Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kinerja Manajerial Kepala Sekolah Dasar di Kota Mataram Muhammad Makki; Sudirman Sudirman; Muhammad Tahir; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.294

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan fakta kepala sekolah dasar di Kota Mataram belum mampu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan lembaga mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari program sekolah yang masih terkesan rutinitas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas kinerja manajerial kepala sekolah dasar yang ada di Kota Mataram. Indikator kinerja manajerial adalah: (a) Kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, (b) kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan program sekolah, (c) kemampuan kepala sekolah dalam melakukan evaluasi program sekolah. Jenis penelitian ini adalah eksplanatory karena berupaya untuk menjelaskan praktek manajerial kepala sekolah. Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan angket kinerja manajerial kepala sekolah kepada semua kepala sekolah dasar di Kota Mataram. Jumlah kepala sekolah dasar di Kota Mataram adalah sejumlah 172 orang, dan yang mengisi angket kinerja adalah 100 orang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kemapuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah sudah terlaksana dengan melakukan musyawarah bersama semua steak holder, melibatkan guru dan komite dalam menyusun visi, misi dan strategi capaian, merencanakan sumber daya secara proporsional, 2) pelaksanaan program sekolah belum terlaksana secara keseluruhan, terdapat beberapa program yang sudah direncanakan dalam perencanaan sekolah belum terlaksana secara maksimal, kepala sekolah belum dapat menggali sumber- sumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin maupun pembangunan sekolah, 3) kegiatan evaluasi program sudah dapat terlaksana dengan cukup baik, jadwal evaluasi berjalan sesuai perencanaan, namun belum melengkapinya dengan instrument yang memadai, evaluasi program dilaksanakan setiap akhir semester secara rutin, dan kepala sekolah sudah Menggunakan hasil evaluasi kinerja untuk melalukan perbaikan berkelanjutan. 4) hambatan yang dialami kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, yaitu belum sesuai antara kompetensi guru dengan tugas mengajar, disiplin guru yang masih kurang dalam mengajar, sehingga kepala sekolah melakukan supervis di setiap awal dan akhir semester. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah dasar di Kota Mataram membutuhkan pendampingan dalam melaksanakan program sekolah dan evaluasi program melalui kegiatan supervisi dan pola pengawasan lainnya.
Manajemen Kelas Pada Pembelajaran Pasca Masa Pandemi Covid-19 di SDN Inpres Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2021/2022 Nur Nafisah; Muhammad Makki; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kelas pada pembelajaran pasca masa pandemic covid-19 di SDN Inpres Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data-data berasal dari sumber primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan melalui empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, kondensi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data yaitu uji creadibility, transferability, dependability dan confirmability. Pada penelitian ini menggunakan creadibility untuk menguji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan di SDN Inpres yaitu dengan menciptakan iklim belajar yang tepat, mengatur ruangan belajar, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar. Guru-guru di SDN Inpres Tenga menciptakan iklim belajar yang tepat dengan menciptakan iklim belajar yang hangat didalam kelas, membuat siswa antusias dalam belajar, menciptakan tantangan bagi siswa dalam belajar, membuat model pembelajaran yang bervariasi, menanamkan dan mencontohkan sikap disiplin pada siswa. Pengaturan belajar dengan memberikan arahan dan contoh kepada siswa untuk merapikan tempat duduk, menciptakan media pembelajaran yang tepat di dalam kelas, dan meninstruksikan siswan untuk selalu menjaga kebersihan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berdasarkan hasil penelitian di SDN Inpres, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa Manejemen Kelas pada Pembelajaran Pasca Masa Pandemi Covid 19 di SDN Inpres Tenga yaitu dengan menciptakan iklim belajar yang tepat, mengatur ruangan belajar, dan mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas 3 di SDN Sapit Zul Hijjayati; Muhammad Makki; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.774

Abstract

Literasi baca-tulis merupakan kemampuan membaca, menulis, mencari serta mengolah dan memahami suatu informasi untuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas 3 di SDN Sapit dan upaya guru untuk mengatasi permasalahn rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat orang siswa kelas 3 yang diketahui termasuk dalam kategori siswa dengan kemampuan literasi baca-tulis rendah, wali kelas  3, dan kepala sekolah.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik  analisis data model Interactive (interactive model) yang terdiri dari beberapa komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas 3 di SDN Sapit dibebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Fakor internal meliputi rendahnya kemampuan intelegensi siswa, rendahnya minat belajar siswa, dan rendahnya motivasi belajar siswa. Faktor eksternal meliputi kurangnya perhatian orang tua, pengaruh televisi dan handphone, pengaruh teman bermain, kemampuan guru, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa adalah dengan cara memberi motivasi, menerapkan kegiatan literasi baca-tulis, meningkatkan kemampuan guru, dan melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan orang tua siswa.
Analisis Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV di SDN 1 Wanasaba Daya Tahun Ajaran 2022/2023 Baiq Yova Rezisa Sutina; Muhammad Makki; Safruddin Safruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.854

