Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GreenTech

Evaluation of Vegetable Oil Extraction Methods on Crude Oil Yields in Indonesia. Systematic Literature Review Saputra, Hendra; Azrifirwan, Azrifirwan; Firdani, Fea
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.10

Abstract

The method of extracting vegetable oils greatly affects the optimal yield and can affect the composition of the fatty acids that make up the triglycerides contained in the resulting oil. Systematic literature review method with research topics regarding the evaluation of the development of oil extraction methods for crude oil produced from 300 selected articles, then selected to become the following 100 articles into 25 relevant articles, obtained research data carried out to obtain optimum results is method Soxhlet extraction. From 25 articles, 4 articles were selected, which carried out optimization and follow-up on the oil results obtained, namely by purifying the oil and applying it to the product. This extraction method has not been developed on an industrial scale, only on a research or laboratory scale. The most widely used in the process of extracting oil on an industrial scale is the screw method, or known as the screw press.
Strategi Jaminan Keberlanjutan Usaha Karet di Provinsi Lampung Saputra, Hendra; Azrifirwan, Azrifirwan; Firdani, Fea
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.21

Abstract

Karet merupakan komoditas unggulan perkebunan Provinsi Lampung. Sentra produksi karet di Lampung terdapat di daerah Tulang Bawang, Mesuji dan Way Kanan. Produktivitas komoditi karet di lampung yaitu 1.051 (kg/ha/tahun) dan jumlah petani karet 120.052 jiwa. Saat ini petani karet selalu mengeluh tentang harga jual karet yang murah dan tidak semahal dulu. Harga karet yang rendah menyebabkan petani mencampurkan karet dengan benda lain untuk memperoleh berat karet yang lebih. Perilaku petani yang mayoritas membuat karet kotor yang dicampur dengan benda lain dengan tujuan untuk mendapatkan berat yang lebih besar akan merugikan rantai bisnis karet terutama pihak industri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah yang diperoleh pelaku rantai pasok karet dan mengidentifikasi tingkat risiko yang di terima oleh pelaku rantai pasok tersebut, selanjutnya dihitung nilai keseimbangan antara nilai tambah dan risiko untuk menentukan harga yang adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani paling rendah dengan perbandingan 0,13 % : 1,03 % : 75,62 %, kemudian tingkat risiko yang diterima petani (0,528) juga mendapat nilai tertinggi, dibandingkan dengan pedagang pengumpul (0,104) dan eksportir lokal (0,309). Hasil perimbangan yang diperoleh antara nilai tambah dan tingkat risiko merubah penerimaan setiap pelaku rantai pasok karet yaitu petani yang sebelumnya menerima Rp.253 menjadi Rp.80.082 per kg produk, pedagang pengumpul mengalami peningkatan yaitu dari Rp.2.041 menjadi Rp.15.773 selanjutnya eksportir lokal mengalami penurunan dari Rp.149.377 menjadi Rp.46.866.