Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MENULIS TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN PAP Irma Febriana; Radiansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3845

Abstract

This research uses Classroom Action Research which aims to improve teacher activity, student activity, writing skills and student learning outcomes using the Problem Based Learning (PBL) and Picture and Picture (PaP) learning model which is implemented in class IV at SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin with a total of 22 students. Data collection techniques were carried out using observation and tests. The results of this research show that teacher activity at meeting 3 obtained a percentage of 96% with the criteria "Very Good". Student activity at meeting 3 obtained a percentage of 95.5% with the criteria "Very Active". Meeting 3's writing skills obtained a percentage of 86.4% with the criteria "Very Skilled". For classical completion of writing skills, "student learning outcomes at meeting 3 obtained a percentage of 95.5% with the criteria "Very Good". Based on the results of this research, it can be concluded that using a combination of PBL and PAP learning models can improve the quality of teacher activities, student activities, writing skills and student learning outcomes.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, NHT, DAN PICTURE AND PICTURE Rahimah; Radiansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4076

Abstract

The problem in this study is the low level of learning achievement, critical thinking, and learning activities. This happens because of the inappropriate way of learning, not being able to communicate well, not doing much learning that focuses on critical thinking, and only using the lecture method with printed materials. Combining PBL, NHT, and Picture and Picture models together will solve the problem. The purpose of this study was to describe teacher activities and analyze learner activities, critical thinking skills, and learning outcomes. A qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) for three meetings to complete. Based on qualitative data collected by observing what students and teachers do and how they think critically, quantitative data is used to determine learning outcomes. The research findings showed an increase in student activities, critical thinking skills, and learning outcomes. At each meeting, students' critical thinking skills improved to meet the requirements to be highly skilled in classical reasoning (90.48%), and their learning outcomes, both individually and in class, were able to meet the specified criteria (KKTP ≥75 with a percentage of 90.48%). The research findings support the idea that combining PBL, NHT, and Picture and Picture models with IPAS learning improves learners' learning outcomes and critical thinking skills.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) SEBAGAI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR Radiansyah, Radiansyah; Jannah, Fathul; Sari, Raihanah; Hartini, Yayuk; Amelia, Rizky; Fahlevi, Reja
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.7821

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dalam kurikulum 2013 menuntut agar dalam pelaksanaan pembelajaran siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah, membangun strategi penyelesaian masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Guru merupakan faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, karena guru yang merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dalam proses pembelajaran tersebut. Kegiatan guru dalam pembelajaran adalah melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ciri-ciri dan cara pembuatan soal HOTS, serta memberikan pengalaman langsung dalam mengubah soal biasa menjadi soal HOTS. Kegiatan ini melibatkan 50 guru Sekolah Dasar Gugus Pangeran Antasari Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, penugasan, dan pelatihan pembuatan soal HOTS. Dari kegiatan yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa: 1) Kegiatan berdampak positif bagi guru. 2) Guru lebih mengetahui bagaimana ciri soal HOTS yang baik. 3) Guru juga mengetahui cara mengembangkan soal HOTS. Para peserta berharap adanya kegiatan sejenis dengan materi lanjutan.Abstrack: Learning in the 2013 curriculum demands that in the implementation of learning students  are given the freedom to think, understand problems, develop problem-solving strategies, propose ideas freely and openly. The teacher is a factor that plays an important role in determining the success of the learning process, because it is the teacher  who plans, implements, and conducts assessments in the learning process. The teacher's activities in learning are to train and guide students to think critically and creatively in solving problems . This community service activity aims to provide an understanding of the characteristics and methods of making HOTS questions, as well as providing direct experience in converting ordinary questions into HOTS questions. This activity involved 50 teachers from the Prince Antasari Cluster Elementary School,  Banjarbaru City, South Kalimantan. The methods used are lectures, discussions, assignments, and training on making HOTS questions. From the activities carried out, it can be concluded that: 1) Activities have a positive impact on teachers. 2) Teachers know more about the characteristics of good HOTS questions. 3) The teacher also knows how to develop HOTS questions. The participants hoped that there would be similar activities with advanced material.
Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey Radiansyah, Radiansyah
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): Mandalika Journal of Community Services (In Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i1.130

