Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sikap Ibu Berhubungan dengan Keberhasilan Kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL) pada Ibu ASI Eksklusif Diana Putri Aparilliani; Sabilatur Rosyadah; Nunik Puspitasari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.893

Abstract

Metode Amenorea Laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi pasca melahirkan untuk menekan jumlah penduduk. Cakupan metode ini di wilayah kerja Puskesmas Deket, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur termasuk yang paling tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan sikap ibu dengan keberhasilan kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL) pada ibu dengan ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 ibu dengan ASI eksklusif yang menggunakan MAL dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Data hasil penelitian diperoleh melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan secara online menggunakan google form dan disebarkan melalui chat grup WhatsApp atau melalui chat person contact. Pembagian kuesioner dilakukan dengan meletakkan template yang berisi informasi tentang peneliti, judul penelitian dan kriteria responden penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara sikap ibu dengan keberhasilan kontrasepsi MAL di wilayah kerja Puskesmas Deket dengan p-value = 0.002 < α=0,05 dan PR sebesar 19,714 (95% CI=2,185-177,906) sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap ibu yang baik 19,714 kali lebih besar mengalami keberhasilan kontrasepsi MAL dibandingkan dengan sikap ibuyang kurang baik.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PELAYANAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DUDUKSAMPEYAN KABUPATEN GRESIK Hana Anindya Sahasika; Nunik Puspitasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13493

Abstract

Antenatal care merupakan pemeriksaan pada kehamilan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil, baik fisik dan mental secara optimal, persiapan dalam menghadapi persalinan dan masa nifas, persiapan dalam pemberian ASI Eksklusif serta memulihkan kesehatan alat reproduksi. Permasalahan yang mungkin dapat dialami ibu hamil seperti masalah gizi, kehamilan berisiko, komplikasi kebidanan, penyakit menular, penyakit tidak menular dan masalah kesehatan jiwa ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kunjungan pelayanan antenatal care pada ibu hamil pada januari-maret 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini sebesar 108 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC pada bulan januari-maret 2022 di Puskesmas Duduksampeyan Kabupaten Gresik dan didapatkan sampel penelitian sebanyak 52 ibu hamil menggunakan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan yaitu uji univariat dan uji bivariat chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52 ibu hamil yaang melalukan kunjungan pelayanan antenatal care secara lengkap terdapat 28 ibu hamil (53,8%) berpengetahuan baik, 35 ibu hamil (67,3%) yang jarak menuju fasilitas kesehatan ? 6Km, dan sebanyak 37 ibu hamil (71,2%) mendapatkan dukungan keluarga untuk melakukan kunjungan pelayanan antenatal care di Puskesmas. Dari pengujian yang dilakukan menghasilkan Nilai P = 0,002 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan ANC, dinyatakan terdapat hubungan antara jarak tempat tinggal ibu hamil dengan kunjungan ANC karena Nilai P = 0,025 < 0,05, dan dengan hasil Nilai P = 0,004 < 0,05 maka terdapat hubungan antara dukungan keluarga pada ibu hamil dengan kunjungan ANC.  
Hubungan Relasi Kuasa Pasangan dengan Pemakaian Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) pada Wanita Pasangan Usia Subur Bellina Septetie Marta; Ning Arum Tri Novita Sari; Nunik Puspitasari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1339

Abstract

IUD (Intra Uterine Device) merupakan salah satu metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pasangan usia subur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan relasi kuasa pasangan yang meliputi persetujuan/pengambilan keputusan, diskusi dengan pasangan, keinginan memiliki anak lagi, dan dukungan suami terhadap pemakaian kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan desain case control, dengan pendekatan kuantitatif, dan analisis observasional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Benowo, Kota Surabaya. Besar sampel penelitian ini sebanyak 80 responden (40 kasus dan 40 kontrol) yang diambil secara acak (simple random sampling). Data hasil penelitian diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner adaptasi dari penelitian lain yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persetujuan/ pengambilan keputusan (p-value 0,003), diskusi dengan pasangan (p-value 0,002), dan dukungan suami (p-value 0,000) terhadap pemakaian kontrasepsi IUD. Namun tidak terdapat hubungan antara keinginan memiliki anak lagi dengan pemakaian kontrasepsi IUD (p-value 0,127). Kesimpulan dari penelitian ini variabel dengan hubungan paling kuat terhadap pemakaian kontrasepsi IUD adalah dukungan suami (coefficient contingensi 0,574).
QUALITY OF LIFE DURING PREGNANCY: A COMPARATIVE STUDY BETWEEN URBAN AND RURAL AREAS IN INDONESIA Nunik Puspitasari
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v12i1.2023.64-73

