Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANXIETY MANAGEMENT METHODS THROUGH PHYSICAL ACTIVITY IN PREGNANT WOMEN: A LITERATURE REVIEW Nur Ilmya Nugraha Ningrum Irfandi Putri; Riska Oktaviana; Puspitasari, Nunik; Rery Afianto
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i1.2025.1-13

Abstract

Background: Anxiety and depression are the most common mental disorders in the peripartum period. Therefore, this study will examine more deeply the treatment of anxiety through physical activity in pregnant women. In Indonesia, there are 373,000,000 cases of anxiety that occur in pregnant women. A total of 107,000,000 or around 28.7% of these cases occur in pregnant women before the delivery process (RI, 2018). Therefore, this study will examine more deeply the management of anxiety through physical activity in pregnant women. Method: This study uses the Narrative Literature Review method, which begins with reading various relevant articles carefully, then summarizing, drawing conclusions, and identifying gaps that are relevant to the topic or research question. The article search used the following keywords: method AND managing OR reducing AND anxiety AND physical activity OR exercise OR yoga OR aerobic AND pregnant women. The inclusion criteria used in this research article are articles that discuss methods of managing anxiety through physical activity (all types of physical activity) in pregnant women. The articles used must be published in the range of 2020 to 2024 and fully accessible, and in Indonesian or English. The synthesis results found a total of 10 articles that met the inclusion criteria. Result: The review found that physical activity has positive benefits in reducing anxiety levels in pregnant women. Physical activity can be an effective strategy in managing anxiety through the influence of hormones and various psychosocial mechanisms. Various types of physical activity, such as moderate exercise, strength training, and yoga, can improve mood and reduce symptoms of depression and anxiety through biochemical and physiological processes. Therefore, the recommendation given by practitioners to pregnant women is to engage in moderate-intensity aerobic physical activity for at least 150 minutes per week.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KEIKUTSERTAAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI Milatul Agustina, Indri; Puspitasari, Nunik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i1.2410

Abstract

Keikutsertaan ibu nifas menggunakan Alat Kontrasepsi merupakan hal yang penting untuk menjaga jarak kehamilan, data yang dimiliki BKKBN menyebutkan penggunaaan Alat Kontrasepsi pasca persalinan masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan penggunaan Alat Kontrasepsi yang kurang adanya dengan pengetahuan ibu yang kurang juga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas dengan keikutsertaan penggunaan Alat Kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan studi literature review. Database yang diakses antara lain Pencarian artikel ini menggunakan kriteria yang ditentukan dengan model PICO, di Indonesia. Ditemukan sebanyak 4 artikel yang sesuai dengan kriteria dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil dalam penelitian yang ada menunjukan Ibu dengan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi persepsi seseorang ketika menangkap informasi. Ibu dengan pengetahuan yang tinggi akan berpeluang sebesar 10,75 kali lebih besar menggunakan Alat Konrasepsi IUD dibandingkan dengan ibu yang mempunyai pengetahuan kurang. Ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan keikutsertaan penggunaan Alat Kontrasepsi pada ibu nifas, ibu nifas dnegan pengetahuan yang kurang mempunyai sikap negative dalam keikutsertaan mengguna Alat Kontrasepsidisbanding dengan ibu yang mempunyai pengetahuan baik. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan keikutsertaan pengguna Alat Kontrasepsi pada ibu nifas, dengan mengikuti konseling dan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh para tenaga kesehatan.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPLIKASI KEHAMILAN : LITERATURE REVIEW Fadhilla, Karunia Nur; Puspitasari, Nunik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30061

Abstract

Komplikasi kehamilan merupakan kondisi kelainan, komplikasi, atau permasalahan yang terjadi dalam masa kehamilan yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan ibu. Terjadinya komplikasi kehamilan menjadi hal yang dihindari oleh ibu hamil selama masa kehamilan. Hal ini menjadikan penting bagi ibu hamil memiliki pemahaman terhadap sejumlah faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu, janin, maupun keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi komplikasi kehamilan. Metode penelitian berupa library research atau kajian kepustakaan sehingga diketahui faktor yang berpengaruh pada komplikasi kehamilan. Data penelitian didapatkan dari jurnal terdahulu dalam kurun 10 tahun terakhir yang dijadikan data bahasan penelitian. Hasil temuan yang menunjukkan bahwa bentuk komplikasi kehamilan cukup beragam yaitu preeklamsia, DMG, plasenta previa ataupun kehamilan ganda. Berdasarkan tinjauan terhadap jurnal penelitian menunjukkan bahwa faktor medis, usia ibu, gaya hidup, kebutuhan nutrisi, faktor lingkungan, kesehatan mental dan riwayat keluarga berhubungan erat dengan terjadinya komplikasi kehamilan. Faktor-faktor tersebut diketahui bisa menyebabkan ibu hamil mengalami komplikasi dalam masa kehamilan sehingga penting memberikan perhatian dan pemantauan terhadap ibu hamil agar tidak mengalami masalah kehamilan.  Adanya pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut secara mendalam maka harapannya bisa mendukung peningkatan kesadaran dan perawatan secara tepat sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi dampak buruk terjadinya komplikasi kehamilan.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT SEBAGAI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS T2 DI INDONESIA Putri, Nur Ilmya Nugraha Ningrum Irfandi; Puspitasari , Nunik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30689

