Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PTN-BH TERHADAP MOTIVASI KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN Fauzi, Amin; Shoffa, Shoffan
Edum Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v7i2.270

Abstract

Artikel ini mengkaji pengaruh status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) terhadap motivasi kerja tenaga kependidikan. PTN-BH diberikan otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya manusia, yang berdampak pada kebijakan penggajian, pengembangan karir, dan budaya kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa PTN-BH di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi dan kebijakan yang diterapkan di PTN-BH secara signifikan mempengaruhi motivasi tenaga kependidikan, berkontribusi pada peningkatan kualitas Pendidikan.
Penerapan model experiential learning dan make a match untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa smp Uci Nelly Yuliana; Iis Holisin; Shoffan Shoffa
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 5 No 2 (2019): Edisi Vol. 5 No. 2 Nopember
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v5i2.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran experiential learning dan make a match. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMP Negeri 11 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyaknya siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 60% dan banyaknya siswa yang tuntas pada siklus II sebesar 92,5% atau mengalami peningkatan sebesar 32,5% dari siklus I. Sedangkan peningkatan kemampuannya termasuk kategori sedang yang ditunjukkan oleh besarnya nilai N-gain siklus I sebesar 0,45 dan siklus II sebesar 0,5 mengalami kenaikan sebesar 0,05. Hasil analisis aktivitas siswa aktif siklus I sebesar 91,48% dan aktivitas siswa aktif pada siklus II meningkat sebesar 2,5% menjadi 93,98% termasuk kategori aktif.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar dan Minat Belajar Presti Kiran Putri; Achmad Hidayatullah; Shoffan Shoffa
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.885

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar dan Minat Belajar Peserta Didik Kelas VII yang berjumlah 19 peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kuesioner respon peserta didik dan tes hasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukan nilai = 11.85 dan nilai signifikansi (Sig) adalah 0.001. Karena , yaitu maka ditolak dan diterima. Artinya terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar peserta didik. Lebih lanjut, P-value atau nilai signifikansi 0.001 < 0.05, sehingga pengaruh yang ada adalah signifikan. Kemudian kuesioner respon peserta didik diperoleh persentase untuk keseluruhan pernyataan lebih dari merespon positif. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan hasil belajar dan minat belajar peserta didik jika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Kata kunci: Minat Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray, Hasil Belajar. Abstract This study aims to determine the effect of the Cooperative Learning Model, type Two Stay Two Stray on Learning Outcomes and Learning Interest of Class VII Students, amounting to 19 students. This type of research is quantitative descriptive. The instruments used for this study were the student response questionnaire and the learning achievement test. The results of this study indicate the value = 11.85 and the significance value (Sig) is 0.001. Because, that is, then rejected and accepted. This means that there is an influence of the application of the cooperative learning model Two Stay Two Stray to the learning outcomes of students. Furthermore, the P-value or significance value of 0.001 <0.05, so that the influence is significant. Then the student response questionnaire obtained a percentage for the overall statement more than responding positively. So it can be concluded that there is a positive and significant effect on student learning outcomes and learning interest if using the cooperative learning model type Two Stay Two Stray. Keywords: Learning Interest, Cooperative Learning Model Type Two Stay Two Stray, Learning Outcomes.
Integration of Local Cultural Visualization in the DACAR Model to Develop Early Childhood Creativity Gusmaniarti, Gusmaniarti; Shoffa, Shoffan; Wahono, Wahono; May Zahra, Fira
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1416

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of integrating local-wisdom-based visual technology into the DACAR learning model (Description, Analysis, Story, Reflection) to enhance cognitive and creative abilities in early childhood. Conducted at TK ABA 69 Surabaya with 27 children aged 5–6 years, this research employed a descriptive quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. Seven indicators of cognitive and creative development were assessed using a 1–3–5 scoring rubric. Data were collected through observation and task-based instruments and analyzed using paired t-tests for normally distributed data or Wilcoxon Matched-Pairs Tests if normality was not met. Descriptive statistics and visualizations complemented the analysis. Results showed that while posttest scores improved across all indicators, only one—children’s ability to ask relevant questions—demonstrated statistically significant improvement (median = 0.5; CI = 0.5–1; p < 0.05). Other indicators, such as curiosity, analysis, connection to prior experience, creative output, imagination, and local culture recognition, showed nonsignificant changes (median = 0–0.5; p > 0.05). These findings indicate that visual technology effectively supports contextual questioning but is insufficient to foster higher-order thinking and creativity within a short intervention period. Contributing factors include prior familiarity with local culture and limited learning duration. This study recommends expanding assessment tools, applying project-based learning, and integrating digital–physical media to better stimulate exploration, critical thinking, and creativity in early childhood education. 
PREDIKSI LIVABILITY KOTA SURABAYA BERDASARKAN KEPADATAN POPULASI MENGGUNAKAN MODEL LOGISTIK DAN HIRARKI KLASTER Ilma Wardani, Triska; Shoffa, Shoffan; Suryaningtyas, Wahyuni
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v10i1.26288

