Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KEBERADAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SEBAGAI EKONOMI DESA DI DESA TAWALIAN TIMUR KECAMATAN TAWALIAN KABUPATEN MAMASA (STUDI KASUS PENGELOLAAN AIR BERSIH) Magdalena, Diana; Syaeba, Muhammad; Fitrah, Nur
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.3014

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sebagai Ekonomi Desa di Desa Tawalian Timur Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa (Studi Kasus Pengelolaan Air Bersih). Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengopservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa yang di gunakan adalah analisa data kualitatif yang merupakan uraian serta menginterpretasikan data yang di peroleh di lapangan dari informan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keberadaan Badan Usaha Milik Desa Tawalian Timur Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1)Kooperatif yang melibatkan semua kerja sama antar masyarakat dan pihak BUMDes dan Pemerintah Desa Tawalian Timur, 2)Partisipatif adalah prinsip pengelolaan air bersih dengan pemberlakuan iuran pemanfaatan air yang di ukur dengan menggunakan water meter serta pemberlakuan tarif air yang terjangkau oleh kalangan masyarakat prasejahtra, 3)Transparansi Bumdes sudah sesuai prinsip pengelolaan air bersih yang mana pemberlakuan iuaran yang terjangkau oleh kalangan masyarakat prasejahtra dan  pengubahan tata cara pemanfaatan air dari kondisi tampa pengelolaan menjadi teratur dan terkelola sehingga distribusi air bersih adil dan merata dalam artian adanya perubahan signifikan terhadap perekonomian desa sejak di jalankanya program BUMDes di desa tawalian timur,4) Akuntabel Bumdes sudah menjalankan tanggung tanggung jawabnya dengan adanya laporan pertanggung jawaban sehingga BUMDes di Desa tawalian sudah berjalan dengan baik. Walupun berjalan dengan baik, selalu ada penghambat dan kendala yaitu masih adanya beberapat pelanggan yang pembayarannya tidak lancar. Namun dibalik kendala ini masih belum bisa mempengaruhi stabilitas pendapatan yang diterima oleh bumdes desa tiap bulannya
Analisis Citraan Pada Kumpulan Puisi Jaramming Karya Suparman Sopu Hakim, Abdul; Sahabuddin, Chuduriah; Syaeba, Muhammad
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2494

Abstract

Sastra merupakan karya lisan atau tertulis yang memiliki berbagai macam ciri-ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan didalam isi ungkapannya. Citraan ini adalah yang menggambarkan sesuatu yang tidak bergerak pada kenyataannya, tetapi dilukiskan dapat bergerak. Pengambaran melalui citraan gerak ini akan membuat hal yang dilukiskan seorang menjadi hidup. Citraan gerak ini mengambarkan suasana yang sesungguhnya tidak bergerak, akan tetapi dilukiskan sebagai suatu yang dapat bergerak, atau pada gambaran gerak pada umumnya Latar belakang dari penelitian ini ialah kurangnya penelitian terhadap karya-karya khususnya puisi yang lahir di tanah Mandar, terutama pada analisis citraan puisi. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citraan pada puisi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini ialah korpus data. Sedangkan langkah-langkah teknik analisis data dalam penelitian ialah reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citraan pada kumpulan puisi Jaramming karya Suparman Sopu dengan jumlah analisis 10 puisi  terbagi 6 jenis citraan yakni citraan penglihatan dengan jumlah 27,citraan pendengaran dengan jumlah 11, citraan perabaan dengan jumlah 6, citraan penciuman dengan jumlah 2, citraan pengecapan dengan jumlah 5 dan citraan gerak berjumlah 10, dimana citraan penglihatan lebih banyak ditemukan ketimbang citraan yang lain. 
Analisis Kearifan Lokal dan Pendidikan Krakter Dalam Cerita Rakyat (Hikayat) Pada Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa desti, desti; Yunus, Nur Hafsah; Syaeba, Muhammad
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4448

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk mendskripsikan kearifan lokal dan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam teks cerita rakyat (hikayat) pada buku teks Bahasa Indonesia. Penelitian ini, merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata atau kalimat yang mengandung nilai kearifan lokal dan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam teks cerita rakyat (Hikayat) sedangkan sumber data dari penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia Kemendikbud yang berjudul “Bahasa Indonesia” untuk kelas X SMA/MA/SMK/MAK.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal dan nilai pendidikan karakter yang digunakan berupa kata dan frasa. Temuan bentuk kearifan lokal meliputi budaya, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, dan hokum adat. Sedangkan nilai pendidikan karakter meliputi religious, jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks cerita rakyt (hikayat) yang terdapat dalam buku teks pembelajaran Bahas Indonesia kelas X lewat Hasil analisis nilai kearifan lokal dan nilai pendidikan karakter yang terdapat di dalamnya mampu membentuk pesan positif kepada siswa. Penggunaan kata, susunan kata, pilihan kata sederhana sangat direkomendasikan untuk bacaan siswa. Dengan begitu siswa akan mudah memahami makna yang ingin disampaikan melalui cerita rakyat (Hikayat).
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA TERHADAP ANAK TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI DESA LIMBA DEBATA KECAMATAN BAMBANG KABUPATEN MAMASA Benyamin, Benyamin; Syaeba, Muhammad; Yuyun, Sri
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.1215

