Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Body Image Dengan Kesiapan Siswi Menghadapi Menarche Dini Azizah, Syabila Nurul; Elsanti, Devita; Sumarmi, Sumarmi
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i2.26939

Abstract

Objective: : To determine the relationship between the level of knowledge and perception of body image with readiness to face early menarche in Ledug State Elementary School students. Methods: This type of quantitative research with a descriptive analytical design, using a cross-sectional approach, cluster random sampling technique, a population of 128 female students and a sample of 56 female students. The instruments are a questionnaire on the level of knowledge about menstruation, a questionnaire on body image perception, and a questionnaire on readiness to face menarche. Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. Results: The level of knowledge has a significant relationship with readiness to face early menarche with a p value of 0.004 (<0.05). Perceived body image has a significant relationship with readiness to face early menarche with a p value of 0.016 (<0.05). Conclusion: The level of knowledge has a significant relationship with readiness to face early menarche with a p value of 0.004 (<0.05). Perceived body image has a significant relationship with readiness to face early menarche with a p value of 0.016 (<0.05).
Pengaruh Buku Pemilkek (Pengetahuan Kehamilan KEK) Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Cilongok II Gendis Zenipia Artha; Reni Purwo Aniarti; Happy Dwi Aprilina; Devita Elsanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 20 No 1 (2025): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v20i1.412

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan sebagai suatu proses bertemunya sel telur dan spermatozoa di dalam rahim seorang wanita. Kehamilan sebagai sesuatu yang terjadi secara fisiologis dan alami. Salah satu masalah dalam kehamilan yaitu KEK. KEK merupakan kondisi indeks masa tubuh (IMT) pada orang dewasa berada dibawah angka normal <17,00 yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Tingginya KEK dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor yang berhubungan erat dengan terjadinya KEK pada ibu hamil adalah pengetahuan gizi. Dimana pengetahuan juga mempengaruhi perilaku dan sikap ibu hamil. Salah satu usaha untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan edukasi menggunakan buku Pemilkek (Pengetahuan Kehamilan KEK). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh buku pengetahuan kehamilan KEK terhadap pengetahuan dan sikap pada ibu hamil mengenai KEK di wilayah Puskesmas Cilongok II. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Pre Experimental dengan desain rancangan one group pre-post tes design. Sampel penelitian ini adalah 88 ibu hamil di wilayah puskesmas cilongok II yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi dengan media buku dengan p value = 0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap sikap ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi dengan media buku dengan p value = 0,000 (p <0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan intervensi edukasi dengan media buku terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil 
Pola Menyusui dan Permulaan Laktasi dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Eva Cahya Wardani; Happy Dwi Aprilina; Devita Elsanti; Endah Ekawati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i2.679

Abstract

ABSTRAKHiperbilirubinemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan berisiko menimbulkan komplikasi neurologis. Faktor yang berkontribusi terhadap kejadian hiperbilirubinemia ialah pola menyusui dan permulaan laktasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola menyusui dan permulaan laktasi dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola menyusui, lembar observasi, dan pengukuran kadar bilirubin menggunakan alat transcutaneus bilirubin (TcB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (74,1%) memiliki pola menyusui yang kurang baik, dan 87% mengalami permulaan laktasi pada hari kedua. Angka kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir mencapai 50%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pola menyusui dan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,028) serta antara permulaan laktasi dan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,010). Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa keterlambatan dalam pemberian ASI dan pola menyusui yang tidak optimal dapat memperlambat proses eliminasi bilirubin pada bayi sehingga meningkatkan risiko hiperbilirubinemia. Hal ini menegaskan pentingnya inisiasi menyusui dini dan pendampingan menyusui yang efektif sejak awal kelahiran. Kesimpulan: Pola menyusui yang kurang baik dan permulaan laktasi yang terlambat meningkatkan risiko hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, edukasi laktasi bagi ibu postpartum perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian hiperbilirubinemia. Kata Kunci: ASI eksklusif,  bayi baru lahir, hiperbilirubinemia, permulaan laktasi, pola menyusui Breastfeeding Patterns and Initiation of Lactation in Relation to the Incidence of Hyperbilirubinemia ABSTRACTHyperbilirubinemia is a common health issue in newborns and poses a risk of neurological complications. Two contributing factors to the incidence of hyperbilirubinemia are breastfeeding patterns and the timing of lactation initiation. Objective: This research aims to analyze the correlation between breastfeeding patterns and the initiation of lactation with the incidence of hyperbilirubinemia in newborns at Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital. Methods: This research employed a quantitative design with a cross-sectional method. The sample consisted of 54 postpartum mothers selected through purposive sampling. Data were collected using a breastfeeding pattern questionnaire, observation sheets, and measurement of bilirubin levels using a Transcutaneous Bilirubinometer (TcB). Data analysis was conducted using the Fisher’s Exact Test. Results: The findings revealed that the majority of respondents (74.1%) exhibited poor breastfeeding patterns, and 87% initiated lactation on the second day postpartum. The incidence of hyperbilirubinemia in newborns reached 50%. Statistical analysis showed a significant correlation between breastfeeding patterns and the incidence of hyperbilirubinemia (p = 0.028), as well as between the timing of lactation initiation and hyperbilirubinemia (p = 0.010). Discussion: These results suggest that delayed breastfeeding initiation and suboptimal breastfeeding patterns may hinder the elimination of bilirubin in newborns, thereby increasing the risk of hyperbilirubinemia. This underscores the importance of early initiation of breastfeeding and effective lactation support from the beginning of birth. Conclusion: Inadequate breastfeeding patterns and delayed initiation of lactation elevate the risk of hyperbilirubinemia in newborns. Therefore, enhanced lactation education for postpartum mothers is essential to prevent the occurrence of hyperbilirubinemia.Keywords: exclusive breastfeeding, newborn, hyperbilirubinemia, initiation of lactation, breastfeeding pattern
Effectiveness of Board Game–Based Education in Enhancing Knowledge and Intention Toward HPV Vaccination Among Adolescent Girls Hamka Hamka; Devita Elsanti; Dewiyanti Dewiyanti; Gst. Kade Adi Widyas Pranata; Sumarmi Sumarmi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i1.960

