaruh signifikan terhadap laju kesembuhan pasien adalah faktor usia, jenis kelamin, nyeri dada, dan sesak nafas. Sedangkan pada metode regresi Cox proportional hazard, faktor yang berpengaruh signifikan adalah faktor jenis kelamin, nyeri dada, dan sesak nafas. Berdasarkan nilai AIC yang didapatkan tiap model, nilai AIC regresi Weibull sebesar 133,828, sedangkan nilai AIC pada regresi Cox proportional hazard sebesar 325,809. Nilai AIC regresi Weibull lebih kecil daripada nilai AIC regresi Cox proportional hazard. Selain itu, jumlah faktor yang berpengaruh signifikan pada metode regresi Weibull lebih banyak faktor daripada metode regresi Cox proportional hazard. Jadi, dapat dikatakan performansi metode regresi Weibull lebih baik daripada regresi Cox proportional hazard.
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Jumlah Kematian Ibu dan Jumlah Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah dengan Bivariate Generalized Poisson Regression Maudi Pramedia Putri; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.198 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22467

Abstract

Jumlah kematian ibu dan jumlah kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah hingga akhir tahun 2015 masih memiliki tugas yang berat dalam memenuhi target MDGs. Jumlah kematian bayi di Jawa Tengah termasuk dalam 6 peringkat tertinggi di Indonesia dan untuk jumlah kematian ibu di Jawa Tengah dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan dan telah mengalami penurunan pada tahun 2015 akan tetapi belum memenuhi target MDGs, untuk itu perlu adanya upaya dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menekan jumlah kematian ibu dan jumlah kematian bayi sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kematian ibu dan jumlah kematian bayi dengan menggunakan Bivariate Generalized Poisson Regression. Pada model terbaik yang diseleksi menggunakan nilai AIC yang signifikan mempengaruhi jumlah kematian ibu dan jumlah kematian bayi adalah persentase persalinan oleh tenaga kesehatan, persentase ibu hamil mendapatkan tablet Fe3, persentase komplikasi kebidanan yang ditangani, persentase rumah tangga ber-PHBS dan persentase ibu hamil melaksanakan program K4.
Pemodelan Regresi Poisson Inverse Gaussian Studi Kasus: Jumlah Kasus Baru HIV di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 Andriana Yoshinta Herindrawati; I Nyoman Latra; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.29 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22976

Abstract

Jumlah kasus baru HIV adalah salah satu contoh data count (data cacahan). Pemodelan data count dapat menggunakan regresi poisson. Terdapat asumsi yang harus dipenuhi jika menggunakan regresi poisson yaitu mean dan varians harus sama, sedangkan pada kasus data cacahan asumsi ini sering tidak terpenuhi. Hal ini terjadi karena adanya overdispersi, yaitu varians lebih besar dari mean. Oleh karena itu dalam memodelkan data cacahan tersebut tidak cukup dengan regresi poisson sederhana. Regresi poisson inverse gaussian (PIG) merupakan salah satu bentuk regresi dari mixed poisson yang dirancang untuk data cacahan dengan kasus overdispersi dan telah digunakan pada beberapa penelitian yang menggunakan data cacahan. Penaksiran parameter dilakukan dengan metode MLE dan pengujian hipotesis dengan menggunakan metode MLTR. Jumlah kasus baru HIV merupakan salah satu data cacahan yang berpotensi terjadi overdispersi. Oleh karena itu, dalam memodelkan jumlah kasus baru HIV di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 dapat digunakan pemodelan dengan regresi PIG. Berdasarkan model tersebut, variabel prediktor yang memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah kasus baru HIV di Provinsi Jawa Timur adalah persentase PUS yang menggunakan kondom, rasio fasilitas kesehatan, persentase daerah perkotaan, dan persentase penduduk usia 25-34 tahun.
PEMODELAN JUMLAH KASUS HIV DAN AIDS DI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN BIVARIATE GENERALIZED POISSON REGRESSION Suprianto Simanjuntak; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24975

