Claim Missing Document
Check
Articles

The Experience of Traumatic Father Loss in Late Adolescence and the Emotional Recovery Process Kasenda, Rinna Yuanita; Carla Claudia Waleleng; Dinsiana Momongan; Dinda Mamonto; Ayu Ekaristi Br Ginting; Renita Hanaya Br Tarigan
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #2
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1192

Abstract

The loss of a father during late adolescence often results in serious psychological trauma that disrupts emotional and social development. This study aimed to explore the traumatic experiences associated with father loss and the process of emotional recovery in late adolescents. Using a qualitative case study design, the population comprised late adolescents who experienced the sudden loss of a father, with a purposive sample of one participant who met the age and experiential criteria. The primary instrument was a semi-structured in-depth interview, which was analyzed using a descriptive qualitative approach through thematic coding and interpretation of subjective meanings. The findings revealed trauma symptoms such as flashbacks, trigger-related anxiety, concentration difficulties, and avoidance behaviors. Emotional recovery was supported by social support from a romantic partner and spiritual practices, particularly prayer. The conclusion emphasizes that the combination of these factors facilitates self-acceptance and emotional resilience, and it recommends holistic interventions in adolescent counseling.
Pengaruh Pengalaman Traumatik Dengan Gangguan Stres Pascatrauma (Ptsd) Pada Remaja Rinna Yuanita Kasenda; Rachelia Kimbal; ⁠Yerikho pratasik; Jonathan Tindas; Angelita Martono; Chrystilia Rengkuan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5699

Abstract

This study addresses the high risk of post-traumatic stress disorder (PTSD) in adolescents resulting from traumatic experiences during critical developmental stages. The research aims to examine the relationship and influence of traumatic experiences on PTSD levels in adolescents aged 13–19 years. A quantitative correlational method with purposive sampling was utilized. The population consisted of adolescents who experienced trauma in the past two years, sampling 50 participants. Instruments included a traumatic experience scale and a PTSD scale based on DSM-5 criteria, using a 1–5 Likert scale. Data analysis involved validity and reliability tests, Pearson Product Moment correlation, and simple regression. Results revealed a positive and significant correlation between traumatic experiences and PTSD levels (r=0.672; p<0.05), with traumatic experiences explaining 45% of PTSD variance. The study concludes the critical need for early detection and psychological intervention to mitigate trauma’s negative effects on adolescent mental health. Furthermore, strengthening social support and coping strategies is vital as protective factors.
Trauma Masa Kecil pada Masyarakat Dewasa Muda di Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara Rinna Yuanita Kasenda; Natasya Refincha Avriel Kairupan; Putri Keren Thio; Melati S.A Sjarifuddin; Mutiara Megalestari Undap; Marchelyn Brigitha Ribka Supit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5974

Abstract

Trauma masa kecil secara signifikan memengaruhi kesejahteraan psikologis dewasa muda di tengah tekanan sosial modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengalaman trauma masa kecil, dampak psikologis, dan mekanisme coping pada dewasa muda di Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, menggunakan lima dimensi Bernstein et al. (2003). Pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling menargetkan usia 18-30 tahun berpengalaman trauma (sampel hingga saturasi). Pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, dianalisis model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan dengan triangulasi). Hasil menunjukkan emotional abuse dan neglect paling dominan, diikuti physical neglect, abuse, dan sexual abuse jarang, dengan dampak rendahnya harga diri, disregulasi emosi, keterikatan tidak aman, dan tantangan relasi sosial akibat normalisasi budaya. Kesimpulan merekomendasikan program literasi kesehatan mental, pelatihan konselor sekolah, dan dukungan psikososial pencegahan lintas generasi, dengan keterbatasan ukuran sampel dan generalisasi.
Peran Bimbingan Konseling dalam Pemulihan Trauma Psikologis pada Korban Bencana Alam: Sebuah Kajian Pustaka Rinna Yuanita Kasenda; Anatacia Michelle Tasiam; Stevania Tambuwun; Silvia Appulembang; Maya Elvianti Tikat; Cika Faradila Umalekhoa; Nabila Wahyuni Midu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8670