Abstract

Assessing quality of life during pregnancy is vital to find timely preventive measures against pregnancy complications. The quality of life during pregnancy determines pregnant women’s health. This study aims to identify the differences in the quality of life during pregnancy who participated in antenatal care (ANC) visits in primary healthcare centers in rural and urban areas. This study used a cross-sectional design and collected data through  survey. The research population was 800 pregnant women who participated in ANC in three primary healthcare centers in urban areas and three others in rural areas. The quality of life during pregnancy questionnaire was used for data collection. The analysis was done using the Chi-square test and ordinal regression. Results showed no difference in the quality of life during pregnancy between women in urban areas and those in rural areas. Some factors that affected the quality of life during pregnancy included education, fetal age, number of pregnancies, number of live children, and pregnancy plans in women living in urban areas. Meanwhile, in women living in rural areas, the quality of life during pregnancy was affected by education level, occupation, fetal age, number of pregnancies, number of live children, and pregnancy plans. There are influences of age, education level, occupation, gestational age, number of pregnancies, number of living children, and pregnancy plans on the quality of life of pregnant women in rural areas.
Peningkatan Kemampuan Deteksi Dini Depresi pada Ibu Hamil di Kota Surabaya: Improvement of The Early Detection Ability of Depression in Pregnant Women in Surabaya City Yuly Sulistyorini; Mahmudah Mahmudah; Nunik Puspitasari
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i3.4469

Abstract

The problems of pregnant women are not only physical health problems but also mental health problems. Mothers who experience mental and emotional health disorders are usually unable to carry out their daily functions properly and experience impaired fetal growth and development, social problems, and mental safety. So far, the examination of pregnant women and antenatal care efforts have focused more on efforts to maintain the physical health status of pregnant women and have not touched on the emotional health aspects, especially depression. So efforts to detect early and even prevent depression during pregnancy are significant. Increased knowledge and early detection of depression can help pregnant women prevent depression and provide solutions for appropriate treatment. This community service activity formed a class of pregnant women in RW 9, 13, and 14 as many as 28 people in Ujung Village, Semampir District, Surabaya City. The material was given directly by using a back sheet and leaflets. Pre-tests and post-tests are carried out before and after giving the material. The results of this community service activity showed that there was an increase in the ability to detect depression in pregnant women after attending classes for pregnant women on three materials (p=0,006; p=0.000; p=0,000; α=0.05). The ability to detect depression will prevent depression because pregnant women know the symptoms of depression that are visible or felt. So that pregnant women can make follow-up efforts and appropriate treatment if depression is detected.
THE EFFECT OF BINAURAL BEATS ON PREGNANT WOMEN PRIMIGRAVIDA 3RD TRIMESTER TO REDUCE PAIN IN THE 1ST STAGE OF LABOR PROCESS Ar-Rayyan, Ihya' Ulumuddin; Saputra, Yusva Dwi; Prastika, Ardelia Bertha; Puspitasari, Nunik
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v12i2.2023.210-218

Abstract

Third-trimester primigravida mothers typically experience anxiety. Serotonin, norepinephrine, and GABA are the three primary neurotransmitters responsible for anxiety. Labor pain may be impacted by anxiety. Relaxation music can help with anxiety. Binaural beats are a sort of relaxation music that are thought to be an inexpensive, safe, and side-effect-free approach to ease anxiety and pain in patients, according to various studies. The aim of this study was to ascertain how binaural beats affected anxiety and pain during the early stages of labor. The HRS-A questionnaire was used in a quasi-experimental study with a control group for the pretest and posttest. The participants in this study are 36 primigravida moms who are 36 weeks along. The participants were then split into four groups: control, alpha, beta, and gamma. Two weeks prior to delivery, the intervention was conducted by listening to 20 minutes of the group's preferred genre of music or binaural beats. The labor pain scale was calculated using the Verbal Descriptor Scale. The collected data will be examined with Paired-Sample T-Test, One-Way ANOVA, and Regression Linear tests in SPSS. The result of alpha and beta groups, when the anxiety scale affects the pain scale of the initial stage of labor, there is a considerable drop in the anxiety scale. Binaural beats' alpha and beta waves hence effectively lower the initial stage of labor's pain scale.
SPATIAL AUTOCORRELATION ANALYSIS ON CORONAVIRUS TRANSMISSION AND POPULATION DENSITY IN EAST JAVA PROVINCE 2020 Hutabarat, Alda Natasya; Puspitasari, Nunik
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v12i2.2023.230-238

Abstract

Coronavirus (COVID-19) is a type of disease that has wildly spread during 2020. The transmission of this disease is connected by human activity and hygiene which also means that this disease might related with population density. The goal of this study is to discover the correlation between COVID-19 transmission with population density. The research areas used in this study is East Java Province during 2020. The data used for this study are COVID-19 confirmed cases and population density in 2020 East Java Province from Central Bureau of Statistics. Spatial Autocorrelation and Moran'I Methods used in this study discovered that there are some weak correlations (I=0,247) between COVID-19 cases and population density in East Java Province 2020. There are 9 areas with p value ≤0.05. These areas are Trenggalek Regency, Ngawi Regency, Madiun City with p=0.05 significant. Ponorogo Regency, Madiun Regency, Magetan Regency, Gresik Regency, Sidoarjo Regency and Surabaya City with p=0,001 significant. This discovery has some similarities with other studies.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Konseling Pranikah dan Pemahaman Materi Keluarga Berencana terhadap Sikap Calon Pengantin dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Sempu, Banyuwangi: The Influence of Quality of Premarital Counseling Services and Understanding of Family Planning Materials on the Attitudes of Prospective Brides in Using Contraceptive Devices in Sempu District, Banyuwangi Fitriyatus Shaliha; Mitha Farihatus S; Nunik Puspitasari
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/promotif.v12i2.3073