Abstract

HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menjadi perhatian di Indonesia, jumlah kasus HIV dan AIDS sejak 1987 sampai 2014 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur berada pada urutan ke dua dengan jumlah kasus HIV dan AIDS tertinggi di Indonesia. Kota Surabaya merupakan kota yang memliki jumlah kasus baru HIV dan AIDS terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Jumlah kasus HIV di Kota Surabaya memiliki hubungan linier dengan jumlah kasus AIDS, sehingga disebut bivariate. Kedua jumlah tersebut termasuk variabel random yang memiliki varians lebih besar dari nilai rata-ratanya. Ukuran ini disebut overdispersi. Oleh karenanya, kedua variabel tersebut tidak dapat didekati dengan distribusi Poisson yang memiliki nilai varians dan rata-rata yang sama. Pendekatan distribusi lain yang memungkinkan yaitu bivariate generalized Poisson. Dalam rangka mengidentifikasi variabel-variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus HIV dan AIDS, analisis regresi yang diterapkan juga disesuaikan dengan distribusi variabel-variabel respon. Meng-aplikasikan bivariate generalized Poisson regression, berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus HIV adalah persentase penduduk pengguna kondom, persentase penduduk yang tamat SMA, persentase penduduk kelompok umur 25-29 tahun dan persentase kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus AIDS adalah persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan masyarakat miskin. Model terbaik yang diperoleh adalah model yang melibatkan semua variabel prediktor dengan nilai AIC sebesar 220,038.
Pemodelan Angka Buta Huruf di Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan Metode Geographically Weighted t Regression Nindya Kemala Astuti; Purhadi Purhadi; Shofi Andari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.367 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25005

Abstract

Pendidikan merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam perkembangan suatu bangsa. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal pendidikan dimaksudkan agar dapat memberantas buta huruf atau buta aksara. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat buta huruf adalah Angka Buta Huruf. Namun rata-rata angka buta huruf di Indonesia masih tergolong tinggi (4,27%). Pengukuran angka buta huruf merupakan nilai yang kontinu dan berdistribusi t. Penelitian ini menggunakan metode regresi t untuk menyesuaikan distribusi variabel responnya. Mempertimbangkan adanya aspek spasial yang muncul pada data, perlu dilakukan modifikasi pada pemodelan regrei t, yaitu dengan menerapkan pembobot spasial. Oleh karena itu, metode regresi yang diusulkan dalam penelitian ini yaitu model regresi terboboti atau GWtR. Variabel yang signifikan pada pemodelan regresi t merupakan angka partisipasi murni tingkat SD, rasio murid-guru, tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin dan persentase balita gizi buruk. Sedangkan variabel yang signifikan pada pemodelan GWtR adalah angka partisipasi murni tingkat SD, rasio murid-guru, tingkat pengangguran terbuka dan persentase penduduk miskin. Perbandingan kebaikan kedua model menunjukkan bahwa metode terbaik untuk memodelkan angka buta huruf di kabupaten/kota se-Jawa Timur adalah GWtR.
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Infeksi Cacing pada Balita dan Anak Umur 6-12 Tahun di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan Metode Regresi Logistik Biner Esti Wulandari; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.568 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43107

Abstract

Anak usia prasekolah dan sekolah merupakan kelompok yang rawan terinfeksi cacing karena perilaku bersih dan sehat yang masih bergantung pada orang tua dan lingkungan sekitar. Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 24% populasi dunia terinfeksi cacing dan 60%nya adalah anak-anak. Pada tahun 2017 terdapat sebanyak 28% anak Indonesia dilaporkan terinfeksi cacing (Media Indonesia, 2017). Pada penelitian ini dilakukan pemodelan pada tingkat cacingan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur berdasarkan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya. Data yang digunakan merupakan data survei kasus cacingan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya pada balita dan siswa sekolah dasar. Variabel respon yang digunakan adalah data kategorik dengan dua kategori, yaitu cacingan dan tidak cacingan. Variabel prediktor yang digunakan yaitu usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, PHBS, dan status gizi. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat cacingan pada balita. Sedangkan pada anak 6-12 tahun tidak terdapat variabel prediktor yang signifikan.
Analisis Metode Geographically Weighted Generalized Poisson Regression untuk Pemodelan Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kematian Anak di Provinsi Jawa Timur Muhamad Adryanta; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.403 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43562

Abstract

Jumlah kematian anak merupakan bagian permasalahan dari salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin hidup sehat dan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh penduduk dunia di segala umur. Jumlah kematian anak berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur periode 2014/2015 diketahui sebesar 428 per 1000 anak 1-4 tahun, jauh dari target global yaitu kurang dari 25 per kematian per 1000 kelahiran hidup. Penelitian ini berfokus pada analisis jumlah kematian anak di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 beserta faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya dengan menggunakan metode Geographically Weighted Generalized Poisson Regression (GWGPR) dikarenakan keberadaan faktor spasial yaitu antar kabupaten/kota. Jumlah kematian anak di Jawa Timur pada tahun 2017 memiliki persebaran terbesar berada di wilayah tapal kuda, bagian pusat, dan bagian barat laut wilayah Jawa Timur. Pemodelan GWGPR tanpa menggunakan exposure diketahui variabel yang dominan signifikan terhadap masing-masing kabupaten/kota yaitu variabel persentase rumah tangga ber-PHBS, persentase rumah sehat, persentase penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat), persentase desa/kelurahan yang melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat, penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas (layak), dan persentase penduduk miskin yang terbagi dalam lima kelompok kabupaten/kota. Pemodelan GWGPR menggunakan exposure diketahui tidak ada faktor atau variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap masing-masing kabupaten/kota. Kriteria kesesuaian model menggunakan AICc menunjukkan bahwa Generalized Poisson Regression secara umum memiliki nilai AICc terkecil dibandingkan metode lainnya.
Pemodelan Jumlah Anak Putus Sekolah Usia Wajib Belajar dan Jumlah Wanita Menikah Dini di Jawa Timur dengan Pendekatan Geographically Weighted Bivariate Negative Binomial Regression Fitria Nurul Alfariz; Purhadi Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.316 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44402

