Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

MARGINALISASI WANITA DIBALIK BERITA (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS MARGINALISASI WANITA DALAM BERITA ONLINE UNGKAP SYARAT STAYCATION DEMI PERPANJANG KONRAK) Hidayat; Agus Hamdani
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses sexual harassment that occurs among women in online media coverage. Good media can provide balanced and informative information. Various reports related to sexual harassment experienced by women often represent someone within a discourse. Currently, the exploitation of women is carried out through more intellectual and sophisticated ways, one of which is through discourse expressed in mass media. Women in the media are positioned prominently visually but marginalized in meaning. If left unchecked, this will further emphasize the gender differences between women and men, resulting in an increased potential for gender oppression with women as the victims. The issue addressed in this research is the discourse analysis using Sara Mills' theory. Sara Mills' discussion on discourse theory revolves around feminist discourse as its main focus, addressing women's issues such as how women are portrayed in the news. The research method used in this study is literature review. The results of this study conclude that the texts exhibit bias in representing women in news texts across four different media sources.
Kajian Struktural Semiotik Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” Karya Habiburrahman El Shirazy Dina Risvika Candra Kusumah; Abdul Hasim; Asep Nurjamin; Agus Hamdani; Ardi Mulyana Haryadi
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47296

Abstract

Karya sastra tercipta karena adanya pengalaman batin pengarang berupa peristiwa atau problem dunia yang menarik sehingga muncul gagasan imajinasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan karya sastra. Karya sastra menyumbangkan tata nilai, figur, dan tatanan tuntutan masyarakat. Hal ini merupakan ikatan timbal balik antara karya sastra dengan masyarakat, walaupun karya sastra tersebut berupa fiksi, tetapi pada kenyataannya, sastra juga mampu memberikan manfaat yang berupa nilai-nilai moral bagi pembacanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analis menggunakan teori Roland Barthes, setelah dikaji dalam perspektif leksis hermeneutik, proaretik, simbolik, gnomik, semik, karakter Raihana digambarkan sebagai wanita tabah dalam novel memenuhi kriteria sikap kritis seorang istri yang menemukan kejanggalan dalam sikap suami. Usaha-usaha yang dilakukan oleh Raihana untuk menyadarkan suaminya juga sudah tepat. Hal yang tidak relevan dengan feminisme dalam diri Raihana sebagai sosok wanita solehah yang digambarkan dalam novel terletak pada keinginannya untuk tidak bercerai dan tidak mengadukan permasalahannya pada hakim. Hal ini membuat kesengsaraan dalam pernikahannya selama hayatnya
EFEKTIVITAS MODEL RECIPROCAL TEACHING DENGAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DALAM PEMBELAJARAN PUISI Hidayat Hidayat; Agus Hamdani; Deasy Aditya Damayanti
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v5i2.718

Abstract

This research is entitled "Effectiveness of the Reciprocal Teaching Model with the STAD Model in Learning Poetry for Class X SMA Negeri 11 Garut in the Academic Year 2022/2023". theoretical. This study aims to analyze differences in the effectiveness of learning by using the Student Team Achievement Division (STAD) and Reciprocal Teaching models in improving poetry learning in class X students of SMA Negeri 11 Garut. This study used a quasi-experimental method, namely by giving treatment to two different sample classes. The research population was students of class X MIPA SMA Negeri 11 Garut with a sample of class X MIPA 7 as the Student Team Achievement Division (STAD) class and class X MIPA 8 as the Reciprocal Teaching class. Data collection techniques in the form of tests carried out after being given treatment. The results showed that (1) an increase in students' poetry learning abilities using the Student Team Achievement Division (STAD) model obtained a high increase. (2) Increasing students' poetry learning ability using the Reciprocal Teaching model experienced a high increase. (3) Learning with the Reciprocal Teaching model is more effective than learning with the Student Team Achievement Division (STAD) model in improving students' poetry learning abilities. Based on the research findings above, the two learning models are appropriate for use by teachers as an alternative to improve poetry learning abilities.Keywords: Poetry Learning, STAD, Reciprocal Teaching.
Strategi Penggunaan Kosakata dan Tata Bahasa pada Berita Media Online Indonesia (Analisis Wacana Kritis Model Roger Fowler) Eva Ferawati Rahman; Agus Hamdani
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v10i1.17670

