Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Lesson Study Sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Mengajar Dosen dan Kualitas Pembelajaran dalam Perkuliahan Mata Kuliah Kalkulus I Chusnal Ainy; Shoffan Shoffa; Sandha Soemantri
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 1 No. 2 (2018): JRPIPM April 2018 Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n2.p82-94

Abstract

Abstrak Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sudah sepatutnya memperhatikan mutu pendidikan lembaganya berupa kualitas dosen dalam memahami dan menyampaikan materi serta kualitas perkuliahan dalam cara penyampaian materi yang baik, pemilihan metode yang tepat, serta mahasiswa yang berpartisipasi aktif. Peningkatan kualitas perkuliahan telah banyak dilakukan namun masih belum banyak hasilnya. Untuk itulah Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) perlu melakukan penelitian berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran tersebut. Salah satu upaya untuk memenuhi peningkatan kualitas pembelajaran  tersebut adalah dengan melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan model Lesson Study (LS) untuk meningkatkan kemampuan dosen dan kualitas pembelajaran dalam mata kuliah Kalkulus I.  Lesson Study (LS) merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik yang melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas yang saling membantu dalam belajar untuk membangun komunitas belajar. Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik dalam rangka mewujudkan prestasi dan atmosfer akademik secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang bagaimana pelaksanaan Lesson Study (LS), bagaimana peningkatan kemampuan dosen, serta bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran pada perkuliahan mata kuliah Kalkulus I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif menggambarkan kondisi nyata data yang diteliti, sedangkan data kualitatif menjadi pelengkap data kuantitatif yang bertujuan mempelajari dan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang diperoleh dari lapangan. Subjek penelitian adalah dua puluh sembilan orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mata kuliah Kalkulus I tahun akademik 2015-2016. Dosen yang terlibat dalam tim kelompok bidang keahlian sebanyak empat orang. Observer dirangkap oleh tim KBK yang tidak menjadi dosen model. Dosen model yang ditunjuk adalah salah satu anggota tim KBK secara bergantian yang ditentukan dalam musyawarah.Setelah melalui 3 siklus proses pembelajaran, Lesson Study (LS) memberikan dampak yang cukup signifikan. Peningkatan pembelajaran dan peningkatan penguasaan dosen pada setiap siklus terlihat dari hasil kuesioner kepuasan mahasiswa. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami kenaikan sebesar 218, sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami kenaikan sebesar 291. Peningkatan juga terlihat dari hasil tes dan ketuntasan yang dicapai oleh lebih dari 65% mahasiswa.   Abstract The Institute of Teacher Education should pay attention to the education quality of its institutions in the form of lecturer quality in understanding and delivering the material and the quality of lectures such as good material delivery, selection of appropriate methods, and how to involve students actively participate in the learning process. Much improvement in the quality of lectures has been done but there are still not many results. For this reason, Teaching and Education Faculty (FKIP) Mathematics Education Study Program of Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) needs to conduct research related to improving the quality of learning. This study used Lesson Study (LS) to improve the ability of lecturers and the quality of learning in Calculus I. Lesson Study (LS) is a model of educator professional development through the study of collaborative and sustainable learning, based on the principles of collegiality that help each other to build a learning community. Besides, it is also conducted to realize academic atmosphere and achievements collaboratively and sustainably based on collegiality principles and mutual learning to build learning community.This study aims to describe how the implementation of Lesson Study (LS), how to improve the ability of lecturers, and how to improve the quality of learning in the course of Calculus I. The approach used in this study is a combination of qualitative and quantitative. Quantitative data illustrates the real conditions of the data under study, while qualitative data complements quantitative data which aims to study and describe phenomena obtained from the field. The research subjects were 29 students who enroll Calculus I in the academic year 2015-2016. Four lecturers in the Expertise Group Team were involved. The Observer was held by the team which did not become a lecturer model. The appointed lecturer is one of the members of the team alternately specified in the deliberation.After going through 3 learning process cycles, Lesson Study (LS) has a significant impact. Improved learning and increased mastery of lecturers in each cycle can be seen from the results of the student satisfaction questionnaire. From cycle 1 to cycle 2 there was a score increase of 218, while from cycle 2 to cycle 3 it increased by 291. The increase was also seen from the results of tests and completeness achieved by more than 65% of students. 
Developing creative-problem-solving-based student worksheets for transformation geometry course Febriana Kristanti; Chusnal Ainy; Shoffan Shoffa; Siti Khabibah; Siti Maghfirotun Amin
International Journal on Teaching and Learning Mathematics Vol 1, No 1 (2018): June (This issue published papers with authors/co-authors from 7 universities/in
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijtlm.v1i1.5581