Abstract

This study aims to predict the population of Surabaya City in 2035 using the logistic model and to classify the livability level of each district based on population density. Secondary data were obtained from Badan Pusat Statistik (BPS) for the years 2010–2023. The population projection was conducted using logistic differential equations, while classification was carried out through agglomerative hierarchical clustering analysis using SPSS. The results indicate that districts with high population density, such as Sawahan, Bubutan, and Simokerto, fall into the low livability category. In contrast, districts like Rungkut, Sambikerep, and Gunung Anyar are categorized as highly livable due to their lower density. These findings suggest an inverse relationship between demographic pressure and livability. The classification output, visualized through maps, provides spatial insight to support urban spatial planning and policy-making. The study recommends equitable infrastructure development, population growth control, and service improvement in less livable areas to enhance the overall quality of life in Surabaya.
Analysis of Students’ Errors in Solving Differential Problems Based on Castolan Theory Holisin, Iis; Shoffa, Shoffan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.829

Abstract

Materi diferensial banyak digunakan sebagai prasyarat pada materi lain dan mata kuliah lain. Namun tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Oleh karena itu tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah diferensial berdasarkan teori Castolan. Teori Castolan meliputi kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan teknik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa peserta mata kuliah matematika dasar. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara dengan instrumen pendukung berupa tiga soal tes masalah deferensial dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa berdasarkan teori Castolan sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan strategi dan kesalahan hitung dan sebagian kecil melakukan kesalahan konsep. Kesalahan konsep terjadi saat mahasiswa salah menentukan rumus. Kesalahan strategi terjadi saat mahasiswa salah menggunakan rumus, tidak mampu menyelesaikan sampai bentuk yang sederhana serta ada data yang hilang. Sedangkan kesalahan hitung sebagian besar karena salah menulis atau menghitung. Adapun penyebab terjadinya kesalan tersebut karena kurang memahami konsep, belum terbiasa menyelesaikan soal yang membutuhkan memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta kurang teliti Dengan mengetahui kesalahan serta penyebabnya dapat menumbuhkembangkan kreativitas dosen untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi mahasiswa. Differential material is widely used as a prerequisite for other materials and other courses. But not a few students who find it difficult to learn it. Therefore, the purpose of this qualitative descriptive research is to describe students’ mistakes in solving differential problems based on the Castor theory. Castor’s theory includes conceptual errors, procedural errors, and technical errors. The research was conducted on students participating in basic mathematics courses. Data was collected by test and interview methods. The supporting instruments used were three differential problem tests and an interview guide. The student answers were then analyzed to see which represented the most errors. Test the validity of the data using technical triangulation. Data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that most students made procedural and technical errors, and a few made conceptual errors. Conceptual errors occur when students incorrectly determine the formula. Strategy errors occur when students use the wrong formula, are unable to complete a simple form, and there is missing data. While the technical errors are mostly due to wrong writing or counting. The cause of this errors is because they do not understand the concept, are not used to solving problems that require high-level thinking skills and are not thorough.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN PENDEKATAN STEM DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA safianti, suhastantin; Shoffa, Shoffan; Suprapti, Endang
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2022): Cartesian Vol. 1 No. 2 April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v1i2.2530

Abstract

This study aims to demonstrate the effectiveness of the application of the blended learning model with the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach to the material of a two-variable linear equation system (SPLDV) class VIII-E SMP Negeri 18 Surabaya. The type of research used is descriptive quantitative research. The instruments used are critical thinking ability test questions, student activity observation sheets, teacher ability observation sheets in managing learning, and student response questionnaires. The results showed that the blended learning learning model with the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach in class VIII-E of SMP Negeri 18 Surabaya was not effective because learning outcomes in students' critical thinking skills obtained an average N-Gain score of 0.28 is categorized as low. Although the other three aspects have met the effective criteria, it is indicated by the effectiveness of student activities in all meetings getting an average of 89.9% which is categorized as very strong, the effectiveness of the teacher's ability is on average 98.4% in the very good category, and student responses to learning show very positive response. This should affect student learning outcomes but in reality it does not affect it, this is because students are less able to recognize and formulate problems, have not been able to solve problems correctly using all SPLDV methods (elimination, substitution, and mixture). Keywords: Blended Learning, Effectiveness, Critical Thinking Ability, STEM Approach
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENERAPKAN TEORI BRUNNER MELALUI PENDEKATAN RME Rochmatun Nadia; Shoffan Shoffa; Febriana Kristanti
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24073