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Komunikasi Interpersonal Orang Tua Terhadap Anak Tentang Pendidikan Seks di Desa Limba Debata Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. .Sumber Data dalam penelitian ini adalah informan yang ditentukan dengan cara purposive sampling yang terdiri dari  orang tua dan anak remaja. Data dikumpulkan melalui observasi , Wawancara, dan dokumentasi.Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari informan yang sudah di tetapkan. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri, pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual, karena dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbuka dari hati kehati antara orang tua dan anak dimana orang tua sebagai aktor utamanya. Peranan orang tua dalam menerapkan pemahaman tentang seks pada remaja seharusnya tidak di anggap hal yang tabu bagi orang tua, keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan terbaik untuk penanaman nilai perkembangan remaja, salah satu pihak yang berperan penting adalah orang tua, hal ini dikarenakan adanya hubungan yang intim dan akrab antara si anak dan orang tua .  Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, orang tua,  pendidikan Seks anak   
STUDI TENTANG ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA RATTE KECAMATAN TUTAR Syamsul, Asri; IR, Rustan; Syaeba, Muhammad
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 2 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v3i2.2427

Abstract

Studi Tentang Anak yang Putus Sekolah Di suatu Desa Ratte Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. (Dibimbing oleh Rustan IR dan Muhammad Syaeba). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif , Metode data dengan melakukan wawancara terstruktur artinya wawancara yang dalam kepada Anak putus sekolah  danpengumpulan data dengan dokumentasi untuk mengetahui lokasi dan subjek penelitian. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui Kebijakan pemerintahdesa Ratte dalam yang menanggulangi Anak Putus Sekolah di Desa Ratte Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apa upaya pemerintah desa dalam menanggulangi anak putus sekolah? (2) Apa harapan dan kendala perintah desa dalam menanggulangi  anak putus  sekolah? (3) Apa yang menyebabkan anak putus sekolah didesa Ratte? (4) Bagaimana usaha pemerintah dan orang tua dalam mengarahkan anaknya yang mengalami putus sekolah untuk mengetahui petingnya pendidikan?. Hasil penelitian diperoleh 2 faktor sebagai berikut: 1) faktor internal, alasan anak putus , meliputi tidak ada biaya untuk lanjut sekolah ke jenjang selanjutnya,  dan tidak dapat bersosialisasi dengan lingkup sekolah. 2) faktor ekternalnya adalah karna sangat rendah motivasi dari sekolahakibat minimnya fasilitas pendidikan atau sekolah seta (sosial). Adeanya putus sekolah sekolah adalah bagaimana pemerintah desa menganggarkan melalui ADD (alokasi dana desa).
RESPONSIVITAS PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS PELAYANAN PASIEN BPJS RSUD KONDOSAPATA MAMASA) Handi, Handi; Syaeba, Muhammad; Ibrahim, Mahyuddin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2307

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Resposivitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Pelayanan Pasien BPJS RSUD Kondosapata Mamasa). Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang terdiri dari Staf pegawai rekam medic, dokter, perawat, pengelola BPJS dan Pasien BPJS RSUD Kondosapata Mamasa. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang di peroleh di lapangan dari key informan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kemampuan merespon cukup baik antara petugas kepada pasien, ketepatan melayani sudah baik/ ketepatan melayani juga cukup baik tidak ada kesalahan, kecermatan melayani sudah sangat baik dimana perawat dan dokter sudah teliti dalam merawat pasien BPJS, Ketepatan waktu cukup baik walaupun jam besuk tidak cukup mengganggu pasien dan merespon keluhan pasein RSUD Kondosapata Mamasa Sudah bagus dimana Pihak rumah sakit sudah menyiapkan kotak saran
Analisis Kemampuan Menentukan Unsusr Intrinsik Kumpulan Cerita Pendek Parodia Karya Istifari Hasan Pada Siswa Kelas XI MIPA I MA DDI Kanang Syaeba, Muhammad; Irmayani, Naim; Damayanti, Rutmi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.3041

