Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Siswa Dalam Penyelesaian Masalah Bentuk Aljabar Di SMPN 4 TanjungTahun Ajaran 2021/2022 Rosfita Karolina; Laila Hayati; Junaidi Junaidi; Arjudin Arjudin
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i4.255

Abstract

This study aims to describe the ability of mathematical representation in solving algebraic problems in terms of the ability level of students at SMPN 4 Tanjung, the Academic Year 2021/2022. The type of research used is descriptive qualitative. The sample used was 27 students with the sampling technique used was purposive random sampling. Data collection techniques were carried out through tests and interviews. Based on the results of student test analysis, it was found that (1) the number of subjects in the high category was 6 students, indicating that the visual, symbolic, and verbal indicators were able to solve problems correctly and completely (2) the number of subjects in the medium category was 9 students. , shows that the visual, symbolic, and verbal indicators can state the problem but are incomplete (3) Furthermore, the number of subjects in the low category is 12 students, indicating that students have not been able to achieve the indicators of symbolic and verbal mathematical representation ability. The results of the research on students' mathematical representation abilities are 44.65%, the percentage value obtained from students' mathematical representation abilities on visual indicators is 18.31% in the high category, students' mathematical representation abilities on symbolic indicators are 15.43% in the medium category, then the ability students' mathematical representation of verbal indicators obtained 10.90% in the low category. This research on the ability of mathematical representation uses 3 indicators, namely visual or image representation, symbolic or expression, and verbal or written text words for further development by looking at other representational abilities.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Tahapan Polya Krismonica Mawardi; Arjudin Arjudin; Muhammad Turmuzi; Syahrul Azmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i4.260

Abstract

This study aims to describe the level of students’ problem solving ability in solving comparative material. This research is qualitative research designed to determine the level of mathematical problem solving ability of students in the subject of comparison. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 16 Mataram with a total of 127 students. The sampling technique used is a non- probability sampling technique with purposive sampling type. Collecting data in the form of tests and interviews. The instrument used is in the form of a problem-solving ability test which consists of 2 questions. The data analysis technique uses qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of this study indicate that the level of problem solving ability of students is mostly in the medium category with an average of 68.37. The level of mathematical problem solving ability was grouped into three categories, from 25 students it was found that 7 students had high problem solving abilities or with a percentage (28 %), students with moderate problem solving abilities were 9 students (%), and students with low problem solving abilities as many as 9 students (36 %).
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tugas Daring Matematika pada Siswa Kelas IV SDN Tampar Ampar Kabupaten Lombok Tengah Baiq Ayu Darma Ning Tyas; Arjudin Arjudin; Nurul Kemala Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.296

Abstract

Penyebaran virus COVID-19 menyebabkan pemerintah mengeluarkan surat edaran (SE) yang menegaskan bahwa segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor sementara waktu ditunda demi mengurangi penyebaran virus corona. Hal ini berdampak pada bidang pendidikan, menyebabkan proses pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan di sekolah secara luring/tatap muka berubah menjadi pembelajaran di rumah secara daring (dalam jaringan). Minimnya sosialisasi pembelajaran daring, penguasaan teknologi yang kurang, keterbatasan sarana dan prasarana, jaringan internet dan pembiayaan membuat pembelajaran daring ini susah dilaksanakan, khususnya di sekolah dasar. Ditambah pada pembelajaran matematika yang memerlukan penjelasan secara runtun. Ketika pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka atau luring (luar jaringan) siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika, ditambah ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring tentu siswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas dikarenakan penyampaian materi tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan tugas daring matematika pada kelas IV di SDN Tampar-Ampar Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan analisis angket dan wawancara. Hasil analisis data ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan pada 1) jaringan internet yang lemah atau tidak memiliki kuota internet, 2) media pembelajaran yang susah dipahami, 3) materi yang disampaikan susah untuk dimengerti, 4) motivasi belajar siswa yang rendah. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas matematika dalam pembelajaran daring.
Pengaruh Aktivitas Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler dan Perilaku Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Yinsix Tamala; Arjudin Arjudin; Muhammad Turmuzi; Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.789