Abstract

Bencana alam menimbulkan konsekuensi psikologis mendalam yang memerlukan intervensi konseling komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesiskan temuan terkini mengenai peran bimbingan konseling dalam pemulihan trauma psikologis pada korban bencana alam. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020, menganalisis literatur akademis dari basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, JSTOR, dan Cochrane Library. Populasi penelitian mencakup seluruh literatur akademis periode 2020-2025 dalam bahasa Inggris dan Indonesia mengenai konseling dan pemulihan trauma bencana alam. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Analisis data menggunakan content analysis kualitatif, thematic analysis, dan narrative synthesis approach untuk mengorganisasi temuan ke dalam kategori tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy, Eye Movement Desensitization and Reprocessing, dan pendekatan terintegrasi spiritual terbukti efektif mengurangi gejala PTSD, depresi, dan kecemasan, dengan mekanisme kerja melibatkan pemrosesan emosional, peningkatan efikasi diri, mobilisasi dukungan sosial, dan fasilitasi pertumbuhan pascatrauma. Implementasi menghadapi tantangan struktural mencakup keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, stigma sosial, dan hambatan institusional. Kesimpulannya, konseling berbasis bukti yang diadaptasi secara kultural terbukti efektif dalam pemulihan trauma bencana alam, namun memerlukan integrasi sistematis, pelatihan profesional berkelanjutan, dan dukungan sumber daya berkelanjutan untuk implementasi optimal.
Penerapan Layanan Konseling Kelompok Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siawa di SMP Frater Don Bosco Tomohon Silitonga, Mora; Mangantes, Meisie L.; Kasenda, Rinna Y.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the implementation of group counseling services can improve students' learning interest at SMP Frater Don Bosco Tomohon. Learning interest is one of the important factors that influence students' success in the education process. Lack of learning interest can impact low academic achievement, motivation, and student participation in learning activities. This study uses Guidance and Counseling Action Research (GCAR/PTBK in Indonesian). The research subjects are students with low levels of learning interest based on the results of the initial questionnaire. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, and documentation. Group counseling services were provided in several sessions with materials designed to raise awareness, motivation, and students' learning responsibility. The results showed a significant increase in students' learning interest after participating in group counseling services. This is evident from the increase in learning interest questionnaire scores before and after the intervention. Thus, it can be concluded that group counseling services are effective in improving students' learning interest at SMP Frater Don Bosco Tomohon
Pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap Regulasi Emosi Anggota Kepolisian (Dit Reskrimsus) Polda Sulawesi Utara dalam Menghadapi Tekanan Publik Tendean, Candy; Kasenda, Rinna Yuanita; Kapahang, Gloridei Lingkanbene
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4280

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengelola, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara adaptif sesuai dengan tuntutan situasi. Pada profesi kepolisian, khususnya anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), regulasi emosi menjadi kompetensi penting karena tingginya tekanan publik, beban kerja, serta risiko konflik dalam pelaksanaan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal terhadap regulasi emosi anggota Dit Reskrimsus Polda Sulawesi Utara dalam menghadapi tekanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 anggota Dit Reskrimsus yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian terdiri dari Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikembangkan oleh Gross dan John untuk mengukur regulasi emosi, serta skala komunikasi interpersonal berdasarkan aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi dengan kontribusi sebesar 68,5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berperan penting dalam membantu anggota kepolisian mengelola emosi secara adaptif ketika menghadapi tekanan publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan komunikasi interpersonal sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia kepolisian.
Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Anggota Kepolisian di Sekolah Polisi Negara Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Daniel, Tandaju Christian; Mandang, Jofie Hilda; Kasenda, Rinna Yuanita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4294

