Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengetahuan Lokal dan Keberlanjutan Pengelolaan Sumber Daya Ikan Sungai (Kasus: Lubuk Larangan di Nagari Barung-Barung Balantai Tengah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat): Local Knowledge and the Sustainability of River Fish Management (Case: Lubuk Larangan in Central Barung-Barung Balantai Village, Koto XI Tarusan District, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province) Masri , Rahmi Vivri; Satria, Arif; Purwandari , Heru
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 7 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v7i2.1157

Abstract

Manusia sangat bergantung pada sumber daya alam seperti sungai sebagai penunjang kehidupan. Pemanfaatan yang berlebihan terhadap sumber daya sungai menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem mulai dari penurunan populasi ikan hingga pencemaran air. Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk pengetahuan lokal yang digunakan untuk menjaga dan melestarikan sumber daya ikan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur pengetahuan lokal yang tergambarkan dalam mekanisme transfer pengetahuan pada masyarakat di sekitar Lubuk Larangan, menganalisis mekanisme transfer pengetahuan yang digunakan untuk mendukung praktik pengelolaan Lubuk Larangan secara nyata, dan menganalisis tingkat keberlanjutan pengelolaan sumber daya ikan sungai di Lubuk Larangan melalui pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik analisis data menggunakan uji regresi dan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur pengetahuan lokal berpengaruh terhadap mekanisme transfer pengetahuan. Sementara itu, terdapat pengaruh antara mekanisme transfer pengetahuan terhadap praktik pengelolaan Lubuk Larangan secara nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan lokal yang telah berhasil ditransfer ternyata dalam praktiknya belum benar-benar mampu dilaksanakan. Walaupun demikian, nilai indeks keberlanjutan pengelolaannya tergolong cukup baik yang mengindikasikan bahwa ada faktor pendukung lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Penguatan Partisipasi Nasabah Bank Sampah melalui Tata Kelola Kelembagaan Rachmah, Annisa Aulia; Purwandari, Heru
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana unsur tata kelola tercermin dalam kegiatan bank sampah dan tingkat partisipasi nasabah pada Bank Sampah Adil Sejahtera. Melalui penelitian ini diharapkan muncul penjelasan bagaimana partisipasi komunitas dalam pengelolaan sampah dapat dijelaskan melalui tata kelola. Penelitian dilakukan dengan 40 orang responden, yaitu seluruh nasabah Bank Sampah Adil Sejahtera RT 002 RW 007 Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama unsur tata kelola dalam hal kebijakan, prosedur kerja, sistem informasi, alat-alat, dan kelembagaan pada bank sampah, berada pada kategori tinggi sebesar 62,5 persen. Partisipasi nasabah bank sampah dilihat dari tahap perencanaan, pelaksanaan, menikmati hasil dan evaluasi. Diperoleh hasil bahwa partisipasi nasabah berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 57,5 persen. Selanjutnya, nampak bahwa bahwa tata kelola bank sampah berpengaruh terhadap partisipasi nasabah sebesar hingga 65,7 persen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingginya partisipasi nasabah merupakan cerminan dari kualitas tata kelola kelembagaan Bank Sampah Adil Sejahtera yang bermuara pada peningkatan tabungan nasabah setiap tahunnya
Reforma Agraria Dan Revitalisasi Pertanian Di Indonesia: Studi Kasus Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat Sihaloho, Martua; Purwandari, Heru; Ita, Dyah
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 1 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.123 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i1.5849