Abstract

Pada tahun 2020, terjadi peningkatan jumlah kasus diabetes di Indonesia, mencapai 18 juta penduduk. Ini menyebabkan prevalensi kasus diabetes meningkat menjadi 6,2% dibandingkan dengan tahun 2019. Manajemen diabetes melitus melibatkan lima aspek utama, yakni edukasi, terapi medis yang meliputi nutrisi, latihan fisik, penggunaan obat-obatan, dan pemantauan kadar gula darah. Dalam menjalankan aspek-aspek ini, dukungan dan kolaborasi dari keluarga penderita sangatlah penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan dukungan keluarga dengan penerapan pola hidup sehat sebagai pencegahan dan penangan diabetes melitus. Metode  yang digunakan  adalah   literature   review   dengan   mencari  artikel   yang relevan  melalui  Google  Scholar  dan  Science Direct.Kriteria  inklusi adalah semua penelitian original dan membahas mengenai hubungan dukungan keluarga dengan penerapan pola hidup sehat pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kriteria eksklusinya yakni studi kualitatif, lokasi penelitian diluar wilayah Indonesia, responden selain diabetes melitus tipe 2, dan artikel tidak bisa diakses penuh secara umum. Didapatkan 11 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan seluruhnya memiliki hasil yang sama serta lokasi penelitiannya di seluruh wilayah Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan penerapan pola hidup sehat karena mengakibatkan penderita ter motivasi dan tidak merasa sendirian, selain itu keluarga juga dapat memantau kondisi penderita diabetes tipe 2.
PEMETAAN JUMLAH PESERTA KB AKTIF DAN CAKUPAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PESERTA KB AKTIF PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Salsabillah, Rara; Puspitasari, Nunik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26482

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan kependudukan adalah pelaksanaan kebijakan Keluarga Berencana. Pasangan usia subur dapat menggunakan program ini untuk merencanakan dan mencapai jumlah anak yang ideal, jarak, dan waktu persalinan. Bidang sistem Informasi Geografi adalah ilmu yang mempelajari pembuatan peta secara komputasi atau biasa disebut dengan pemetaan. Proses pemetaan dilakukan untuk memantau capaian cakupan jumlah peserta keluarga berencana aktif pada pasangan usia subur di Kabupaten Sumbawa  Barat dan cakupan pemakaian alat kontrasepsi peserta keluarga berencana aktif pada pasangan usia subur di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa Barat yang selanjutnya akan dianalisis secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat berada pada jumlah   peserta KB aktif antara 1.535 – 2.328 yaitu sebanyak 4 kecamatan. Pemetaan sebaran peserta KB aktif pada.  Pasangan Usia Subur di Kabupaten Sumbawa Barat diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu pada rentang antara 986 – 1.200 ; 1.201 – 1.534 1.535 – 2.328 ; dan 2.329 – 6.933. Injeksi atau suntik adalah metode kontrasepsi yang paling populer dan paling banyak diminati di kalangan warga Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam penelitian ini disarankan untuk melakukan inovasi dalam menyebaran informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan Keluarga Berencana yang diapat diakses oleh masyarakat setiap saat dengan media yang lebih menarik seperti pemanfaatan media sosial seperti website resmi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumbawa Barat.
The Effect of Giving Early Stimulation on Child Development Aged 12-24 Months : Systematic Review Mufarrahah, Intan Nur Laylatul; Puspitasari, Nunik; Irwanto
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1391

Abstract

Child development is a gradual change in body function with an increasing ability to make gross and fine movements, speak, and interact with the surrounding environment. In their development, children under two years of age still often experience growth and development disorders such as motor development disorders, language and communication development disorders, intellectual development disorders, and behavioral and emotional well-being disorders. This systematic review aims to giving information about the impact of offering stimulation on the growth of children aged 12-24 months, the systematic review adhered to the PRISMA guidelines the systematic review adhered to the Preferred Reporting tems for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines by filtering the titles and abstracts of the included articles using standard Microsoft Excel formulas. Multiple databases, including PubMed and ScienceDirect, were searched using appropriate keywords. Inclusion criteria encompassed English-written studies addressing pertinent subjects, presenting complete texts, and published within a specified timeframe.2018 to 2023. Five articles were reviewed with respondents aged 0-24 months. This article contains several types various kinds of stimulation, such as social interaction with children through talking and physical contact, then providing educational toys such as disassembling toys, puzzles, and story books, then introducing music and encouraging singing, drawing, and exploring the environment, such as providing appropriate challenges. with the child's level of development which can stimulate children's critical thinking abilities and creativity. It can be concluded from this study of several article that the government has attempted to improve child development to provide good care through daily stimulation to children, which also involves health service workers in improving children's growth and development
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Melalui Video Animasi terhadap Pengetahuan tentang Pemilihan Bra dan Perilaku Sadari Habibah, Siti Nur; Ramadhan, Syahrul; Puspitasari, Nunik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 22 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Agustus Volume 22 Nomor 02 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v22i02.2495