Abstract

Kinerja anggota kepolisian merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan tugas institusi Polri, khususnya pada lembaga pendidikan kepolisian seperti Sekolah Polisi Negara (SPN). Variabel beban kerja diidentifikasi sebagai salah satu determinan yang memiliki keterkaitan dengan tingkat efektivitas kerja personel. Distribusi tugas yang tidak seimbang berisiko memicu tekanan fisik maupun mental, yang pada akhirnya dapat mendegradasi standar profesionalisme kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap kinerja anggota kepolisian di Sekolah Polisi Negara Polda Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 anggota kepolisian yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa skala beban kerja, serta skala kinerja. Melalui penerapan teknik regresi linear sederhana, ditemukan bahwa variabel beban kerja memiliki implikasi positif dan bermakna secara statistik terhadap capaian kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat keterkaitan linear yang signifikan antara beban tugas dengan performa subjek penelitian anggota kepolisian dengan nilai signifikansi p < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,07 Nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa hanya 7% dari variabilitas kinerja yang dapat diatribusikan pada faktor beban kerja. Porsi selebihnya ditentukan oleh dimensi-dimensi lain yang berada di luar model penelitian yang diajukan. Hasik ini menunjukkan bahwa meskipun beban kerja berpengaruh signifikan, pengelolaan faktor psikososial dan organisasi lainnya juga menjadi aspek penting dalam peningkatan kinerja anggota kepolisian.
Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMTK Berea Tondano: Penelitian Tom, Conni Agnesti; Kasenda, Rinna Y.; Nainggolan, Deklay
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract di SMTK Berea Tondano. Masalah awal menunjukkan disiplin siswa masih rendah, ditandai keterlambatan, pelanggaran aturan, dan kurangnya tanggung jawab terhadap tugas. Penelitian melaksanakan pendekatan PTBK dalam dua siklus dengan enam siswa sebagai subjek yang dipilih karena tingkat disiplin yang rendah. Data diperoleh melalui angket dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pra-tindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap dari kategori rendah pada pra-tindakan, menjadi sedang pada siklus I, hingga tinggi pada siklus II, sehingga teknik behavior contract terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa.
Layanan Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP PGRI Pinaras Tamuntuan, Angelista; Tiwa, Tellma M.; Kasenda, Rinna Yuanita
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMP PGRI PINARAS melalui program Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan melalui pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Subjek yang terlibat adalah empat siswa kelas VII di SMP PGRI Pinaras yang mengalami kendala dalam hal percaya diri. Instrumen penelitian meliputi Observasi, Dokumentasi, dan Angket percaya diri yang terdiri dari 15 pernyataan dengan menggunakan skala likert 4. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada rata-rata skor percaya diri dari 22,5 dengan kategori rendah di pra-siklus, meningkat menjadi 38,25 dalam kategori sedang pada siklus I, dan lebih tinggi lagi menjadi 50,25 yang masuk kategori tinggi pada siklus II. Oleh karena itu, Layanan Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Terapi Perilaku Kognitif terbukti efektif dalam meningkatkan percaya diri para siswa yang berpartisipasi di SMP PGRI Pinaras.
The Effect of Principal Leadership on Student Bullying Behavior in Public Senior High Schools in Manado City Kasenda, Rinna Y.; Rawis, Joulanda A. M.; Lumapow, Harol R.; Tiwa, Tellma M.
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying in senior high school settings constitutes a serious issue in educational management, as it directly affects students’ sense of safety, psychological well-being, and the overall quality of the learning process. Principals are normatively positioned as strategic actors in fostering a safe, violence-free school culture. However, the assumption that principal leadership automatically exerts a direct impact on students’ bullying behavior has rarely been examined empirically, particularly within the context of public schools. This study aims to critically analyze the influence of principal leadership on bullying behavior among students in public senior high schools in Manado City. This study employed a quantitative approach using an explanatory survey design. The research population consisted of all students enrolled in public senior high schools in Manado City, with a sample of 385 students determined using the Lemeshow formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring principal leadership and students’ bullying behavior. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software, including validity testing, reliability testing, model fit evaluation, and structural relationship analysis. The results indicate that principal leadership does not have a direct and significant effect on student’s bullying behavior. This finding suggests that principal leadership operates indirectly and primarily functions at the structural and policy levels, whereas bullying behavior is shaped through students’ everyday social dynamics. Therefore, bullying prevention cannot rely solely on formal leadership, but requires the strengthening of school systems, a supportive school climate, and consistent educational practices. This study contributes theoretically by affirming that the relationship between principal leadership and bullying behavior is non-linear. Practically, the findings recommend that principals should not focus exclusively on administrative aspects, but also enhance the implementation mechanisms of anti-bullying policies to effectively reach students’ actual behavior within the school environment.
Co-Authors Anatacia Michelle Tasiam Angela Kojoh Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Aruperes, Vamela Ayu Ekaristi Br Ginting Bolung, Miracle Samuel Briggta Rantung Carla Claudia Waleleng Chotimah, Kencana Khusnul Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Daniel, Tandaju Christian Deklay Nainggolan Dinda Mamonto Dinsiana Momongan Dominicus Tinus E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Eunike S Tulenan Hartati, Meike E. Hiola, Taufik R. Jasin Taher Jessica K Singal Jonathan Tindas Joulanda A. M. Rawis Kamal, Luluk Syahrul Kapahang, Gloridei Lingkanbene Kaparang, Christia G Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Liu, Arnold C Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Mandang, Jofie Hilda Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Maya Elvianti Tikat Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Mokoagow , Tata P. Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Natasya Refincha Avriel Kairupan Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Pantow, Anssy Syahfitiri Paul M. Heydemans Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Renita Hanaya Br Tarigan Rompis, Anissa Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Sasuwu, Chrispian Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Silitonga, Mora Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Stevania Tambuwun Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tamuntuan, Angelista Tangkelangngan, Irma Tarente , Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma Monna Tiwa Tendean, Candy Timban, Meily Christilia Miranda Tiwa, Tellma M. Tom, Conni Agnesti Tulungen, Chrisna Vamela Aruperes Warawarin, Klaudia Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino ⁠Yerikho pratasik