Abstract

Pemanfaatan sumber-sumber agraria diharapakan dapat bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, salah satu agenda yang menyangkut kebijakan agraria agar benar-benar menjadi sumber kesejahteraan adalah reforma agraria (RA). Justifikasi penelitian ini berdasarkan pada: (1) Reforma agraria merupakan program pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono-Jusuf Kalla (2004-2009); (2) Implementasi program reforma agraria merupakan tantangan Badan Pertanahan Nasional dan stakeholders lainnya; (3) Dalam Implementasi ini, maka diperlukan pra-kondisi reforma agraria; dan (4) Fakta mengindikasikan bahwa reforma agraria di bidang pertanian perlu didukung program revitalisasi pertanian. Pada tahun pertama, penelitian ini difokuskan di Jawa Barat, yang mengambil lokasi di Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Subang-Jawa Barat. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah deskriptif–eksplanatif yang luwes dan terbuka untuk berkembang. Data dan informasi yang dikumpulkan dianalisis melalui pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian pada tahun pertama (2009) menunjukkan bahwa (1) Peta kondisi sosio-ekonomi masyarakat (beragam lapisan petani) di Desa Sidajaya relatif masih timpang, (2) Terdapat enam lapisan masyarakat yaitu: Petani Pemilik; Petani Pemilik + Penggarap; Petani Pemilik + Buruh Tani; Petani Penggarap; Petani Penggarap + Buruh Tani; dan Buruh Tani, dan (3) Saran dari hasil penelitian ini adalah reforma agraria dalam hal asset reforma harus diikuti access reform dan juga program revitalisasi pertanian.
Reforma Agraria Di Bidang Pertanian : Studi Kasus Perubahan Struktur Agraria dan Diferensiasi Kesejahteraan Komunitas Pekebun di Lebak, Banten Sihaloho, Martua; Purwandari, Heru
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.398 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i1.5874

Abstract

Sumberdaya agraria merupakan salah satu faktor utama bagi stakeholder, khususnya petani. Tulisan ini mencoba menjelaskan tentang reforma agraria di bidang pertanian menjadi penting diwujudkan, khususnya dengan mengkaji hubungan antara perubahan struktur agraria dan differensiasi kesejahteraan petani. Hasil penelitian di Kabupaten Lebak menunjukkan, lahan dan modal menjadi dua faktor penting dalam usahatani pertanian. Perubahan struktur agraria mempengaruhi differensiasi kesejahteraan petani. Arah perubahan struktur agraria yang terjadi stratifikasi dan polarisasi.
PERLAWANAN TERSAMAR ORGANISASI PETANI: SINERGI ANTARA KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DAN ABSTRACT KEPENTINGAN GERAKAN SOSIAL Purwandari, Heru; Kolopaking, Lala M; Tonny, Fredian
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3695.653 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i3.8019

Abstract

This study goal is understanding people movement development that articulated through organization construction. Farmer as social entity faced with structural pressure that obstruct the social transformation movement. According to the facing problems, these are natural when approach that developed by farmer organization is the community development strategy. Production center oriented for the latest 30 years have become the development ideology. Critic toward this paradigm as described above brought in to the community development (CD) approach. Unfortunately CD produce dependence with the elite structure and program, elite domination and effort to integrating farmer to high capital condition. Besides that problem, CD preserve community stability and disappear social change and social movement. Looking to this fact, farmer organization that prepared as case study develop a new paradigm for the community development which more intense to the people center development. This effort can be held with self govern building and farmer authority. Practically; choosing paradigm for people center development strategy. Differentiation between early CD with the CD as the strategy that will be directed to the people center development lie on the result. CD as the strategy is not resulting dependence otherwise achieving access and control to the resources. Those explanation above really want to describe that farmer achieving specific ways to reach organization goals. Paradigm resistance have been doing with the hidden tactic. Concept that founded in this research is disguised resistance. Disguised resistance indicated hidden strategy that used to reach organization agenda. Disguised resistance is the alliance model between maintaining social existence and the effort to the social deconstruction. Resistance have been doing bellow the government development propaganda and doing the redefinition to those propaganda in to the paradigm ways more oriented to the people center oriented. Keywords: Disguised Resistance, Farmer Organization, Farmer Self Govern, Farmer Authority
Agrarian Structure Change and Its Implications for Rural Farmers Movement (Character Analysis Jasinga Farmers Association Forum Post PPAN) Lestari, Sari; Purwandari, Heru
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 1 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.753 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v2i1.9411