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun dalam proses pembelajaran matematika disekolah, rendahnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas, dan kebiasaan siswa yang tidak baik dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Sembalun Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas VIII dengan jumlah 45 siswa. Sampel yang digunakan adalah total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar matematika sebesar 47 ; (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika sebesar ; (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika dengan sumbangan efektif sebesar  dan sumbangan efektif masing-masing variabel berturut-turut  dan %. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika dalam menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin Ridho Yudha Pratama; Arjudin Arjudin; Nurul Hikmah; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.792

Abstract

Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, namun kemampuan literasi matematika siswa masih sangatlah rendah. Hal ini dikarenakan masih kurangnya informasi yang membahas secara rinci kemampuan literasi matematika siswa sehingga belum adanya upaya dalam meningkatkan literasi matematika di indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa kelas X dalam menyelesaikan soal cerita SPLTV berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Indikator literasi matematika yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada komponen proses literasi matematika, yakni 1) Komunikasi, 2) matematisasi, 3) penalaran dan pemberian alasan, 4) Strategi untuk memecahkan masalah, dan 5) Penggunaan operasi dan bahasa simbol, bahasa formal dan bahasa teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan siswa perempuan telah mampu menyampaikan informasi yang terdapat pada masalah, mengubah kalimat sehari-hari menjadi bentuk matematika, merancang strategi untuk memecahkan masalah, menggunakan operasi matematika dan bahasa dalam memecahkan masalah, serta memberikan pembuktian dan kesimpulan terkait solusi yang ditemukan. Diperoleh juga adanya perbedaan kemampuan siswa laki-laki dan siswa perempuan yang terletak pada komponen penalaran dan pemberian alasan, dimana siswa laki-laki sudah dapat memberikan kesimpulan yang tepat, sedangkan siswa perempuan belum mampu memberikan kesimpulan dari solusi yang ditemukan.
Hubungan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Komunikasi Matematis dengan Hasil Belajar Matematika Fatia Ningsih Erayani; Nyoman Sridana; Arjudin Arjudin; Baidowi Baidowi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.845

Abstract

Kepercayaan diri atau self-confidence merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Sedangkan Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan ide matematika baik secara lisan maupun tulisan. Sikap percaya diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa sangatlah perlu diperhatikan dan dikembangkan karena memiliki peranan penting bagi siswa dalam menjalankan proses pembelajaran ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX Mts. Al-Aziziyah Putri, dengan sampel penelitian sejumlah 36 siswa dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kepercayaan diri dan tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,032<0,05 dengan nilai pearson correlation 0,435. Nilai signifikan X1 terhadap Y sebesar 0,016<0,05 dengan  nilai pearson correlation 0,398. Dan nilai signifikan X2 terhadap Y sebesar 0,049<0,05 dengan nilai pearson correlation 0,331. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif secara bersama-sama antara kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap hasil belajar matematika, terdapat hubungan positif kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika, dan terdapat hubungan positif kemampuan komunikasai matematis dengan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Ditinjau Dari Self Efficacy Riani Olivia; Arjudin Arjudin; Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.847

Abstract

Matematika merupakan ilmu dasar yang peranannya sangat penting dalam kehidupan manusia. Siswa dituntut menguasai beberapa kemampuan matematika salah satunya yaitu kemampuan komunikasi matematis. Selain itu, siswa juga harus memahami faktor psikis dirinya yang menunjang dalam memahami matematika salah satunya self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self efficacy siswa kelas XI SMAN 1 Praya Timur Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat self efficacy tinggi siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dan kesimpulan dengan tepat. Untuk indikator membaca siswa mampu menentukan permisalan variabel, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian. Sedangkan siswa dengan tingkat self efficacy rendah Untuk indikator menulis siswa mampu menuliskan apa yang diketahui. Selanjutnya untuk indikator membaca siswa belum mampu menntukan permisalan vaiabel dengan tepat, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian namun masih kurang lengkap.
Pengaruh Pemberian Scaffolding dalam Penyelesaian Masalah Materi Jarak dalam Ruang Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Riza Alipvia; Sripatmi Sripatmi; Baidowi Baidowi; Arjudin Arjudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.871