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 45 Surabaya pada pembelajaran matematika materi bangun ruang menggunakan teori Brunner dengan pendekatan Realistic Mathematic Education. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian 31 siswa-siswi kelas VII G di Sekolah Menengah Pertama Negeri 45 Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes soal uraian dan wawancara. Teknik yang digunakan pada tes yaitu menggunakan aspek penilaian tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kriteria ketuntasan minimal ≤75 yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk melengkapi data yang telah diperoleh. Hasil tersebut digunakan untuk memilih masing-masing satu siswa dari kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian yang diperoleh dari jawaban siswa dalam menyelesaikan soal, menunjukkan bahwa sebanyak 5 siswa dengan persentase 16,13% memiliki kemampuan komunikasi matematis tinggi, 16 siswa dengan persentase 51,62% memiliki kemampuan komunikasi matematis sedang, dan 10 siswa dengan persentase 32,25% memiliki kemampuan komunikasi matematis rendah. Maka dapat disimpulkan kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah menuju sedang.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATRA (Matematika Terampil dan Kreatif) UNTUK PESERTA DIDIK TINGKAT SMP Alfiyani Yuwanita; Shoffan Shoffa; Febriana Kristanti
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24078

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development(RnD) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Desseminate) yang dimodifikasi menjadi model pengembangan 3D (Define, Design, dan Develop) yang memiliki tujuan untuk mengasilkan bahan ajar interaktif yang terampil dan kreatif (MATRA) dengan menggunakan bantuan website kodular. Bahan ajar MATRA memiliki konten mengembangkan keterampilan belajar dan kreatifitas, hal ini ditunjukan dengan adanya produk kreatif dan evaluasi singkat di akhir pembelajaran. SMP Muhammadiyah 13 kelas VIII-C merupakan subjek uji coba dengan materi yang digunakan yaitu materi Statistika. Data dikumpulkan melalui uji validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi ahli materi dan ahli media untuk mengukur validitas, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas peserta didik untuk melihat kepraktisan, dan angket respon peserta didik untuk mengukur keefeketifan. Hasil analisis yang didapatkan menunjukan bahwa bahan ajar MATRA dengan mengunakan indeks Aiken V didapatkan hasil 0,8689 dengan kategori valid, 164,75 dengan kategori sangat praktis, dan 79,85 dengan kategori sangat efektif. Hal ini menunjukan bahwa bahan ajar MATRA valid, sangat praktis, dan sangat efektif untuk digunakan pada saat kegiatan pembelajaran.
Pengaruh Pembelajran Diferensiasi Terhadap Penurunan Beban Kognitif Peserta Didik Kelas VII Agil wulan Eksanti; Sandha Soemantri; Shoffan Shoffa
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24090

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang pengaruh pembelajaran diferensiasi terhadap penurunan beban kognitif peserta didik kelas VII di SMP Negeri 17 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi memiliki pengaruh sebesar 55,6% terhadap penurunan beban kognitif. Hasil analisis regresi linear sederhana dengan persamaan Y = 67,850 + 0,444X menunjukkan bahwa nilai penurunan beban kognitif akan mencapai 67,850 jika tidak dipengaruhi oleh pembelajaran diferensiasi, dan setiap peningkatan pembelajaran diferensiasi akan menurunkan beban kognitif sebesar 0,444. Hasil uji regresi linear sederhana memberikan nilai yang signifikan (0,004 < 0,05), dengan nilai t hitung (3,209) > t tabel (2,074). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap penurunan beban kognitif peserta didik. Analisis lebih lanjut terhadap gaya belajar menunjukkan bahwa hanya gaya belajar visual yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan beban kognitif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0.022 < 0.05 dan persamaan regresi Y = 62,850 + 0,461X, yang berarti penurunan beban kognitif akan bernilai 62,850 apabila tidak dipengaruhi oleh gaya belajar visual. Setiap peningkatan dalam gaya belajar visual akan diikuti dengan penurunan beban kognitif peserta didik sebesar 0,461. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi berpengaruh terhadap penurunan beban kognitif peserta didik dengan gaya belajar yang berpengaruh adalah gaya belajar visual.