Abstract

Students’ reasoning ability in understanding the concepts in the Transformation Geometry course is still low. One of the causes is that there are no teaching materials, namely Student Worksheets that provide opportunities for students to be actively involved in creative learning processes; as a result, their reasoning skills are not well crafted. Therefore, it is necessary to develop a Student Worksheet that can strengthen students’ creative techniques and reasoning. The purpose of this study was to determine the feasibility of Student Worksheet products in terms of validity, practicality, and effectiveness. This research is an ADDIE development research whose stages comprise analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used in this study were validation sheets, student response questionnaires, learning outcomes, and learning implementation observation sheets. The results of this study were Creative Problem Solving (CPS) based Student Worksheet products in Geometry Transformation courses, and Student Worksheet eligibility, declared feasible in terms of (a) Validity; the worksheet validation results were in the very good category (4.36) (b) Practicality; the results of student response questionnaires to Student Worksheets were in a good category (31.16), and (c) effectiveness; the results of the test of student learning outcomes were in a good category (72%).
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Permainan Kreatif dengan Media Hanger Play terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Surabaya Noor Riyadi Hidayat; Shoffan Shoffa; Himmatul Mursyidah; Iis Holisin
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 6, No 1 (2021): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v6i1.8491

Abstract

Belajar merupakan kegiatan penting bagi setiap orang. Sebuah survey memperlihatkan bahwa 82% anak-anak yang masuk sekolah pada usia 5-6 tahun memiliki citra diri positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri. Namun angka tersebut turun drastis menjadi hanya 18% ketika usia mereka beranjak 16 tahun. Penyebab menurunnya kemampuan belajar ini adalah sikap malas, menggampangkan tugas, dan cara belajar siswa di rumah yang terlalu santai. Sama halnya ketika siswa belajar matematika. Diketahui konsep matematika pada umumnya bersifat abstrak sehingga sulit bagi siswa untuk dapat memahami materi dengan hanya mendengarkan penjelasan guru. Berdasarkan survey tersebut, digunakan pembelajaran permainan kreatif dengan menggunakan media Hanger Play sebagai alat bantu untuk menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode permainan kreatif dengan media Hanger Play terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 11 Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Karena penelitian ini berupaya mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan metode permainan kreatif dengan media Hanger Play terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Kemudian di kembangkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan metode permainan kreatif dengan media Hanger Play terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa yang. Selain itu, dari hasil observasi diperoleh tingkat signifikan yang tinggi (siswa tertarik) terhadap pembelajaran matematika menggunakan metode dan media tersebut.
Penerapan Teori Belajar Bruner dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik di Kelas III SD Muhammadiyah 9 Surabaya Ervayani Ervayani; Iis Holisin; Shoffan Shoffa
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 1, No 1 (2016): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.632 KB) | DOI: 10.30651/must.v1i1.102