Abstract

Kemajuan di bidang pendidikan sudah dilakukan di Indonesia namun masih banyak anak-anak yang harus putus sekolah khususnya di Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan tinggal anak. Salah satu masalah yang berhubungan dengan putus sekolah adalah pernikahan usia dini di kalangan wanita remaja. Pemodelan menggunakan metode Geographically Weighted Bivariate Negative Binomial Regression dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh pada jumlah anak putus sekolah dan jumlah wanita menikah dini. Sebelum itu dilakukan pula pemodelan menggunakan metode Bivariate Negative Binomial Regression. Metode GWBNBR menghasilkan 7 kelompok kabupaten/kota dengan variabel signifikan yang sama untuk jumlah anak putus sekolah dan 5 kelompok kabupaten/kota dengan variabel signifikan yang sama untuk jumlah wanita menikah dini. Metode BNBR merupakan metode yang lebih baik untuk memodelkan karena menghasilkan nilai AICc terkecil. Tetapi dengan menggunakan metode GWBNBR informasi yang didapat lebih banyak sehingga penanganan masalah anak putus sekolah dan wanita menikah dini di setiap daerah dapat di sesuaikan dengan variabel signifikan hasil metode GWBNBR.
Co-Authors Abima Aunur Rochman Achmad Choiruddin Affanda Abdul Hakim Aminullah Agus Suharsono Alia Lestari Alifa Silfi Mufidah Andriana Yoshinta Herindrawati Angga Dwi Mulyanto Annisa Auliya Rahman Arrafi Dwiargatra Bambang Widjanarko Otok Barep Adji Widhi Pangestu Brianika Irawati Choiruddin, Achmad Cindy Cahyaning Astuti Diah Puspito Wulandari Dina Oktafia Sulistyani Dinar Ariana Viestri Dinarta Dinarta Hanum Hanum Efta Dhartikasari Priyana Eriska Evadianti Ernawati Ernawati Esti Wulandari Fa'rifah, Riska Yanu Fefy Dita Sari Feni Ira Puspita, Feni Ira Fitria Nur Maghfiroh Fitria Nurul Alfariz Fitriarma Putri Santoso Fittrofin Amalia Farisa Gressa Widha Audrina Hani Khaulasari Hargandi, Priyanka Ratulangi Harmin Sulitiyaning Titah Harun Al Azies Hasbi Yasin Herni Anggi Riski Rahayuning Heru Purwanto I Dewa Ayu Ratih Weda Iswara I Nyoman Latra I Nyoman Latra I Nyoman Latra I Nyoman Latra Ika Wuryanti Febrina Wuryanti Irfan Wahyudi Irhamah - Islamiati, Mawadah Putri Ita Noviana Jatikusuma, Andhika Jauhara Rana Budiani Jerry D. T. Purnomo Lucy Dian Puspitasari Luh Eka Suryani Madu Ratna Mahestri, Alea Erdinna Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Maudi Pramedia Putri Meylita Sari Muhamad Adryanta Muhammad Luthfi muhammad mashuri Mulyaputri, Rifna Fadhilah Nendy Septi Arniva Ni Putu Lisa Ernawatiningsih Nina Fauziah Rachmah Nindya Kemala Astuti Nur Iriawan Nur Lailiyah Nurina Hayu Ratri Nuroini, Husna Mir'atin Pertiwi, Dhea Mutiara Rahmania Azwarini Rahmawati Erma Standsyah Rahmawati Pane Rahmi Amelia Ratih Kumala Puspa Nusantara Retno Anggarini Rida Dwi Lestari Rizwan Arisandi, Rizwan Royyanah, Atika Nur Ruslan Ruslan Ruslan Santi Wulan Purnami Shofi Andari Shofi Andari Siti Azizah Sony S Sony Sunaryo Sri Nurhatika Sri Pingit W Sri Pingit Wulandari Sri Pingit Wulandari Suhartono Suhartono Suprianto Simanjuntak Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syarifah Nisrina Hasna Salby Syarifah Nisrina Hasna Salby Theresia Widiastuti Urifah Hidayanti Vergilia Agam Saputri Vita Ratnasari Wibawati Wibawati Yoyok Setyo Hadiwidodo Yurike Septi Angelina Monica Zuzun Miranti