Abstract

Minat memiliki peranan yang penting dalam kehidupan peserta didik dan mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sikap peserta didik. Peserta didik yang berminat terhadap kegiatan belajar akan belajar akan berisaha lebih keras dibandingkan peserta didik yang kurang berminat dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar peserta didik pda mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SDN 1 Wanasaba Daya Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas IV SDN 1 Wanasaba Daya sudah memiliki minat dalam belajar Bahasa Indonesia di dalam kelas. Faktor pendukung minat belajar peserta didik adalah motivasi belajar peserta didik, adanya arahan dan dorongan belajar yang diberikan oleh guru, lingkungan belajar yang tenang, sarana dan prasarana belajar yang lengkap. Faktor penghambat minat belajar peserta didik yaitu kondisi kelas yang ramai, peserta didik yang memiliki kesibukan sendiri pada saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan peserta didik yang tidak memiliki sarana dan prasarana belajar yang lengkap. Upaya yang dilakukan oleh guru adalah guru memberikan motivasi kepada peserta didik saat pelajaran Bahasa Indonesia akan dimulai serta arahan dan dorongan pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah a) minat memiliki peranan yang penting dalam kehidupan peserta didik dan mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sikap peserta didik; b) Di kelas, menurut indikator minat belajar, sebagian besar siswa kelas IV SDN 1 Wanasaba Daya sudah memiliki kriteria terkait minat belajar bahasa Indonesia di kelas.; c) Faktor yang mendukung minat belajar peserta didik kelas IV SDN 1 Wanasaba Daya adalah dari guru yang memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta didik, peserta didik aktif mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di dalam kelas, lingkungan yang tenang dan ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang lengkap seperti buku tulis, pulpen dan buku paket.
Analisis Peran Orang Tua dalam Memberikan Motivasi Belajar Siswa di SDN 2 Beleka Tahun Ajaran 2022/2023 Windy Aulia; Darmiany Darmiany; Muhammad Makki
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.874

Abstract

Peran orang tua dalam kegiatan belajar siswa merupakan upaya orang tua dalam memberikan dukungan pada siswa. Peran orang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, dimana tinggi rendah motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh peran orang tua. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan dapat  mengatasi faktor lain yang menjadi penghambat  kegiatan belajar oleh karena itu orang tua sebagai motivator dalam segala aktivitas siswa dari segi kebutuhan fasilitas belajar  dan penumbuhan rasa semangat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar siswa di SDN 2 Beleka. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu 3 orang tua, 3 siswa kelas VI B dan 1 orang wali kelas. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Anlisis data yang digunakan ialah reduksi data, display data dan verifikasi data. Keabsahan data penelitian  yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar siswa sudah berperan cukup aktif. Bentuk peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar terhadap siswa yaitu menyediakan fasilitas belajar, memberikan penghargaan atau hadiah, mengawasi  kegiatan belajar, mengatasi kesulitan belajar. Motivasi belajar sudah orang tua berikan tetapi belum optimal karena beberapa siswa memiliki motivasi belajar dan kemampuan belajar yang rendah. Orang tua dengan kendala harus bekerja juga tidak selalu bisa mendampingi siswa yang membuat kegiatan belajar siswa belum optimal secara merata. Motivasi belajar siswa di kelas VI B dilihat dari beberapa aspek seperti ketertarikan dalam belajar, waktu belajar, mengutamakan kegiatan belajar dari kegiatan lain dan ketekunan dalam mengerjakan tugas.
Analisis Faktor Penghambat Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN 2 Tente Ayu Anggriani; Muhammad Makki; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.962

Abstract

Membaca permulaan dikatakan penting karena, membaca merupakan pembelajarana yang harus diketahui oleh siswa. Setelah siswa bisa membaca barulah siswa dapat mempelajari yang lain di sekolah dasar. Penghambat yang dialami siswa dalam pembelajaran membaca permulaan yaitu siswa sulit menghafa huruf-huruf abjad, sulit membedakan huruf-huruf abjad yang bentuknya hampir sama, sulit membedakan huruf vocal dan konsonan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan dalam membaca permulaan dan bagaimana upaya guru dalam mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan dan upaya guru dalam mengatasi siswa kesulitan membaca, diantaranya; 1.) faktor sekolah yaitu : guru dan sarana prasarana sekolah adalah sistem persekolahan yang kurang memberikan peluang yang cukup bagu hadirnya tradisi membaca kepada siswa, guru terlalu banyak menjadi pembicara dan siswa terlalu banyak menjadi pendengar. 2.) faktor dari diri siswa yaitu : siswa bingung membaca huruf yang hampir sama, siswa kurang fokus dalam pembelajaran dan kurangnya menat membaca dalam diri siswa. 3.) faktor lingkungan keluarga yaitu : orang tua kurang memperhatikan anaknya dalam hal pembelajaran dan siswa sudah diberi kebebasan oleh orang tuanya untuk menggunakan hp sehingga anak lebih cenderung bermain hp ketimbang belajar membaca. Upaya guru diantaranya; mengelompokkan siswa yang mengalami hambatan membaca permulaan, memanfaatkan sudut baca, bermain games mengenai huruf-huruf,membiasakan untuk selalu membaca bersama, mnyediakan media pembelajaran, mengarahkan dan memotiasi untuk terus belajar membaca.
Impelementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2022/2023 M. Ahwan; Muhammad Makki; Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1044