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini; Pertama, bagaimana Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey? dan bagaimana hasil studi analisis Psikologi Pendidikan Islam dari Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Metode penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan (buku). Untuk mengkaji secara mendalam pemikiran Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, maka diperlukan data-data yang bersumber dari karangannya sendiri dan beberapa ulasan dari para tokoh tentang pemikirannya dan menganalisisnya dengan Psikologi Pendidikan Islam. Temuan peneliti dalam kajian Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, dalam proses pembelajaran ketuhanan yang bermuara pada ilmu tauhid, tasawuf, ma’rifatullah, keimanan, ketaatan, dan ketakwaan kepada Allah Swt. inilah menurut Hamdani yang merupakan tanda dari hadirnya ruhani yang sehat. Dari sinilah kemudian akan lahir potensi dan kecerdasan kenabian yang akan mengkoordinasi kerja jiwa, qalbu/hati, akal pikiran, indera, jasad, dan perilaku. Dalam konteks ini Allah juga yang membimbing, mengajar, dan memahami secara langsung ke dalam hati yang paling dalam (nurani), mendorong dan menggerakkan eksistensi diri hamba-Nya. Dengan demikian secara otomatis, permasalahan dan persoalan hidup yang dihadapi dapat dipecahkan dan memperoleh solusi yang mudah dan tepat. Itulah kecerdasan yang dimiliki oleh para Nabi, Rasul dan Aulia-Nya. Hasil studi analisis Psikologi Pendidikan Islam dari Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Pertama, menggambarkan jiwa manusia punya tiga tingkatan kualitas, yakni: Jiwa hewani, jiwa insani, dan jiwa rabbani. Kedua, konstruksi dari prophetic intelligence sangat kental dengan nuansa corak tauhid, tasawuf dan filsafat Islam. Ketiga, tentang Intelligence dalam Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Semua intelligence yang dikemukakan para ahli psikologi sudah dimiliki dan diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan dan perjuangannya dalam menegakkan agama Islam. Saran peneliti, Prophetic Intelligence baru lebih bermakna apabila diikuti oleh kerja para praktisi psikologi untuk menggunakan prophetic intelligence sebagai model psikologi pendidikan Islam yang diterapkan di lapangan.
PERKEMBANGAN MADRASAH DI KOTA BANJARMASIN (SEBUAH TINJAUAN HISTORIS DARI TAHUN 2010-2014) Makmur, Ahdi; Sarman, Imran; Radiansyah, Radiansyah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2015): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1829

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan madrasah di Kota Banjarmasin dari tahun 2010–2014, yang diringkas dari hasil penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Ada 15 buah madrasah yang dikaji, tersebar pada empat kecamatan, yang bervariasi jenjang (MI, MTs, MA), status (Negeri dan Swasta), organisasi pembinanya (NU dan Muhammadiyah), dan keberadaan lokasinya (satu atap dan tersendiri). Pengumpulan datanya menggunakan kuestioner, wawancara, observasi dan dokumenter. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan madrasah di kota Banjarmasin selama lima tahun terakhir tidak mengalami perubahan yang berarti. Perkembangan SDM, sarana dan prasarana madrasah masih kurang stabil. Walaupun kelulusan UAN siswanya telah mencapai 100 %, tetapi nilai rata-ratanya belum mendekati nilai kelulusan maksimal. Perkembangan guru dan tenaga kependidikan secara kuantitas agak mengalami stagnasi, tetapi secara kualitas cukup membanggakan. Mayoritas gurunya adalah lulusan S1 dan S2, kecuali pada madrasah swasta di mana masih terdapat guru lulusan SLTA dan Diploma.Kata kunci: madrasah, perkembangan, SDM, sarana dan prasarana
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model PBL dikombinasi dengan GI di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin Radiansyah, Radiansyah
JURNAL PANCAR (PENDIDIK ANAK CERDAS DAN PINTAR) Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pancar (Pendidik Anak cerdas dan Pintar)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/pancar.v7i2.404