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan cara beberapa media online Indonesia menggunakan kosakata dan tata bahasa untuk menyampaikan berita.  Penusukan anak adalah subjek berita yang akan  diteliti. Untuk menjelaskan penggunaan kosakata dan tata bahasa dalam menulis berita, metode deskriptif digunakan. Pendapat Roger Fowler adalah dasar dari artikel ini. Roger Fowler menggunakan penjelasan Halliday tentang struktur dan fungsi bahasa sebagai dasar untuk membangun model analisisnya. Tata bahasa memberikan alat komunikasi melalui fungsi dan strukturnya. Korban cenderung dipinggirkan oleh kosakata dan tata bahasa media online.  Sementara penulis berfokus pada pelaku, korban diabaikan. Kosakata yang biasanya digunakan membuat klasifikasi, membatasi perspektif, pertarungan wacana, dan marjinal. Passivasi dan nominalisasi, tata bahasa yang digunakan, menyebabkan tersingkirnya pelaku dan korban cenderung menjadi pemicu peristiwa.
Representasi Wanita Dibalik Kosakata Berita (Analisis Wacana Kritis Sara Mills Kekerasan Seksual pada Media Indonesia) Dewi Kania; Agus Hamdani
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v10i1.17674

Abstract

Fokus penelitian ini berfokus pada kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan dalam konten media online. Media yang berkualitas dapat memberikan informasi yang seimbang. Beberapa berita tentang pelecehan seksual yang sering dialami oleh perempuan mencerminkan suatu pandangan. Saat ini, eksploitasi terhadap perempuan dilakukan dengan cara yang lebih tersembunyi dan dikemas dengan baik, salah satunya melalui pemberitaan di media. Perempuan dalam media sering kali menarik secara visual, namun substansinya terabaikan. Jika situasi ini dibiarkan terus berlanjut, kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki akan semakin diperkuat, yang berpotensi memperburuk keadaan bagi perempuan sebagai korban. Penelitian ini akan membahas analisis wacana dengan menggunakan teori Sara Mills. Fokus penelitian Sara Mills adalah teori wacana yang menekankan feminisme sebagai topik utamanya. Dia mengeksplorasi isu-isu yang berkaitan dengan perempuan, seperti bagaimana perempuan digambarkan dalam media. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Temuan dari penelitian dan studi pustaka menunjukkan bahwa teks-teks tersebut menggambarkan perempuan secara tidak adil dalam dua berita media.
Pendekatan Teun A Van Dijk Terhadap Berita “Geger Potongan Jari Manusia di dalam Makanan” Dedi Suyatna; Agus Hamdani
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 10, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v10i2.17671

Abstract

Analisis wacana adalah studi tentang bahasa yang digunakan, baik secara tertulis maupun lisan. Sangat mudah untuk mengidentifikasi ideologi yang tersembunyi di balik berita dengan menganalisis wacana. Analisis ini akan mengungkapkan beberapa pertanyaan. 1. Bagaimana cara melakukan analisis kritis wacana dalam berita? 2. Bagaimana teori Van Dijk mempengaruhi wacana berita sosial sosial “Geger Potongan Jari Manusia di Dalam Makanan” Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wacana kritis analisis Teun A Van Dijk sebagai dasar. Data deskriptif tidak dikumpulkan dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk kata-kata dan gambar. Oleh karena itu, laporan penelitian ini akan berisi informasi yang menjelaskan cara laporan disajikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis wacana dapat mempertahankan stabilitas sosial di masyarakat sehingga orang tidak mudah terpengaruh oleh berita sebelum menganalisa lebih lanjut. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa Sindonews berusaha untuk mempromosikan pihak yang merasa dirugikan dengan memberikan deskripsi tentang masalah tersebut.
Isu-isu Calon Presiden 2024 dalam Teks Berita Online Fat-Hiyah Dwi Fitriani; Agus Hamdani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4816

Abstract

Wacana isu capres 2024 merupakan wacana yang dibentuk oleh praktik kekuasaan yang menyiratkan tujuan-tujuan tertentu. Oleh karena itu, wacana media yang memberitakan isu capres 2024 merupakan isu atau masalah yang mengandung bahasa atau ungkapan kritis. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui tujuan atau maksud dari isu capres yang memberitakan tokoh-tokoh populer yang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan sosial dan kemajuan negara di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teks berita mengenai calon presiden dengan menggunakan dimensi teks model Teun A. van Dijk berupa struktur makro, super struktur, dan struktur mikro yang dimodifikasi dengan model Jufri. Jenis metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif yang menggambarkan aspek-aspek dimensi teks dari struktur wacana, data yang digunakan adalah teks tertulis pada media berita online CNN Indonesia, Jawapos.com, dan Kompas.com. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran dan penafsiran dari aspek-aspek dimensi teks yang berupa struktur makro, super struktur, dan struktur mikro yang kemudian dijelaskan dalam bentuk tindakan atau aksi yang memiliki tujuan tertentu. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi teoritis dan memberikan gambaran konseptual yang dapat menginspirasi para peneliti atau mahasiswa yang berfokus pada kajian analisis wacana kritis dan dapat diimplementasikan dalam mata kuliah wacana kritis.
Silenced Voices: Strategies of Exclusion and Inclusion in the Coverage of Sexual Violence in Indonesian Online Media Neneng Hartini; Agus Hamdani
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 7 No. 1 (2025): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v7i1.6776

