Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

JUMLAH DAN KEPADATAN LOVE BIRD DOMESTIKASI DI KAUR : Domesticated Love Bird Population and Density in Regency of Kaur Putranto, Heri Dwi; Fendrizal Akbar; Sutriyono; Yossie Yumiati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2295

Abstract

Love bird di Indonesia dikenal dengan sebutan burung cinta. Studi bertujuan untuk mengetahui total jumlah dan kepadatan love bird yang didomestikasi oleh para pemelihara burung di beberapa kecamatan di Kaur. Studi telah dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2024. Studi dilakukan dengan metode survei lapangan melalui aktifitas interview para pemelihara burung menggunakan kuisioner dan observasi langsung di lokasi. Penentuan responden menggunakan metode pengumpulan data bola salju. Variabel utama dalam studi ini antara lain jumlah burung yang dipelihara berdasarkan struktur umur burung (muda dan dewasa) dan perhitungan kepadatan populasi berdasarkan formula Density. Hasil studi diketahui bahwa jumlah total love bird di 5 kecamatan yang ada di Kaur berjumlah 51 ekor yang terdiri atas 28 jantan dan 23 betina. Seluruh love bird (100%) adalah love bird umur dewasa dan 0% yang berumur muda pada saat studi dilakukan. Kepadatan love bird masih tergolong rendah karena ≤ 1 ekor/km2 (D = 0,036 ekor/km2). Dapat disimpulkan bahwa love bird jantan dewasa masih menjadi pilihan pemelihara dan masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih banyak jumlahnya. Kata kunci: Domestikasi, Jumlah, Kaur, Kepadatan, Love Bird.
Studi Kualitas Semen Ayam Burgo Putranto, Heri Dwi; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari; Harferry, Kendini Tianti
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.1.10-15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen ayam Burgo untuk tujuan Inseminasi Buatan. Penentuan sampel diambil secara accident sampling. Penelitian ini menggunakan 4 ekor ayam Burgo jantan berumur 12-15 bulan. Pengamatan dilakukan dengan evaluasi semen secara makroskopis terdiri dari volume, bau, warna dan konsistensi. Sedangkan evaluasi secara mikroskopis terdiri dari konsentrasi, gerakan massa, motilitas, dan abnormalitas. Dari pengamatan didapati hasil volume semen 0.21 mL , bau semen ayam Burgo adalah normal seperti bau khas dari ayam itu sendiri, warna semen dan kekentalan yaitu berwarna putih susu dan konsistensi kental. Sedangkan evaluasi secara mikroskopis terdiri dari konsentrasi yaitu 6942 x 106 spm /mL,  Gerakan massa (+++), gerakan individu atau motilitas mendapati angka 84% dan abnormalitas 8%. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa semen ayam Burgo mempunyai performa yang baik dan layak untuk digunakan untuk kebutuhan IB.
Hubungan Karakteristik Peternak dengan Skala Kepemilikan Sapi Perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Nurdiyansah, Irwan; Suherman, Dadang; Putranto, Heri Dwi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.2.64-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak dan menganalisis hubungan antara karakteristik peternak dengan skala kepemilikan sapi perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang pada tanggal 5 Juni sampai 31 Juli 2017. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah peternak sapi perah sebanyak 15 responden. Tahapan Penelitian dilakukan Survey terlebih dahulu untuk menentukan lokasi penelitian, surat izin penelitian dibuat oleh Fakultas Pertanian dan kemudian surat izin dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Bengkulu, dan pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati meliputi umur, pendidikan, lama pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan dan kepemilikan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa tabel. Analisa data yang digunakan statistik regresi linear berganda. Dari hasil dan pembahasan bahwa luas lahan berpengaruh terhadap kepemilikan ternak sapi perah, semakin luas lahan hijauan pakan ternak maka semakin meningkatkan kepemilikan ternak sapi perah, sebaliknya makin sempit lahan pertanian maka semakin rendah kepemilikan ternak sapi perah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa antara kepemilikan ternak sapi perah dengan faktor umur, pendidikan, lama pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan diperoleh persamaan regresi Y = -4,091 + 0,029X1 + 0,196X2 – 0,395X3 + 0,105X4 + 1,251X5*.
Kelimpahan Relatif Ektoparasit pada Inang Ayam Buras Lokal Putranto, Heri Dwi; Meriana, Meriana; Brata, Bieng; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.1-8

