Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI KARAKTERISASI LIP CREAM DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUZ) DENGAN PERBANDINGAN STIFFENING AGENT hamdaniyah, imraatil; Ambarwati , Nadya; Hardani, Prisma Trida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32552

Abstract

Pemanfaatan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) telah banyak dilakukan. Pada bidang farmasi salah satunya lip cream sebagai cosmeceutical untuk memperelok bagian bibir. Perpaduan Mycrocrystalline wax dan carnauba wax dimanfaatkan guna menciptakan dasar yang ideal bagi formulasi pewarna alami dalam lip cream dan dengan harapan dapat disukai oleh pengguna lip cream, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent sediaan lip cream dari ekstrak kulit buah naga merah terhadap karakteristik fisik. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96% dan digunakan konsentrasi 35% sebagai khasiat utama. Dibuat 5 formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi stiffening agent. F1 dibuat dengan konsentrasi Carnauba Wax 10% dan  Mycrocristallin Wax 5 %, F2 Carnauba Wax 15% dan Mycrocristallin Wax 8 %, F3 Carnauba Wax 20% dan  Mycrocristallin Wax 10 %, F4 tanpa Carnauba Wax dan  Mycrocristallin Wax 10 % dam F5 Carnauba Wax 20% dan tanpa Mycrocristallin Wax. Perbedaan stiffening agent tidak berpengaruh terhadap karakteristik formulasi yakni pengujian pH, pengujian homogenitas, dan pengujian organoleptis tetapi berpengaruh terhadap pengujian daya sebar, pengujian daya lekat dan pengujian daya oles. Berdasarkan temuan penelitian ini, diketahui F1 dan F2 lebih disukai banyak responden, dan hasil evaluasi yang lebih stabil.
Validasi Metode Penetapan Kadar Alkaloid pada Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis: Validation of the Method of Determining Alkaloid Levels in Tamarind Leaf Ethanol Extract (Tamarindus indica L.) UV-Vis Spectrophotometry Yolanda, Sherly Sumarnita; Hardani, Prisma Trida; Sinulingga, Amanda Safithri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2181

Abstract

Validation criteria (detection limit (LOD), quantification limit (LOQ, linearity, accuracy, precision) using UV-visible spectrophotometry for determination of alkaloid content in tamarind leaf ethanol extract (Tamarindus indica L). The results of the validation of the analytical method used to determine the total alkaloid content of tamarind leaf extract (Tamarindus indica L.) are in accordance with the validation criteria of the analysis method using UV-Vis spectrophotometry. If the linear regression result for the linearity test is y = 0.0742x 0.1239 then the correlation coefficient (r) is 0.9972; excellent specificity, detection limit (LOD) 0.0375 ppm, quantification limit (LOQ) 0.1251 ppm, medium precision test results with medium concentration, average performance value Test precision of 107.64% and mean -mean RSD-% of mean precision test results is 1.0543% ± The total alkaloid content in tamarind leaf extract (Tamarindus indica L.) averages 1.6467 percent by mass ±0.0869. Studies show that tamarind leaves contain an average of 2,189 ± 0.047 ppm positive alkaloids. Keywords:          Alkaloids, UV-Vis Spectrophotometry, Method Validation   Abstrak Kriteria validasi (batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ, linearitas, akurasi, presisi) menggunakan spektrofotometri UV-visibel untuk penentuan kandungan alkaloid pada ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L). Hasil validasi metode analisis yang digunakan untuk mengetahui kandungan alkaloid total ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) sesuai dengan kriteria validasi metode analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Jika hasil regresi linier untuk uji linieritas adalah y = 0,0742x 0,1239 maka koefisien korelasi (r) sebesar 0,9972; spesifisitas sangat baik, batas deteksi (LOD) 0,0375 ppm, batas kuantifikasi (LOQ) 0,1251 ppm, hasil pengujian presisi sedang dengan konsentrasi sedang, nilai kinerja rata-rata Presisi pengujian sebesar 107,64% dan mean -mean RSD-% dari mean hasil pengujian presisi adalah 1 ,0543 % ± Kandungan total alkaloid pada ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) rata-rata 1,6467 persen massa ±0,0869. Studi menunjukkan bahwa daun asam jawa rata-rata mengandung 2,189 ± 0,047 ppm alkaloid positif. Kata Kunci:         Alkaloid, Spektrofotometri UV-Vis, Validasi Metode
PENGARUH JENIS PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP KADAR ALKALOID DALAM EKSTRAK TERIPANG (Paracaudina australis) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Aulya Sagita Rahma Sujana; Prisma Trida Hardani; Amanda Safithri Sinulingga
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i2.4993