Abstract

Kemampuan menganalisis unsur instrinsik berperan penting bagi siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kemampuan siswa menganalisis unsur intrinsik  kumpulan Cerpen  parodia karya istifari hasan pada peserta didik kelas XI MIPA I MA DDI Kanang. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yaitu hasil analisis siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dengan menggunakan teknik mean, persentase dan klasifikasi kemampuan.Dalam penelitian ini terdapat 7 unsur intrinstik yang di analisis siswa yaitu:(1) tema (2) alur/plot (3)Latar (4) Tokoh (5) Watak (6) sudut Pandang dan (7) Amanat.Setelah melakukan analisis data dari 25 siswa Mipa I nilai rata-rata yang diperoleh dari keseluruhan siswa sebanyak 89,32.Berdasarakan KKM siswa yang di anggap mampu ialah memeperoleh nilai 75 ke atas sedangkan peserta didik yang tidak mampu ialah memperoleh nilai kurang dari 75.Penilaian setiap aspek menggunakan indikator jika peserta didik  memeperoleh nilai 4 dengan kategori sangat mampu.jika peserta didik memperoleh nilai 3 dengan kategori mampu,peserta didik yang memeperoh nilai 2 dengan kategori kurang.selanjutnya dengan kategori kurang mampu jika peserta didik memeperoleh nilai 1.Pada aspek alur/plot,latar,tokoh,watak,sudut pandang nilai rata-rata peserta didik berada dikategori sangat mampu dan mampu. Pada aspek tema dan amanat nilai rata-rata peserta didik berada dikategori baik dan kurang.
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAMASA DAN MANDAR MELALUI AKULTURASI DALAM PROSES PERNIKAHAN DI KECAMATAN TANDUKKALUA KABUPATEN MAMASA Tia, Satria; Syaeba, Muhammad; Masyhadiah, Masyhadiah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplor fenomena-fenomena yang tidak dapat dikualitatifkan yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research).Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui Akulturasi dalam proses pernikahan berjalan dengan baik ketika melalui interaksi yang baik pula, dimana pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pernikahan beda etnik mamasa dan etnik mandar yang mereka lakukan telah mengantar mereka dalam proses sosial (akulturasi budaya). Faktor pendukung komunikasi antara budaya mamasa dan mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan, yakni faktor komunikasi, lingkungan, dan pembawaan individu.
IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN MAMASA Syaeba, Muhammad; Saleh, Ahmad; Rein SK, Welli
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 2 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v3i2.1609

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa dan Wilayah yang terkena dampak bencana alam,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa dalam penanggulangan bencana serta faktor – faktor pendukung dan penghambat implementasi tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa dalam penanggulangan bencana. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan melakukan pendekatan kualitatif, jenis penilitian deskriptif ini dilakukan terhadap satu variabel yang diteliti dengan mencoba menguraikan secara detail yang sesuai dengan masalah penelitian yang diinginkan. Penelitian ini digunakan agar dapat memberikan mmengenai perwatakan dan ciri khas suatu populasi atau fenomena tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kabupaten Mamasa masih belum optimal dan kurang  dirasakan oleh masyarakat sedangkan faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari aparatur pemerintah dan intansi/ organisasi yang turut andil dalam penanggulangan bencana sedangkan faktor penghambat Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mamasa adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. 
PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN GOTONG ROYONG DI DESA BUNTUBUDA KECAMATAN MAMASA KABUPATEN MAMASA Magdalena, Magdalena; Syaeba, Muhammad; Asis, Abd.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.880

Abstract

Masyarakat Indonesia menyadari bahwa dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari saling ketergantungan antar sesamanya, sehingga masyarakat selalu berusaha untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satu cara untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya yakni melakukan kegiatan gotong royong diperlukan peran kepala desa. Dimana dalam melaksanakan program pemerintah desa yang terencana dan terarah dengan baik maka diperlukan perencanaan, penggerakan serta pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut karna tanpa adanya ini semuanya tidak akan berlangsung dan terlaksana dengan baik. Karena itu, perlu adanya seorang pemimpin yakni kepala desa yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan hal tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peran kepala desa dalam meningkatkan kegiatan gotong royong di desa buntubuda kecamatan mamasa kabupaten mamasa 2). Adakah Factor penghambat yang   mempengaruhi kegiatan gotong royong di desa buntubuda kecamatan mamasa kabupaten mamasa Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Lokasi penelitian di Desa buntu buda Kecamatan mamasa Kabupaten mamasa.responden  dalam penelitan ini adalah kepala desa buntu buda, Perangkat Desa buntu buda, kepala dusun  di desa buntu buda serta warga Desa buntu buda.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi  Berdasarkan hasil penelitan ini  masih banyak yang belum sepenuhnya terealisasi oleh Pemerintah Desa Buntubuda sehingga terjadinya pasang surut dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong dalam pembangunan ini. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat ataas dasar suka rela tetapi dari pihak pemerintah gampong berinisiatif memberikan insentif berupa uang untuk masyarakat yang bergotong royong. Bentuk dan sifat kegiatan gotong royong yang masih dikategorikan pembangunan pada fisik Desa ditentukan oleh faktor-faktor yang melatar belakangi gotong royong itu, ekonomi, sosial, budaya dan politik, serta agama yang ada di Desa Buntubuda.