Abstract

Masyarakat Curug dan Tegal Wangi memiliki masalah yang berkaitan dengan pendudukan lahan. Dua aspek yang berubah setelah penurunan pendudukan lahan adalah penurunan kepemilikan lahan dan tingkat pendapatan. Munculnya Forum Paguyuban Petani Jasinga merupakan bagian dari strategi mereka untuk menanggulangi masalah di atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh agraria terhadap perubahan struktur karakter organisasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh perubahan status sosial ekonomi dengan dimensi gerakan petani. Di sisi lain, dimensi gerakan petani memiliki pengaruh dalam karakter petani gerakan. Kata kunci: perubahan struktur agraria, pergerakan petani, Petani paguyuban
Pelestarian Tradisi Karuhun: Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan di Kampung Urug, Bogor: - Hasantie, Annisa Nurul; Fisy, Yuswikha Astafirdha; Fadili, Muhamad; Nugraha, Agung; Novianti, Vina; Purwandari, Heru
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 4 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0604.1032-1035

Abstract

Tradisi karuhun merupakan kebudayaan yang menjadi tradisi dan dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Kampung Urug. Kampung Urug berada di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kampung Urug sebuah desa yang masih kental akan kearifan lokal serta memiliki cara bertani yang ramah terhadap alam, dan berlokasi di Bogor. Mayoritas masyarakat Kampung Urug dikategorikan sebagai petani pemilik lahan. Praktik pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat petani di Kampung Urug menggunakan kearifan lokal dengan menjunjung tinggi tradisi adat. Tradisi ini tercermin dalam penggunaan input produksi dan strategi pengelolaan hasil panen. Tradisi karuhun mampu meminimalisir dampak negatif eksploitasi alam. Namun kini, penerapan tradisi karuhun sebagai upaya pelestariannya mulai mengalami kemunduran. Penerapan tradisi karuhun dalam sektor pertanian memerlukan partisipasi masyarakat Kampung Urug itu sendiri dengan didukung oleh stakeholder-stakeholder dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hal tersebut maka muncul strategi kebijakan terhadap penerapan tradisi karuhun mulai dari perencanaan, monitoring dan evaluasi, hingga pembentukan Desa Adat.
Analisis Tipologi Kepemimpinan dalam Perubahan Sosial diKelompok Tani Selaras, Desa Benteng Simbolon, Jenita Tiodora Carolina; Rahmah, Noviani; Azizah, Nailah rahmah; Sharifa, Hasna Alisha; Alfrian, Taura Philipus; Purwandari, Heru; Rosidah, Wilda
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v9i1.1464

Abstract

Kepemimpinan memegang peranan penting dalam perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Tipologi kepemimpinan berpengaruh dalam dinamika perubahan relasi sosial dan struktur sosial pada kelompok masyarakat. Terdapat tiga tipologi kepemimpinan dalam perubahan sosial, yaitu orang biasa dalam sehari-harinya, orang dengan kualitas pribadi yang luar biasa, dan posisi istimewa yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemimpin dinilai dari tipologi kepemimpinannya terhadap perubahan sosial yang terjadi pada Kelompok Tani Selaras serta mengetahui pengaruh dari perubahan sosial yang terjadi pada Kelompok Tani Selaras. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ini dilakukan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor tepatnya pada Kelompok Tani Selaras, salah satu kelompok tani yang dimiliki oleh Desa Benteng. Data yang kami gunakan diperoleh secara sampling dengan melakukan wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena dalam perkembangan kelompok tani tanaman hias, adaptasi terhadap perubahan sosial dan kepemimpinan yang efektif menjadi elemen penting dalam mengelola dinamika anggota dan mencapai tujuan kelompok. Perubahan sosial yang terjadi berdampak besar bagi Desa Benteng, perubahan ini tentu dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan yang membawa dampak positif baik bagi anggota maupun luar anggota Kelompok Tani Selaras.
Sistem Penghidupan Petani di Kawasan Konflik Agraria (Kasus: Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen) Indri Mariska; Heru Purwandari
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 11 No 1 (2025): Vol 11 No.1
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.11.1.1-23

