Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH METODE BERCERITA KISAH NABI IBRAHIM DALAM MENANAMKAN NILAI KEJUJURAN PADA ANAK USIA DINI DI TPA DARUL ISTIQAMAH Nurul Istiqamah Z; Radiatul Adabia Mahdar; Nur Ariqah Nafilah; Andi Ratih Puspita; Zulhikmah Ima; Besse Marjani Alwi
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2026): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v9i1.6018

Abstract

Kemampuan anak usia dini dalam memahami nilai agama dan moral, khususnya nilai kejujuran, sangat dibutuhkan sebagai landasan utama pembentukan karakter dan kepribadian. Oleh karena itu, stimulasi melalui metode pembelajaran yang menarik penting dilakukan agar anak dapat mengenal dan membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kejujuran anak usia dini melalui penerapan metode bercerita kisah Nabi Ibrahim. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (One-Group Pretest-Posttest Design) yang dilaksanakan di TPA Darul Istiqamah dengan jumlah partisipan sebanyak 8 anak usia 4–6 tahun. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi ketercapaian anak (pretest dan posttest) yang mencakup indikator nilai kejujuran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata perkembangan nilai agama dan moral anak setelah penerapan metode bercerita. Anak menjadi lebih fokus serta menunjukkan perilaku jujur selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode bercerita berbasis kisah-kisah Islami efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk menanamkan nilai kejujuran dan membentuk karakter positif anak usia dini.
Pembentukan Perilaku Keagamaan Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Standar Proses di Sekolah Menengah Pertama Meilina Julhijah; Saprin Saprin; Besse Marjani Alwi
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5712

Abstract

Pendidikan agama tidak secara otomatis mengubah pengetahuan keagamaan menjadi perilaku keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan perilaku keagamaan siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis Standar Proses di SMP Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, sekaligus mengkaji kesenjangan pengetahuan-perilaku dan potensi Maja Labo Dahu sebagai nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan semi-terstruktur, serta dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, siswa, tenaga sekolah, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan secara tematik melalui pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member checking, serta refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan terbentuk melalui proses yang saling berkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, pembiasaan, keteladanan, refleksi, dan asesmen autentik. Perencanaan pembelajaran mengintegrasikan tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pembelajaran kontekstual, deep learning, Role Playing, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning. Pelaksanaan pembelajaran menghubungkan nilai Islam dengan pengalaman sosial dan digital siswa melalui etika komunikasi, tabayyun, praktik ibadah, penyelesaian konflik, dan perilaku prososial. Keteladanan guru dan pembiasaan keagamaan memperkuat konsistensi perilaku, meskipun masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku aktual. Kesenjangan tersebut menunjukkan keterbatasan orientasi kognitif sekaligus pentingnya pendekatan preventif dan kolaboratif yang melibatkan guru, tenaga bimbingan dan konseling, keluarga, teman sebaya, serta lingkungan sekolah. Maja Labo Dahu juga memiliki potensi sebagai medium kontekstual untuk menerjemahkan nilai Islam yang abstrak menjadi praktik moral yang konkret. Pendidikan Agama Islam perlu bergerak dari transfer pengetahuan menuju internalisasi nilai, regulasi diri, dan aktualisasi perilaku. Penelitian lanjutan perlu menguji model internalisasi berbasis Maja Labo Dahu melalui desain kuasi-eksperimental dan longitudinal.
The Influence of Work Environment and Work Motivation on The Personality Competence of SDIT Plus Qurthuba Arni Febriyanti; St Syamsudduha; Besse Marjani Alwi
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 3 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i3.39121

Abstract

This study addresses four research questions: First, to what extent do the work environment and work motivation influence the educators’ personality competence at Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Plus Qurthuba? Second, how does the work environment influence the personality competence of these educators? Third, how does work motivation affect their personality competence? Fourth, what is the combined influence of the work environment and work motivation on the educators’ personality competence at Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Plus Qurthuba? This research employed a quantitative approach through a survey. The sample consisted of 41 educators at Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Plus Qurthuba, selected through simple random sampling. The research instrument was a questionnaire, which had been tested for validity and reliability using SPSS 29. Data were analyzed using correlation and linearity tests, followed by simple and multiple regression analyses. The findings indicate that both the work environment and work motivation have a positive and significant influence on the educators’ personality competence, whether examined individually or simultaneously. Partially, the work environment contributed 43.9% to personality competence, with a significance value p