Abstract

Kesiapan pranikah merupakan hal dasar pernikahan yang dimulai dari segi kesehatan reproduksi karena pernikahan berkaitan erat dalam hal memiliki anak. Konseling pranikah perlu untuk perencanaan memiliki anak. Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program Konseling pranikah dengan bekerjasama dari berbagai lintas sektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana dengan sikap calon pengantin dalam menggunakan alat kontrasepsi. Penelitian ini merupakam penelitian observasional analitik. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional dengan variabel independen (kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana) dan variabel dependen(sikap calon pengantin menggunakan alat kontrasepsi). Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden. Sampel diambil secara acak (Simple Random Sampling). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan Nilai sig. pada uji F yaitu sebesar 0,901 (> 0,05) dan nilai F hitung (0,105) lebih kecil dari F tabel (3,23). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa nilai signifikasi > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh antara kualitas pelayanan konseling pranikah dan pemahaman materi keluarga berencana dengan sikap calon pengantin dalam menggunakan alat kontrasepsi di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Namun, calon pengantin diharapkan tetap harus melakukan konseling kepada petugas (Tim Pendamping Keluarga) terkait kesiapan memiliki anak untuk lebih dapat memahami dan mendalami materi terkait KB, kesiapan dan kesehatan kehamilan.
Exploring adolescent girls' involvement in decision-making processes regarding child marriage: A systematic review Wahyuningsih, Sri; Widati, Sri; Puspitasari, Nunik; Salim, Lutfi A.; Azkiya, Mohammad W.
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1656

Abstract

Child marriage often involves adolescents aged 10–19 years and poses significant health risks and challenges to gender equality. The aim of this systematic review was to examine the involvement of adolescent girls in decision-making processes regarding child marriage and identify influencing factors. Following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, this review covered studies published between January 2014 and July 2024. The databases searched included ScienceDirect, Springer Link, PubMed, and Taylor & Francis, using terms related to adolescent girls, decision-making, and child marriage. Inclusion criteria targeted studies involving girls aged 10–19, with methods including qualitative, quantitative, longitudinal, and mixed-method, published in English. Data extraction and quality assessment followed the standards of the Joanna Briggs Institute. Of 6,967 articles, 29 met the inclusion criteria, spanning 26 countries across three continents, with 51.7% being qualitative studies. Economic pressure was identified as the primary driver of child marriage, with significant parental and community influences restricting the girls' decision-making autonomy. Parents, especially fathers, often force girls into marriage to reduce economic burdens and enhance family honor. Some adolescent girls initiate marriage to escape adverse home conditions or societal stigma. Education and strong family support emerged as protective factors, while entrenched social norms perpetuated early marriages. Comprehensive approaches including educational improvement, economic support, and social norm transformation are essential. Addressing child marriage requires multidimensional strategies, encompassing enhanced educational opportunities, economic support, and changing entrenched social norms. Future research should focus on interventions that boost adolescent girls' life skills and decision-making autonomy to delay marriage and enable informed choices.
Capacity Building Kader Posyandu untuk Deteksi Dini dan Monitoring Penyakit Hipertensi dan Dibetes Melitus: Capacity Building for Cadres of Integrated Service Post for Early Detection and Monitoring of Hypertension and Diabetes Mellitus Puspitasari, Nunik; Sulistyorini, Yuly; Mahmudah, Mahmudah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 6 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i6.9103

Abstract

In Indonesia, 70 out of 100 people with non-communicable diseases do not realize they have a non-communicable disease. The estimated number of people with hypertension aged > 15 years in 2021 in Ngawi Regency is 271,604 people, while the number of people with diabetes who receive health services is 33,715 people. The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of cadres so that they can carry out early detection and monitoring of hypertension and diabetes mellitus. Community service activities were carried out at the Walikukun Community Health Centre, Ngawi Regency, East Java Province with 80 participants. The method of implementation of the first activity is exposure and discussion of hypertension and diabetes guided by the Head of Puskesmas Walikukun, and the second is the practice of measuring blood pressure and blood sugar levels using digital measuring instruments. The results of the community service showed that cadres who improved their knowledge about diabetes were 63.9%. Cadres who improved their knowledge of hypertension were 62.3%. Cadres who improved their practical skills in measuring blood pressure were 27.9%, while cadres who improved their skills in measuring blood sugar levels with a digital glucometer were 19.7%. Cadres need to get knowledge and skills periodically about early detection of non-communicable diseases so that they can provide education and conduct early detection in the community.