Abstract

Background: Human papillomavirus (HPV) infection is a major cause of cervical cancer, and HPV vaccination is recommended for girls aged 11–12 years. However, HPV vaccination coverage in Indonesia remains low, partly due to limited knowledge and low intention to receive vaccination among preadolescent girls. Innovative educational strategies are needed to improve HPV vaccine acceptance. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of board game–based HPV vaccine education in improving knowledge and intention to receive HPV vaccination among adolescent girls. Methods: A quasi-experimental study was conducted involving 144 girls aged 11–12 years, with 72 participants in the intervention group and 72 in the control group. The intervention group received HPV vaccine education through a board game–based approach, while the control group received conventional education. Knowledge and intention toward HPV vaccination were measured using validated questionnaires before and after the intervention. Data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-tests, and ANCOVA. Results: After adjustment for baseline scores and age using ANCOVA, the intervention group showed significantly higher post-test knowledge (F(1,140) = 9.65, p = 0.002, partial η² = 0.065) and intention (F(1,140) = 8.69, p = 0.004, partial η² = 0.058) compared with the control group, indicating moderate intervention effects. Conclusion: Board game–based HPV vaccine education was associated with significant improvements in knowledge and intention toward HPV vaccination among adolescent girls after controlling for baseline differences. However, these improvements were comparable to those achieved through conventional education. Interactive educational approaches may therefore serve as viable and engaging alternatives, rather than superior strategies, for supporting HPV vaccination promotion in school-based programs
Stress, anxiety, and depression among junior high school students in Purwokerto, Indonesia Sindy Agustina; Devita Elsanti
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 11 (2025): Volume 7 Number 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i11.599

Abstract

Background: Adolescence is a critical phase characterized by rapid physical, psychological, and intellectual development. Adolescents often exhibit a high level of curiosity, boldness, and impulsive behavior, which, if not properly directed, can lead to physical and mental health problems. The impact of mental health disorders in adolescence is far-reaching, affecting not only the current quality of life but also the future potential of individuals and society. Purpose: To determine the level stress, anxiety, and depression among junior high school students in Purwokerto, Indonesia, Method: Quantitative research with descriptive survey type to explore the mental health condition of adolescents with a focus on stress, anxiety, and depression levels. This study was conducted at Telkom Junior High School, Purwokerto. The sampling technique used was purposive sampling and a sample of 114 respondents was obtained according to the inclusion criteria that had been set, namely adolescents aged 11-13 years and in grade 7. Data collection was carried out using an online questionnaire adapted from a validated psychological scale, namely the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and the Kessler Psychological Distress Scale (K-10). Results: The majority of respondents' age data is 12 years old, as many as 83 respondents (72.8%) with an average value and standard deviation of 12.219 ± 0.475, in the age range of 11-13 years. Most respondents are male, as many as 70 respondents (61.4%). Most respondents experience moderate stress, as many as 52 respondents (45.6%), moderate anxiety, as many as 43 respondents (37.7%), and the normal category at the level of depression, as many as 83 respondents (72.8%). Conclusion: Emotional disorders, such as stress, anxiety, and depression are common among students. Sociodemographic factors, including age and gender significantly influence students' mental health. Male students are more susceptible to stress and anxiety, while female students are more susceptible to major depression due to more complex biological and psychological factors. Suggestion: Emotional disorders, such as stress, anxiety, and depression that occur in adolescents do need to be considered by various parties, especially parents who have more time with their children. In addition, schools must create a comfortable school environment and implement school-based mental health programs.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pencegahan Gizi Buruk Melalui Inovasi Gem-Heart (Great Mother Healthy Toddler) Fiola Jarini; Sodikin Sodikin; Devita Elsanti; Umi Solikhah; Deisy Sri Hardini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62034