Abstract

Negara beriklim tropis seperti Indonesia memiliki suhu dan kelembaban lingkungan yang tinggi, dan hal ini menjadi salah satu faktor berkembangnya ektoparasit. Ektoparasit pada unggas peliharaan dapat menjadi masalah yang berpotensi untuk berkontribusi pada kerugian sebuah usaha peternakan seperti penyakit, penurunan produksi dan bahkan mortalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta menganalisa nilai Indeks Kelimpahan Relatif (IKR) ektoparasit yang ditemukan pada 3 jenis inang ayam buras lokal (ayam burgo, ayam ketarras dan ayam kampung) yang dipelihara pada manajemen pemeliharaan intensif. Penelitian eksploratif ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 jenis ayam buras lokal yang dipelihara secara intensif di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Ektoparasit dikoleksi langsung dari setiap individu ayam, kemudian data jenis dan populasi ektoparasit dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Echidnophaga gallinacea, Penicillidia dufourii, Lipeurus caponis, Menopon gallinae dan Rhipicephalus sanguineus. Total populasi ektoparasit pada 3 jenis inang ayam buras lokal ditemukan sebanyak 174 ekor. Populasi ektoparasit tertinggi yaitu 68 ekor (M. Gallinae) dan populasi terendah sebanyak 13 ekor (P. dufourii). Spesies M. gallinae dan L. caponis ditemukan lebih melimpah serta memiliki IKR yang tinggi (39,1% dan 24,1%).
Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu Karkas Ayam Kampung Betina Putranto, Heri Dwi; Aziz, Nida’ Fauziyyah; Santoso, Urip; Kususiyah, Kususiyah; Soetrisno, Edi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.140-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu karkas Ayam Kampung Betina. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan terhitung dari bulan Agustus hingga Oktober 2020 yang berlokasi di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) dan Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dengan 10 ekor ayam kampung betina sebagai  ulangan perpelakuan, P0 = 0% tepung daun katuk, P1 = 4% tepung daun katuk, P2 = 8% tepung daun katuk, P3 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu karkas yang diamati pada penelitian ini yaitu bobot potong, bobot karkas,persentase karkas, warna Karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap (P>0.05) bobot potong,bobot karkas, persentase karkas, warna karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss pada ayam kampung betina. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu perlakuan tidak mempengaruhi mutu karkas ayam kampung betina.
Dampak Penambahan Empat Aras Tepung Daun Katuk Dalam Ransum Terhadap Mutu Eksternal Telur Ayam Kampung Putranto, Heri Dwi; Santoso, Urip; Sumarna, Juan Retno
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.50-59

Abstract

Ayam kampung merupakan unggas lokal yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat. Lazim difungsikan sebagai penghasil daging ataupun penghasil telur. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis efek dari penambahan 4 aras tepung daun katuk dalam ransum terhadap parameter mutu eksternal telur ayam kampung yaitu bobot, indeks dan ketebalan kerabang. Studi telah dilaksanakan selama 8 minggu (Agustus hingga Oktober 2020) di Commercial Zone and Animal Laboratory Jurusan Peternakan dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Diaplikasikan 4 perlakuan dengan 10 ulangan yang terdiri atas masing-masing 1 ekor ayam betina sebagai ulangan. Total sebanyak 40 ekor ayam kampung betina dipergunakan. Perlakuan berupa 4 aras penambahan tepung daun katuk yaitu TK1 = 0% tepung daun katuk, TK2 = 4% tepung daun katuk, TK3 = 8% tepung daun katuk dan TK4 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu eksternal telur yang diamati adalah bobot telur, indeks telur, dan ketebalan kerabang telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova, dan hasil analisis yang berpengaruh nyata (P < 0,05) diuji lanjut dengan metode DMRT. Analisis hasil studi menunjukkan bahwa perlakuan 4 aras tepung daun katuk tidak berpengaruh nyata terhadap bobot, indeks dan ketebalan kerabang telur ayam kampung (P > 0,05). Bobot telur bervariasi antara  35,10 hingga 42,24 g, indeks telur bervariasi antara 71,23 hingga 75,86, dan ketebalan kerabang telur bervariasi antara 0,28 hingga 0,29 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun katuk dalam ransum sampai aras 12% tidak mempengaruhi mutu eksternal telur ayam kampung.
Analisis Profitabilitas Usaha Penangkaran Murai Batu di Kota Bengkulu Putranto, Heri Dwi; Muslim, Alven Syahril; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.26-31

Abstract

The research objective was to analyze the income and profitability of the Murai Batu bird breeding business. The implementation starts from February to March 2019 in the Murai Batu captivity. The object used was the Murai Batu breeder in Bengkulu City, Bengkulu Province. The research method used purposive sampling. Data obtained through interviews. Data was calculated for 1 year regarding technical and financial aspects. Data were analyzed descriptively. The Murai Batu breeding business earned an income of Rp. 532,701.76/pair/breeder/year with an average number of Murai Batu of 7 pairs. Production cost was Rp. 2,957,656.37/pair/breeder/year. The profitability achieved was 18.01%. In conclusion, the Murai Batu captive breeding business was profitable.   Key words: Murai Batu, income, profitability   ABSTRAK Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan profitabilitas usaha penangkaran burung Murai Batu. Pelaksanaan dimulai  bulan Februari hingga Maret 2019 di penangkaran burung Murai Batu. Obyek yang digunakan adalah penangkar burung Murai Batu di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara. Data dihitung selama 1 tahun mengenai aspek teknis dan keuangan. Data dianalisis secara secara deskriptif. Usaha penangkaran burung Murai Batu memperoleh pendapatan sebesar Rp. 532.701,76/pasang/penangkar/tahun dengan jumlah burung Murai Batu rata-rata 7 pasang. Biaya produksi  sebesar Rp. 2.957.656,37/pasang/penangkar/tahun. Profitabilitas yang dicapai sebesar 18,01 %. Dapat dismpulkan usaha penangkaran Murai Batu adalah profitable   Kata kunci: Murai Batu, Pendapatan, Profitabilitas.