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai harian siswa kelas III SD Muhammadiyah 9 Surabaya yang belum mencapai KKM dan guru yang masih menggunakan metode klasikal dan ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penerapan Teori Belajar Brunner Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Di Kelas III SD Muhammadiyah 9 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dan respon siswa setelah penerapan teori belajar Bruner dengan pendekatan pendidikan matematika realistik. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 9 Surabaya. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 17 dan dibagi menjadi empat kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, observasi, angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori belajar Bruner dengan pendekatan pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SD Muhammadiyah 9 Surabaya sebesar 26,22 %, Aktivitas siswa sebesar 87,4%, aktivitas keterlaksanaan guru sebesar 91,6% dan respon siswa terhadap penerapan teori belajar Bruner dengan pendekatan pendidikan matematika realistik sebesar 96,7%.
Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Metode Numerik dengan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Shoffan Shoffa; Endang Suprapti
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 2, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.51 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil evaluasi pada Mata kuliah metode numerik, hasil belajar mahasiswa mahasiswa pendidikan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya  dari 20 mahasiswa telihat bahwa bahwa hasil belajar  4 peserta didik atau 22,2 % tuntas belajar dan masih ada 14 peserta didik atau 78,2 tidak tuntas belajar dengan rata-rata nilai 44,87. Berdasarkan pendapat peserta didik menyatakan perkuliahan mata kuliah metode Numerik dikarenakan  materi kuliah termasuk baru dan mempunyai tingkat kesulitan tinggi, sistem perkuliahan menggunakan pembelajaran langsung menyebabkan peserta didik merasa bosan dan cenderung menganggap materi ini sangat sulit, dan refensi bahan ajar baik online maupun hard copy belum mendukung sepenuhnya untuk metode numeric bidang matematika. Dengan demikian perlu model pembelajaran selain pembelajaran langsung yang digunakan agar peserta didik tidak bosan dan tidak merasa sulit.  Dalam hal ini peneliti menggunakan model pembelajaran “Kooperatif tipe Jigsaw” dengan harapan peserta didik bisa bekerjasama dengan anggotanya untuk menemukan pemecahan persoalan sehingga ada interaksi antar peserta didik yang menjadikan pembelajaran menjadi aktif pada peserta didiknya. Model pembelajaran kooperatif lebih ditekankan pada peserta didik yang aktif sehingga diharapkan siswa tidak merasa bosan dan jenuh saat proses pembelajaran. Dan yang paling penting pembelajaran ini diharapkan bisa bermakna pada mahasiswa. Selain itu juga bisa menumbuhkan sikap tanggung jawab pada diri masing-masing mahasiswa. sehingga timbul motivasi belajar yang akan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa
Analisis Perbandingan Pengiriman Barang Menggunakan Metode North West Corner dan Least Cost (Studi Kasus : PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya) Sheila Maulidyna Yusanti; Wudjud Soepeno Dihardjo; shoffan shoffa
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 2, No 1 (2017): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.427 KB) | DOI: 10.30651/must.v2i1.243

Abstract

Pengiriman barang di PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya tidak memperhitungkan masalah transportasi yang ditinjau dari jarak dan beban akomoditas pengiriman hasil produksinya ke beberapa tempat tujuan dengan menggunakan metode transportasi, melainkan PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya masih menggunakan hitungan berdasarkan arah jalur pengiriman yang dapat ditempuh searah oleh staff pengiriman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyelesaian pengiriman barang menggunakan metode North West Corner dan Least Cost. Penelitian ini dilakukan di PT. Coca Cola Amatil Indonesia, Rungkut-Surabaya dengan subjek hasil produksi dari PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya dan objek adalah tempat tujuan distribusi hasil produksi dari PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. Teknik pengumpulan data diperoleh dari studi kepustakaan wawancara dan observasi. Kemudian data dianalisis dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Dengan adanya pengaplikasiaan metode North West Corner dan Least Cost pada pengiriman barang hasil produksi PT. Coca Cola Amatil Indonesia Surabaya, akan membantu pihak perusahaan khususnya bagian pengiriman barang dalam menentukkan rute pengiriman barang karena dengan menggunakan metode North West Corner dan Least Cost tersebut dapat menghitung biaya transportasi yang paling rendah dari satu gudang penyimpanan (depo) menuju ke tempat tujuan. Selain itu, diantara kedua metode yang digunakan dalam penelitian ini perhitungan dengan menggunakan metode Least Cost akan lebih tepat karena perhitungan pada metode tersebut didasarkan pada biaya terendah dari jumlah beban pada setiap perjalanan dari satu penyimpanan barang (depo) menuju ke tempat tujuan.
Penerapan Strategi Meaningful Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika UM Surabaya pada Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Shoffan Shoffa
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 1, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.78 KB) | DOI: 10.30651/must.v1i2.233