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses penyempurnaan diri yang dilakukan oleh manusia secara terus-menerus, karena pada dasarnya manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam hal ilmu pengetahuan maupun karakter diri manusia. Melalui proses pendidikan, manusia dapat memiliki bekal untuk membentuk karakter positif dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik. Adapun objek dari penelitian ini adalah situasi implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama dilaksanakan dengan cara (1) Pengembangan kurikulum sekolah meliputi program pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan budaya sekolah. Program pengembangan diri meliputi kegiatan rutin piket dan Sabtu Kerja Bakti, kegiatan spontan, keteladan, dan pengkondisian sekolah. Pengintegrasian diupayakan dalam semua mata pelajaran. Budaya sekolah melalui tamanisasi, fasilitas, motivasi kepada peserta didik, dan pengembangan karakter peduli lingkungan, kepedulian, dan tanggungjawab. (2) Pengembangan proses pembelajaran kelas dengan praktek dan pengamatan langsung, sekolah dengan pengarahan, dan tidak ada kegiatan luar sekolah yang dilaksanakan. (3) Pengembangan kesehatan sekolah meliputi pemeliharaan ruang dan bangunan, pencahayaan dan ventilasi udara ruang kelas yang memadai, pengelolaan fasilitas sanitasi, pengelolaan kantin, pencegahan lingkungan dari jentik nyamuk, larangan dan penyuluhan bahaya rokok, dan sanitasi dengan poster serta himbauan/ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving Heuristik Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Ahmad Wilyan Pratama; Muhammad Makki; Muhammad Tahir
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4726

Abstract

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. IPS bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sikap sosial, dan nilai-nilai sosial secara individu maupun kelompok di lingkungan masyarakat. Namun kenyataanya beberapa siswa diketahui masih kesulitan dalam pembelajaran ini, salah satunya ditemukan di SDN Bebie. Oleh karenanya diperlukan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar, salah satunya model Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Bebie. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang dilakukan dua kali, yaitu pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Laps Heuristik dibandingkan dengan siswa pada kelas yang dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran LAPS-heuristik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Laps-heuristik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Animaker pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar Suharti Suharti; Muhammad Makki; Ketut Sri Kusuma Wardani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1038

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru masih bersifat mononton dan guru hanya mengarahkan peserta didik untuk mencatat materi yang dijelaskan, kemudian guru memberikan tugas kepada peserta didik. Selain berpatokan pada buku tema dan buku LKS sebagai media yang digunakan dalam proses pembelaajran guru juga cenderung menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, yang mengakibatkan peserta didik cepat merasa bosan. Guru juga tidak melibatkan media pembelajaran yang berbasis video pembelajaran dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan video pembelajaran berbasis animaker pada mata pelajaran IPA, tingkat kepraktisan video pembelajaran berbasis animaker pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: define (pendefinisikan), design (merancang), develop (mengembangkan), dan dessiminate (menyebarluaskan). Metode pengumpulan data dengan menggunakan angket yang terdiri dari ahli materi, ahli media, tanggapan guru, dan respon peserta didik. Hasil penelitian media video pembelajaran berbasis animaker sebagai berikut: 1) validasi kelayakan ahli materi video pembelajaran memperoleh persentase 95,2% dalam kategori sangat layak, 2) kepraktisan diperoleh dari angket respon guru sebesar 97,5% itu dalam kategori sangat praktis dan respon peserta didik diperoleh rata-rata 88,64% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan video pembelajaran berbasis animaker pada mata pelajaran IPA Kelas IV SDN 15 Cakranegara dinyatakan layak dan praktis digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Cyber KineMaster pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar St. Safira Alawiyah; Muhammad Makki; Ketut Sri Kusuma Wardani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1101

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas IV-B SDN 22 Ampenan adalah guru jarang menggunakan media pembelajaran khususnya berbasis IT pada mata pelajaran IPA, akibatnya pemahaman siswa pada materi kurang optimal yang dibuktikan dengan data hasil belajar siswa dibawah standar KKM yakni ≤75. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kevalidan pengembangan media pembelajaran berbasis cyber kinemaster pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan tingkat kelayakan pengembangan media pembelajaran berbasis cyber kinemaster pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV sekolah dasar. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissiminate. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru, dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi diperoleh nilai 93% dengan kategori sangat valid, dan validasi ahli media diperoleh nilai 90% dengan kategori sangat valid, kelayakan respon guru diperoleh nilai 91% dengan kategori sangat layak, dan respon siswa diperoleh nilai 94% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Cyber KineMaster telah memenuhi kriteria valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPA di kelas IV sekolah dasar.