Abstract

Matematika adalah ilmu universal yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu. Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang optimal diperlukan peranan guru, penerapan model pembelajaran serta bantuan belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pemberian scaffolding dalam penyelesaian masalah materi jarak dalam ruang terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII SMAN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain true experimental. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XII IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa scaffolding dan kelas XII IPA 2 sebagai kelas kontrol yang diberikan latihan soal dan diskusi. Instrumen penelitian terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), angket motivasi belajar dan soal tes. Teknik analisis data berupa uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Terdapat perbedaan rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. (2) Rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih besar, yaitu 45,94 berada pada kategori sedang dan 80,71 yang berada pada kategori cukup.  Adapun rata-rata motivasi dan hasil belajar yang diperoleh kelas kontrol  yaitu 43,11 berada pada kategori sedang dan 73,60 pada kategori cukup. Besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap motivasi belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,57 atau sebesar 33%. Sedangkan besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian  scaffolding terhadap hasil belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,73 atau sebesar 43%.
Pengembangan Media Pembelajaran Tabung Penjumlahan Berbasis Montessori Untuk Siswa Kelas II SDN 3 Kabar Lombok Timur Tahun Ajaran 2022/2023 Winda Harmayanti; Arjudin Arjudin; Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.894

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dalam proses pembelajaran di kelas II SDN 3 Kabar. Guru hanya menulis materi di papan tulis kemudian dijelaskan dengan bantuan buku tema. Oleh karena itu peneliti menggagas untuk mengembangkan media pembelajaran tabung penjumlahan berbasis montessori sebagai media untuk menunjang pembelajaran di kelas II SDN 3 Kabar. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan media pembelajaran tabung penjumlahan berbasis montessori, (2) menghasilkan tabung penjumlahan berbasis montessori yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analisys (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Tempat dilakukannya penelitian ini yaitu di SDN 3 Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket dan tes materi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tabung penjumlahan berbasis montessori sudah memenuhi kriteria valid dengan persentase 89,77% dari ahli media dan 74,28% dari ahli materi. Sedangkan dari respon guru dan siswa menunjukkan bahwa media tabung penjumlahan berbasis montessori sudah memenuhi kriteria sangat praktis dengan persentase 81,25% dari respon guru dan 93,87% dari respon siswa. Berdasarkan hasil rata-rata pretest dan posttest didapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 41,77 dan diperoleh N-gain dengan kriteria tinggi ada 14 siswa dan 3 siswa memperoleh N-gain dengan kriteria sedang. Nilai rata-rata N-gain secara keseluruhan sebesar 0,82 yang menunjukkan bahwa peningkatan  nilai siswa berada pada kriteria tinggi. Jika dilihat dari kriteria ketuntasan maksimum (KKM) yaitu 64, maka persentase tingkat ketuntasan nilai siswa sebesar 100% dengan rata-rata posttest yaitu 90. Maka dapat dinyatakan bahwa media tabung penjumlahan berbasis montessori sudah layak dari aspek valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa kelas II SDN 3 Kabar.
Pengaruh Metode Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas IV SDN 1 Mamben Baru Kabupaten Lombok Timur Fathurrahmah Fathurrahmah; Arjudin Arjudin; Nurul Kemala Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.989

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu menggunakan metode yang membuat siswa aktif seperti metode discovery learning. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh metode discovery learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SDN 1 Mamben Baru Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik yang menggunakan metode discovery learning (kelas eksperimen) adalah 87,55, sedangkan nilai rata-rata peserta didik  tanpa menggunakan metode discovery learning (kelas kontrol) adalah 78,52.Berdasarkan hasil uji t-test dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel  yaitu 2,577 > 2,026 pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (𝑑𝑘 = 37). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehinga hasil penelitian ini “signifikan”. Metode ini berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa, sehingga perlu diterapkan di kelas.