Abstract

Salah satu faktor yang seringkali dijadikan tolak ukur keberhasilan pendidikan adalah dengan melihat keberhasilan proses belajar-mengajar dalam mencapai tujuannya. Faktor lain yang sangat berperan saat ini adalah motivasi seorang peserta didik dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk memulai sebuah proses belajar mengajar. Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan tentunya banyak sekali metode-metode pembelajaran yang diterapkan pada kancah lingkungan pendidikan terutama bagi pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi seorang peserta didik Proses pengajaran pengantang pendidikan sering menggunakan metode ceramah, mahasiswa kurang aktif. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa tidak tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan menerapkan strategi meaningful learning dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes, observasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data penelitian, ketuntasan belajar mahasiswa meningkat, pada siklus I yaitu 60,98% dan siklus II meningkat menjadi 78,05%. Keaktifan dosen 67,97% pada siklus I dan 80,47% pada siklus II. Keaktifan siswa siklus I yaitu 51,22% dan siklus II yaitu 75,61%. Respon mahasiswa 75,61% yang menyatakan setuju dalam angket. Dari hasil tersebut, penelitian ini mencapai indikator keberhasilan dan dapat disimpulkan bahwa strategi meaningful learning dapat dilakukan dan diterima mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah pengantar pendidikan. 
PENERAPAN MEDIA PUZZLE CERDAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TAMAN KANAK-KANAK DALAM BERHITUNG Shoffan Shoffa
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.244 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.22