Abstract

Agrarian conflict in Setrojenar involves various actors; military, farmers, and governments, as they have different interests of land. These varied interests cause significant problems regarding rights and access to utilizing resources among those actors. The military utilizes land for training purposes. On the other hand, farmers cultivate the land for agriculture.  This article scrutinized how farmers’ involvement in agrarian conflicts allows them to experience conditions of uncertainty in their efforts to survive, especially when the level of conflict increases. Farmer households must be able to adapt and implement survival strategies with the livelihood assets/capital (natural physical, capital, human, and financial capital, and social capital) they have. This study aims to analyze the correlation between the level of agrarian conflict and farmer households’ strategy and livelihood assets. This study applied a quantitative method supported by a qualitative method. Quantitative data were obtained using a research questionnaire and processed using Spearman’s rank, while qualitative data were collected by conducting interviews. The results of the study show that the level of agrarian conflict significantly correlates with the livelihood assets and strategies of farmer households. The uncertainty experienced by farming households is regarding the agricultural activities they carry out when the intensity of the conflict increases or when the Indonesian Army (Tentara Angkatan Darat) training activities take place.
Tambang dan Transformasi Agraria: Komparasi Perubahan Struktur Agraria antara Dua Dusun di Batujajar Fadilah, Umi Nurul; Purwandari, Heru
Tunas Agraria Vol. 8 No. 3 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i3.475

Abstract

Mining, as one of the major forms of large-scale land conversion, has significantly contributed to changes in agrarian structure, encompassing aspects of land ownership, control, and agricultural productivity. The presence of mining activities drives local communities to sell their dry agricultural land and overlook the potential negative impacts of mining on their wet agricultural land. This study aims to analyze the environmental transformation and the resulting changes in agrarian structure occurring in Batujajar Village. The research adopts an exploratory sequential mixed-method approach, beginning with a qualitative phase. In this phase, a comparison is made between two hamlets: Hamlet 3, which is located relatively far from mining sites, and Hamlet 5, which is closer to mining areas. The findings reveal that Hamlet 5 experiences more fluctuating changes in land ownership compared to Hamlet 3. Meanwhile, changes in land control and productivity display relatively similar patterns in both hamlets. These findings suggest that mining activities not only affect areas in close proximity to mining sites but may also influence the agrarian structure in more distant areas, albeit with varying degrees of intensity.   Pertambangan, sebagai salah satu bentuk konversi lahan berskala besar, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan struktur agraria, yang mencakup aspek kepemilikan, penguasaan, hingga produktivitas lahan pertanian. Keberadaan aktivitas pertambangan mendorong sebagian masyarakat untuk menjual lahan pertanian kering dengan mengabaikan potensi dampak negatif yang ditimbulkan pertambangan terhadap lahan pertanian basah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi lingkungan serta perubahan struktur agraria yang terjadi di Desa Batujajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah exploratory sequential mixed method, dengan mendahulukan fase kualitatif. Dalam tahap kualitatif dilakukan perbandingan antara dua dusun, yakni Dusun 3 yang relatif jauh dari lokasi pertambangan dan Dusun 5 yang berdekatan dengan areal pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dusun 5 mengalami perubahan kepemilikan lahan yang lebih fluktuatif dibandingkan Dusun 3. Sementara itu, perubahan dalam aspek penguasaan dan produktivitas lahan menunjukkan pola yang relatif serupa di kedua dusun. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas pertambangan tidak hanya berdampak pada wilayah yang secara langsung berdekatan dengan areal tambang, tetapi juga dapat memengaruhi struktur agraria di wilayah yang berada pada jarak yang lebih jauh, meskipun dengan intensitas yang berbeda.