Abstract

Masalah gizi balita di Indonesia masih menjadi isu kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan sikap ibu mengenai gizi seimbang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dikembangkan inovasi GEM-HEART (Great Mother Healthy Toddler) berupa video animasi edukatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan gizi buruk pada balita. Penelitian ini bertujuan menghasilkan serta menguji kelayakan dan efektivitas media edukasi GEM-HEART. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui angket saran dan masukan dari ahli akademisi, praktisi, ahli bahasa, serta uji coba kelompok terbatas. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan angket penilaian skala 1–5 dan kuesioner pengetahuan serta sikap ibu yang diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil validasi menunjukkan media dinyatakan layak digunakan dengan beberapa revisi pada aspek desain. Uji coba kelompok terbatas menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu setelah penggunaan media GEM-HEART. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Dengan demikian, inovasi GEM-HEART dinyatakan layak dan efektif sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan gizi buruk pada balita.
Penggunaan Bantal Pronasi Terhadap Kenyamanan Pasien KB Dengan Posisi Pronasi Saat Injeksi KB Fatiha, Asri; Ramdani, Meida Laely; Elsanti, Devita; Aniarti, Reni Purwa
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7298

Abstract

Permasalahan dilapangan yang ditemukan yaitu ketidaknyamanan pada saat posisi pronasi pasien KB injeksi di area gluteal, menyebabkan payudara mengganjal sehingga pasien KB injeksi membutuhkan alat penyangga untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan Penelitianuntuk menguji efektivitas bantal pronasi pada pasien KB suntik dan mengetahui perbedaan kenyamanan sebelum dan sesudah diberikan bantal pronasi. Metode penelitian yaitu penelitian jenis kuantitatif, menggunakan Quasi-Experimental Design. Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah pasien KB suntik dengan posisi pronasi. Teknik sampling menggunakan teknik quota sampling dengan sampel sebanyak 30 responden dan dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu bulan april - mei dengan menggunakan bantal pronasi sebagai media dan kuisioner VRS (Verbal Rating Scale) sebagai instrumen penelitian. Kemudian data dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan terdapat adanya perbedaan kenyamanan sebelum dan sesudah penggunaan bantal pronasi. Terlihat dari nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,005. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian bantal pronasi terhadap pasien KB injeksi di area gluteal
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SDN 1 RANCAMAYA KECAMATAN CILONGOK Hylda Desti Silviana; Devita Elsanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Konsentrasi merupakan suatu aspek yang penting dalam bidang pendidikan agar dalam suatu proses pembelajaran akan mencapai pada indikator keberhasilan. Semakin tinggi konsentrasi siswa maka semakin cepat menangkap materi, semakin rendah konsentrasi belajar siswa maka akan semakin sulit dalam menerima materi, maka dari itu diperlukan treatment untuk meningkatkan fungsi kognitif dengan menggunakan metode senam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar siswa di SDN 1 Rancamaya Kecamatan Cilongok.   Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre eksperimental one group pre testpost test design dengan jumlah responden 31 kelas 5 SDN 1 Rancamaya Kecamatan Cilongok dengan teknik total sampling. Gambaran konsentrasi diukur pada saat sebelum dan sesudah di berikan terapi intervensi senam otak. Analisis bivariat menggunakan uji paired T test.   Hasil: Hasil skor pretest menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi belajar siswa setelah diberikan senam otak sebesar 32,42. Sedangkan hasil posttest menunjukkan rata-rata konsentrasi belajar siswa setelah dilakukan senam otak sebesar 37,42. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara senam otak terhadap konsentrasi belajar siswa di SDN 1 Rancamaya Kecamatan Cilongok dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar < 0,001. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian implikasi yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi di instansi pendidikan mengenai pentingnya dilaksanakannya senam otak.