Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Experience of Traumatic Father Loss in Late Adolescence and the Emotional Recovery Process Kasenda, Rinna Yuanita; Carla Claudia Waleleng; Dinsiana Momongan; Dinda Mamonto; Ayu Ekaristi Br Ginting; Renita Hanaya Br Tarigan
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #2
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1192

Abstract

The loss of a father during late adolescence often results in serious psychological trauma that disrupts emotional and social development. This study aimed to explore the traumatic experiences associated with father loss and the process of emotional recovery in late adolescents. Using a qualitative case study design, the population comprised late adolescents who experienced the sudden loss of a father, with a purposive sample of one participant who met the age and experiential criteria. The primary instrument was a semi-structured in-depth interview, which was analyzed using a descriptive qualitative approach through thematic coding and interpretation of subjective meanings. The findings revealed trauma symptoms such as flashbacks, trigger-related anxiety, concentration difficulties, and avoidance behaviors. Emotional recovery was supported by social support from a romantic partner and spiritual practices, particularly prayer. The conclusion emphasizes that the combination of these factors facilitates self-acceptance and emotional resilience, and it recommends holistic interventions in adolescent counseling.
Pengaruh Pengalaman Traumatik Dengan Gangguan Stres Pascatrauma (Ptsd) Pada Remaja Rinna Yuanita Kasenda; Rachelia Kimbal; ⁠Yerikho pratasik; Jonathan Tindas; Angelita Martono; Chrystilia Rengkuan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5699

Abstract

This study addresses the high risk of post-traumatic stress disorder (PTSD) in adolescents resulting from traumatic experiences during critical developmental stages. The research aims to examine the relationship and influence of traumatic experiences on PTSD levels in adolescents aged 13–19 years. A quantitative correlational method with purposive sampling was utilized. The population consisted of adolescents who experienced trauma in the past two years, sampling 50 participants. Instruments included a traumatic experience scale and a PTSD scale based on DSM-5 criteria, using a 1–5 Likert scale. Data analysis involved validity and reliability tests, Pearson Product Moment correlation, and simple regression. Results revealed a positive and significant correlation between traumatic experiences and PTSD levels (r=0.672; p<0.05), with traumatic experiences explaining 45% of PTSD variance. The study concludes the critical need for early detection and psychological intervention to mitigate trauma’s negative effects on adolescent mental health. Furthermore, strengthening social support and coping strategies is vital as protective factors.
Trauma Masa Kecil pada Masyarakat Dewasa Muda di Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara Rinna Yuanita Kasenda; Natasya Refincha Avriel Kairupan; Putri Keren Thio; Melati S.A Sjarifuddin; Mutiara Megalestari Undap; Marchelyn Brigitha Ribka Supit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5974

Abstract

Trauma masa kecil secara signifikan memengaruhi kesejahteraan psikologis dewasa muda di tengah tekanan sosial modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengalaman trauma masa kecil, dampak psikologis, dan mekanisme coping pada dewasa muda di Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, menggunakan lima dimensi Bernstein et al. (2003). Pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling menargetkan usia 18-30 tahun berpengalaman trauma (sampel hingga saturasi). Pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, dianalisis model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan dengan triangulasi). Hasil menunjukkan emotional abuse dan neglect paling dominan, diikuti physical neglect, abuse, dan sexual abuse jarang, dengan dampak rendahnya harga diri, disregulasi emosi, keterikatan tidak aman, dan tantangan relasi sosial akibat normalisasi budaya. Kesimpulan merekomendasikan program literasi kesehatan mental, pelatihan konselor sekolah, dan dukungan psikososial pencegahan lintas generasi, dengan keterbatasan ukuran sampel dan generalisasi.
Peran Bimbingan Konseling dalam Pemulihan Trauma Psikologis pada Korban Bencana Alam: Sebuah Kajian Pustaka Rinna Yuanita Kasenda; Anatacia Michelle Tasiam; Stevania Tambuwun; Silvia Appulembang; Maya Elvianti Tikat; Cika Faradila Umalekhoa; Nabila Wahyuni Midu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8670

Abstract

Bencana alam menimbulkan konsekuensi psikologis mendalam yang memerlukan intervensi konseling komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesiskan temuan terkini mengenai peran bimbingan konseling dalam pemulihan trauma psikologis pada korban bencana alam. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020, menganalisis literatur akademis dari basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, JSTOR, dan Cochrane Library. Populasi penelitian mencakup seluruh literatur akademis periode 2020-2025 dalam bahasa Inggris dan Indonesia mengenai konseling dan pemulihan trauma bencana alam. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Analisis data menggunakan content analysis kualitatif, thematic analysis, dan narrative synthesis approach untuk mengorganisasi temuan ke dalam kategori tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy, Eye Movement Desensitization and Reprocessing, dan pendekatan terintegrasi spiritual terbukti efektif mengurangi gejala PTSD, depresi, dan kecemasan, dengan mekanisme kerja melibatkan pemrosesan emosional, peningkatan efikasi diri, mobilisasi dukungan sosial, dan fasilitasi pertumbuhan pascatrauma. Implementasi menghadapi tantangan struktural mencakup keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, stigma sosial, dan hambatan institusional. Kesimpulannya, konseling berbasis bukti yang diadaptasi secara kultural terbukti efektif dalam pemulihan trauma bencana alam, namun memerlukan integrasi sistematis, pelatihan profesional berkelanjutan, dan dukungan sumber daya berkelanjutan untuk implementasi optimal.
Co-Authors Anatacia Michelle Tasiam Angela Kojoh Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Aruperes, Vamela Ayu Ekaristi Br Ginting Bolung, Miracle Samuel Briggta Rantung Carla Claudia Waleleng Chotimah, Kencana Khusnul Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Deklay Nainggolan Dinda Mamonto Dinsiana Momongan Dominicus Tinus E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Eunike S Tulenan Hartati, Meike E. Hiola, Taufik R. Jasin Taher Jessica K Singal Jonathan Tindas Kamal, Luluk Syahrul Kaparang, Christia G Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Liu, Arnold C Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Maya Elvianti Tikat Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Mokoagow , Tata P. Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Natasya Refincha Avriel Kairupan Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Pantow, Anssy Syahfitiri Paul M. Heydemans Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Renita Hanaya Br Tarigan Rompis, Anissa Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Sasuwu, Chrispian Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Stevania Tambuwun Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tangkelangngan, Irma Tarente , Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma Monna Tiwa Timban, Meily Christilia Miranda Tulungen, Chrisna Vamela Aruperes Warawarin, Klaudia Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino ⁠Yerikho pratasik