Abstract

Perawatan kesehatan payudara sesuai dengan fase perkembangannya penting dilakukan dengan melakukan pemilihan bra yang tepat dan melakukan pecegahan penyakit sedini mungkin melalui perilaku SADARI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media video animasi dalam meningkatkan pengetahuan siswi SMP Ma’arif Kebunrejo Genteng tentang pemilihan bra dan perilaku SADARI. Desain penelitian ini eksperimental dengan intervensi melalui video animasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas 7 dan 8 SMP Ma’arif Kebunrejo Genteng yang berjumlah 112 siswa dan sampel 87 siswa. Variabel penelitian yaitu pengetahuan terkait pemilihan bra dan pengetahuan terkait perilaku SADARI. Pengukuran pengetahuan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari 20 pertanyaan. Teknis analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan sebelum intervensi sebanyak 26 (29,9%) baik, 55 (63,2%) cukup, dan 6 (6,9%) buruk. Kategori pengetahuan setelah intervensi sebanyak 72 (82,8%) baik, 14 (16,1%) cukup, dan 1 (1,1%) buruk. Rata-rata pengetahuan siswa tentang pemilihan bra dan perilaku SADARI sebelum diberikan intervensi adalah 14,34 dan sesudah diberikan intervensi menjadi 17,02. Berdasarkan paired t-test menunjukkan hasil p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kesimpulannya, media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang pemilihan bra dan perilaku SADARI.
Literature Review: Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Nurkamila, Hasna Hanifa; Puspitasari, Nunik
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16721

Abstract

Menurut SSGI 2020, 33,9% bayi usia 0-6 bulan tidak menerima ASI eksklusif. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh dukungan suami terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, menggunakan metode tinjauan pustaka dari artikel-artikel relevan. Dari lima artikel yang diulas, empat menunjukkan adanya pengaruh dukungan suami, sedangkan satu tidak. Ini menunjukkan bahwa dukungan suami bukan satu-satunya faktor; faktor lain seperti pengetahuan, persepsi, sikap ibu, paritas, status ekonomi, IMD, dan dukungan tenaga kesehatan juga berperan penting.
Studi cross sectional tentang Depresi Pascakelahiran dan Faktor-faktor Risikonya pada Ibu Nifas Di Kabupaten Badung, Bali Lindayani, I Komang; Nurmala, Ira; Puspitasari, Nunik; Prasetyo, Budi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i3.2136

Abstract

Postpartum depression (PPD) affects many aspects of a mother's life. Understanding the factors that contribute to this condition is crucial, as some factors may play a greater role than others. This study aimed to identify the prevalence of PPD, examine its associated factors, and determine the dominant factors related to the incidence of PPD in Badung Regency, Indonesia. This research employed a cross-sectional design conducted between May and July 2024. It involved 239 mothers who were 2 – 6 weeks postpartum. Participants were selected from seven public health centers in Badung Regency using two-stage cluster sampling. A questionnaire was used to assess several factors, including sociodemographic characteristics, obstetric history, baby characteristics, stressors during the postpartum period, husband’s support, and postpartum depression symptoms. These factors were analyzed using bivariate chi-square analysis and multivariate logistic regression. The prevalence of PPD in this study was 47.3%. Associated factors included maternal age, stressors related to personal needs and fatigue, infant nurturing, body changes and sexuality, and instrumental and emotional husband support. Among these, the most dominant factors were body changes and sexuality, personal needs, and fatigue, which increased the risk of PPD by approximately threefold. The prevalence of PPD in Badung Regency is higher than previously reported in other areas. This highlights the importance of PPD screening and educating husbands about the need to provide both instrumental and emotional support during the postpartum period. We recommend implementing early screening and husband involvement programs.
Factors Associated with Anemia Among Adolescent Girls Aged 10-19 Years in Central Kalimantan Bellini Simangunsong; Nunik Puspitasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.3.320-333

Abstract

Anemia is a global adolescent health problem related to nutrition and often occurs in developing countries, including Indonesia. A lack of red blood cells or a hemoglobin level lower than 12 g/dL is known as anemia and is mainly experienced by women of childbearing age, including teenage girls. This study aims to determine the risk factors associated with anemia among adolescent girls aged 10 to 19 years in 12 Central Kalimantan schools. This study was observational-analytic with a cross-sectional design. Data (n = 355 adolescent girls) were from secondary data from the data screening for Hb levels in the School Adolescent Girls Health Education program by PT Rimba Makmur Utama. Multiple logistic regression tests analyzed the risk factors (socio-demographic and health characteristics) associated with anemia. Analysis showed that 32.1% had anemia. Most of them were 10 to 14 years old. Consumption of iron supplements in the last week (PR: 0.450, 95% CI: [0.253-0.802]) and BMI-for-age (PR: 1.599, 95% CI: [1.005-2.544]) was significantly associated with anemia. Age, parent’s education, parental income, menstruation status, consumption of iron supplements, and consumption of deworming tablets were not associated with anemia.  Optimized iron supplementation programs for adolescent girls 10 to 19 ages can decrease anemia prevalence.