Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA YANG BERKETUHANAN YANG MAHA ESA Radiansyah Radiansyah
Darussalam Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v22i1.56

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara berati menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara dalam berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dalam buku Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara (Ronto: 2012), Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila adalah, Mohammad Yamin, Soepomo, dan Sukarno. Warga Negara memiliki kepercayaan masing-masing pada agamanya dan Tuhan-Nya untuk menaati perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Bagi orang Indonesia, Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang hidup dan merasuk dalam kehidupan keseharian masyarakat suku-suku bangsa di Indonesia sejak lama, dan sekaligus merupakan ciri khas budaya dan peradaban manusia Indonesia yang harus terus dipelihara. Seiring dengan perkembangan zaman, disamping banyaknya permasalahan yang timbul di masyarakat, menyebabkan nilai-nilai luhur Pancasila tersebut mulai tergerus dari kehidupan keseharian masyarakat kita. Salah satunya adalah nilai luhur dari sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL LAMBANG BILANGAN MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH DENGAN MEDIA KARTU ANGKA Aulia Agustina; Radiansyah Radiansyah
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 3, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v3i1.7708

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kognitif anak dalam mengenal lambang bilangan, hal ini disebabkan dalam mengembangkan kemampuan menganal lambang bilangan anak kurang diberikan kegiatan yang menyenangkan atau pembelajaran monoton. Upaya pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model pembelajaran make a match dan media kartu angka. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah uuntuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil capaian perkembangan anak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan sebanyak 3 pertemuan. Dalam setiap pertemuan guru akan menyusun perencanaan, melakukan pelaksanaan, pengamatan dan juga merefleksi. Adapun instrumen dari penelitian ini adalah rubrik dan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil capaian perkembangan kognitif dalam mengenal lambang bilangan. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru mengalami peningkatan dari kategori Baik pada pertemuan I menjadi Sangat Baik pada pertemuan III. Aktivitas anak secara klasikal juga mengalami peningkatan dari kategori Kurang Aktif pada pertemuan I menjadi Sangat Aktif pada pertemuan III. Dan hasil perkembangan anak secara klasikal meningkat dari pertemuan I Belum Berkembang (BB) menjadi Berkembang Sangat Baik (BSB) pada pertemuan III.
Improving children's critical thinking skills in elementary school through the development of problem based learning and HOTS models Radiansyah, Radiansyah; Sari, Raihanah; Jannah, Fathul; Prihandoko, Yogi; Rahmaniah, Nahdia Fitri
International Journal of Curriculum Development, Teaching and Learning Innovation Vol. 1 No. 2 (2023): March: Curriculum Development, Teaching and Learning
Publisher : Trigin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.761 KB) | DOI: 10.35335/curriculum.v1i2.66

Abstract

The purpose of this research is to find learning model steps that are able to develop critical thinking skills, as well as to analyze students' learning outcomes. The combination of Problem Based Learning (PBL) and Higher Order Thinking Skills (HOTS) model steps is a learning strategy that is expected to be implemented effectively. The method used in this research is Research and Development. The research stages can be broken down as follows: (1) the preparation stage, (2) the Problem Based Learning and HOTS Model Development stage, (3) the model effectiveness analysis stage. The results of the research on the development of the Problem Based Learning and HOTS Model obtained an increase in students' critical thinking skills of 42.50, and learning outcomes with an average score of 86.14. Students' critical thinking gain of 0.75 is included in the high category. The conclusion from the research results is that the Problem Based Learning and HOTS models are effectively implemented in learning at SDN Kertak Hanyar, in other words can improve critical thinking skills, and student learning outcomes. As a follow-up to the results of this study, a wider dissemination of the steps of the Problem Based Learning and HOTS model will be carried out to teachers at Banjar Regency elementary schools
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model PBL dikombinasi dengan GI di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin Radiansyah, Radiansyah
JURNAL PANCAR (PENDIDIK ANAK CERDAS DAN PINTAR) Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pancar (Pendidik Anak cerdas dan Pintar)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/pancar.v7i2.404