Abstract

This study aims to describe the representation strategy of victims of sexual violence in online media coverage using the Critical Discourse Analysis (AWK) approach of the Theo van Leeuwen model. The object of study is five news articles from national online media, Kompas.com, Tempo.co, Merdeka.com, Detik.com, and Metrotvnews.com, that raised the case of rape by students of the Padjadjaran University specialist doctor education program (PPDS). The method used is descriptive qualitative with critical discourse text analysis techniques, including exclusion and inclusion strategies, such as passivation, nominalization, objectivation, identification, and assimilation. The results showed that in most news, the perpetrators were described explicitly by mentioning their social status and institutional affiliation. At the same time, the victims were often presented vaguely and subordinated in the sentence structure. This finding shows that the media has not fully sided with the perspective of victims, so the news has the potential to influence public perceptions of victims of sexual violence negatively. The implications of this research are recommended as teaching materials for news texts in Indonesian language learning at the high school level to form media literacy and students' critical perspectives on the issue of sexual violence.
Studi Komparatif Kualitas Linguistik, Estetika, dan Kreativitas Puisi Siswa SMK dengan Puisi Generatif ChatGPT dalam Analisis Akademik Rachmani Syaefatul Huda Maryam; Agus Hamdani; Umi Kulsum
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memengaruhi pembelajaran sastra, khususnya dalam penulisan puisi. Permasalahan yang diangkat adalah perbedaan kualitas antara puisi karya siswa yang ditulis secara manual dengan puisi hasil bantuan ChatGPT, baik dari segi teknis maupun kedalaman makna. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas kedua jenis puisi tersebut serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya untuk pembelajaran sastra. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain paired sample t-test. Subjek penelitian adalah siswa SMK TPI Al-Ghoniyyah Selaawi Garut yang menulis dua puisi: satu secara manual dan satu menggunakan ChatGPT tanpa prompt khusus selain judul puisi sebelumnya. Penilaian dilakukan oleh dua penilai independen berdasarkan delapan indikator: diksi, rima, gaya bahasa, imaji, tipografi, unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT unggul pada aspek teknis seperti diksi, rima, gaya bahasa, imaji, dan tipografi, sedangkan puisi siswa lebih unggul pada unsur ideologis, nilai didaktis, dan kelayakan ide. Meskipun skor rata-rata puisi ChatGPT sedikit lebih tinggi, perbedaan keduanya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat keterampilan teknis menulis puisi, sementara penulisan manual tetap penting untuk mempertahankan kedalaman makna, nilai budaya, dan orisinalitas karya. Integrasi kedua pendekatan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sastra secara menyeluruh.
NARASI MEDIA DAN REPRESENTASI GENDER DALAM PEMBERITAAN INARA RUSLI DI MEDIA ONLINE INDONESIA DENGAN PENDEKATAN SARA MILLS Mohammad Fikriandi Ramdhansyah; Agus Hamdani; Didin Sahidin
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5nayw987

Abstract

News coverage regarding Inara Rusli’s nikah siri in Indonesian online media has generated public debate that is not only related to legal and moral aspects, but also touches on the issue of gender representation in media narratives. The media plays an active role in shaping meanings about women through the way events are constructed, the parties given space to speak, and the perspectives prioritized. This study aims to examine how Indonesian online media represent Inara Rusli in reporting on nikah siri and how gender power relations are built through news texts. The approach used is Sara Mills’ critical discourse analysis with a descriptive qualitative method. The research data consist of news texts from CNN Indonesia, Kapanlagi.com, Inilah.com, and Suaramerdeka.com published in January 2026 and discussing claims of nikah siri involving Inara Rusli and Insanul Fahmi. The results show that the media dominantly positions women as objects of discourse who must prove claims and be accountable for their personal relationships in the public sphere. Meanwhile, men and legal counsel are more often placed as subjects who have narrative authority and legal legitimacy. This narrative pattern shows the media’s tendency to reproduce patriarchal values through emphasis on aspects of proof, morality, and legality directed at women. The analysis also finds that the reader’s perspective is directed to doubt women’s narratives, while women’s voices are often mediated or marginalized. The conclusion of this study emphasizes that reporting on Inara Rusli’s nikah siri in Indonesian online media still shows inequality in gender representation and has not fully applied the principles of gender-sensitive journalism.