Abstract

Sea cucumbers are a type of marine organism that move slowly and live in shallow waters such as sand, mud, algae, coral reefs where sea cucumbers are a source of animal protein consumed by the public. Research on various types of sea cucumbers has shown that there are several bioactive compounds, one of which is alkaloids. Alkaloids are one of the secondary metabolite compounds that are often found in nature, such as in plant and animal tissues. Previous research results show that there are alkaloids in sea cucumber extract. The aim of this research is to determine how this limited type of solvent impacts the amount of bioactive compounds contained in sea cucumbers (Paracaudina australis). Qualitative and quantitative tests were carried out to test alkaloid compounds. Qualitative tests use color reactions with Dragendroff, Wagner and Mayer reagents. Quantitative tests were carried out using Uv-Vis spectrophotometry with a maximum wavelength of 273 nm. The standard solution used is caffeine. Quantitative analysis showed that all extracts with various solvents were positive for containing alkaloids. The highest alkaloid content is ethyl acetate extract with levels of 71.0116 ± 0.2872 ppm, then followed by acetone extract which is semipolar with levels of 22.6531 ± 0.2277 ppm and the lowest is chloroform extract with levels of 13.9622 ± 0.0283 ppm. Keywords: Sea cucumber; Alkaloids; Solvent Type; Uv-Vis Spectophotometry
VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR SENYAWA ALKALOID PADA EKSTRAK TERIPANG (PARACAUDINA AUSTRALIS) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nuril - Jelali; Prisma Trida Hardani; Dewi Perwito Sari
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i2.5196

Abstract

Teripang ( Paracaudina australis ) diketahui memiliki aktivitas biologis dan farmakologis karena mengandung banyak senyawa bioaktif, salah satunya adalah alkaloid. Untuk mengetahui kadar alkaloid yang terkandung dalam teripang, maka perlu dilakukan penentuan kadar. Pada penelitian ini, penentuan konsentrasi dilakukan dengan menggunakan analisis instrumental menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Spektrofotometri UV-Vis merupakan metode analisis yang memanfaatkan panjang gelombang UV dan Visible sebagai daerah serapan untuk mendeteksi senyawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan validasi metode analisis penentuan kadar senyawa alkaloid dalam ekstrak teripang menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Parameter validasi metode dalam penelitian ini meliputi linearitas, LOD dan LOQ, selektivitas, presisi dan akurasi. Hasil linearitas diperoleh persamaan regresi y = 0,0377x + 0,0635 dengan nilai koefisien korelasi r2 = 0,9992. Nilai LOD yang diperoleh sebesar 0,26 ppm dan nilai LOQ sebesar 0,86 ppm. Selanjutnya terdapat parameter selektivitas yang menunjukkan hasil serapan yang sama antara larutan standar dengan larutan sampel pada panjang gelombang 205 nm dan 273 nm. Hasil pengujian presisi yang dilakukan telah memenuhi persyaratan dengan hasil %RSD yang diperoleh sebesar 2,1%. Parameter akurasi yang diperoleh sebesar 101,68% ± 0,011, 100,66% ± 0,008 dan 101,14% ± 0,003. Hasil identifikasi pada pengujian ini menunjukkan bahwa kandungan alkaloid pada teripang Paracaudina australis sebesar 22,6 ppm ± 0,16. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperoleh metode pengujian yang valid dengan rata-rata kandungan alkaloid sebesar 22,6 ppm ± 0,16. Kata kunci : Alkaloid, Paracaudina australis , spektrofotometri UV-Vis, metode validasi