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, dan mendeskripsikan aktivitas siswa serta menganalisis hasil belajar siswa pada pembelajaran model PBL dikombinasi dengan model GI. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN Sungai Jinggah 1 Banjarmasin Utara yang berjumlah 10 orang siswa terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan 3 orang siswa perempuan pada semester II tahun ajaran 2021/2022. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis prosentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas guru memperoleh skor 94% sangat baik. aktivitas siswa sudah 100% aktif dan sangat aktif serta hasil belajar 100% tuntas baik secara individu maupun klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru sangat baik, aktivitas siswa sangat aktif, dan hasil belajar telah mencapai ketuntasan. Kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model PBL, dan GI.
Pentingnya Pendidikan Agar Terbebas dari Pengaruh Sekularisme dan Hedonisme (Pemikiran Pendidikan Kamrani Buseri) Radiansyah, Radiansyah
Journal of Islamic Education El Madani Vol. 3 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jiee.v3i1.85

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsep pendidikan menurut Kamrani Buseri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur pada buku Pemiikiran Pendidikan Kamrani Buseri. Studi literatur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kajian buku dan artikel jurnal. Buku Pemikiran Pendidikan Kamrani Buseri pada penelitian ini dijadikan subyek penelitia. Hasil dari studi literatur ini menghasilkan pemikiran pendidikan Kamrani Buseri yang bersumber sesuai dengan Al Qur’an dan kajian filsafat agama. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat digunakan untuk perbandingan studi literatur selanjutnya.
Relevansi Adat Istiadat Gayo Lues dalam Konteks Perubahan Sosial: Perspektif Generasi Muda Darmawan, Wahyu; Radiansyah, Radiansyah
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 8 No 1 (2023): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v8i1.543

Abstract

Abstract: The aim of this study is to analyze the phenomenon of the relevance of the traditional customs of the Gayo Lues Tribe in the context of social change from the perspective of the younger generation. Within a sociological framework, these customs are interpreted as obligations that serve as a significant foundation in the decision-making process to resolve social issues. This research utilizes a qualitative method, with a literature review approach. The data collected through this process is then analyzed descriptively, analytically, historically, and comparatively. The findings reveal a gap in the younger generation's understanding of the traditional customs of the Gayo tribe in Aceh. Despite this, the younger generation plays a vital role in preserving cultural identity and the continuity of traditional customs and requires preventive assimilation. Furthermore, the renewal and adaptation of customs are necessary for the younger generation to maintain their relevance in a modern context. The research also explores contemporary challenges in the changes in values and norms experienced by the younger generation, which potentially threaten the relevance of traditional customs. The implications of the research involve establishing a dialogue to reach a consensus among the younger generation, the older generation, and traditional leaders.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena relevansi adat istiadat Suku Gayo Lues dalam konteks perubahan sosial perspektif generasi muda. Dalam kerangka sosiologis, adat istiadat diinterpretasikan sebagai kewajiban yang menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Data yang dikumpulkan melalui proses ini kemudian dianalisis secara deskriptif, analitis, historis, dan komparatif. Hasil penelitian mengungkap kesenjangan pemahaman adat istiada pada generasi muda Suku Gayo di Aceh. Meski demikian generasi muda berperan penting dalam mempertahankan identitas budaya dan kesinambungan adat istiadat dan membutuhkan asimilasi preventif. Selain itu diperlukan pembaharuan dan adaptasi adat istiadat, generasi muda dapat menjaga relevansinya dalam konteks modern. Penelitian juga mengeksplorasi tantangan kontemporer pada perubahan nilai dan norma yang dialami oleh generasi muda, yang berpotensi mengancam relevansi adat istiadat. Penelitian berimplikasi membentuk dialog untuk mencapai konsensus antara generasi muda, generasi yang lebih tua, dan tokoh adat.
Islam vs Liberalisme: Konstruk Pemikiran Binder dan Kurzman Fajri, Muhammad Rizkal; Radiansyah, Radiansyah; Putra, Anjas Baik
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 7 No 1 (2022): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.188 KB) | DOI: 10.47766/almabhats.v7i1.1017