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara dalam menggembangkan kemampuan berhitung permulaan pada anak usia dini khususnya pada anak TK adalah dengan memanfaatkan penggunaan media. Salah satu media dalam mengajarkan matematika berhitung pada pendidikan anak TK adalah penggunaan media puzzle cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan kondisi yang sebenarnya dari suatu peristiwa. Peristiwa yang dimaksud adalah proses pelaksanaan pembelajaran yang ditetapkan dalam kelas dan prestasi belajar anak sebagai hasil dari penerapan metode atau strategi pembelajaran. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanakan tindakan, observasi atau pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al-Amin Medayu Utara Surabaya pada kelompok B dengan jumlah 15 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak meningkat dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil aktivitas guru pada siklus I dan siklus II, kriteria penilaian aktivitas guru meningkat dari  70% ke 80% ; 2) Hasil aktivitas anak pada siklus I dan Siklus II, persentase ketuntasan yang diraih anak meningkat dari 60% ke 75% ; 3) Hasil aktivitas kemampuan kognitif anak dari siklus I dan siklus II, diperoleh data yang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak dalam berhitung 1-20 kelompok B di TK Al-Amin Medayu Utara Surabaya meningkat dari 60% ke 80%. Kesimpulan adalah penggunaan media puzzle cerdas dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam berhitung 1-20. Keyword : Aktivitas Guru, Aktivitas Siswa, kemampuan kognitif anak dalam berhitung, media puzzle cerdas ABSTRACT The condition causes difficulty in learning to count children 1-20. Either to developed numeracy skills of early childhood, especially in children kindergarten was maked use of the media. One of the media in the teaching of mathematics to count on kindergarten children's education is the use of intelligent puzzel media. This study aims to describe or depict the actual condition of an event. The events in question are defined implementation process of learning in the classroom and learning achievement of children as a result of the application of the method or learning strategies. This research is Classroom Action Research (CAR) with a qualitative approach consisting of two cycles. Where each cycle consists of four stages: planning, implementing action, observation and reflection. This research was conducted in the kindergarten Al - Amin Medayu Utara Surabaya in group B with 15 children consisting of 5 boys and 10 girls. Results and discussion of research suggests that cognitive abilities of children increased from cycle I to cycle II. It can be described as follows : 1 ) The results of the activities of teachers in the first cycle and second cycle, the assessment criteria the teacher activity increased from 70 % to 80 % ; 2 ) The results of the activities of children in the first cycle and the second cycle, the percentage of children achieved mastery increased from 60 % to 75 % ; 3 ) The results of the activity of a child's cognitive abilities of the first cycle and second cycle, the data obtained showed that the cognitive abilities of children in group B counting 1-20 in TK Al - Amin Medayu Utara Surabaya increased from 60 % to 80 % . Based on these results, it can be concluded that the use of intelligent puzzel media can enhance the cognitive abilities of children in group B counting 1-20 in TK Al - Amin North Medayu Surabaya . Keyword : Activity Teacher, Student Activities, children's cognitive abilities in math, media savvy puzzel 
Penerapan model experiential learning dan make a match untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa smp Uci Nelly Yuliana; Iis Holisin; Shoffan Shoffa
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 5 No 2 (2019): Edisi Vol. 5 No. 2 Nopember
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v5i2.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran experiential learning dan make a match. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMP Negeri 11 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyaknya siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 60% dan banyaknya siswa yang tuntas pada siklus II sebesar 92,5% atau mengalami peningkatan sebesar 32,5% dari siklus I. Sedangkan peningkatan kemampuannya termasuk kategori sedang yang ditunjukkan oleh besarnya nilai N-gain siklus I sebesar 0,45 dan siklus II sebesar 0,5 mengalami kenaikan sebesar 0,05. Hasil analisis aktivitas siswa aktif siklus I sebesar 91,48% dan aktivitas siswa aktif pada siklus II meningkat sebesar 2,5% menjadi 93,98% termasuk kategori aktif.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar dan Minat Belajar Presti Kiran Putri; Achmad Hidayatullah; Shoffan Shoffa
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.885

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar dan Minat Belajar Peserta Didik Kelas VII yang berjumlah 19 peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kuesioner respon peserta didik dan tes hasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukan nilai = 11.85 dan nilai signifikansi (Sig) adalah 0.001. Karena , yaitu maka ditolak dan diterima. Artinya terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar peserta didik. Lebih lanjut, P-value atau nilai signifikansi 0.001 < 0.05, sehingga pengaruh yang ada adalah signifikan. Kemudian kuesioner respon peserta didik diperoleh persentase untuk keseluruhan pernyataan lebih dari merespon positif. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan hasil belajar dan minat belajar peserta didik jika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Kata kunci: Minat Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray, Hasil Belajar. Abstract This study aims to determine the effect of the Cooperative Learning Model, type Two Stay Two Stray on Learning Outcomes and Learning Interest of Class VII Students, amounting to 19 students. This type of research is quantitative descriptive. The instruments used for this study were the student response questionnaire and the learning achievement test. The results of this study indicate the value = 11.85 and the significance value (Sig) is 0.001. Because, that is, then rejected and accepted. This means that there is an influence of the application of the cooperative learning model Two Stay Two Stray to the learning outcomes of students. Furthermore, the P-value or significance value of 0.001 <0.05, so that the influence is significant. Then the student response questionnaire obtained a percentage for the overall statement more than responding positively. So it can be concluded that there is a positive and significant effect on student learning outcomes and learning interest if using the cooperative learning model type Two Stay Two Stray. Keywords: Learning Interest, Cooperative Learning Model Type Two Stay Two Stray, Learning Outcomes.