Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Event Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Seni Budaya Tri Astuti Handayani; Dhimas Dwi Nugraha Hadistya; Pritantina Yuni Lestari; Abdul Muqit; Arief Rahmatulloh
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/1efm3723

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang untuk mendukung pengelolaan daya tarik wisata seni budaya dan pengembangan potensi desa wisata melalui pelibatan pegiat seni lokal, khususnya seni Bantengan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan event kesenian serta pengembangan desa wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning melalui tujuh tahapan, yaitu persiapan, perencanaan dan koordinasi dengan pihak desa serta pelaku wisata, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi dan publikasi. Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara tim pengabdian dan masyarakat dalam proses pembelajaran, pendampingan, serta penerapan pengetahuan secara langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan daya tarik wisata budaya, penyelenggaraan event kesenian, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Tulus Besar. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil pre-test pengetahuan mitra terhadap pengelolaan event kesenian bantengan sebesar 79% dan hasil post-test sebesar 95% setelah dilakukan kegiatan pendampingan pengelolaan event kesenian bantengan di desa Tulus Besar.
PELATIHAN PEMANDU ACARA UNTUK MENDUKUNG PENYELENGGARAAN EVENT WISATA DI DESA TULUS BESAR Hilda Cahyani; Alvin Nouval; Pritantina Yuni Lestari; Mariana Ulfa Hoesny; Isnaini Nur Safitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v13i1.9008

Abstract

This community service program aimed to enhance the public speaking and event-guiding skills of local residents in Tulus Besar Village, Tumpang District, Malang Regency. The village holds significant natural and cultural tourism potential but lacks trained human resources capable of effectively promoting and managing tourism events. The program was carried out in five stages: planning, coordination with partners, interactive training, evaluation, and publication. A participatory approach involving discussions, simulations, and role-play activities was applied to improve the participants’ practical communication skills. The results indicated an increase in participants’ confidence and speaking competence in tourism contexts, despite several challenges, including limited participant numbers, basic technical facilities, and scheduling constraints. Based on the evaluation and literature review, the training proved effective in supporting community-based tourism development. Further action is recommended through advanced training, facility improvement, and integration with local art and cultural programs to ensure sustainability.
PELATIHAN PENGELOLAAN EVENT KESENIAN TARI DI DESA TULUS BESAR Isnaini Nur Safitri; Pritantina Yuni Lestari; Candrika Citra Sari; Tri Astuti Handayani; Hilda Cahyani; Titien Indrianti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service is aimed at accommodating the needs of the Tulus Besar Village community, Tumpang District, in increasing their knowledge regarding dance event management in Tulus Besar Village by involving dance artists in Tulus Besar Village through the Dance Event Management Training. With this training, it is hoped that it can improve the quality of dance performances and the skills of dance artists in Tulus Besar Village in planning and managing performances sustainably. Participants in this training are dance artists and Tulus Besar village officials. Through this activity, it is hoped that there will be an increase both in knowledge also the economic value of tourism and arts potential. In addition, it is also hoped that the quality of human resources of dance artists and village officials can improve, especially in terms of the ability to manage sustainable dance performances. This activity will be carried out in seven stages, namely planning (to find out the number of participants and the materials needed), preparation and coordination with the proposing team and the village, socialization, event management training, periodic event mentoring, monitoring and evaluation (to get feedback and information from training participants), and the last is publication.
PELATIHAN PENGELOLAAN EVENT KESENIAN BANTENGAN DI DESA TULUS BESAR Pritantina Yuni Lestari; Hilda Cahyani; Sugeng Hariyanto; Tri Astuti Handayani; Dhimas Dwi Nugraha Hadistya; Mutia Dewi Hidayati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v13i1.9634

Abstract

This community service program is designed to address the needs of the community of Tulus Besar Village, Tumpang District, in enhancing their capacity to manage Bantengan art events within the Tulus Besar tourism village area. The program involves local art practitioners to increase tourist visits, both domestic and international. The participants of this training are Bantengan art practitioners from Tulus Besar Village.Through this program, participants are expected to gain improved knowledge and skills in managing Bantengan art events, from the planning stage to the actual implementation of the events in Tulus Besar Village. The program will be carried out in seven stages: (1) planning (to identify the number of participants involved and the training materials required), (2) socialization, (3) coordination with village authorities and art practitioners (to ensure that the proposed plan aligns with community needs), (4) training, (5) mentoring, (6) monitoring and evaluation, and (7) publication.
Pendampingan Pengelolaan Event Kesenian Tari di Desa Tulusbesar Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dan Keberlanjutan Budaya Novitasari; Isnaini Nur Safitri; Candrika Citra; Pritantina Yuni Lestari; Ardian Wahyu Setiawan
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/bew4xq57

Abstract

Desa Tulus Besar, salah satu desa di Kabupaten Malang, memiliki potensi wisata budaya dan seni yang kaya terutama kesenian tari, Namun, penyelenggaraan event pertunjukan tari di desa ini masih menghadapi kendala, terutama dalam aspek manajemen dan profesionalitas. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Politeknik Negeri Malang melakukan pendampingan kepada para pegiat seni tari yang tergabung dalam Sanggar Tari Srikandi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola event pertunjukan tari secara sistematis dan berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat dan pengelola seni desa sebagai mitra aktif sejak tahap identifikasi permasalahan dalam penyelenggaraan event kesenian, perencanaan program pendampingan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan konsep manajemen event secara efektif dengan terselenggaranya pertunjukan seni tari. Kegiatan ini juga berhasil melibatkan masyarakat lokal melalui partisipasi UMKM dalam stand bazar yang turut memeriahkan acara. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan mampu meningkatkan profesionalitas pengelolaan event seni sehingga dapat menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perubahan sosial melalui event dan berpotensi menjadikan Desa Tulus Besar sebagai destinasi wisata budaya lokal yang berkelanjutan.