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, dan mendeskripsikan aktivitas siswa serta menganalisis hasil belajar siswa pada pembelajaran model PBL dikombinasi dengan model GI. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN Sungai Jinggah 1 Banjarmasin Utara yang berjumlah 10 orang siswa terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan 3 orang siswa perempuan pada semester II tahun ajaran 2021/2022. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis prosentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas guru memperoleh skor 94% sangat baik. aktivitas siswa sudah 100% aktif dan sangat aktif serta hasil belajar 100% tuntas baik secara individu maupun klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru sangat baik, aktivitas siswa sangat aktif, dan hasil belajar telah mencapai ketuntasan. Kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model PBL, dan GI.
Penerapan ModeI PBL, NHT dan Pendekatan TPACK Guna Meningkatkan Aktivitas dan Berpikir Kritis Siswa SD Pratiwi, Annisa Nur; Radiansyah, Radiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PeneIitian ini bertujuan untuk mengembangkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampiIan berpikir kritis dan hasiI beIajar meIaIui penerapan modeI Problem Based Learning dan Numbered Head Together dengan Pendekatan TPACK. PeneIitian ini merupakan PeneIitian Tindakan KeIas yang diIakukan daIam 3 pertemuan dengan 23 siswa di keIas V SDN Manarap Baru Kabupaten Banjar seIama tahun peIajaran 2023/2024. HasiI PeneIitian menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan pada setiap aspek yang diteIiti: aktivitas guru mendapatkan skor 30 dengan kriteria “sangat baik”, aktivitas siswa mencapai kriteria “sangat aktif” dengan persentase 96%, kemampuan berpikir kritis memperoIeh kriteria “sangat terampiI” dengan persentase 96% dan terdapat peningkatan hasiI beIajar siswa secara individuaI maupun klasikaI. Temuan ini mengindikasi bahwa penerapan modeI Problem Based Learning dan Numbered Head Together dengan Pendekatan TPACK efektif daIam meningkatkan keterampiIan berpikir kritis siswa.
Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar melalui Model PBL, NHT, Picture and Picture Najwa, Uli; Radiansyah, Radiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan model pembelajaran yang dinyatakan tepat di kelas ialah elemen esensial dalam memaksimalkan proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik. Dalam penelitian ini, siswa kelas IV SDN Bunipah 1 Kabupaten Banjar akan dikaji aktivitas belajar, keterampilan berpikir, dan hasil belajar mata pelajaran IPA berbasis materi "Indonesiaku Kaya Budaya" terkait dengan pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Numbered Head Together (NHT), dan Picture and Picture. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mengukur hasil belajar, peneliti menggunakan kombinasi metode pengumpulan data, meliputi asesmen kemampuan berpikir kritis, observasi aktivitas pendidik dan peserta didik, serta ujian tertulis yang diberikan baik secara individu maupun kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran tersebut sangat meningkatkan hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, dan aktivitas belajar peserta didik. PBL memberikan peserta didik alat yang mereka butuhkan untuk mengatasi kesulitan penalaran logis dan pemecahan masalah secara metodis. NHT meningkatkannya pada partisipasi aktif siswa padaa diskusi kelompok, mendorong kerja sama dan tanggung jawab terhadap pemahaman materi. Picture and Picture gar meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep budaya, dan menggugah minat belajar dengan visualisasi yang menarik dan konkret. Keberhasilan implementasi ini terbukti dengan pencapaian indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keaktifan dalam Pembelajaran IPAS Menggunakan Model PBL, Jigsaw dan Snowball Throwing Pada Kelas IV Aisy, Rifa Rohadatul; Radiansyah, Radiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, berpikir kritis, serta hasil belajar peserta didik. Hal tersebut disebabkan pembelajaran yang bersifat satu arah, pembelajaran monoton dan peserta didik tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Sehingga berdampak pada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik hanya berfokus pada guru dan mengalami keterlambatan dalam menghadapi materi yang lebih tinggi, serta rendahnya hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aktivitas Guru pada pertemuan I mencapai dengan kriteria Baik meningkat pada pertemuan III menjadi 100% dengan kriteria Sangat Baik. Aktivitas peserta didik pada pertemuan I mencapai 86% dengan kriteria Aktif dan meningkat pada pertemuan III mencapai 100% dengan kriteria Sangat Aktif. Keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pertemuan I mencapai 50% dengan kriteria Kurang Terampil dan meningkat pada pertemuan III mencapai 86% dengan kriteria Sangat Terampil. Untuk hasil belajar individual (sumatif) pada pertemuan I dengan ketuntasan klasikal 7% meningkat pada pertemuan III dengan ketuntasan klasikal 100%. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kombinasi (Problem Based Learning, Jigsaw dan Snowball Throwing) dapat meningkatkan hasil belajar sehingga hipotesis dapat diterima.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI LINGKUNGAN SAHABAT KITA MUATAN IPA MELALUI KOMBINASI MODEL PBL, SNOWBALL THROWING, DAN CRH BERBASIS TPACK SISWA KELAS V SDN MELAYU 5 BANJARMASIN Raharjo, Kurniawan Tri; Radiansyah, Radiansyah
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i1.5231

Abstract

 Permasalahan penelitian adalah rendahnya aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis yang disebabkansiswa belum mampu memahami konsep pembelajaran dan memcahkan masalah. Tujuan penelitian yaitu menganalisispeningkatan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan PTK yang dilaksanakan 4pertemuan dengan subjek penelitian adalah SDN Melayu 5 Banjarmasin siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukanaktivitas guru pertemuan 4 kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria“Kurang Aktif” menjadi “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa pertemuan 1 sampai 4 meningkat darikriteria “Kurang Teramilf” menjadi “Sangat Terampil”. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa kombinasimodel PBL, Snowball Throwing, dan CRH berbasis TPACK mampu meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikirkritis siswa. Saran bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan peneliti selanjutnya adalah penggunaan kombinasi model PBL,Snowball Throwing, dan CRH berbasis TPACK sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas dan keterampilanberpikir kritis siswa.