Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : CHEMTAG Journal of Chemical Engineering

PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM UNTUK APLIKASI CAT EMULSI BERBASIS AIR Septia, Friska; Purnavita, Sari; Sutanti, Sri; Oktaviananda, Cyrilla
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 1 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i1.5828

Abstract

Styrofoam dibuat dari polimer polystyrene jenis emulsi. Polystyrene mengandung monomer styrene yang murah dan mudah didapat, akan tetapi sulit terdegradasi oleh alam. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk pemanfaatan limbah polystyrene seperti styrofoam menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaaatkan pada industri seperti lem lateks atau cat emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis filler (kalsium karbonat, talk, dan kaolin) dan komposisi bahan pigment dengan filler (90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40) yang digunakan terhadap karakteristik cat yang meliputi daya tutup, morfologi, kestabilan emulsi, daya rekat, waktu kering, hardness, viskositas, dan ketahanan air. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik (Uji F) menunjukkan bahwa kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh nyata terhadap karakteristik daya rekat dan hardness, serta kombinasi jenis filler dan komposisi bahan pigment dengan filler berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik cat yang meliputi waktu kering dan viskositas. Cat emulsi berbasis air dari bahan binder limbah styrofoam dengan kombinasi jenis filler talc dan komposisi bahan pigment dengan filler 60;40 memiliki kualitas yang terbaik, yaitu kestabilan emulsi 12,5 hari, daya rekat 84,38%, waktu kering 38,5 menit, hardness 3H, viskositas 87 detik, dan ketahanan air 30,45 gram.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH DAN SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK CARBOXY METHYL CELLULOSE DARI SABUT KELAPA MUDA Purnavita, Sari
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 1 (2024): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v5i1.4885

Abstract

Melimpahnya produksi kelapa di Indoonesia berpotensi menghasilkan limbah sabut kelapa yang dapat berdampak pada pencemaran lingkungan. Sabut kelapa yang memiliki kandungan selulose 43,44% dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku carboxy methyl cellulose (CMC). CMC dapat dibuat dari sellulose melalui reaksi alkalisasi dan eterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH (15, 20, 25, 30 dan 35%) dan suhu reaksi (45 dan 550C) terhadap karakteristik CMC yang meliputi kelarutan, viskositas, pH dan derajat substitusi (DS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaOH dan suhu reaksi berpengaruh terhadap kelarutan, viskositas dan derajat substitusi, namum tidak berpengaruh terhadap pH. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kadar NaOH 35% dan suhu reaksi 550C.Kata Kunci : sabut kelapa, alkalisasi, eterifikasi, CMC.
Pengaruh Jenis Alkali Terhadap Karakteristik Cat Emulsi Dari Kasein Susu Sapi Afkir Purnavita, Sari
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 4, No 2 (2023): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v4i2.4350

Abstract

Melimpahnya produksi susu sapi di Indonesia tidak sebanding dengan angka konsumsi susu di masyarakat Indonesia. Hal itu menyebabkan banyaknya produk susu sapi yang terbuang (afkir). Produk susu afkir tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan cat emulsi. Kandungan kasein dalam susu dapat menjadi perekat dalam cat menggantikan perekat sintetis. Kasein perlu ditambahkan larutan alkali untuk memunculkan sifat perekat dalam kasein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis alkali meliputi boraks, CaCO3, NaHCO3, dan KOH terhadap karakteristik cat meliputi kekentalan, ukuran partikel, daya rekat, waktu kering, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh jenis alkali terhadap kekentalan dan ukuran partikel, namun berpengaruh terhadap waktu kering, daya rekat, dan kekerasan.
PEMBUATAN BIOPLASTIK KOMPOSIT TAPIOKA DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE DENGAN PENAMBAHAN PIGMEN PUTIH TiO2 Septianingsih, Ayu; Purnavita, Sari; Pratiwi, Mumpuni Asih; Rahayu, Lucia Hermawati
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6542

Abstract

Sampah plastik yang banyak beredar di lingkungan masyarakat adalah plastik sintetik yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Solusi untuk mengurangi sampah plastik sintetik adalah dengan memproduksi bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang ramah lingkungan dan dapat dibuat dari bahan polimer alami seperti tapioka. Bioplastik berbahan dasar tapioka memiliki kelemahan yaitu kekuatan mekanik yang rendah sehingga diperlukan penambahan bahan penguat seperti carboxymetyl cellulose. Selanjutnya untuk menambah estetika, sifat tidak tembus pandang, dan warna putih dari bioplastik dapat dilakukan dengan penambahan pigmen TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan rasio jumlah tapioka dengan CMC dan jumlah pigmen terhadap karakteristik bioplastik. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri dari rasio jumlah pati : CMC (99% : 1%; 98% : 2%; 97% : 3%; 96% : 4%; 95% : 5%) dan jumlah pigmen TiO2 (0,02 g, 0,04 g). Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan menambahkan pati dan CMC, lalu menambahkan sorbitol ke dalam campuran. Selanjutnya ditambahkan TiO2 sebanyak variable yang telah ditentukan kedalam campuran. Kemudian melakukan pemanasan di atas hotplate dengan suhu 70°C dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer selama 40 menit. Kemudian larutan dituangkan pada nampan plastik lalu dilakukan pengeringan menggunakan oven pada suhu 55°C selama 5 jam. Bioplastik yang sudah jadi akan dilakukan proses analisis terhadap karakteristiknya yang meliputi ketebalan, ketahanan air, degradabilitas, kuat tarik, elongasi, dan morfologi. Semakin besar CMC yang ditambahkan berpengaruh terhadap kenaikkan nilai ketahanan air dan kuat tarik bioplastik, serta menurunkan nilai ketebalan, biodegradasi dan elongasi bioplastik. Semakin besar jumlah TiO2 berpengaruh terhadap penurunan nilai ketahanan air, biodegradasi, dan kuat tarik bioplastik, serta menaikkan nilai ketebalan dan elongasi dari bioplastik. Kondisi optimum didapat pada perlakuan perbandingan tapioka dengan CMC sebesar 96%:4% dengan jumlah TiO2 0,2 gram untuk uji ketebalan, ketahanan air, dan morfologi bioplastik.