Abstract

Abstract: This research examines, compares, and identifies the conceptual distinctions between Binder and Kurzman's perspectives on Islamic Liberalism. The study employs a qualitative methodology and library approaches. Data were retrieved from fifty sources and then analyzed. The study's findings indicate significant distinctions between Binder's and Kurzman's modes of thought. Through talks with some western-educated Islamic philosophers, liberalism is shown to be more binding than the ideology itself. Western liberalism and the interaction between these teachings and Islamic aspects, in the context of a dialogue process between Islamic liberalism and Western liberalism, so that the two might share resources. Meanwhile, Kurzman's study of the Islamic setting will be conflict- and blessing-free. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis, mengkomparasi dan menemukan konstruk perbedaan pemikiran Binder dan Kurzman terkait Islam Liberal. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan teknik kepustakaan. Data diambil dari 50 rujukan, selanjutnya dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan esensial antara paradigma pemikiran Binder berbeda dengan Kurzman. Binder lebih menekankan pada konsep liberalisme melalui metode diskusi dengan beberapa pemikir Islam berasal dari barat. Liberalisme barat dan hubungan ajaran tersebut dengan elemen-elemen Islam dengan pemikiran inti adanya proses dialog antara liberalisme Islam dengan liberalisme Barat sehingga terjadi adanya take and give di antara keduanya. Sedangkan kajian Kruzman mengedepankan konteks keislamannya agar terbebas dari pertikaian dan pertentangan.
Analisis kebijakan pesantren melalui model komunikasi kepemimpinan di dayah perbatasan darul amin Aceh Tenggara Radiansyah, Radiansyah; Nasution, Inom; Yahfizham, Yahfizham
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424377

Abstract

Penelitian ini nertujuan untuk menganalisis kebijakan pesantren melalui model komunikasi kepemimpinan di Dayah Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara. Fokus utama adalah memahami bagaimana komunikasi kepemimpinan yang efektif meningkatkan implementasi kebijakan di pesantren ini. Pesantren Darul Amin, yang telah bertransformasi dari Pesantren Modern Terpadu, menerapkan kebijakan melalui model komunikasi kekeluargaan, melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan media sosial. Guru pembimbing memberikan bimbingan teknis dan dukungan emosional, sementara pertemuan rutin memastikan keterbukaan dan transparansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan efektivitas kebijakan bergantung pada komunikasi yang baik antara pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, dan stakeholder lainnya, memberikan wawasan penting bagi pengembangan model komunikasi kepemimpinan di pesantren dan institusi pendidikan lainnya.
Analisis Implementasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Bagi Pendapatan Otonomi Daerah di Indonesia Abdullah Mubarak Lubis; Radiansyah Radiansyah; Maycika Anggreini
Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital Vol. 1 No. 3 (2024): Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/apke.v1i3.295

Abstract

This research explains that land and building tax (PBB) is a crucial fiscal instrument in the global taxation system, with the aim of supporting government spending on public services, regulating land use, and potentially as a redistribution tool. This article addresses the fundamental ideas, goals, and effects of PBB in Indonesia, highlighting its important role in financing national development. The discussion involves aspects of billing, the basis of collection, the collection system, payment procedures, as well as the taxpayer's right to object and appeal. Emphasis is given to key principles, such as openness, fairness, legal certainty, and public participation in the implementation of PBB. Although PBB contributes significantly to economic development, the article also identifies several critical issues, including property value assessment, social inequality, and economic effects that must be taken into account while managing a just and effective tax system. This article offers a thorough analysis of the PBB as a tool for policy that is essential to the welfare of society and the growth of the nation.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN AKTIVITAS SISWA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, TALKING STICK, DAN TPACK: Penelitian Tindakan Kelas Melanie Veronika; Radiansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3743

Abstract

Critical thinking abilities, activities and student learning outcomes which are still relatively low are problems in this research. With this problem, research was carried out with the aim of improving students' critical thinking skills, activities and learning outcomes. This research carried out was classroom action research which took place in class 4 of SDN 1 Tamiang Layang with 25 students. The results of the research showed that from the three meetings conducted by researchers it was known that teacher activity obtained a percentage of 96% in the "Very Good" category. Student activity obtained a percentage of 96% and was in the "Very Active" category. Students' critical thinking skills obtained a percentage of 88% so they were included in the "Very Critical" category. Student learning outcomes obtained a percentage of 92% with the statement "Completed". Based on the results of this research, it is concluded that by combining the Problem Based Learning, Talking Stick and TPACK models, it can improve the quality of teacher activities, student activities, critical thinking skills and student learning outcomes. Keywords: PBL, Talking Stick, TPACK, Critical Thinking Skills, Activities, Learning Outcomes